DREAM — #5: Academy ►► IRISH

⁛  DREAM  ⁛

►  Byun Baekhyun x Lee Hyerin  ◄

►  Fantasy x Slight! Mythology x Romance x School-life ◄

►  Chapterred x Teenager(s)  ◄

Vivid Dream(s):

ForewordPrologue ► Baekhyun’s SidePrologue ► Hyerin’s Side#1: Her Problem#2: A Friend#3: Rival#4: Chronopshyra — [tonight] #5: Academy

♫ ♪ ♫ ♪

#5 — Academy

In Author’s Eyes…

Hyerin membuka matanya perlahan, dan tertegun saat menyadari dirinya ada di UKS sekolah. Gadis itu segera berusaha bangun.

“Kau bangun?”

Hyerin tersentak saat mengenali suara Baekhyun di ruangan kecil itu. “Kenapa kau di sini?” tanya Hyerin kaget, tersadar penuh dari kelinglungannya tadi.

“Kau tadi pingsan. Jadi aku membawamu kesini.”

Hyerin menyernyit, tapi kemudian gadis itu memandang Baekhyun.

“Apa kau sudah makan? Berapa kali kau makan dalam sehari? Kenapa badanmu ringan sekali?” tanya Baekhyun.

“Kau banyak tanya.” jawab Hyerin sambil berusaha untuk turun dari tempat tidur. “Kau sudah merasa baikan?”

“Hmm.” Hyerin segera merapikan pakaiannya, lalu meraih tasnya selagi dengan cepat Baekhyun menahan lengan gadis itu. Membuat Hyerin memandangnya penuh pertanyaan. “Boleh kutemani sampai ke rumah? Aku mau memastikan jika kau akan baik-baik saja di jalan.”

“Pulanglah. Aku bisa pulang sendiri.” tolak Hyerin. “Kalau begitu aku akan mengikutimu saja.” Hyerin menyernyit, lalu ia mengangkat bahunya. “Terserahlah.” hanya itu yang keluar dari mulut gadis itu.

Seperti yang dikatakannya, Baekhyun benar-benar mengikuti gadis itu. Sesampainya di persimpangan jalan, Baekhyun menyernyit karena tidak biasanya Hyerin tidak menyempatkan diri untuk duduk di bawah pohon.

Pemuda itu menghentikan langkahnya, membiarkan Hyerin berjalan sendirian. Tapi pemuda itu tersentak saat Hyerin berbalik, memandangnya. “Kau bilang mau menemaniku sampai di rumah.” kata Hyerin cukup keras.

Baekhyun mengerjap cepat—terkejut pada sikap sang gadis, tapi kemudian pemuda itu langsung melangkah cepat mendatangi Hyerin. “Ya. Aku akan menemanimu sampai di rumah.” kata Baekhyun sambil mulai berjalan mengikuti Hyerin. Tapi Hyerin malah berjalan lebih pelan, dan menajajari langkah Baekhyun.

“Terima kasih.” ucap Hyerin.

“Untuk apa?”

“Sudah membawaku ke UKS.”

“Oh, ya. Sama-sama.” ucap Baekhyun, tatapan pemuda itu terhenti pada bazar yang ada di tepi jalan tak jauh dari tempat mereka sekarang berdiri.

“Kau pasti belum makan. Ayo aku traktir!”

“Tidak.” tolak Hyerin langsung.

“Kalau kau merasa berterima kasih kau harus mau makan.” Baekhyun memaksa, tanpa menunggu persetujuan gadis itu, pemuda itu menarik Hyerin untuk berjalan ke arah bazar. Setelah memarkirkan sepeda Hyerin, Baekhyun menarik Hyerin ke stand makanan disana. Membuat gadis itu hanya bisa berdiri kikuk, merasa aneh dengan keadaan di sekitarnya.

“Kau pilih apa saja yang kau suka. Aku yang bayar.” tawar Baekhyun. “Tidak perlu. Aku bisa makan sangat banyak.”

“Tidak masalah. Aku bawa banyak uang,” balas Baekhyun

Hyerin menyernyit. “Ayolah, aku tidak mau kau pingsan lagi di jalan, lagipula badanmu kurus sekali, kau pasti jarang makan.”

Pada akhirnya, karena paksaan Baekhyun, Hyerin membeli beberapa jenis makanan disana. Dan karena tidak mau berlama-lama di tempat itu, Hyerin langsung menarik Baekhyun untuk mengantarnya pulang.

“Kenapa kau tidak pernah makan atau minum apapun di sekolah?” tanya Baekhyun. “Bagaimana kau bisa tahu?” Hyerin balik bertanya. “A-Aku… memperhatikanmu.” tutur Baekhyun pelan.

