Letters in Autumn – HyeKim

tumblr_ls2m6bhcbe1qi9gweo1_500

Letters in Autumn

.

Life, Comfort || Ficlet-Mix || General

Starring :

[(ex) EXO] Luhan & [OC] Kim Hyerim


Diatas jurnal sederhana, keduanya mencurahkan satu keinginan nan sama: mengingat musim gugur penuh elegi dan euforia ini selamanya.


© 2018 Storyline by HyeKim

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ║█║

Dari Jurnal Luhan

25 November 2017

Tak pernah sekalipun terlintas dalam benakku, benak seorang Luhan, bahwa musim gugur yang dijumpa tiga bulan dalam satu tahun itu akan menarik elegi-elegi benang merah takdirku bersama dengannya, gadisku yang terkasih. Tak pernah jua terlintas di musim yang berdurasi tiga bulan dalam setahun ini, peringaiku luntur dan bertekuk padanya, gadisku yang kucintai.

Kuhabiskan beberapa waktu terakhir dengannya, kurajut kisahku bersamanya ditengah elegi-elegi dalam euforia yang kurasa tak berujung meski kusadar, kita berada di ladang tandus yang siap-siap menyerang kita hingga tercekik, lumpuh, sekarat, dan merenggang nyawa yang akhirnya dipanen Sang Malaikat Maut.

Kim Hyerim, namanya. Dia gadisku. Pertemuan pertama kami sekitar dua bulan yang lalu diawal-awal musim dengan daun kecoklatan ini, mengingatkanku bahwa kala itu ditengah jumpa pertama kami yang kukira sekedar perjumpaan sepintas, tak pernah kupikirkan: senyum manisnya kelak kucintai, tawanya kelak membuat hatiku menghangat, obsidiannya kelak menghantarkanku pada arti ketulusan, kelakarnya akan membuatku merasakan kebahagiaan sederhana, presensinya membuatku rindu, pun ranumnya akan membuatku candu.

Kami dipertemukan dalam perumpamaan dua balik koin yang berbeda dan terpaksa melebur menjadi satu, merajut kisah baru dalam elegi-elegi nan dipenuhi jua euforia yang berarti setelah kematian yang menyambut ibuku. Dialah alasanku bisa mengukir senyum kembali. Dialah yang membuatku menyukai musim gugur yang dahulu tak lain halnya sebuah musim dengan daun kecoklatan biasa bagiku. Dialah yang mengumpamakanku dengan musim gugur ini juga.

Aku takut, sungguh. Setelah semua yang kita alami. Setelah semua kebenaran yang terkoyak dan telah kupendam serta kurahasiakan sebagian darinya. Aku takut, sebagaimana Kim Hyerim dengan vokal soprannya berkelakar: ‘Bila ada awal, pasti selalu ada akhir. Kata hai selalu diakhiri dengan kata selamat tinggal.’

Sungguh, aku takut kita berpisah sebagaimana ibu dulu berkabung dalam maut tepat di hadapanku secara tragis. Terlebih benang merah takdir seakan mencekik kami sedemikian rupa. Namun, jikalau kita harus berpisah, aku tidak pernah menyesalinya. Tidak! Selama musim gugur ini, akan kukenang selamanya dalam hati, dalam ingatanku, bahwa seorang Luhan pernah menguntai kasih, bersetapak dengan bertautan bersama dengan seorang gadis yang ia puja, Kim Hyerim.

Sebagaimana musim gugur akan pergi setelah tiga bulan lamanya. Kemudian menyambut lagi di tahun berikutnya.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ║█║

Dari Jurnal Kim Hyerim

21 November 2017

Sesungguhnya, aku kurang tertarik dalam menulis jurnal, membagi elegi-elegi dan euforiaku dalam bentuk aksara pena yang kuukir. Oleh sebabnya, beberapa kisahku lumpuh dalam ingatan, tertelan dan tak teringat olehku sebab aku tak pernah mencurahkannya dalam bentuk nyata dimana aku bisa membaca ulang untuk sekedar mengingatnya kembali.

Aku, Kim Hyerim, untuk kala pertama merasa ingin membuang seperkian timing untuk menorehkan elegi serta euforiaku bersamanya, priaku yang kucintai, cinta pertama dan kuharap menjadi cinta sejatiku. Alasannya sederhana: aku tak ingin memori tentangnya luluh-lantah dalam ingatanku, dan jikalau terjadi, kubisa membaca ulangnya dalam jurnalku ini.

