[EXOFFI FREELANCE] From Me to You (Chapter 23)

From me to you cover

From ME to YOU

Written by Miyu

Chaptered

Genre : AU – School life – Friendship – Romance

Rating : PG 17

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun x Bae Ji Hyo (OC)

Additional Cast : EXO’s Kim Joon Myun | Red Velvet’s Bae Joo Hyun | ZE:A’s Park Hyung Sik | other cast.

Summary : “Tidak usah khawatir. Aku akan pergi dengan seorang anggota klub dan dia laki-laki.”

Disclaimer : Cerita ini hanya sebuah fiksi. Ide dan alur cerita benar-benar dari pikiran dan imajinasiku sendiri,semua tokoh yang berperan milik orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC. Jangan menjadi plagiat !

Author’s note : Terimakasih buat admin EXO FANFICTION INDONESIA karena mau menerima dan mengirim karyaku. Terimakasih juga buat readers yang mau baca karyaku.  Semoga suka^^

Beautiful Poster by NJXAEM @Poster Channel

Happy reading^^

From ME to YOU – CHAPTER 23 : ‘HER FEELING’

Ara, amureohjido anheun cheokhae bwado

Gidarindan geol aesseo useo boneun

Nungae mudeun seulpeum

Naega eojjeol su eopsdan geol

Neukkil su isseo

Joo Hyun mengernyit begitu lagu selanjutnya muncul pada pemusik di mobil milik adiknya. Setahunya,adiknya yang sedang duduk di jok pengemudi itu tak pernah sekalipun mempunyai apalagi memutar lagu berjenis seperti ini. Asal kau tahu saja,hampir setiap hari sebelum berangkat sekolah,kau akan mendengar lagu rock metal menggema di ruangannya. Ya kau tahulah hal semacam itu,dia kan tidak sepenuhnya feminim.

Gwaenchanha mianhadan mal

Gyeote issneun geosmaneuro

Chungbunhae haji ma

Anya dwaessda geunyang ne mam

Pyeonhamyeon deureojulge

Lalu anehnya,kenapa tiba-tiba lagu jenis romansa seperti ini ada pada Ji Hyo?

“Sejak kapan lagu mello seperti ini kau putar?”

Gadis itu hanya diam tak merespon,matanya tampak fokus pada jalan ramai yang ada didepannya.

“Kau berubah jadi anak cinta?”

Ji Hyo otomatis menoleh pada kakaknya yang sedang menatap dirinya bertanya. Tanpa berkata apapun,ia melihat atasnya dimana lampu lalu lintas masih berwarna merah tanda berhenti. “Kau mau turun disini?” Joo Hyun melebarkan matanya samar–apa ini artinya Ji Hyo mengusirnya dari mobil?

“Hah?”

Ne namja anijiman

Jogeumman jikyeobwa jwo

(I need you girl)

Neoui geu saram anijiman

Neoreul anajul sun eopseodo

Neol jibe deryeogal

Neolpeun deungeul gajin geureon namjaya

Baraedajulge naege gidae

“Aku kan hanya bertanya,sejak kapan kau berubah jadi anak cinta-cintaan? Lagumu saja seperti ini. Ne namja anijiman?” Ji Hyo mematikan pemusik mobilnya kasar kemudian kembali mengemudi kala lampu berganti warna menjadi hijau. Berniat menikmati lagu rekomendasi ‘temannya’ malah berujung dicaci kakaknya. Tapi kalau dipikir-pikir benar juga,lagu berjudul Take You Home ini memang bukan gayanya. Lagu romantis dengan aliran lembut yang terdengar sedih-atau mungkin mengharukan-tidak pernah ia dengar sebelumnya.

“Apa ada seseorang yang menyatakan cintanya padamu dengan lagu ini kemudian hatimu berbunga-bunga?”

“Kok diam saja? Apa itu artinya benar? Pantas saja,lirik dan suaranya sangat menyentuh hatimu sampai-sampai kau tak bisa berkata-kata. Wah,adikku sekarang jadi lembut sekali.”

Ckiiiittt. Klik klik.

Setelah membuka kunci pintu mobilnya,Ji Hyo melepas seatbeltnya dan beralih pada kakaknya yang masih setia duduk diam. Jika kalian sadar, Joo Hyun sekarang jadi banyak bicara hal tidak penting yang membuat Ji Hyo kesal tak karuan. “Keluar sana. Jangan berpikir untuk naik mobilku lagi!”