“Aku tidak pernah tahu ada orang yang memperhatikanku. Kenapa kau memperhatikanku?” tanya Hyerin membuat Baekhyun tergeragap.

“Karena… Karena—”

“—Karena?”

“Kau… orang pertama yang tidak mau mengakui keberadaanku.” untuk pertama kalinya dalam pendengaran Hyerin, pemuda itu terdengar begitu jujur. “Maksudmu?” Hyerin memandang pemuda di sebelahnya dengan tatapan penasaran.

“Kau tidak pernah menganggapku ada saat aku mengikutimu, saat aku ada di kelasmu ketika istirahat, dan rasanya… membencikan. Saat aku berusaha untuk di perhatikan, tapi tidak mendapatkan perhatian. Rasanya mengesalkan.”

“Kenapa kau sangat ingin aku mengakui keberadaanmu? Kau tidak menyukaiku kan?” ucapan Hyerin seketika itu juga membuat Baekhyun tergeragap. “Mana mungkin aku menyukai gadis dingin sepertimu. Kau sama sekali bukan tipeku, aku tidak suka gadis yang sekuat tenaga mengejar nilai, tidak punya teman, dan sering tidur saat di sekolah.”

“Kau tahu banyak hal tentangku.” Hyerin tertawa sangat pelan, membuat Baekhyun memandang gadis itu. “Kenapa menatapku seperti itu?”

“Kapan terakhir kali kau tertawa?”

“Apa?” nada bicara Hyerin langsung berubah.

“Kapan terakhir kali kau tersenyum? Kapan terakhir kali kau tertawa? Kenapa rasanya aneh saat melihatmu tertawa seperti itu…” Baekhyun masih memerhatikan ekspresi Hyerin sekarang. “Kau tampak cantik saat tertawa, Hyerin.” gumam Baekhyun pelan, sangat samar.

“Aku tidak tertawa.” Hyerin menyanggah. “Ah… Lalu, kenapa? Kenapa kau tidak pernah makan di sekolah?” tanya Baekhyun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Aku tidak pernah merasa lapar di sekolah.”

“Tidak mungkin.”

“Sungguh, aku tidak pernah merasa lapar, atau haus. Memang aneh, tapi sudah beberapa tahun ini aku selalu merasa kenyang saat di sekolah, jadi… aku tidak makan.” Hyerin menjelaskan.

“Bagaimana jika di rumah?” tanya Baekhyun.

Hyerin tersenyum samar. “Tentu saja aku makan banyak.”

“Ah… Baguslah. Tapi, kenapa badanmu sekurus ini…” gumam Baekhyun.

“Badanku memang jadi seperti ini, aku bisa apa.” balas Hyerin membuat Baekhyun segera meralat perkataannya. “Ah, ya ya, tidak apa-apa. Banyak gadis malah ingin badannya kurus.” Baekhyun berusaha menghibur si gadis.

Hyerin menghentikan langkahnya, membuat Baekhyun mau tak mau jadi memandang gadis itu bingung sekaligus penasaran.

“Kenapa?” tanya Baekhyun.

“Melihatmu bicara begini… Jangan-jangan kau…”

“Apa? Aku tidak menyukaimu. Jangan terlalu percaya diri.” Baekhyun sontak mengelak saat dirasanya Hyerin berusaha menyudutkannya kembali dengan pertanyaan lain yang enggan dijawabnya.

“Aku tidak bicara begitu. Aku mau bicara, jangan-jangan kau menguntitku sampai ke rumah. Aku sudah sampai di rumah. Kau boleh pulang.” Hyerin berkata kemudian, mengusir si pemuda dengan kentara.

“O-Oh. Aku akan pulang,” Baekhyun tersadar, juga karena sadar bahwa dia telah salah bicara. “Sampai bertemu lagi.” kata Hyerin. “Ya, sampai bertemu lagi, Hyerin.” ucap Baekhyun sambil melangkah meninggalkan gadis itu.

Hey!” panggil Hyerin sontak membuat Baekhyun menghentikan langkahnya. “Ya Hyerin, ada apa?”

“Siapa namamu?” tanya Hyerin sontak membuat Baekhyun tersenyum tipis. “Baekhyun. Byun Baekhyun.”

“Umm, terima kasih, Baekhyun,” ucap Hyerin kaku.

Baekhyun tersenyum dan mengangguk.

“Hyerin, apa kita berteman?” tanya pemuda itu kemudian membuat Hyerin mengerjap cepat. Gadis itu tampak berpikir. Sementara Baekhyun menunggu jawaban gadis itu dengan kesabaran penuh.

