[SHIN TAMA production] – Sunday Morning [ficlet]

SHIN TAMA
Production
Sunday Morning
|| Park Chanyeol X Sung Rae Mi|| Ficlet
|| Romance || T

Sinar matahari belum membakar, masih terasa hangat. Tidak biasa laki-laki itu sudah berada di dapur ketika di akhir pekan. Bahkan ia mengenakan apron motif garis-garis horizontal dengan kombinasi warna coklat dan putih. Laki-laki pemilik nama Chanyeol itu mulai mengabsen bahan-bahan yang terhampar di atas meja dapurnya. Gelatin bubuk, coklat putih, whipcream, bubuk greentea, gula bubuk, cream cheese, margarine, dan biskuit gandum. “Kurasa sudah lengkap.” Gumam Chanyeol sambil melihat layar tablet PC dan bahan-bahan kue di meja secara bergantian. Ia tidak mungkin bisa menyiapkan bahan-bahan itu tanpa menyontek di internet.

 

Chanyeol masih mematung. Memang mudah membaca tahap-tahap pembuatan kue di salah satu situs internet. Kendalanya adalah ia tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Menurutnya, bahasa dan istilah dalam memasak terkesan asing di pikirannya. Chanyeol tak lantas mengurungkan niatnya. Ia membuka aplikasi YouTube lalu mencari video tutorial membuat kue. “Baiklah, aku akan memulainya.”

 

2 jam kemudian
Chanyeol mengamati kue hasil buatannya yang sudah jadi di meja. Dahinya mengkerut dan matanya memicing. Ia berfikir keras. Bukankah ia berniat membuat Greentea Cheesecake? Kenapa kuenya tampak seperti kue Black forest? Rasa penasaran mendorong Chanyeol untuk menyentuh kue itu, berinisiatif mencicipi hasil karyanya. “Mianhae Rae Mi, aku tidak bermaksud meracuni mu.” Chanyeol berkata tanpa lawan bicara di depannya, setelah memuntahkan sepotong kue yang sempat masuk ke mulutnya. Rasa kue itu sangat kacau. Pahit. Teksturnya kasar. Tidak manis sedikitpun, padahal Chanyeol sudah memasukkan setengah kilo gula bubuk ke adonannya.

 

SOS. Chanyeol harus mengirimkan sinyal tanda bahaya itu ke salah satu temannya. Kepanikan laki-laki itu bertambah ketika ia mendapat pesan singkat dari Rae Mi bahwa gadis itu akan datang satu jam lagi. Harusnya Chanyeol membuat kejutan yang mengesankan dihari ulang tahun kekasihnya itu. Namun, ketika ia melirik kue gosong di meja, jauh dari kata mengesankan.

 

“Kau dimana?” tanya Chanyeol setelah Sambungan telfonnya terhubung dengan Do Kyungsoo.
“Di langit.”
“Mwo? Jangan bercanda.”
“Jinjja!”
“Sedang apa?”
“Paralayang. Sudah dulu ya, aku akan mendarat.”
Kyungsoo memutuskan sambungan telfonnya tanpa menunggu respon dari Chanyeol.
***

Target ke-2. Byun Baekhyun. Chanyeol berharap temannya yang satu itu dapat membantunya menyelesaikan masalah ini.
“Kau sedang apa?” Chanyeol berkata tanpa basa-basi ‘halo’. Khawatir laki-laki itu sedang melakukan kegiatan ekstrim halnya Kyungsoo.
“Menyelam.”
“Dimana? Bak Mandi?”
“Di laut lah, sudah dulu ya, Aku mau selfie dengan ubur-ubur. Dah.”
Chanyeol melongo. Sambungan telfon mereka sudah terputus. Tapi laki-laki itu masih menempelkan ponselnya di telinga. Ada apa dengan orang-orang itu? Pikirnya heran.
***

Kesempatan terakhir. Chanyeol menghubungi nomor Kai.
“Ku harap kau tidak sibuk.”
“Memang tidak, Aku sedang nonton tv.” jawab Kai dari sebrang sana.
“Syukurlah.”
“Ada apa?”
“Tolong bantu aku membuat kue ulang tahun untuk Rae Mi.”
“Kau lupa kejadian minggu lalu di rumahku?”
“…” Chanyeol membisu untuk beberapa Saat. Ia memutar memori otaknya ke waktu seminggu yang lalu. Dimana tragedi Kebakaran rumah milik Kai. Asal api bermula dari serbet yang tidak sengaja terlempar ke kompor gas dalam kondisi menyala. Dan pelakunya adalah Kai, si tuan rumah.
“Sudah ingat?”
“Em, ya.” Chanyeol meringis mengingat kejadian itu.
“Masih mau memintaku untuk membantumu?”
“Akan ku kerjakan sendiri. Bye.”
Chanyeol enggan membayangkan apa yang akan terjadi dengan rumahnya jika laki-laki itu masuk ke dapurnya.
***

 

“Chanyeol-ah, aku datang.” Samar-samar terdengar suara Rae Mi di Pintu masuk.
Chanyeol terperanjat. Ia dapat mendengar derap langkah gadis itu mendekat ke arah dapur. Detik itu juga Chanyeol teringat kue yang masih di dalam oven dan harus dikeluarkan.
“Chanyeol-ah, kau sedang apa?” Rae Mi penasaran dengan bunyi benda jatuh yang sangat nyaring tertangkap indera pendengarannya.
Chanyeol meringis kesakitan sambil meniup-niup pergelangan tangan kirinya.
“Kau kenapa?” Rae Mi melihat pergelangan tangan laki-laki itu memerah hampir melepuh.
“Aku hendak mengeluarkan kue dari oven, namun tanganku yang tidak tertutup sarung tangan, terkena loyang yang masih panas.”
***

 

“Kau kan tidak biasa memasak, apalagi membuat kue, sama sekali belum pernah. Kenapa juga kau repot-repot melakukanny?” Rae Mi berkata sambil mengoleskan salep khusus luka bakar di lengan Chanyeol.
“Sebenarnya aku ingin memberikan hadiah ulang tahun yang berkesan untukmu dengan membuat kue ulang tahun sendiri.” Ungkap Chanyeol.
“Tidak perlu melakukan sesuatu yang belum pernah kau kerjakan dan diluar batas kemampuanmu. Mendengar kau bernafas, sudah mebuatku lega dan tenang.”
Chanyeol mengamati air wajah gadis itu. Terlintas rasa bersalah dalam hati Chanyeol. Ia telah membuat Rae Mi khawatir. Atau bahkan terlampau sering.
“Rae Mi-ah, mianhae.”
“Gwaenchana.”
Lagi-lagi gadis itu membuat ia terkesan. Padahal itu hanya kata atau kalimat sederhana.

-FiN-

3 tanggapan untuk “[SHIN TAMA production] – Sunday Morning [ficlet]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s