[EXOFFI FREELANCE] From ME to YOU (Chapter 24)

From me to you cover

 From ME to YOU

Written by Miyu

Chaptered

Genre : AU – School life – Friendship – Romance

Rating : PG 17

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun x Bae Ji Hyo (OC)

Additional Cast : EXO’s Kim Joon Myun | Red Velvet’s Bae Joo Hyun | ZE:A’s Park Hyung Sik | GFRIEND’s Kim So Jung | other cast.

Summary : “Kau beruntung,setidaknya hujan menutupi jejak air matamu. Dan dengan begitu,hanya aku yang bisa melihat tangis dan senyummu seorang.”

Disclaimer : Cerita ini hanya sebuah fiksi. Ide dan alur cerita benar-benar dari pikiran dan imajinasiku sendiri,semua tokoh yang berperan milik orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC. Jangan menjadi plagiat !

Author’s note : Terimakasih buat admin EXO FANFICTION INDONESIA karena mau menerima dan mengirim karyaku. Terimakasih juga buat readers yang mau baca karyaku.  Semoga suka^^

Beautiful Poster by NJXAEM @Poster Channel

Happy reading^^

From ME to YOU – CHAPTER 24 : ‘THE TRUTH’

Ini benar-benar gila,pikirnya sebal setengah mati.

Lelaki tinggi itu berdiri ditengah keramaian sambil matanya menerima setiap pandangan penasaran dari orang-orang yang sedang menunggunya. Tidak,ia tidak sedang dipermalukan justru ia mungkin akan ‘mempermalukan’ seseorang.

Sama seperti kejadian setahun lalu.

Breg.

Sebuah tangan merangkul bahunya kasar namun tetap bersahabat,dengan segera ia menolehkan kepalanya ke kiri-dimana sang pemilik tangan itu berada dengan senyuman lebar yang terkesan aneh nan mengerikan. Temannya itu tersenyum makin lebar kala tatapan mereka bertemu, “Maafkan kawanku yang satu ini ya,teman-teman. Dia memang agak kikuk.”

“Jadi,ada hal yang harus dibicarakan. Dengarkan saja pernyataannya.” Lelaki itu melepaskan rangkulannya lantas menatap kembali lelaki tinggi itu datar sambil bergumam, “Jadi,kau benar-benar jatuh pada mainanmu sendiri,Hyungsik-ah?”

Hyungsik sedikit melebarkan matanya tak terima, “Y-ya!”

“Katakan saja hyung!” Dorongan dari lelaki di ujung sana membuat Park Hyungsik mendengus seketika,bahkan tatapan mengejeknya itu benar-benar membuatnya naik pitam seketika.

‘Kau pasti tidak bisa mengatakannya!’  Begitulah sekiranya arti tatapan lawan mainnya itu,Kim Jongin.

“Aku sama sekali tidak menyukai Bae Ji Hyo,dia hanya bahan taruhan kami. Karena aku sudah menjadi pacarnya dan berhubungan dengannya selama dua bulan maka-“ ungkapan gila yang hampir selesai diucapkannya berhenti saat itu juga kala mata sendunya bertemu dengan mata membunuh yang ada di pinggir tangga.

Itu iris milik Bae Joo Hyun,mantan pacarnya setahun lalu.

Hening sesaat. Park Hyungsik terlalu jatuh dalam tatapan mengerikan itu sedangkan para ‘pemirsa’ yang ada hanya menatapnya bingung sekaligus bertanya.

“Maka aku mengakui jika ‘aku’ yang kalah dalam taruhan ini,” Jongin berucap sarkas melanjutkan pernyataan kawannya yang masih betah diam. Ia menegakkan tubuhnya sambil berjalan menghampiri seorang gadis yang terduduk diam di sudut tempat. “Noona,aku sudah menepati janjiku.”

.

.

.

“Apa-apaan ini?!” Gumam Baekhyun tak mengerti dengan kejadian barusan yang membuatnya terkejut. Ia ditambah terkejut lagi kala melihat temannya tampak berjalan menuju panggung bernyanyi dengan matanya yang berkaca-kaca hendak menangis. Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar dan—Bugh! Tangan kanannya yang mengepal sejak tadi langsung saja melayang dan berhenti di pipi kanan Hyungsik.

