Le Dernier Arret [Announcement]

LDA

Setelah hiatus selama sekian abad, akhirnya

LE DERNIER ARRET KAMBEK OY.
#maksa tebar konfeti

Untuk memudahkan ingatan pembaca sekalian yang agak-agak mager buat baca dari awal (padahal baca dari awal tuh seru lho, serius. //halah promosi ae lu wkwk), kami mempublish cuplikan-cuplikan chapter sebelumnya di sini untuk membangkitkan kenangan lama sebelum nanti melangkah (ea melangkah, kek mau ke pelaminan ae) ke next chapter.

Oh, btw FanFic ini bakal ending di Chapter 7 gengs. Udah kami jadwalin dan Chapter 6 akan publish jam 11.00 nanti.

So, liat dulu cuplikannyaah. Cekidot!!!

.

-0-

.

Le Dernier Arret

Minseok / Sehun / Reen / Runa

AU / lil!Comedy / Fantasy / Friendship / Romance / Sad / Teen

anneandreas & l18hee

We own the plot and OC

.

.

Hanya manusia kolot yang tidak sadar jika vampir benar-benar ada di sekitar mereka

***

“Nona jus!”

“Kau tuli ya?” sang lelaki berhasil membuat gadis itu berhenti.

.

Sehun kembali angkat bicara, “Hul. Harusnya dia tahu, vampir harus minum darah paling tidak 12 jam sekali.”

“Sehun!”

.

… Hukuman Ahn Chi lelaki itu akan berakhir besok.”

.

“Reen, bogoshipeoyo.”

.

Minseok tersenyum, “Mulai besok aku akan bersekolah di sini, menjadi sunbae-mu.”

Jinjja?” Mata Reen membulat tak percaya.

***

Seorang gadis menginjaknya dengan keras, membuat isi jus di dalam kotak itu memercik indah ke lantai, bahkan ke seragam yang Reen pakai.

Oh, hancur sudah acara makan siang hari ini. Ugh. Menyebalkan!

“Kau baik-baik saja?”

Reen mendongak, mendapati sosok Chanyeol sedang memandangnya di sana.

“Ah, aku baik-baik saja sunbaenim,” sahut Reen kemudian. Dia berdiri tegap seraya membersihkan percikan isi jus di wajah. Oh, sial. Bau darah membuat insting vampirnya bangkit sekarang.

“Ini jusmu?” Baru saja Chanyeol bertanya, Reen sudah mengangkat kaki untuk berlari. Meninggalkan Chanyeol dengan pertanyaan tak berbalas, serta jus tomat dengan ceceran darah di lantai.

Si lelaki berjongkok, menyentuh cairan merah itu sebelum mengamatinya cermat, “Aku benar-benar yakin jus tomat tidak seperti ini.” Memutuskan untuk bertindak atas nama penasaran, Chanyeol mengambil kotak jus itu.

“Siapa tadi namanya?” Dia berusaha mengingat nama yang tertera di papan nama sang gadis sebelum menjentikkan jari, “Oh, iya. Reen.”

***

Dan Runa masih belum selesai memproses maksud kalimat Sehun ketika laki-laki itu langsung membungkukkan dirinya tepat di depan Runa, mengarahkan bibirnya menuju sedotan yang sudah tertusuk dalam kotak jus yang ada di genggaman sang gadis, sebelum akhirnya berhasil menyesap cairan makan siang si gadis.

Ya’! Apa yang kau lakukan! Aku sudah memakai sedotan itu untuk minum tadi!” Runa tidak tahan untuk menjerit tepat di wajah Sehun, ketika laki-laki itu sudah menegakkan kepalanya kembali. “Tidak apa-apa, aku mau kok minum jus dari sedotan yang sama denganmu,” jawab Sehun ringan lalu mencipta langkah menjauhi Runa dan Reen yang masih berdiri dalam diam di sana.

Ya’! Tunggu! Aku harus memberimu pelajaran tata krama! Dasar kau!” Runa sempat menoleh ke arah Reen sebentar dan berkata, “Reen, ingat kau harus meminum makan siangmu itu, ya!” sebelum mengejar Sehun yang sudah mulai menjauh.

“Hei! Sehun! Kembali ke sini!”

Sepeninggal Runa dan Sehun, kebisingan yang tadi ada di sekitar Reen kini menghilang sedangkan ia masih betah bersandar di sini sendirian. Reen memandang kotak jus yang masih utuh di genggamannya tanpa ada niat untuk menyesap isinya.

“Reen-ssi?” sebuah panggilan asing menyapa rungunya. Sedikit enggan namun Reen tetap menengadahkan kepalanya, dan matanya terbelalak kaget melihat siapa yang kini sedang berdiri di hadapannya.

“Namamu Reen, ‘kan? Aku sunbae-mu, Park Chanyeol. Bisakah kita ngobrol sebentar?”

