[EXOFFI FREELANCE] From Me To You (Chapter 22)

From ME to YOU

Written by michi13

Chaptered

Genre : AU – School life – Friendship – Romance

Rating : PG 17

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun x Bae Ji Hyo (OC)

Additional Cast : EXO’s Kim Joon Myun | Red Velvet’s Bae Joo Hyun | ZE:A’s Park Hyung Sik | GFRIEND’s Kim So Jung | other cast.

Summary : “Aku akan menyatakan perasaanku.”

Disclaimer : Cerita ini hanya sebuah fiksi. Ide dan alur cerita benar-benar dari pikiran dan imajinasiku sendiri,semua tokoh yang berperan milik orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC. Jangan menjadi plagiat !

Author’s note : Terimakasih buat admin EXO FANFICTION INDONESIA karena mau menerima dan mengirim karyaku. Terimakasih juga buat readers yang mau baca karyaku.  Semoga suka^^

Beautiful Poster by NJXAEM @Poster Channel

Happy reading^^

From ME to YOU – CHAPTER 22 : ‘WHICH IS HE?”

 

“Kau ini fokus saja bisa tidak?”

Baekhyun tersentak mengetahui Joon Myun baru saja memperingatkannya. Lelaki Kim itu menatapnya dengan bertanya sambil memegang sebuah kertas berisi tulisan dan beberapa angka. Baekhyun melirik isi kertas itu sebentar kemudian beralih menatap Kim Joon Myun yang masih setia menunggu jawabannya. “Siapa yang kau tanyakan hyung?”

“Ji Hyo. Berapa skor pelanggarannya bulan ini?”

Untuk kedua kalinya,Baekhyun kembali tersentak kala mendengar nama itu keluar dari bibir Joon Myun dan diterima langsung oleh telinganya. Sudah dua hari ini,ia tak bertegur sapa dengan gadis Bae itu-sebenarnya.

Entah kenapa.

Dirinya yang sibuk rapat dengan anggota klub kedisiplinan dan Ji Hyo yang sibuk ‘mengumpulkan’ skor pelanggaran sekolahn,membuat keduanya jarang bermain bersama lagi. Ya begitulah. Dari tujuh kelas yang ia hadiri selama sehari,gadis itu hanya masuk pada tiga kelas yang hanya ia inginkan. Sisanya,ia membolos. Apalagi hatinya saat ini sedikit tak tenang lantaran gadis itu menyatakan cinta sepihaknya yang terasa menyakitkan.

“Kau melamun lagi?”

Baekhyun mendongakkan kepalanya lalu tersenyum seadanya, “Sepertinya dia sudah membolos lebih dari tiga kelas dalam sehari. Skornya bulan lalu 45,mungkin sekarang naik jadi 68,” jawabnya sambil berpikir ragu.

“Kau bisa menulis begitu saja disitu,hyung,” ujarnya kembali menatap kertas putih itu.

“Jadi,kau sudah mengakui perasaanmu pada Ji Hyo?” Baekhyun yang kembali melamun tampak setengah mengangguk. Buru-buru,ia menoleh cepat pada Joon Myun yang sudah menyerigai curiga.

Oke baiklah,ia kena.

Sambil menulis,Kim Joon Myun kembali melayangkan pertanyaan pada ketua kedisiplinan disebelahnya, “Jadi apa masalahnya sekarang? Kalian bertengkar dan saling berjauhan?”

Baekhyun mengangkat sebelah alisnya bingung, “Aku rasa kami tidak ada masalah apapun,kami tidak bertengkar apalagi berjauhan. Hanya situasinya yang membuat kami terlihat seperti itu.”

Joon Myun tampak mengangguk mengerti, “Lalu apa yang kalian bicarakan terakhir kali? Mungkin itu bisa memberi sebuah…petunjuk?” Baekhyun mengerutkan keningnya,tak mengerti dengan kata ‘petunjuk’ yang ia maksud.

“Cinta…sepihak?”

Tok tok tok.

Bebarengan dengan ketukan pintu yang terdengar,keduanya menoleh pada ujung sana dimana seorang lelaki tinggi berdiri menatap mereka berdua aneh. “Oh ada Baekhyun hyung,” ujar lelaki itu datar sambil melangkah lebih dekat menghampiri mereka berdua.