“Yasudah,biasa saja. Dasar anak cinta!” Sembur Joo Hyun keluar dari mobil sambil menenteng tasnya sedikit berlari sebelum adiknya kembali mengomel tidak jelas. “YA! DASAR KAKAK SIALAN! TUTUP PINTUNYA!”

Nah benar kan?

Sekarang lihat tingkah Joo Hyun selanjutnya,kakaknya itu dengan percaya dirinya menjulurkan lidah mengejek pada dirinya. “NANTI AKU PULANG BERSAMAMU! DAN JANGAN MEMUTAR LAGU ITU LAGI,ARRA?”

Ji Hyo tanpa sadar terkekeh melihat tingkah kakaknya yang kekanakan setelah Joo Hyun berhasil hilang ditelan banyak siswa di koridor sana. Ia terkejut hebat mengetahui Baekhyun sudah hadir di belakangnya-menatapnya dengan senyum tidak jelas yang terlihat aneh. “Kau mengejutkanku,Baekhyun.”

“Hehe maaf,sepertinya kau dan kakakmu sudah lebih baik ya,” komentarnya menatap koridor sana yang bertambah ramai.

“Uh,ya. Begitulah,” jawab gadis itu canggung.

“Ngomong-ngomong,malam ini kau ada kegiatan tidak?”

Ji Hyo tampak berpikir sebentar sambil menyelesaikan urusannya-mengecek mobil-sebelum menjawab ragu, “Emm,sepertinya ti-“

Nanti malam,jangan lupa. Instruksi selanjutnya Noona.

Aish! Anak aneh itu!

“Ah,aku ada urusan malam ini. Me-memangnya kenapa?”

Baekhyun mengangguk mengerti, “Tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya,” jawabnya setengah tak yakin.

Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas sambil saling melirik canggung,bahkan sesekali Baekhyun akan berdeham tidak jelas akan situasi sekarang. “Ohya,soal pelanggaran kemarin sepertinya kau harus menghadap Guru Im setelah pulang sekolah nanti,” ungkap lelaki itu dengan senyum khas seperti biasanya.

Bae Ji Hyo tampak menghembuskan nafasnya malas mengetahui fakta yang satu itu,jelas. Ini semua kan gara-gara lelaki aneh satu itu-Kim Jongin. Dan siapa yang harus menanggung resikonya? Tentu saja dirinya,itukan atas nama dirinya.

“Apa perlu ku temani? Bagaimana jika setelah itu kita basketan dilapangan biasa?” Tawar Baekhyun antusias masih dengan senyumnya yang tak luntur sedikitpun. Ji Hyo yang melihatnya hanya terkekeh lalu tak lama mengangguk setuju.

“Oke! Sudah ditentukan!”

Lagi,gadis itu kembali tertawa ringan yang hanya dibalas senyuman oleh Baekhyun. Keduanya tampak kembali bercanda riang disepanjang perjalanan menuju kelas. Dengan senyum cerianya,Baekhyun masih setia mendengarkan ocehan tidak jelas Ji Hyo soal kakaknya. Jika dilihat seperti ini,gadis itu tampak lebih segar dengan kekehan garingnya ditambah aura ‘gangsternya’ yang berubah menjadi imut. Dan kalau boleh jujur,Baekhyun-

“Aku menyukainya.”

.

.

.

“Nanti malam,jangan lupa oke? Asa!” Sehun berucap riang bukan kepalang sambil tangan kanannya mengepal di udara-semangat.

“Hyung,jangan sampai lupa!” Ujarnya lagi mengingatkan lelaki disebelahnya sambil menggoyangkan lengan lelaki itu cepat. Park Hyungsik yang baru saja memerhatikan Baekhyun dan Ji Hyo didepan sana seketika gelagapan kala mendapat tatapan aneh oleh maknae gengnya. “Apanya?” Tanyanya acuh.

“Pestanya! Kau kan yang punya pesta hyung! Jangan sampai lupa,arra?”

Pletak.

“Akh!” Sehun langsung melenguh sakit kala tangan Hyungsik mendarat di jidatnya,ia baru saja dijitak! Memang apa salahnya?

“Kau ini kenapa berlagak sok dewasa?!”

“Aku kan hanya mengingatkan,” gerutu Sehun sedikit sebal.

“Sudahlah,sebentar lagi kelas dimulai. Aku masuk duluan,” pamit si kutu buku Kyungsoo keluar dari ‘rombongan’ disusul Jongin. Sama seperti mereka berdua,Park Hyungsik langsung membelokkan kakinya menuju koridor kelasnya bersama Kim Minseok yang entah sejak kapan sudah berjalan disampingnya. “Kau ini sebenarnya memilih siapa Hyungsik?”