“Kau ini brengsek atau bagaimana?! Dasar lelaki tidak punya otak! Aku tidak sudi jadi mainanmu!” —Bugh.

BRAK.

Hyungsik jatuh tertidur saat itu juga sebagai reaksi tubuhnya yang tak mampu menahan pukulan maut Ji Hyo. Yah,ia akui gadis ini memang premannya minta ampun. Ia langsung menegakkan tubuhnya agar mampu terduduk lalu menatap gadis itu tanpa minat, “Kau ini ap-“

Plak.

“Jangan bicara padaku! Dasar bajingan!”

Bae Joo Hyun menyinggungkan senyum mengejeknya sambil kedua tangannya bersedekap dada-menyaksikan pertunjukkan menarik dihadapannya. Senyumnya makin lebar saat iris kecoklatannya bertemu dengan mata Hyungsik yang memanas. Setidaknya,adiknya pintar. Dengan begini,ia ikut puas Hyungsik dipermalukan didepan teman-temannya.

“Rasakan!” Gumamnya pelan namun terdengar berbisik.

Setelah itu,ia hanya berbalik arah meninggalkan keramaian itu dengan hatinya yang senang bukan main. Oh ayolah,dia berperan antagonis sekarang. Bukankah melihat mantan pacar tersiksa seperti itu sangat menyenangkan? Tentu saja!

***

“Ji-Ji Hyo!”Gadis itu terus berjalan berusaha keluar dari kafe bertingkat tiga itu dengan dadanya yang penuh dengan emosi dan kesesakan. Ia baru sadar kenapa dirinya bisa sebodoh itu jatuh ke dalam pesona Park Hyungsik yang notabene seorang player. Kakaknya sendiri bahkan sudah pernah menjadi korbannya dan ia sendiri sudah diberi peringatan. Tapi cinta memang buta,seolah-olah Ji Hyo mengenyahkan pemikiran itu.

Sudah ku peringatkan,jangan pernah berurusan dengannya! Dia itu susah ditebak dan mencurigakan! Aku tidak lagi cinta padanya! Dia itu hanya mempermainkanmu! Dan kau yang seharusnya sadar,Eun Ji Hyo!”

Itu tidak benar dan tidak mungkin.

Namun pada akhirnya Ji Hyo bisa membuktikannya sendiri dengan dirinya sebagai korban berikutnya.

Heol!

“YA Bae Ji Hyo!” Kala Baekhyun meningkatkan nada suaranya,otomatis dirinya berhenti ditempat sambil menahan kesesakan didada.Menghembuskan nafas sesaknya,Ji Hyo membalikkan tubuhnya kasar menghadap lelaki berstatus kawannya itu.

“MWO?!” Tanya gadis itu menantang dengan mukanya yang sudah semerah darah-menahan amarah yang ada di pucuk ubun-ubun. Byun Baekhyun sangat memahaminya,ia tau kenapa gadis itu berteriak sekarang. Ia tau kenapa gadis itu meninggalkan kafe setelah melayangkan pukulannya. Ia juga tau kenapa mata menyala itu tampak berkaca-kaca indah namun tersirat kesedihan.

Baekhyun tau tentang Ji Hyo.

“MWO?! KENAPA KAU DIAM SAJA? BUKANKAH KAU TERUS MEMANGGILKU?”Lelaki Byun itu masih betah menatapnya lembut,membiarkan gadis itu berteriak marah di pinggir trotoar jalan. Dada gadis itu naik turun tak menentu dengan asap yang mengepul dari mulutnya. Beberapa detik hening,hanya suara kendaraan bermotor yang dapat mereka dengar. Keduanya saling menatap,satu menatap marah dan satunya lagi membalasnya dengan pandangan lembut yang rindang.

“Hyo-ah,” panggil Baekhyun sekali lagi sangat berhati-hati.

“MWO? KATAKAN!”

Oh baiklah,apa suaranya tadi masih kurang lembut hingga gadis itu masih saja berteriak seperti itu?

“Kenapa kau selalu menahan kesesakan itu padahal mereka semua ingin diluapkan? Apa dadamu tidak sakit? Kau tidak bisa berteriak marah seperti itu kala hatimu ingin menangis.” Ji Hyo sedikit terhenyak namun tetap berusaha menetralkan ekspresinya.