“Ada apa Oh Sehun? Kau tidak mengikuti pelajaran?”

“Ah Joon Myun hyung! Tidak bukan seperti itu. Aku hanya sedang mampir toilet dan mendengar ada orang yang berbicara,jadi-”

“Kau menguping ya?!” Sehun mengerjapkan matanya cepat mendengar teriakan Baekhyun yang tiba-tiba,namun tak lama ia menggeleng sebagai jawaban. Dan setelah itu,Baekhyun menghembuskan nafas lega.

Untung saja.

“Jadi kau hanya ingin melihat siapa yang berbicara?” Sehun mengalihkan pandangannya pada Joon Myun lantas mengangguk sambil cengengesan. Joon Myun memandang lelaki Oh itu datar, “Dasar. Aku kira ada yang penting,” sebalnya kembali fokus pada pekerjaannya tadi.

“Oh ya memang ada! Besok malam kau ikut saja ke pestanya Hyungsik hyung! Pasti akan sangat menyenangkan,lagipula kau kan sudah jarang sekali ngumpul dengan geng kita. Tidak pernah lagi malah,” Sehun berucap layaknya seorang anak kecil yang tak sabar menghadiri pesta coklat.

“Pestanya Hyungsik?”

Sehun menatap Baekhyun sambil tersenyum mengiyakan, “Kalau mau,kau juga bisa ikut. Asal jangan membawa temanmu itu ya! Jangan sampai,” bisiknya ambigu.

A-apa?

Teman yang mana? Dan kenapa?

.

.

.

Ting.

Ji Hyo mengambil ponselnya kala benda itu berdering sedetik. Dengan terpaksa,ia mengabaikan penjelasan aljabar didepan sana kemudian membuka pesan baru yang ia terima.

From : Anak aneh

Noona,instruksi selanjutnya. Hari ini pulanglah lebih awal. Ikut denganku sebentar.

Aish!

“Jika kalian sudah selesai,kumpulkan nanti pada wakil ketua kelas. Sampai jumpa lagi.”

“Neeee,” jawaban anak sekelas berhasil membuat Ji Hyo menghela nafas lantas membereskan semua barangnya secepat kilat kecuali buku tugas berwarna merah. Buru-buru Ji Hyo melemparkan buku itu pada wakil ketua kelas tanpa berucap apa-apa. Setelahnya,ia langsung pergi keluar kelas sambil menenteng tasnya santai.

Bruk.

Akibat insiden kecil yang baru saja terjadi,tas miliknya jatuh berdebum sedangkan sang penabrak buru-buru memungut tas yang terjatuh.

“Hai,Hyo-ah.”

“Oh hai Baekhyun,” balasnya sekenanya.

Suasana canggung seketika. Bae Ji Hyo yang tak tau harus berbuat bagaimana lagi hanya mengambil alih tasnya dari Baekhyun kemudian berjalan santai melewati lelaki itu. “Kau mau kemana?” Suara Baekhyun yang menginterupsi berhasil membuat Ji Hyo kembali menghela nafas, “Aku pulang duluan. Ada urusan.”

“Urusan apa? Masih ada dua kelas lagi yang harus kau ikuti.”

“Ya aku tau.”

Baekhyun menghembuskan nafasnya lelah. Benar kata Joon Myun,dirinya dan Ji Hyo memang seperti sepasang teman yang sedang bertengkar. Tidak ada angin tidak ada hujan,waktu membuat mereka saling berjauhan. Padahal sebelum sejauh matahari,mereka pernah sedekat nadi. Kata orang sih begitu perumpamaannya.

“Tapi kau bisa-”

“Aku akan menanggung hukumannya besok. Sampai jumpa lagi,Baekhyun-ah.”

Ini pertama kalinya. Seorang Byun Baekhyun hanya dapat melihat gadis itu menjauh dengan cara tidak jelas seperti ini.

***

Bae Joo Hyun menekuk wajahnya super kesal mengetahui antrian makan siang hari ini sepanjang kereta api sepuluh gerbong. Namun karena perutnya sudah meronta minta makan,dengan terpaksa ia ikut berbaris. Bahkan ia berulang kali menilik siswa-siswa didepannya yang tampak tak bergerak sama sekali.

