[EXOFFI FREELANCE] I’m (Not) Fine

PicsArt_02-15-11.35.45.png

I’m (Not) Fine

Evina93 @2018

Oneshoot/ PG 15

Slice of life, sad.

You (Readers) & Do Kyungsoo.

“Sakit tapi tidak berdarah”.

Bangku pojok belakang kelas yang dekat dengan jendela. Itulah tempat favoritku di sekolah ini. Kenapa? Karena dari sini aku bisa dengan bebas melihatnya tanpa ketahuan. Siapa? Jika aku berani, maka dengan gamblang aku akan mengangkat tangan dan mengarahkan telunjukku pada sosok pemuda dengan mata bulat, pipi sedikit berisi dan bibir berbentuk hati yang sekarang ini sedang tertawa bersama teman-temannya di bangku depan sana. Namanya Do Kyungsoo dan dia salah satu teman sekelasku.

Ujung bibirku refleks tertarik ketika melihat ia tertawa. Namun detik berikutnya aku menghela nafas, andai saja tawa dan senyum itu ia tunjukan padaku juga.

Kalian heran? Aku pun begitu. Entah apa kesalahan yang aku perbuat terhadapnya. Ia selalu berkata kasar terhadapku, mengejek bahkan menatapku dengan mata tajamnya seolah aku makhluk asing di dunia ini. Apa dia membenciku? Pertanyaan itu selalu keluar di pikiranku dan selalu ingin aku utarakan padanya, tapi tak bisa karena aku terlalu takut. Kenapa ? apa ada yang salah pada diriku. Apa karena penampilanku? Karena aku tidak se feminim permpuan lain, tapi ini nyaman untukku. Atau karena pergaulanku? Karena lebih banyak berteman dengan anak lelaki?, hey salahkan kakakku!.

“Kau kenapa?” tanya Sohyun. Ia teman sebangkuku. Teman dekat? Tidak juga. Aku berteman dengan siapa saja namun tidak begitu dekat hanya beberapa orang yang ku anggap sangat dekat. Seolah ada benteng tak kasat mata yang ku buat sehingga hanya beberapa orang yang ku ijinkan saja yang bisa melewati benteng tersebut.

“Tidak ada apa-apa” balasku.

“Ya! Kau harus ikut kali ini. Tak ada penolakan lagi” Jongdae menghampiriku. Aku memutar mata jengah. Ia salah satu sahabat kakaku. “Bukankah sudah ada Baekhyun disana” balasku.

Plak

Satu pukulan mendarat di kepalaku. “Ya!” aku menatap tajam siapa orang yang memukulku. “Panggil aku Oppa, tak sopan sekali kau pada kakakmu” ya orang yang memukulku ini adalah kakakku sendiri. “Ck kalian merepotkan” aku keluar dari zona nyamanku. Sohyun terkekeh melihatku. Jongdae tersenyum senang dan lupakan si bodoh Byun itu. Dasar pemaksa. Menuju pintu keluar aku mencoba melirik sedikit pada sosok pria itu namun detik berikutnya perasaan menyesal yang aku rasakan. Ia berdecak dan membuang muka. Lagi-lagi seperti ini.

***

“Kau masih mengharapkannya?” pandanganku mengarah pada kakakku. “Apa terlihat jelas?” tanyaku dengan menunduk. “Mengapa tak coba mengungkapkannya saja?” tanya Jongdae.

Aku meringis “Tak perlu mengungkapkanpun aku sudah tau dia membenciku” ujarku dengan pandangan lurus ke depan. Aku merasakan tepukan pelan di punggungku dan belaian halus di kepakaku. Ya, kakakku dan Jongdae yang melakukannya.

***

Aku sedikit menggerutu dalam perjalanan. Buku sebanyak ini kenapa aku harus membawanya sendiri. Sial sekali nasibku. Andai saja tadi aku tidak melewati ruang guru dan bertemu dengan guru Choi hah~. Sudahlah hitung-hitung beramal saja.

Karena buku yang terlalu tinggi dan menghalangi pemandanganku membuat diriku menabrak seseorang sehingga semua buku berjatuhan.

Aku membereskan buku-buku itu dan meminta maaf setelahnya. Tak ada jawaban maka aku memberanikan diri mengangkat wajahku.

Deg

Kenapa harus dia.

“Disuruh begitu saja tak becus ck” ujarnya sarkastik. Tatapan tajam itu. Ya tatapan itu yang selalu ia berikan ketika berhadapan denganku.

“Aku sudah meminta maaf” ujarku.

Ia melaluiku begitu saja. Jari-jariku memegang buku dengan sangat erat. “Sebegitunya kah kau membenciku? Apa salahku?” tanyaku dengan berteriak. Aku sudah tak peduli lagi.

Ia berhenti melangkah tapi tidak berbalik. “Kau . . kau menyebalkan dan aku benci itu” ujarnya dan berlalu pergi.

Sakit tentu saja tapi aku masih bisa menahannya.

***

Hari ini entah angin apa kakakku yang cerewet itu meminta untuk pulang bersama. Membuat diriku berakhir menunggunya di samping pintu kelasnya.

Dahiku mengerenyit, kenapa semua orang berlarian den berkumpul di suatu titik. Setauku tak ada uji coba kebakaran bahkan aku tak merasakan gempa atau apapun. Karena rasa penasaran yang cukup tinggi aku menahan salah satu temanku “Hey, Jong ada apa?” tanyaku.

“Kau tak tahu? Kyungsoo sedang menyatakan perasaannya pada Sohyun”.

Ugh rasanya sakit.

“Kau ingin melihatnya juga, ayo” Entahlah aku tidak bisa menolak tarikan Jongin, aku tidak ingin melihat tapi aku juga penasaran, aku harus membuktikannya dengan mataku sendiri.

Disinilah aku sekarang dengan seluruh kebodohanku. Di depan sana ya disana aku melihat Kyungsoo dan Sohyun saling berhadapan. Aku seperti tidak mendengar apapun hanya bisa melihat. Dan hal terakhir yang aku lihat adalah Sohyun yang mengangguk malu dan senyum Do Kyungsoo.

Semua berteriak heboh dan tepuk tangan terkecuali diriku. Aku menunduk dan merasakan seseorang menarikku.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya, aku sangat mengenal suara ini. Tapi aku tak bisa mengangkat wajahku. Aku hanya menunduk dan menepuk dadaku berkali kali. Membuat Baekhyun menarikku ke pelukannya. Ia mengelus kepalaku.

“Rasanya sakit sekali Baek, sakit sekali tapi tak berdarah” ujarku masih dengan tatapan kosong. Dan detik berikutnya aku merasakan kristal bening itu meluncur bebas.

End.

Heol, berasa de javu buat nih cerita. Mungkin ini masih kurang feelnya. Saya akan coba lebih baik lagi. Tidak susah bukan menuliskan jejak komentar kalian (^^)

 

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I’m (Not) Fine”

  1. Wah cerita ini jga hampir mirip sma kisahku, cuma di kisahku, g ada org yg menguatkan aku saat itu.. Jadi curhat deh.. #mian hehe
    Ceritanya bagus, feelnya ngena banget deh..
    Di tunggu karya” selanjutnya ya thor.. Fighting.. 👊👊😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s