“Kau malu atau gengsi? Kenapa kau masih penasaran dengannya padahal kalian bukan siapa-siapa lagi? Kenapa pada akhirnya kau menyesal padahal kau sudah membalasnya dengan pukulanmu? Kenapa kau harus berteriak marah padaku dan bukan kepadanya? Setiap orang juga butuh menangis,Hyo-ah. Apalagi perempuan,” Baekhyun mengucapkan kata-kata itu dengan luar biasa lancarnya,padahal dihatinya ia takut setengah mati jika melukai perasaan gadis itu dan menambah kemarahannya.

Ji Hyo terkekeh sekilas bermaksud mengejek perkataan Baekhyun barusan, “Kenapa aku harus menangisi lelaki seperti dia?! Tidak berguna sekali!”

Masih mengelak.

Lelaki Byun itu mengangguk mengiyakan saja ucapan Ji Hyo, “Tetapi matamu tidak bisa berbohong,Hyo-ah,” katanya lembut menatap mata gadis itu yang kembali memerah hendak menangis.

Tik tik tik tik.

Bersamaan dengan jatuhnya rintik hujan,saat itu pula Bae Ji Hyo menitikkan air matanya untuk pertama kali karena seorang lelaki. Ya,seorang Bae Ji Hyo yang terkenal premannya sekolah baru saja menangis karena dirinya bisa-bisanya dipermainkan oleh Park Hyungsik-ketua OSIS sekolah sekaligus lelaki yang ditaksirnya.

Baekhyun tersenyum manis melihat gadis itu menangis-meluapkan segala emosinya yang ia pendam sejak tadi. Itu lebih baik.

“Kau beruntung,setidaknya hujan menutupi jejak air matamu. Dan dengan begitu,hanya aku yang bisa melihat tangis dan senyummu seorang,” ungkap Baekhyun tersenyum lebih manis sambil memberikan pelukan bersahabat pada Ji Hyo yang sudah basah kuyup.

.

.

.

Kim So Jung meremas gagang payungnya kuat-kuat,ia merasa tidak terima dengan perlakuan Baekhyun yang satu itu. Ia merasa kesal,kenapa seniornya itu harus ada dan berlari pada Ji Hyo? Padahal dirinya disini juga butuh perlakuan itu. Hari-harinya selalu jadi buruk dan hatinya selalu merintih sakit menyaksikan mereka berdua selalu bersama.

“Kau itu bukan siapa-siapa.”

So Jung menolehkan kepalanya ke kanan terkejut akan kehadiran Joo Hyun,bisa ia simpulkan senior setan itu tampak gembira bukan main. “Sudah aku bilang,aku ini bukan sainganmu. Kau ingin membuatku marah gila-gilaan namun nyatanya aku senang bukan main. Kau harus berpikir sebelum bertindak,bisa saja ujung-ujungnya kau yang akan menangis guling-guling.”

Joo Hyun tersenyum manis namun mengerikan, “Terimakasih atas undangan pesta ini,kau harus senang karena aku datang kesini,Kim So Jung-ssi.”

So Jung mengcengkram gagang payungnya lebih erat tanpa membalas apapun lagi,ia tak mampu berkata apapun. Yang jelas,semua riasannya sudah luntur dilanda bulir-bulir kristal yang keluar dari matanya. Ini jelas menyakitkan baginya. Ia hanya seorang gadis remaja yang berusaha mendapatkan cinta seorang Byun Baekhyun,seniornya.

***

“Kau,kenapa melakukan hal bodoh semacam itu?!”

Lelaki tinggi itu diam ditempat dengan tangan kanannya yang sudah menenteng tas sekolahnya santai. Pagi ini,ia hanya ingin berangkat ke sekolah dan belajar dengan tenang. Namun,belum apa-apa sang ayah sudah memberinya ceramah sebagai sarapan tambahan.

“Kau ini laki-laki! Kenapa kau bisa mempermainkan dua gadis bersaudara yang sebentar lagi jadi saudaramu,Hyungsik-ah?!” Lelaki itu diam,merasa tak peduli dengan teriakan ayahnya itu.

