[FICLET] BROTHER MATERIALS ►► IRISH

⁛  Brother Materials  ⁛

►  Oh Sehun x Karenina Oh  ◄

►  Siblings x Hurt/Comfort x Ficlet x Teenagers  ◄

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

“Dia belum datang juga?”

Nina mendongak, menatap ke arah pemuda berbalut jaket hitam yang sekarang menatap dengan pandang tidak sabar. “Belum, Sehun. Tunggulah sebentar lagi.” kata si gadis.

“Aku sudah mulai lapar, tahu. Coba hubungi dia, aku akan ke kamar mandi yang ada di minimarket itu dulu, okay?” kata Sehun kemudian, mengedikkan dagunya ke arah minimarket yang ada di belakang tempat mereka sekarang berlindung dari butiran putih yang jatuh dari langit.

“Iya, aku akan menunggumu di sini.” kata Nina.

Well, begini awalnya. Karenina Oh, seorang gadis yang tidak terlalu populer dari kelas dua itu tiba-tiba saja ditarik ke titik tertinggi dalam strata sosial saat seorang Byun Baekhyun mengajaknya berkencan.

Benar, mereka selama tiga minggu ini telah menjalin hubungan. Sampai kemudian dua hari lalu Nina dapati bagaimana Baekhyun tengah bergandengan mesra dengan Keiko—adik kelas paling cantik—dan tiba-tiba saja keesokan harinya Baekhyun justru meminta putus.

Mana bisa Nina terima begitu saja keputusan itu? Saat dia bahkan sudah merasa seolah dunia berpindah ke dalam genggamannya saat Baekhyun berstatus sebagai kekasih dari gadis bermarga Oh tersebut.

Lantas, di sinilah Nina sekarang, menghabiskan tiga perempat jam untuk menunggu sang pemuda Byun yang kemarin sudah dimintanya baik-baik untuk bertemu. Well, Nina memang sudah terbiasa menunggu Baekhyun, tapi tidak dalam keadaan membeku begini! Lagi-lagi, Nina jadi merasa kesal.

Ugh, Nina bahkan mulai menggigil kedinginan sekarang. Apa pemuda Byun itu tengah membodohinya?

Nina berdebat dengan dirinya sendiri sebelum ia akhirnya memutuskan untuk menunggu, lagi. Dan ya, ia menghabiskan seperempat jam yang melengkapi satu jam penantiannya atas kedatangan sang pemuda ketika sudut mata Nina menangkap sosok yang tengah melangkah cepat ke arahnya, yang sedari tadi duduk di halte sendirian.

“S-Sunbae…” kata itu satu-satunya yang sanggup lolos dari bibir Nina, menyadari sang pemuda tak datang sendirian melainkan bersama dengan Keiko—yang notabene menjadi subjek paling ingin Nina hindari saat ini.

Melihat keadaan Nina, Baekhyun sendiri seolah tersadar pada keadaan si gadis yang sudah hampir membeku karena menunggunya selama satu jam.

“Nina aku bisa jelaskan—”

“—Tidak ada yang perlu dijelaskan, sunbae. Kita bukannya sedang ada di dalam drama. Aku akan pulang sekarang, kalian berdua sebaiknya mencari tempat yang hangat.” potong Nina, matanya memanas melihat pemandangan di hadapannya sekarang.

Ia bisa saja dianggap seorang yang mudah curiga, tapi tolong, sweater berwarna senada yang dikenakan sang pemuda dan gadis yang datang bersamanya sudah cukup jadi bukti bagi Nina jika pemuda ini memang berniat mempermalukannya, bukan?

“Tunggu! Karenina Oh!”

Mengabaikan keinginannya untuk meluapkan kemarahan pada sang pemuda, Nina memilih memacu langkah meninggalkan tempat itu. Iya, dia tengah berusaha mencari alternatif untuk balas dendam. Dan alternatif itu sekarang ada tengah melangkah ke arahnya.

“Nina? Sudah selesai bertemu dengan—”

“—Aku hanya ingin kau berhenti berharap padaku!”

Langkah Nina terhenti kala mendengar kalimat sang pemuda. Tidak, bukan hanya Nina yang terkejut. Pemuda lain yang sekarang berdiri di depan Nina juga tak kalah terkejut.

