[EXOFFI FREELANCE] Miracle

Title : Miracle

aliensss

Genre : au, drama, fantasy, angst

Length : drabble

Cast :

Park Chanyeol (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc)

Summary

Keajaiban terjadi padaku saat..

Gadis yang sangat aku cintai meninggal.

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, dsb, jadi harap maklum. Saran dan kritik anda akan diterima dengan baik. Thank you  and Happy Reading…!!!

♣ ♣ ♣

“Sae Jin..” aku memanggilnya entah sudah untuk yang keberapa kali. Aku tak lagi menangis, kurasa air mataku sudah habis. Hari ini aku benar-benar merasa seluruh duniaku hancur. Hancur kedalam pecahan terkecil yang tak akan bisa lagi aku satukan agar utuh. Gadis itu segalanya untuk-ku. Tapi apa yang dunia perbuat padaku? Mengambil Sae Jin dariku untuk selamanya. “Sae Jin..” aku memegangi tangannya yang perlahan menjadi dingin dan pucat
“Sae Jin..” kataku lagi, tapi gadis itu tampaknya tak mendengar. Kenapa dia tak mau mendengarku? Aku berharap Sae Jin-lah yang menyahut. Tapi aku malah mendengar suara ibuku yang menangis. Dia berkata aku harus berhenti memanggil Sae Jin. Dia berkata aku tak bisa lagi melakukan apapun. Dia bilang aku harus merelakan Sae Jin. Maafkan aku ibu, tapi kurasa ibu sudah gila. Aku tak mungkin bisa melakukan itu semua.

“Sae Jin, aku tak tahu harus berbuat apa” ucapku lagi pada Sae Jin

Dulu, saat aku berkata seperti ini, Sae Jin pasti akan tersenyum dan berkata ‘jika kau tak bisa lagi berbuat apapun, maka berharap saja ada keajaiban yang akan merubah segalanya’

Dan saat ini aku ingin mencobanya. Aku menutup mataku dan memegang tangannya dengan erat. Kuucapkan harapanku dalam hati dengan segenap kepercayaanku. Lucu memang, tapi saat ini aku seperti orang yang benar-benar percaya akan adanya keajaiban. Aku berharap siapapun yang mendengar permintaanku barusan bisa mengabulkannya.

Aku hanya terlalu bodoh. Bisa-bisanya aku percaya ada keajaiban didunia yang kejam ini. Saat kubuka mataku, semua tetap sama. Sae Jin masih menutup matanya dan tangannya masih dingin. Aku marah. Kulepas tangan Sae Jin dari tanganku, dan berdiri. Kuputuskan untuk ikut dengan Sae Jin, aku akan menyusulnya. Aku berbalik dan berjalan menuju pintu ruangan rumah sakit itu. Mungkin aku akan menabrakkan diriku pada mobil yang lewat dijalan, atau aku akan meracuni diriku sendiri, atau lompat dari lantai paling atas gedung rumah sakit ini. Singkatnya aku akan segera mengakhiri hidupku.

Tapi aku menghentikan langkah setelah hampir sampai dipintu. Hatiku mendadak menjadi hangat. Ini persis seperti perasaan yang selalu aku rasakan saat Sae Jin berada disampingku. Aku merasa ada seseorang yang sedang memandang ke arahku. Aku berbalik, dan mataku langsung tertuju pada tempatnya berdiri. Mataku membulat. Masih dengan pakaian saat kecelakaan itu, Sae Jin berdiri disana. Tersenyum dengan sangat manis-seperti biasa- tepat disebelah ranjang tempat jasadnya terbaring. Untuk pertama kalinya aku percaya seratus persen Tuhan itu ada dan Dia baik. Saat itu akhirnya aku percaya bahwa keajaiban bisa terjadi

♣ ♣

Five years later

“kau senang dengan keadaan ini ‘kan? aku tak bisa memegang tanganmu “ ucapku dengan rasa kesal yang dibuat-buat. Setelah itu kulihat dia tersenyum
“jangan tersenyum” ucapku lagi. Kulihat pejalan kaki yang baru saja melewatiku menghentikan langkahnya dan menatapku bingung. Dia sedang tidak tersenyum dan tentu saja aku  sedang tidak bicara dengannya. Sebelum orang itu bertanya, aku dengan cepat pergi darisana.

Aku mendudukan diriku disebuah bangku. Dan tanpa kusuruh gadis itu juga melakukan hal yang sama. Aku sedang jalan-jalan malam ditaman sendirian. Sendirian bagi kalian. Tidak. Aku tidak gila

“Chan..” aku dengar dia memanggil namaku, dan rasa senangku bertambah berpuluh kali lipat. Mungkin kalian benar, aku memang gila kurasa. Bagaimana bisa rasa cintaku pada seorang gadis tak pernah berkurang sedikit pun? Meski tak lagi dalam keadaan yang sama, aku tetap mencintai gadis ini. Sangat

“apa?” jawabku sok ketus

“kau benar-benar tak ingin menikah dengan gadis itu?” Sae Jin pasti membicarakan gadis yang ibu perkenalkan sekaligus paksakan untuk aku nikahi. Gadis ini juga menanyakan ini beberapa hari lalu, dan sampai kapanpun dia bertanya jawabanku masih tetap sama. Tidak,

“gadis yang ingin dan akan aku nikahi hanya satu. Kau” kataku sambil menatap matanya. Kuharap kali ini ia benar-benar mau mengerti dan tak menanyakan hal yang sama lagi.

“tapi kau tak akan bisa menikahi aku” kulihat dia menundukan kepalanya. Aku tahu dia berusaha menahan tangisnya. Aku pun begitu
“sampai kapanpun” sambungnya setelah mengangkat kepala. Aku menatap tangannya, kuharap aku bisa menyentuh itu.

“lalu bagaimana aku ini? sepertinya aku akan melajang seumur hidup” aku memasang wajah memelas padanya.

“menikahlah, cari gadis lain. a_”

“aku mencintaimu, Sae Jin” aku memotong ucapanya
“ lima tahun lalu, lima tahun dari sekarang, dan mungkin lima tahun berikutnya.”
“kita tunggu saja, sampai aku bisa berhenti mencintaimu”

“orang gila! Kau mencintai makhluk yang bukan manusia bodoh”

“lantas kenapa? aku bisa melihatmu tersenyum, aku bisa mendengar kau memanggil namamu. Apa yang kurang, sayang?”

Fin

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Miracle”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s