“Kau tau,Ah Young bisa-bisa berpikir ulang untuk menikah denganku. Kau harusnya berpikir resiko apa yang akan kau dapatkan sebelum kau bertindak semaumu! Kau ini sudah 18 tahun!”

Lagi,Park Hyungsik hanya diam mulai merasa bosan.

“PARK HYUNGSIK!”

Aboeji,bukankah aboeji sendiri juga harus berpikir sebelum bertindak? Seharusnya aboeji tidak memiliki sifat player sewaktu sekolah dulu,karena sifat itu bisa menurun pada anakmu nantinya! Dan aku mewarisinya! Apa aku salah?! Kau egois,Aboeji!”

Oh demi apapun didunia ini,Park Go Il benar-benar ingin memukul putra tampannya ini. Bagaimana bisa Hyungsik berkata seperti itu padanya,ayahnya sendiri?! Menghembuskan nafasnya kasar,Go Il memilih menyuruh anaknya itu untuk segera berangkat sekolah. Ia sudah kehabisan akal sekaligus tenaga hanya untuk menghadapi Hyungsik yang sungguh-sungguh menyerupai dirinya semasa dulu.

Dan ini merepotkan.

“Kau pergilah ke sekolah,minta maaflah pada Ji Hyo.”

“Aboeji?”

“Aku mengatakan ini untuk mengingatkan dirimu bahwa kau adalah seorang lelaki,kau salah harus meminta maaf.”

.

.

.

“Kau tau,dia benar-benar hanya menjadi bahan taruhan ketua OSIS.”

“Aku juga diberitahu,katanya dia memukul Hyungsik sunbae dua kali. Daebak!”

“Wah,itu sangat mengejutkan. Dia seperti tidak punya malu saja,sudah diputuskan tapi masih mengawasinya. Benar-benar mantan paca-“

BRAK.

Bae Ji Hyo-gadis yang baru saja dibicarakan-langsung menutup pintu lokernya kasar hingga benda itu bergetar hebat. Sambil bersedekap dada serta bersandar pada pintu loker,matanya menatap ketiga gadis itu jijik, “Hei Mulut Besar,diam saja bisa tidak? Mau kupukul mulutmu dengan kamus?”

“Mulut besar? Kau ini apa-apaan Bae Ji Hyo?” Gadis dengan penampilan paling mencolok merasa tak terima,ia tampak maju satu langkah lebih dekat dengan Ji Hyo.

Ji Hyo menamatkan gadis itu seksama, “Kau tidak setuju? Lalu bagaimana jika kusebut mulut murahan yang suka berciuman dengan sembarang lelaki?”

Gadis itu terhenyak hebat. Apa maksudnya,pikir gadis itu bingung.

“Kau pikir aku tidak tau? Lusa kemarin aku melihatmu berciuman dengan Seunghyun,lalu kemarin kau ganti berciuman dengan Jungkin di belakang sekolah setelah itu Yoohan. Bukankah mereka semua masuk kategori lelaki kaya dan sudah punya pacar? Wah-“

“YA!”

Untuk yang satu ini,gadis itu benar-benar bergetar ketakutan. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang langsung pucat pasi dan bibirnya yang bergetar. Dan Ji Hyo merasa sangat puas sekarang. “NGACA! DASAR PEREBUT LELAKI ORANG!”

Detik itu juga,gadis itu langsung berubah menjadi bahan gosipan baru hari ini berkat semburan Bae Ji Hyo. Oh ayolah,menjadi setan itu lebih menyenangkan. Sensasinya sungguh luar biasa!

“Ji Hyo,” ia hampir saja sampai di ambang pintu kelasnya kala sebuah suara menginterupsinya. Tanpa berbalik pun,ia tahu siapa pemilik suara itu.

“Mwo?”

“Bisakah kita bicara?”

“Tidak. Aku harus ke kelas.”

“Aku hanya ingin meminta maaf padamu soal kejadian kemarin. Itu semua diluar kendaliku.”

Ji Hyo terkekeh tanpa suara, “Oh ya,kau benar. Aku memaafkanmu,jadi jangan pernah bicara padaku lagi.”

Deg.

Disini Hyungsik hanya mampu melihat gadis itu berlalu dari pandangannya,ada secuil rasa aneh yang mengganggunya saat ini. Mungkin rasa tidak rela? Jadi faktanya benar? Jika Park Hyungsik jatuh pada mainannya sendiri?