“Siapa?”

“Bae Ji Hyo atau Bae Joo Hyun?”

Hyungsik sempat kehilangan nafas sesaat mendengar nama sepasang kakak beradik itu keluar dari bibir kawannya. Bukan apa-apa,ia hanya terkejut sebenarnya.

“Kau ini apa-apaan sih?”

“Kusarankan kau jangan pilih keduanya.”

“Ohya?”

Minseok mengangguk serius, “Mereka berdua sama-sama mengerikan. Ji Hyo manis tapi urakan sedangkan Joo Hyun cantik tapi sadis. Kuyakin kau akan jadi bangkai setelah terjadi perang saudara.”

Demi apapun,sekarang Hyungsik ingin menjedukkan kepala Minseok pada pilar tinggi disebelahnya. Makin lama omongannya makin ngawur membuat kepala seketika ingin pecah. “Jangan bicarakan mereka lagi atau mulutmu kusumpal batu.”

Itu kan cuma pendapatku,pikir Minseok acuh.

Tapi ngomong-ngomong,hatinya lebih condong ke siapa?

***

Seperti biasa,keduanya mampir dulu ke lapangan biasa tempat mereka bermain basket guna melepas penat disekolah. Baekhyun yang terus mencetak skor baru dengan Ji Hyo yang betah berbaring memandang langit senja yang terlihat indah. Sepertinya,mereka sama-sama tenggelam pada pikiran masing-masing meskipun raga mereka ada disini bersama.

Aku akan menyatakan perasaanku. Tunggu saja.

Dua kalimat itu sukses membuat Ji Hyo berdebar-debar sekaligus kepikiran terus-menerus. Kau bisa anggap,bahwa gadis itu menunggu acara ‘pengungkapan perasaan’ yang membuatnya penasaran setengah mati. Oh ayolah,jenis perasaan ada banyak bukan? Tapi…bukankah hal semacam itu selalu menjurus pada cinta? Ingat kan bahwa Ji Hyo bukan gadis lugu yang tidak tau hal semacam itu,justru ia sangat mengetahui hal-hal berbau cinta dan segala bentuk tingkahnya.

Sebenarnya si lelaki penyelamat ponselnya itu memang ingin mengungkapkan perasaannya atau tidak sengaja membaca sebuah pesan dari si anonim itu? Maksudnya tepat saat ponselnya kemarin hampir jatuh,pesan baru yang kemarin itu juga berbunyi : Aku akan menyatakan perasaanku.

Jadi,mana yang benar? Sebuah kebetulan semata kah?

“Hei,Ji Hyo.”

“Hem?” Jawab gadis itu menanggapi panggilan Baekhyun.

“Ngomong-ngomong,berapa nomor ponselmu? Aku ingin kita bertukar kontak.”

Bae Ji Hyo mendudukkan tubuhnya perlahan lantas melemparkan ponselnya pada Baekhyun yang langsung ditangkap sempurna. Lelaki itu menulis nomornya pada ponsel Ji Hyo kemudian memberikan pada pemiliknya cepat-cepat. “Aku sudah masukkan nomorku juga. Karena kita berteman,hubungi aku jika ada masalah.”

“Kau mau kemana?” Tanya Ji Hyo bingung melihat kawannya mengakhiri permainan bolanya setelah itu menggendong tasnya buru-buru.

“Aku ada janji,” jawab lelaki itu cepat.

“Kim So Jung?” Gumam Ji Hyo bertanya pada diri sendiri. Baekhyun yang melihat reaksi itu hanya tersenyum manis lalu mendekat arahnya dan berjongkok menyejajarkan tingginya dengan Ji Hyo yang masih duduk. Tangan kanannya terulur pada puncak kepala gadis itu lalu bergerak mengacak singkat surai coklatnya, “Tidak usah khawatir. Aku akan pergi dengan seorang anggota klub dan dia laki-laki.”

Ji Hyo mengangguk patuh-mengalihkan netranya pada Baekhyun yang sudah pergi sambil melambaikan tangannya pamit. “Hubungi aku jika ada apa-apa!” Ia kembali mengangguk mengiyakan.

Eh tunggu.

Pernyataan Baekhyun barusan bukankah terdengar aneh? Coba diulang lagi. Tidak usah khawatir. Aku akan pergi dengan seorang anggota klub dan dia laki-laki.