Sangat mengesalkan.

Bruk.

Demi ikan lele yang dibenci Ji Hyo,ia menghela nafas perlahan kemudian berseru lantang, “Ya! Jangan memotong antrian!” Sontak,gadis junior dihadapannya beserta siswa yang mengantri langsung menoleh pada kakak Bae Ji Hyo itu.

Kim So Jung. Itu tiga kata yang tertera pada gadis yang baru saja memotong antriannya. Ia tidak mengenalinya sama sekali dan tidak mau tau siapa dia atau apapun tentang gadis penabrak itu.

“Ups,sorry,” ucapnya sok manis namun terkesan acuh.

Minta maaf macam apa itu?

Oh terserahlah. Dirinya sedang tidak ingin jadi pusat perhatian ditambah ia belum mengisi ulang energinya. Nafsu makannya menguap begitu saja,Joo Hyun kembali menghela nafas lalu berbalik keluar kantin. Namun sebuah tangan menghentikan niatnya,Joo Hyun kembali menghela nafas-untuk ketiga kalinya-kemudian menghentakkan pemilik tangan itu kasar. “KAU INI APA-APAAN?!”

Ini benar-benar diluar kendalinya,emosinya sudah naik sampai level sepuluh. Dilihatnya kembali gadis itu yang tersenyum aneh tidak jelas. “Kau Bae Joo Hyun kan? Kakaknya Ji Hyo sunbae?” Joo Hyun mengangkat sebelah alisnya datar. Sudah bukan hal asing soal banyak siswa yang mengenalnya sebagai kakak dari siswa teronar nomor satu disekolah. Ia tidak peduli. Yang jelas ia tidak mau tau soal orang-orang yang sangat tidak berkaitan dengannya. Tidak,ia tidak mau repot-repot.

“Apa eonni mau makan? Aku bisa potongkan antrian untukmu,” tawarnya dengan kesan sok manis yang membuat Joo Hyun ingin muntah.

Apa-apaan dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah? Mencurigakan.

“Memangnya kau siapa? Datang memotong antrian lalu meminta maaf tidak tulus. Tiba-tiba menawarkan bantuan dengan cara seperti itu,hatimu busuk ya?” Fix. Senyuman So Jung hilang seketika mendengar pertanyaan Joo Hyun di akhir kalimat. Gadis itu tertawa sekilas lantas kembali tersenyum manis, “Aku Kim So Jung,eonni. Kau tidak membaca namaku?”

Joo Hyun menatap penampilan gadis itu sekilas lalu menjawab, “Kau pikir aku buta? Dan jangan panggil aku eonni. Aku tidak mengenalmu.”

“Tapi aku mengenalmu.”

“Geurasseo? Penting buatku? Kau pasti ada maksud tersendiri tiba-tiba bertingkah menjijikkan seperti ini,” tukas Joo Hyun acuh kemudian kembali berjalan meninggalkan bocah itu. So Jung kesal seketika namun tetap tak menyerah untuk berusaha dekat dengan senior ‘monster’ satu itu. “Arraseo. Aku hanya ingin bilang jika mantan pacarmu punya pesta besok malam. Dan aku kira kau juga salah satu penonton VIP untuknya,” ungkapnya datar.

Nah benar kan,dia memang mencurigakan.

“Tidak heran,” Joo Hyun menyunggingkan senyum mengerikannya sebelum mengucap dua kata itu. So Jung bingung sekaligus merinding mengetahui aura ‘setan’ gadis itu langsung menguar di sekitar tubuhnya. Dapat ia lihat dengan jelas Joo Hyun sedang menatapnya ngeri, “Kau ini sudah tau ditolak dia,malah mengoar-ngoarkan pesta tidak jelas Hyungsik pada mantan pacarnya. Kau ini kurang hiburan atau cari perhatian atau mempermalukan dirimu sendiri bahwa kau tidak lebih laku daripada aku?”