“Jika kau tidak merebut posisi pertama, kita berteman—mungkin.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hyerin tidak ada di posisi pertama!”

“Hyerin rangking dua!”

“Lihat! Hyerin tidak lagi jadi yang terpintar di sekolah!”

“Siapa yang mengalahkan Hyerin?”

“Siapa rangking pertamanya?”

“Apakah Sunmi?”

“Atau murid pertukaran itu?”

“Berapa selisih nilai mereka?”

“Apa kau sudah lihat ekspresi Hyerin hari ini?”

“Ini keajaiban! Hyerin berhasil di kalahkan!”

Hyerin memandang kosong kertas skor di tangannya. Gadis itu bahkan hanya diam saat mendengar gumaman-gumaman di sekitarnya yang membicarakan tentang nilainya. Ia memandang angka 1000 dan angka 997 yang ada di urutan pertama dan kedua di kertas skor sekolahnya.

“Kenapa anak-anak sangat berisik hari ini?” ucap Jungha yang tidak tahu jika seisi sekolah sekarang sedang membicarakan tentang nilai Hyerin.

“Aku tidak tahu.”

Jungha segera menoleh. Menyadari ada yang salah dari cara bicara gadis itu.

“Oh! Ini hari pembagian nilai!” ucap Jungha, beberapa hari ini dia mulai terbiasa untuk bicara pada Hyerin karena gadis itu sudah tahu siapa dia sebenarnya dan gadis itu juga tidak mempermasalahkan perbedaan mereka.

“Aku yakin kau ada di posisi perta—eh?” Jungha tertegun saat melihat kertas skor yang ada di tangan Hyerin. “Siapa yang merebut posi—Byun Baekhyun!?” Jungha terbelalak.

Sementara Hyerin dengan cepat langsung melipat kertas skornya, menyelipkannya ke dalam buku catatan gadis itu yang tadinya tergeletak di meja.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jungha hati-hati

Hyerin hanya menjawab dengan anggukan. “Ya, tentu. Mengapa aku harus tidak baik-baik saja?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Jungha’s Eyes…

Aku berusaha menemukan ceruk pikiran Hyerin. Berusaha mengetahui perasaannya sekarang saat Ia tahu bahwa Baekhyun ada di posi—

Aku mati Baekhyun Kenapa Kenapa kau ambil posisiku

Seketika itu juga emosi aneh langsung menguasai diriku. Aku segera melangkah keluar dari kelas. Mencari kelas Baekhyun tentu saja. Bagaimana bisa dia masih berusaha menempati posisi pertama padahal hari itu—di hari pertama ujian kami—Hyerin sudah tahu semuanya, dan setuju untuk menolong kami, juga sudah memperingati Baekhyun untuk tidak merebut posisi pertama—yang aku curi-dengar dari pikiran Baekhyun—milik Hyerin!?

“Byun Baekhyun!” segera kudapatkan tatapan panik dari Baekhyun begitu kutemukan dia di kelasnya—sama terperangahnya pada nilai yang sudah dia dapatkan.

“Jungha… Semuanya… Terjadi begitu saja…”

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak tahu… Aku tidak tahu jika hasilnya akan jadi seperti ini… Hyerin—”

“—Byun Baekhyun. Kau berhasil merusak segalanya.” ucapku kecewa.

Tapi rupanya pikiran Baekhyun lebih tertuju pada keadaan Hyerin. Ia bahkan tidak berpikir jika ujian kami—yang sesungguhnya—sedang dipertaruhkan sekarang! Kami bisa tinggal kelas jika tidak lulus ujian ini! Dan Baekhyun malah peduli pada keadaa—tunggu! Apa jangan-jangan feelingku di hari itu benar?

Baekhyun menyukai Hyerin!?

Itulah kenapa sekarang dia panik karena merebut posisi pertama? Karena dia tahu kalau dia sudah melukai Hyerin? Bukan karena mungkin Hyerin berubah pikiran dan tidak menolong kami?

“Baekhyun… kau menyukainya?” tanyaku pelan.

Maafkan aku Jungha Semuanya terjadi begitu saja

“Apanya? Nilaimu yang sempurna… atau perasaanmu? Yang mana yang terjadi begitu saja Baekhyun?”

Keduanya. Maaf Jungha Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini

Belum sempat aku bertanya lebih jauh, Baekhyun sudah melangkah keluar kelas. Aku sudah tahu dengan pasti dia akan kemana. Hyerin. Tidak ada orang lain yang Baekhyun pedulikan di sini selain Hyerin. Bodohnya, aku baru menyadari hal itu sekarang!

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Kau melihat Hyerin?”

“Apa dia baik-baik saja?”