“Kau puas sekarang?” Itu suara Kim Joon Myun yang datang dari belakangnya bersama Joo Hyun. Oh Hyungsik ingin merobek mulut gadis itu karena selalu menampilkan senyum khasnya itu. Dia sedang di ejek!

“Hei,Park Hyungsik. Bagaimana rasanya pukulan adikku? Enakkah?”

“Kau sepertinya senang sekali,Bae Joo Hyun.” Balas lelaki Park itu dingin.

“Oh tentu saja,orang yang dulu aku cintai sekarang jadi menderita. Bagaimana rasanya dipermalukan? Kau sudah tau rasanya?”

Untuk kedua kalinya,Hyungsik merasa jantungnya berhenti sesaat. Apa kata Joo Hyun tadi?

Orang yang dulu aku cintai…

Kau ini sebenarnya memilih siapa? Bae Ji Hyo atau Bae Joo Hyun?

Mereka berdua sama-sama tidak ingin dipilih.

***

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi,semua siswa langsung membereskan barang dan alat tulisnya secepat kilat. Terkecuali Ji Hyo. Gadis Bae itu hanya bertindak lambat tidak bersemangat. Setelah bertemu dengan Hyungsik,hatinya ingin marah juga menangis. Ia merasa sebal juga sedih.

Seandainya saja-

Ting. 1 pesan baru.

Menghembuskan nafas lelah,Bae Ji Hyo beringsut mengambil ponselnya di ujung laci dengan malas. Acara beberesnya belum selesai,jadi ia memutuskan untuk duduk kembali pada bangkunya sambil membaca pesan itu. Setelah itu,baru ia membersihkan laci dan segera pulang ke rumah-menikmati ranjang empuk dan segelas es sirup.

Anonymous : Aku menyukaimu,Bae Ji Hyo.

Ji Hyo melebarkan matanya super,ini benar-benar mengejutkan. Si anonim ini menyukai dirinya? Bagaimana bisa???

Bertemu saja tidak pernah,mendengar suaranya juga tidak pernah,dia hanya bertukar pesan tidak lebih. Tidak juga bertukar potret masing-masing. Apa ini yang dinamakan cinta dunia maya? Woah!

Jantungnya bertalu tak karuan,entah mengapa dirinya senang bukan main mengetahui fakta itu meskipun tidak secara langsung!

“Aku aku aku harus membalas bagaimana?” Monolognya heboh sendiri. Seolah tak ingin kehabisan waktu untuk membalas,Ji Hyo hanya mengirimkan empat kata pada akhirnya pada si anonim itu.

Jadi,siapa kau sebenarnya? Sent.

 

To be continued.

 

 

NB : Halo readers….

First,aku mau minta maaf karena aku udah lama ga update tapi akhirnya aku seneng bisa selesaiin chap ini. Maaf juga,jika ada typo(s) karena aku buatnya sekali jalan hehe. Aku harap kalian tetep suka sama karya pertamaku ini😀😁

Second,aku gabisa janji buat update minggu depan(tapi semoga aja bisa)karena aku juga harus kerja. Mohon pengertiannya😊🙏

Last,cerita FMtY ini bakal end beberapa chap lagi. Mungkin dua atau tiga(?)bisa juga lebih. Terimakasih buat kalian yang selalu komen dan beri aku semangat. Terimakasih dan sampai jumpa di chap selanjutnya😁😀

 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] From ME to YOU (Chapter 24)”

  1. chinguuuuuuuuuuuuuuu,, kemana aja??? rasa x para readers sudah mulai lumutan nunggu kelanjutan ff yg keren ini… bisa kah di next secepat x??? jeballllll… and semangat buat berkarya x

    Pada tanggal 07/03/18, EXO FanFiction Indonesia

  2. Aaaaaaaaa itu siapa yg ngaku cinta ituuu????baek kah???ato ada co lain lagi???aaaaaaa lagi tegang2nya malah tbc hiks hiks hiks..sungguh teganya dirimuuuuuuu authornim hiks hiks hiks
    Its okay..take ur time….n fighting!!!!!!

Tinggalkan Balasan ke Memey Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s