***

Inginnya Runa langsung melempar hamburger di tangannya ke muka Chanyeol, melontarkan makian paling keras dan kejam yang sudah ia pikirkan. Tapi jika itu dilakukan, hanya berefek pada semakin menggunungnya kecurigaan. Diliriknya Reen sebentar. Reen sama tidak santainya dengan Runa. Lihat saja genggamannya yang semakin mengerat pada makanan pemberian Chanyeol.

Cepat-cepat Runa memasang tampang kesalnya, “Sunbae serius memberi junkfood pada dua gadis yang sedang dalam progam diet?” Mendengarnya, Chanyeol terkekeh, “Oh, ya ampun. Aku tidak tahu kalian sedang diet saat membeli ini. Tapi tolong lewati progam diet kalian hari ini saja, oke? Aku tidak mau hamburgerku sia-sia.”

“Kalorinya bayak, tahu!” Runa masih berusaha untuk terlihat sangat kesal. Sangat mudah karena toh dia memang sedang kesal. Di sisi lain Reen memutar otak, sementara kepalanya mulai pening karena aroma bawang tercium kuat. Ugh, di saat seperti inilah dia benci hidung vampir yang terlalu peka.

“Ayolah, sekali saja.” Chanyeol menangkupkan tangan sebelum melirik Reen, “Hanya hamburger dengan bonus bawang bombay tak akan membuat kalian tercekik ‘kan?”

***

“Sejujurnya ini sangat menarik untukku, Park Chanyeol,” Junmyeon kembali memulai. “Walau akhirnya sia-sia, setidaknya aku ingin kecurigaanku disangkal dengan alasan logis. Jadi mungkin kita harus mencari buku lain di perpustakaan kota, kurasa.”

Membiarkan dirinya menggandeng hening, Chanyeol menyangga dagu. Menggerakkan mata gelisah sebelum kembali menatap Junmyeon, “Kau benar. Jika menyelidiki ini adalah kegiatan bodoh pun, kupikir akan lebih baik dilakukan ketimbang mengubur rasa penasaran dalam-dalam.” Dan alasan lain adalah Minseok yang sudah terlanjur memancing emosinya. Terlihat begitu aneh, karena bukankah sebagian besar murid tahu jika Chanyeol itu lumayan dekat dengan Runa? Jadi kenapa Minseok harus marah perihal Reen? Chanyeol pikir, murid lain akan berpikir normal jika ia menghampiri Runa, bukannya Reen. Tapi Kim Minseok benar-benar aneh dan berlebihan untuk ukuran masalah Chanyeol yang hanya mentraktir Reen makanan.

“Hei, Junmyeon.” Chanyeol membuat Junmyeon kembali mengalihkan atensi padanya yang kembali angkat bicara, “Percaya tidak? Kurasa ada orang lain yang tak ingin aku tahu lebih jauh perihal Reen.”

.

“Apa dia vampir juga?”

***

Kegelisahan kuat langsung mencengkram Reen erat-erat. Seberapa cepat ia mencoba mencari alasan, Reen berakhir dengan tangan gemetar. Cengkraman berimbuh tatapan Chanyeol yang terkesan mengintimidasi semakin membuatnya merasa kecil. Tepat saat Reen mecoba menepis tangan sang lelaki, sebuah suara terdengar.

Sunbae!” Jelas suara milik Runa. Gadis ini lantas menyingkirkan tangan besar Chanyeol dari milik karibnya.

“Eh, aku hanya … bertanya apa yang ia oleskan.” Lekas Chanyeol mencoba memberi penjelasan. Sepertinya belum pernah melihat kilat marah dalam manik Runa. “Tidak pernah dengar namanya losion untuk melembabkan kulit, ya?” Runa lantas meraih telapak tangan Chanyeol, meletakkan ponsel si lelaki di sana. Tahu jika Runa akan berbalik, Chanyeol cepat meraih lengan sang gadis, “Kau tidak curiga ada yang aneh dengannya?” Dengan cepat pula Runa menepisnya, mendorong dada lelaki di hadapannya tanpa sungkan, “Kau yang aneh!”

Yang Chanyeol lihat selanjutnya adalah Runa yang menarik tangan Reen untuk menjauh. Meninggalkan dirinya yang mengacak rambut setengah frustasi, menggumam umpat dalam hati.

“Park Chanyeol, apa yang kau lakukan?!”

***

Naaah, sekian cuplikannya. Yang udah pernah baca pasti agak-agak inget gitu kan yak. Ya kan? Kan? Bagus, sayang kalyand deh :3 Wkwk.
Cus langsung baca Chapter 6 yuk. Sayang banget loh, sudah hampir nyaris nyerempet akhir cerita nih!

Salam sayang banget banget banget dari kami yeorobun

.anne&nida.

 

Iklan

2 respons untuk ‘Le Dernier Arret [Announcement]

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s