“Hyerin terlihat sangat pucat tadi, mungkin dia shock karena nilainya.”

Baekhyun duduk diam di depan kelas Hyerin, nyatanya sampai pulang sekolah pemuda itu tidak melihat Hyerin dimana pun. Seolah gadis itu lenyap dari sekolah. Baekhyun segera bangkit, dan melangkah pelan ke kelasnya.

“Kau menemukannya?” tanya Jungha dan di jawab dengan gelengan pelan oleh Baekhyun. “Dia tidak ada di manapun.”

“Aku juga tidak mendengar pikirannya. Mungkin dia sudah pulang.” ucap Jungha segera membuat Baekhyun terkesiap. “Benar. Dia pasti disana.”

“Apa? Di mana?”

“Pulanglah duluan. Aku akan menyusulmu nanti. Siapkan teman-teman yang ada di sana dan beritahu guru kita. Aku akan kembali secepatnya dengan membawa Hyerin.” ucap Baekhyun.

Jungha dengan cepat menahan lengan pemuda itu. “Apa kau yakin dia akan mau ikut? Kau tahu sendiri kan kekacauan apa yang terjadi hari ini…”

“Aku berharap dia menepati janjinya,” ucap Baekhyun, tersenyum meyakinkan Jungha, membuat gadis itu menghela nafas pasrah.

“Dia harapan kita satu-satunya.”

“Aku tahu. Berhati-hatilah Jungha.”

“Aku yang harus memesankan itu padamu.”

“Sampai bertemu.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Lee Hyerin!”

Hyerin membuka matanya, segera mengalihkan pandangannya saat tahu Baekhyun lah yang memanggilnya. “Aku mencarimu seharian di sekolah.” ucap Baekhyun saat pemuda itu sampai di tempat Hyerin duduk.

Melihat siapa yang datang, Hyerin segera berdiri, membereskan barang-barangnya, dan melangkah pergi. “Jangan ganggu aku. Aku tidak mood bicara.”

“Kau harus menepati janjimu!” ucap Baekhyun berkeras. “Janji yang mana?” Hyerin bertanya tanpa berbalik. “Aku sudah menceritakan semuanya padamu, dan kau sudah janji akan mengatakan yang sebenarnya padaku setelah hasil ujian keluar.”

Hyerin berbalik, memandang Baekhyun lama.

“Aku akan mengatakannya. Aku memang punya seorang teman, yang juga melihat kejadian empat tahun lalu, tapi temanku hilang sejak dua tahun yang lalu.” kata Hyerin sambil melangkah meninggalkan Baekhyun.

“Apa?!”

Hyerin lagi-lagi berbalik. “Dia sudah hilang! Dan aku selalu menunggunya di sini. Kalau kau mau menemuinya, coba saja cari dia.” ucap Hyerin marah, tapi berhasil membuat Baekhyun tersadar.

“Seolmi… Dia orangnya?” tanya Baekhyun.

“Ya.”

“Jadi… Kau setiap sore selalu duduk di sini… Dan menangis di depan sebuah rumah… Karena menunggunya pulang? Seolmi? Temanmu itu?” Hyerin tidak menyahut. Gadis itu menunduk. Membuat Baekhyun sekarang berdiri diam dalam keterperangahannya.

“Aku sudah mengatakannya. Sekarang, jangan ikuti aku.”

“Tapi kau berjanji akan menolongku! Jika temanmu tidak ada, setidaknya… pinjamkan aku ingatanmu.”

Langkah Hyerin terhenti saat mendengar ucapan Baekhyun. “Aku tidak mau…” gadis itu berucap pelan. “Kenapa? Karena aku merebut posisimu? Apakah posisi juara pertama sangat penting bagimu? Apa kau tidak tahu bagaimana bahayanya jika orang-orang seperti kami di biarkan ada di sini?”

“Aku tidak peduli.” Hyerin melangkah cepat meninggalkan pemuda itu. Membuat Baekhyun hanya bisa berdiri pasrah. “Harusnya selama beberapa hari ini aku lebih serius mendekati targetku…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kai? Bagaimana?”

Jungha bertanya begitu dia melihat Kai keluar dari ruangan tempat Chronopshyra disimpan. “Wah, hebat sekali mesin itu.” Kai berucap takjub. “Maksudmu?” Jungha menyernyit bingung.

“Rasanya seolah aku ada di posisinya, padahal aku hanya melihat visualisasinya saja.” ucap Kai. Jungha segera berdecak panik, pasalnya, hari sudah akan menginjak pagi, dan Baekhyun belum juga muncul.

“Dimana manusia yang akan kau masukkan ke sana?” tanya Kai.