Gadis Kim itu membeku ditempat dengan rahangnya yang sudah mengeras. Perkataan senior didepannya berhasil mengundang bisikan dari siswa siswi yang ada disekitarnya dan ia membencinya. “Aku ini mantan pacarnya dan kau tidak pernah menjadi pacarnya,kenapa kau harus menyaingi aku?”

“Sun-sunbae,aku tersinggung,” jawabnya setengah linglung walaupun emosinya sudah siap tumpah sekarang juga.

“Bagus jika begitu,berarti apa yang kukatakan memang fakta. Maka dari itu…JANGAN SOK DEKAT DENGANKU!”

Semburan terakhir Joo Hyun berhasil membuat So Jung bergetar marah,dia tidak boleh diperlakukan seperti ini. Benar kata teman-temannya,Bae bersaudara itu memang setannya sekolah,mereka berdua sama-sama mengerikan dan mengesalkan.

.

.

.

Tidak jadi,aku hanya menyuruhmu membolos pelajaran hari ini. Kekekekekeke.

Ji Hyo mendengus sebal setengah mati setelah membaca pesan baru dari Kim Jongin. Gara-gara pesan bohongan dari lelaki itu,dirinya harus menerima kembali skor pelanggaran serta sanski berupa hukuman apalah itu. Oh belum lagi,dia juga harus mendengar ceramah khusus dari Guru Im dan ketua kedisiplinan-

Byun Baekhyun.

Ah benar.

Ting.

“Apa lagi Kim-” Ji Hyo menghentikan umpatannya kala melihat pengirim pesan bukan dari lelaki yang sedang membuatnya kesal. Melainkan orang lain.

Si anonim itu…kembali.

Kau baik-baik saja? Jangan jauhi dan lupakan aku,Ji Hyo.

Ting.

Walaupun aku tak pernah mengabarimu kembali.

Ji Hyo membaca dua pesan itu dengan perasaannya yang tiba-tiba berubah sedih,entah mengapa ia tak tau. ‘Dia’ kan hanya seseorang tanpa nama yang wajah dan suaranya sama sekali tak ia ketahui. Tak menghiraukan pesan tersebut,Bae Ji Hyo bangun dari duduknya-hendak pergi keluar area sekolah. Namun alangkah terkejutnya kala tangannya menabrak tiang koridor hingga ponselnya jatuh-

Grep.

Tidak. Benda canggih itu berhasil ditangkap oleh sebuah tangan kekar yang sudah sigap menyelamatkan. Ji Hyo mengerjapkan matanya beberapa kali-bingung dengan kejadian barusan. Setahunya tak ada siapapun disini tapi kenapa tiba-tiba ada sang penyelamat ponselnya? Bukankah itu aneh kecuali orang itu sedang-

Ting. Pesan baru.

-mengikutinya?

“Aku akan menyatakan perasaanku.”

Gadis itu kembali mengerjapkan matanya bingung mendengar lelaki dihadapannya tiba-tiba berucap hal aneh padanya yang menyinggung soal perasaan. Dilihatnya lelaki itu tersenyum sekilas sebelum memberikan ponsel miliknya yang layarnya masih setia menyala. Beberapa detik setelahnya,Ji Hyo hanya bisa menatap punggung itu menjauh tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Membalas terimakasih saja tidak bisa.

Eh?

Baru saja lelaki itu membalikkan badannya sambil bergumam padanya, “Tunggu saja.”

 

 

To be continued.

 

NB : Maaf banget aku sekarang update dua minggu sekali,hehe. Aku sebenernya udah kerja jadi belum punya waktu luang buat nulis chapter selanjutnya. Niatnya aku mau double up hari ini tapi ternyata aku ga sanggup,chapter ini aja mepet banget jadinya. Tapi aku berharap semoga kalian masih suka sama ceritaku yang bentar lagi end-kayaknya sih. Buat komen kalian,makasih banget😁😁

 

 

 

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] From Me To You (Chapter 22)”

  1. It knpa mreka brdua mlah makin ngejauh??gegara kamjong nee!!!!!!!trus itu siapa pula yg semees semees???saingan barukah???

  2. chinguuuuuuuu di next ya ff x makin seruuuuu… klo bsa secepat x di next 2 part klo bsa, klo gk terlalu sibuk jga hehe… fighting

    Pada tanggal 07/02/18, EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s