Dia Luhan, seseorang yang tidak pernah bersikap layaknya lelaki pujaan yang diidam-idamkan para kaum hawa di luar sana. Namun, dibalik itu, dia punya sisi hangat yang akhirnya menerobos pertahanan hatiku. Tak pernah terpikir kala bertemu dengannya untuk kala pertama, pun kedua, bahkan pada jumpa ketiga: aku kelak akan melabuhkan diri atas nama cinta padanya, kelak merindukan presensinya, kelak haus akan penjagaannya, kelak candu akan sentuhannya.

Ditengah ombak kisah kami yang tidak seindah negri dongeng ini, aku hanya ingin mengingatnya. Dia musim gugurku, aku mengumpamakannya begitu. Perpisahan selalu menjadi ujung tanduk sebuah kisah, entah Tuhan yang turun tangan dengan kematian sebagai jalan, atau kita sendiri yang membawanya dengan ego membentur dan berfinal akan sebuah perpisahan itu sendiri.

Namun, jika boleh, aku ingin akhir kisahku dengan Luhan-ku nan terkasih, berakhir juga di musim gugur. Jika boleh, izinkan saja begitu, Tuhan. Walau berlakon naif, aku tahu bahaya apa yang menggerudung kita, kisah kita dan akan menyambut kita nantinya setelah semua yang menghampiri kita berdua ditengah euforia yang kami ciptakan pada kisah-kasih berharga ini.

Aku harap, musim gugur ini dengan pria musim gugurku, akan kukenang segenap jiwa dan raga tanpa keberatan hati meski derai air mata kelak menyambut kisah kami.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ║█║

In Someone`s View…

Kututup jurnal tersebut setelah menyeka beberapa kali derai air mata nan menetes, kuhela-napasku kemudian mengukir sebuah senyum. Musim gugur kedua insan tersebut memang akan terus terkenang sebab keduanya tetap bersama tanpa bisa terpisahkan oleh apapun.

—FIN.

Jika kalian bertanya: ‘Sampah apa yang kubuat ini?’ Maka salahkan lah novel Assassin’s Creed Unity yang membuat ane ngebuat FF semodel ini /dibejek/ karena well, setelah berusaha nabung dengan harga 99K 500, aku pun bisa beli novel itu yang nyatanya ceritanya seakan diambil dari jurnal Èlise dan Arno hwhwhwhw. Kemudian aku emang dari kemarin gatel ingin bocorin satu fanfiksiku gitu di sebuah short story. Dan yap! Jika kalian kebingungan, fiksi ini adalah potongan atau jurnal kedua pemeran utama di FF chapterku yang akan datang berjudul: Autumn. Dan diakhir masih aku misteriuskan, siapa yang membaca jurnal itu, mungkin diantara keduanya wkwkwkwk.

Kalau kalian penasaran (Kalau) mengapa Hyerim dan Luhan menuliskan demikian di jurnal mereka, maka bisa tunggu FF Autumn yang insya Allah (jika bisa dan memungkinkan) tayang September nanti. Udah itu aja, aku kasih bocoran dengan hasil iseng-iseng berhadiah dan terdoktrin novel Assassin’s Creed Unity.

Sampai jumpa lain waktu, guise!

[ http://www.hyekim16world.wordpress.com ]

6 tanggapan untuk “Letters in Autumn – HyeKim”

    1. Wkwk foto yg itu mah udh liat XD jd nyeseknya udahan dan udh mulai biasa sih akan takennya luhan, lagian kdg teralihkan karena seketika jd kepincut monsta x apalagi leadernya (mas shownu, keliatan beut ya dari ava wordpress XD XD)

      ini nyesek emang, baru jurnal doang, belom ntar ffnya penuh melodrama dan njelimet karena genre utamanya politic wakakakak. Tunggu hidayah aja bisa gaspol ngeluncurin versi fullnya XD XD

      Aaa~~ miss you too hehehe

    2. Sama. Untung ada Shownu HAHAHAHAHA sama member monsta x yang lain

      Okeh wkwkwk, buat full yg ini tunggu aja, judulnya Autumn XD XD

    3. Hikssss. . . iyaaa kamu shownu. Ak sama sehun, dedek guanlin ahahaha

      Iyaaaa tapi keknya bakal nyesek yeeeeh. . hmmmmm. Belum apa2 akunya udah baper duluan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s