“Dia bersama Baekhyun. Aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk disana.” ucap Jungha panik. “Park Jungha.”

“Ya?” Jungha terkesiap “Bagaimana dengan hasilmu dan Baekhyun?”

“A-Aku… Masih menunggu Baekhyun.” Jungha menjelaskan. “Apa terjadi sesuatu?” tanya guru mereka kemudian. “Tidak… Hanya saja, manusia yang kami mintai bantuan ini sedikit bermasalah.” ucap Jungha pelan.

“Maksudmu… dia gila?”

“Tidak. Dia waras.” sanggah Jungha.

“Lalu? Masalah apa yang membuatmu bisa berdiri tidak tenang selama lebih dari enam jam di tempat ini huh? Aku masih harus mendata hasil ujian murid yang lain.”

“Kumohon, tunggulah sebentar lagi, Baekhyun akan segera kesini.” ucap Jungha. “Tsk, seharusnya kalian tidak nekad seperti ini.”

“Aku tahu…” sesal Jungha pelan.

“Aku akan kembali dulu ke bumi, mengantarkannya.” Kai kemudian terdengar bicara. “Hmm, berhati-hatilah.”

“Selamat berjuang Jungha. Jangan kaget tentang bagaimana yang akan kau lihat di dalam nanti.” ucapan Kai segera membuat Jungha terkesiap. Seperti apa keadaan yang akan dilihatnya di dalam nanti?

Dan juga, bukankah dia akan melihat keadaan seseorang di masa lalu?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Hari sudah menginjak malam, dan Baekhyun hanya bisa duduk diam di bawah pohon tempat tadi Hyerin meninggalkannya saat hari menginjak sore. Pemuda itu sesekali menghela nafas panjang, bingung untuk berbuat apa. Tanpa Baekhyun sadar, seorang gadis tengah melangkah ke arahnya. Memerhatikan pemuda itu dalam diam.

“Kau benar-benar butuh bantuanku?”

Baekhyun tersentak, dan memandang kaget Hyerin yang sekarang sudah berdiri di sampingnya, memandang ke arahnya.

“Hyerin?” Baekhyun tidak hanya terperangah karena kemunculan Hyerin yang sangat tiba-tiba, tapi juga karena Hyerin muncul di sana masih dengan mengenakan seragam lengkap. Walaupun dasi dan jas almamater juga tas ransel Hyerin tidak terpasang, tetap saja, ia mengenakan seragam.

“Aku tanya apa kau benar-benar butuh bantuanku?” ulang Hyerin. “Ah, ya. Untuk ujianku.” ucap Baekhyun pelan. Hyerin melangkah mendekati pemuda itu, tampak berpikir.

“Bagaimana caranya aku bisa menolongmu?” Baekhyun memandang si gadis dengan tatapan membulat. “K-Kau mau membantuku?”

“Tergantung dengan cara apa aku akan membantu.” perkataan Hyerin berhasil mengukir senyum di wajah Baekhyun. “Mudah saja, kau ikut ke Akademiku, dan nanti masuk ke dalam sebuah alat, lalu kami akan melihat visualisasi masa lalumu selama empat tahun terakhir.” ucap Baekhyun menjelaskan.

“Apa alatnya berbahaya?” tanya Hyerin.

“Tidak. Kau hanya akan merasa seperti sedang bermimpi. Kau suka tidur di kelas kan? Rasanya akan sama seperti saat kau tidur.”

“Benarkah?”

Baekhyun mengangguk cepat.

“Berapa lama aku akan tidur?” tanya Hyerin lagi.

“Hmm… Aku tidak yakin, tapi tergantung seberapa banyak ingatan yang masih kau ingat selama ini.” Hyerin tampak menyernyit, membuat Baekhyun yakin gadis itu tengah berpikir keras. Tak lama, gadis itu mengangguk.

“Aku akan membantumu.”

“Ah! Benarkah? Terima kasih, Hyerin! Ayo, aku akan membawamu berpindah ke Akademiku!”

“Bagaimana caranya?” Hyerin menyernyit bingung.

“Ikut saja, dan kau akan tahu.”

“Ini Akademi yang kau bicarakan?” tanya Hyerin saat mereka sampai di sebuah ruangan bernuansa kelabu. “Bukan. Ini ruangan ujian kelompok kami. Ayo,” ucap Baekhyun.

Hyerin mengikuti langkah pemuda itu dalam diam. Keadaan di Akademi yang berlawanan dua belas jam dengan keadaan bumi membuat mereka tiba di Akademi saat murid-murid sudah bersiap untuk sekolah.