Hah?

Emmm…HAH?!

Di-dia mengira aku cemburu?!

.

.

.

Tik. Tik. Tik.

Dengan tatapan datarnya disertai pikiran yang terus berputar,Joo Hyun menatap jam dinding yang terus berdenting di tengah keheningan malam yang menyelimuti. Benda itu menunjukkan pukul delapan kurang dua puluh menit. Sebenarnya ia sendiri sedang bingung antara pergi ‘menyelidiki’ pesta Hyungsik atau berdiam diri tak peduli di atas ranjang.

Bukan karena penasaran dengan acara tidak jelas itu,hanya saja perasaannya jadi tidak enak. Apa adiknya tau soal pesta itu? Apa adiknya tidak tau apa-apa soal Kim So Jung,gadis pencari perhatian itu? Ia hanya khawatir jika kejadiannya dulu kembali terulang.

“Ada hal yang harus dibicarakan,tolong kalian semua dengarkan!” Itu namanya Kim Minseok yang sedang berdiri di tengah mimbar guru. Disebelahnya sudah ada kawannya yang hanya diam dengan wajah datarnya-Park Hyungsik.

“Aku sama sekali tidak menyukai Bae Joo Hyun. Dia hanya bahan taruhan kami dan karena aku kalah jadi aku harus memacarinya selama satu bulan.”

“Soal dia ciuman itu,aku tidak tau siapa. Nyatanya kami sama-sama mempermainkan satu sama lain.”

Seisi kelas langsung menganga bulat mendengar pernyataan lelaki Park itu barusan. Joo Hyun yang baru saja masuk kelas sambil membawa sekotak coklat langsung terjatuh begitu saja. Ini tanggal 14 Februari,hari kasih sayang tiba sekaligus hari jadinya dengan Hyungsik yang ke tiga puluh hari. Memang konyol,tapi seperti itulah Joo Hyun. Saking cintanya dengan Hyungsik,ia selalu menghitung hari-hari pacarannya dengan sang kekasih. Tapi ‘deklarasi’ barusan sungguh membuatnya sakit hati sampai yang terdalam. Jadi inikah balasan yang ia dapat? Dari awal Hyungsik memang tidak pernah serius dengannya,bahkan ia sampai mengumumkan hal itu pada seisi kelas yang membuatnya makin ditusuk sampai mati rasa.

“Aku tidak pernah mempermainkanmu,Hyungsik-ah,”-kaulah orangnya yang menciumku. Joo Hyun bergumam kelewat pelan lantas berlari kala caci dan maki mulai diberikan padanya. “Justru aku sangat mencintaimu.”

TAP TAP TAP

Mendengar deru langkah kaki terburu,kenangan pahit Joo Hyun buyar seketika. Sebelum kakinya melangkah keluar,ia menyempatkan matanya untuk menatap jam dinding kembali. Pukul delapan kurang tiga belas menit. Netranya menyipit kala menemukan adiknya sudah rapi dengan gaya kasualnya,disana Ji Hyo tampak meminum sekaleng soda sebelum ia kembali melangkah menuju pintu utama.

“Kau mau kemana?”

“Pergi,” jawab adiknya acuh.

“Malam-malam begini?”

Bae Ji Hyo meniliknya sekilas lantas menyambar ponselnya yang bergetar beberapa kali, “Sudahlah. Dia sudah menunggu didepan.”

“Baekhyun?”

Si bungsu Bae menghentikan langkahnya sesaat menghembuskan nafasnya lelah, “Kau ini mau tau saja urusanku. Urus urusanmu saja sana! Kau saja berpakaian aneh seperti itu,kau pasti juga akan pergi kan?”

Joo Hyun melebarkan matanya samar kemudian beralih menatap tubuhnya yang terbalut kemeja merah dan sebuah rok mekar selutut berwarna hitam. “Makanya sadar diri dong!” Peringat Ji Hyo kesal lalu benar-benar pergi meninggalkan rumah beserta Joo Hyun yang hanya menatap adiknya sendu. Gadis itu berbohong pada dirinya,Ji Hyo tidak bersama siapapun. Ji Hyo menaiki mobilnya seorang diri.

.

.

.

From : Anak aneh

Noona,instruksi terakhir. Pergilah ke pestanya Hyungsik hyung,disana kau akan tau rahasianya dan melihat siapa pemenangnya.

“Pemenang?”

To be continued.

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] From Me to You (Chapter 23)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s