Dan tentu saja kemunculan Baekhyun bersama seorang sosok asing di Akademi itu sedikitnya berhasil merebut perhatian. Terutama karena penampilan Hyerin yang sangat mencolok dengan keadaan tempat—yang di dominasi dengan warna putih itu.

“Kau lihat mereka? Mereka adalah siswa di Akademi ini. Tidak ada yang melanggar peraturan sepertimu.” ucap Baekhyun.

“Berarti sekolah di bumi jauh lebih menyenangkan.”

“Sekolahmu menyedihkan. Sekolah di sini jauh lebih baik.” sanggah Baekhyun membuat langkah Hyerin terhenti.

“Eh? Kenapa?” ucap Baekhyun bingung. “Sekali lagi kau bicara aneh-aneh, aku tidak akan membantumu.” Hyerin berucap.

Baekhyun berdecak pelan, tapi kemudian mengangguk. “Baiklah, baiklah. Aku tidak akan bicara lagi.” ucap Baekhyun

“Siapa dia?”

“Kenapa dia muncul dengan penampilan sepeti itu…”

“Dia tidak mungkin calon murid di sini kan?”

“Keadaannya menyeramkan sekali…”

Langkah dua orang itu terhenti di depan sebuah ruangan.

“Kau bilang sekolah di sini lebih baik? Dari cara mereka mengomentariku saja mereka sudah terlihat sama seperti manusia di bumi.” ucap Hyerin membuat Baekhyun memandang gadis itu terkejut.

“Kau mendengarnya?”

“Tentu saja. Kau kira telingaku sudah tidak berfungsi?”

“A-Ah, tidak. Lupakan saja ucapan mereka. Ayo masuk.”

“Baekhyun!”

Baru saja satu langkah Hyerin masuk ke dalam ruangan itu, mereka sudah disambut oleh teriakan Jungha yang sudah berjam-jam menunggu kedatangan dua orang itu.

Hey,” ucap Baekhyun.

“Siapa namanya?” tanya Sehun pada Baekhyun.

“Lee Hyerin. Dia sekelas dengan Jungha, dan semeja juga. Oh! Kau harus tahu kasus menghebohkan yang menimpa Jungha.”

“Kejadian apa?”

“Sudahlah, aku bisa menceritakannya nanti.” Baekhyun berkata.

“Lee Hyerin?” tanya Suho.

Hyerin mengangguk. “Kau sudah diberitahu segalanya oleh Baekhyun ataupun Jungha?” tanya Suho, dan lagi-lagi hanya dibalas dengan anggukan oleh Hyerin.

“Aku harus tahu berat badan dan tinggi badanmu, supaya aku bisa menentukan tekanan mesinnya.” ucap Suho, menunjuk ke arah timbangan dan pengukur tinggi badan yang adadi sudut ruangan itu.

“Baekhyun,” panggil Suho saat dia selesai mengecek keadaan Hyerin. “Ada apa?” dengan cepat Baekhyun menghampiri pemuda itu. “Beratnya di bawah standar minimal. Dia tidak bisa di masukkan ke mesin ini.” ucap Suho

“Apa maksudmu?”

“Kau lihat? Tingginya 164 centimeter, dan berat badannya hanya 39 kilogram.” ucap Suho membuat Baekhyun terdiam sejenak. “Lalu bagaimana?”

“Tunggu, aku akan bicara pada guru kita,”

“Kenapa?” tanya Hyerin pada Baekhyun saat pemuda itu berlalu. “Tidak, tidak ada masalah apapun, tenang saja.”

“Baekhyun, mereka bilang dia harus makan dulu untuk menaikkan berat badannya.” berlawanan dengan ucapan Baekhyun, Suho justru mengatakan hal sebaliknya.

“Apa?” Hyerin berucap tidak mengerti.

“Ah, baiklah baiklah. Aku akan membawanya kembali dalam beberapa menit.” kata Baekhyun, dengan cepat menarik Hyerin keluar dari ruangan itu.

“Makan? Untuk apa?”

“Kau sudah dengar kan? Berat badanmu itu tidak bisa untuk masuk ke dalam mesin, dan kau harus menambah berat badanmu dulu.” Baekhyun menjelaskan. “Memangnya berapa berat badannya?” tanya Jungha yang menyusul mereka.

“39.” sahut Baekhyun cepat

“Astaga. Hyerin, apa kau sangat jarang makan? Atau kau diet ketat?” tanya Jungha segera membuat gadis itu mendapat tatapan marah dari Hyerin.

“Aku tidak suka makan.”

“Dasar manusia aneh. Pantas saja badanmu kurus seperti ini.”

“Aku akan di bawa kemana?” jawab Hyerin singkat. “Tentu saja ke kantin. Kau harus makan.” Baekhyun berucap.

“Tapi aku tidak lapar.”

“Tetap saja kau harus makan.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Bagaimana bisa makanan kalian semua berbeda dengan manusia…”

“Sudah jangan cerewet. Makanan ini satu-satunya yang bisa menaikkan berat badanmu dengan cepat.” Baekhyun memerhatikan Hyerin saat gadis itu memaksakan satu persatu suapan makanan masuk ke dalam mulutnya.

…Aku bisa mati kekenyangan…

“Sudah Baek, dia sudah kekenyangan.” Jungha angkat bicara saat diperhatikannya ekspresi juga benak Hyerin sudah tidak nyaman.

“Tapi mungkin—”

“Sup itu akan berefek. Tenang saja. Ayo, mereka bisa gila jika kita membuatnya menunggu terlalu lama.” ucap Jungha. Dengan cepat tiga orang itu melangkah kembali ke dalam ruangan.

“42 kilo. Baiklah, dia sudah boleh naik.” Suho menjelaskan perubahan pesat yang terjadi pada Hyerin. “Aku lebih suka melihatnya seperti ini. Dia tidak terlihat terlalu kurus.” Baekhyun bergumam tanpa sadar.

“Sup itu hanya berefek selama 12 jam, setelah itu berat badan awalnya akan kembali.” kata Jungha. “Aku tah. Tapi aku yakin akan banyak gadis yang heboh karena ada yang mempunyai berat badan seperti Hyerin. Kau saja sudah bangga karena berat badanmu 43 kilo.” ucap Baekhyun meledek.

Hey! Menurunkan berat badan itu tidak mudah!” ucap Jungha kesal. “Jadi, ke waktu empat tahun lalu, benar?” tanya Suho pada Hyerin.

“Ya.”

“Apa kau ingat kira-kira bulan apa kejadian itu terjadi?” tanya Suho lagi. “Apa aku akan benar-benar melihatnya seolah aku bermimpi?” Hyerin bertanya balik.

“Ya. Kau hanya akan melihatnya sebagai mimpi. Tapi, mimpi yang terasa sepertinyata. Karena saat kau merasa sakit, atau apa, semuanya akan terasanyata.”

“Kalau begitu… apa boleh… jika di mulai dari lima tahun yang lalu?” tanya Hyerin membuat Suho menyernyit.

“Kenapa?”

“Aku… ingin melihat ibuku.”

Pernyataan Hyerin segera menghilangkan kerutan kebingungan di wajah Suho. Pemuda itu sangat paham bagaimana perasaan Hyerin saat dia mendengar bahwa dia akan merasakan mimpi seperti kenyataan.

“Aku sangat ingin kau bisa kembali ke masa itu Hyerin, tapi mesin ini hanya akan menunjukkan ingatanmu yang ada hubungannya dengan kami. Maafkan aku.” ucap Suho penuh penyesalan.

“Ah, aku mengerti…” ucap Hyerin, walaupun nada kecewa terdengar sangat jelas dari cara bicaranya “Sudah siap?” tanya Suho, berusaha mengalihkan perhatian gadis itu. Hyerin mengangguk. Suho tersenyum, dan memasang sabuk pengaman di tubuh Hyerin yang sudah terbaring.

“Kau bisa tidur—jika kau suka tidur, semuanya akan baik-baik saja.”

“Terima kasih.”

Suho mendorong tabung kecil tempat Hyerin berbaring, dan memasukkannya ke dalam sebuah tabung yang tiga kali lebih besarnya.

“Dia sudah siap.” ucap Suho.

“Aku akan menghidupkan alatnya. Mereka sudah siap melihat masa lalu.” kata Sehun sambil melirik ke arah beberapa orang yang sudah duduk di tempat mereka

“Apa kita akan melihatnya juga?”

Suho mengangguk. “Ya. Kita akan melihatnya, dan merasakan emosi yang sama seperti yang Hyerin rasakan saat itu.”

“Aku tidak sabar melihat bagaimana Hyerin di jaman dulu.” Jungha tiba-tiba saja bicara.

“Aku tidak sabar untuk tahu apa hubungan Hyerin dengan Kyungsoo dan Chanyeol.” Baekhyun menambahkan, sontak membuat Jungha berdecak pelan. “Aku juga tahu kau penasaran pada keadaannya dulu. Aku mendengar pikiranmu.”

Baekhyun tidak menyahut. Dan perlahan, mereka semua terdiam, menunggu saat tabung besar tempat Hyerin terbaring menyala, dan ruangan mulai berubah gelap.

Tanda bahwa mereka akan segera melihat masa lalu Hyerin.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Ah :”D senang rasanya bisa menyapa kalian lagi lewat Dream setelah Februari yang berat ini berlalu (iya, Februari itu berat banget ketika kalian harus ORI di sekolah-sekolah dan menghadapi drama khas anak sekolah yang ogah disuntik) syukurnya, tinggal seminggu lagi perjuanganku menyelesaikan Februari berat ini, meskipun Maret juga enggak akan kerasa cepet berlalu karena kegiatan menumpuk di bulan Maret udah di depan mata.

Meski udah enggak sekolah/kuliah kenapa susah banget bagi waktu itu :”) padahal niatan buat fangirling masih jos banget, huhuhu. Dan kenapa move on dari EXO itu susah banget? :’) padahal aku udah diracunin Seventeen, BTS, atau Monsta X tapi enggak berhasil nemu bias yang se-HOT cabe :’) ya beginilah kalo jadi jomblo setia, sama bias aja setia, wkwk.

Kalian yang ngebaca Dream ini ada yang termasuk dalam kalangan pemain drama sekolah saat ORI kah? :’)

Sekian dulu cuap-cuap dariku, sampai ketemu lagi minggu depan. Salam kecup, Irish.

kontak saya  Instagram  Wattpad  WordPress

11 tanggapan untuk “DREAM — #5: Academy ►► IRISH”

  1. mMaaf dulu deh kak. Soalnya lupa ama ff ini karna fokus ke ff sebelah. Tau tau dream nya dah chap 5 aja. Terakhir aku baca masih di foreword aja, ehh sjrang dah klewat aja. Ya udah deh kak gak papa, aku komen d chap ini ajha ya kakak..

    Keep writing deh ya kk.

    Ps. ff yg sblah jgn dlupain ya, masih nunggu nah.. 🙂

  2. Wahh telat baca Dream kali ini T.T
    udah tambah seru dan makin penasaran bngt nh ka Irish ❤
    Greget sama tingkah Baekhyun sm Hyerin nya huhuhuh xD

    Baekhyun serem juga ya, ngalahin nilai Hyerin.. Apakah Hyerin bakal out dr skolahnya? Tapi dia kan udah ke akademinya si Baek nh, duh sumpah kepo sama kelanjutannya ❤

  3. HA to the LO, HALO kak Irish 😭😭😭😭
    Masih inget gak sama aku ? Itsbeenalongtime… *malahnyanyi-_
    Udah lama banget sumpah, berharap kk masih inget , beneran aku baru kesini lagi maaaaaafff 😭😭😭
    Skrng udh jrang baca ff aku sengaja kesini buat say Hi
    Tau gak? Skrng aku udah lulus SMA udah kerja pulaa , ihhhh beneran udh lama bnget yaaa huhuhuhu
    Mau ngomong apa jadi bingung, mau baca udh malem -__ besok masuk krja
    Ntar deh ngobrol lagi hehe
    Eh iya skrng kan udh pada pake wattpad, kaliaja kk punya ? Ada ig ? Atau apa gitu 😂😂😁 biar lebih mudah komunikasi hehe
    Semangat trus ya kak, semoga sehat trus😘😘

  4. Ku masij setia menunggu apdetanmu irishku tersayaangggggg yg manapun ff ny muncul ku baca dengan hati senang biar mengurangi rasa kangen misua #apaansih habahhahahahaha
    Sehat sehat teruuusssss yessss n ini awal bulaaannn waktuny kerja rodiii gegara closing hahahahhahahahaha
    Irish jjang!!

  5. Jujur kak,,awal baca DREAM itu cuma buat selingan,sambil nunggu GAME OVER di up,,tapi apalah daya imajinasi ku langsung nyangkut,,dan terjebak di peran Jungha,,dan pas baca chapter ini,,kebaperan ku meningkat,,berasa sakit tapi tak berblood 😭,,pokoknya ditunggu kelanjutannya ya kak,,,

  6. itu hyerin tinggi 164,berat badan nya 39.. apa kabar diriku yang punya tinggi 152 berat 47 (padahal umur udah kepala 2,tapi tinggi kek anak SMP badan kek emak² T_T )..
    bener kata jungha nurunin berat badan itu susah.. godaan datang dari mana².dari temen bahkan dari om² jualan keliling yang lewat depan klinik seakan² memanggil.. awalnya udah niat banget loh ya aku gak bakal beli,eeh eeh lah satu klinik beli ending nya aku pun ikutan.. T_T

    kak irish tau gak ? aku kangen GAME OVER.kapan di UP ? yarobun..hidup tanpa invisable black, mb jiho, baekhyun,sehun bahkan si taehyung terasa hambar 😥 aku kangen mereka huhuk T_T

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s