“Sialan, dia pikir dia siapa mau berani berbuat begitu padamu?” geraman marah Sehun terdengar begitu kentara sekarang. Melihat bagaimana wajah Nina menahan tangis—juga pemuda di halte yang tengah menggandeng gadis berparas cantik—Sehun segera memahami situasinya.

Belum sempat Nina berbalik untuk membalas ucapan mantan kekasihnya, Sehun sudah bertindak duluan. Ditariknya Nina ke dalam kuasanya, dia apit erat gadis itu di antara lengan kekarnya sebelum dia balas berteriak pada mantan kekasih Nina.

Hey, dasar tidak tahu diri! Kau pikir Nina pantas untuk bersanding dengan seorang pecundang pendek sepertimu!? Tampang pas-pasan saja kau sudah berlagak sombong!” bukannya Nina tidak sedang sakit hati, tapi perkataan Sehun sekarang entah mengapa membuat tawa Nina ingin meledak.

Alih-alih membiarkan air mata mengalir keluar dalam bentuk tangisan dari kedua obsidiannya, Nina justru menahan tawanya agar tidak meledak. Yang membuat likuid bening terpaksa keluar dari maniknya sebab Nina benar-benar berusaha untuk tidak tertawa.

“Apa katamu!?” teriakan Baekhyun di halte pun diabaikan oleh keduanya.

Segera, Sehun menarik paksa Nina pergi dari tempat itu. Sehun bukannya ingin menghindari perseteruan dengan mantan kekasih Nina, tapi dia kasihan pada Nina yang sudah menggigil kedinginan.

“Dia benar-benar tidak tahu diri. Dia pikir dia siapa? Kau juga bodoh sekali, kenapa harus punya mantan kekasih sejelek itu sih? Seleramu jadi seburuk itu karena setiap hari selalu melihat wajah tampanku, ya?” Sehun berkelakar saat dia membimbing langkah Nina yang mulai gemetar—kali ini alasannya bukan karena dia ingin menangis, tapi karena dia kedinginan.

“Iya, seleraku jadi sangat buruk karenamu.” sahut Nina singkat. Tawa Sehun pun kemudian pecah. Ditepuk-tepuknya pelan bahu Nina seraya berkata:

“Tenang saja, Kak. Aku bisa mencarikanmu pria lain untuk dikencani. Tapi jangan yang seperti dia. Melihatnya saja sudah membuatku ingin tertawa, dia terlihat seperti mainan yang ada di dasbor mobil Ayah; pendek, bermata super sipit.”

Nina lantas terkekeh pelan. Erat, direngkuhnya tubuh Sehun sembari ia sandarkan dirinya pada dada bidang si pemuda. Mendapat perlakuan begitu, Sehun bukannya marah, dia malah merengkuh balik Nina dengan sama eratnya.

“Ah, Oh Sehun. Beruntung sekali aku karena punya seorang adik yang sangat baik sepertimu. Kalau tidak ada kau, akan jadi apa kakakmu ini?”

Sehun dengan bangga tertawa. “Ha! Ha! Aku tahu, aku tahu. Tidak semua adik laki-laki dari teman-temanmu sebaik dan setampan aku, bukan?”

Nina kini pura-pura ingin muntah. Meskipun, dia juga tidak bisa berbohong. Kalau Sehun memang jadi seorang adik yang selalu membuat Nina merasa bangga karena memilikinya. Memangnya siapa yang tidak bangga kalau punya seorang adik tampan, pintar, dan baik seperti Oh Sehun?

.fin

.

.

.

IRISH’s Fingernotes:

Penulisnya cuma mau bilang kalau Game Over kemungkinan besar enggak publish karena satu-dua hal yang harus ngebuat penulisnya lembur sepanjang weekend.

Itu true, loh.

Nah, btw karena aku udah kepikiran buat bikin fanfiksi macem ini, jadi dengan resmi aku lahirkan Nina sebagai kakak dari Oh Sehun. Sesekali gitu, cerita manisnya enggak usah dibuat romance tapi siblings begini. Kan nanti semua orang bisa ngiler pengen punya adek kayak Sehun, wkwk.

 Berhubung aku bakalan jadi super sibuk weekend ini jadi mungkin beberapa fanfiksi aku pending dulu. Aku mungkin hanya akan sempat menyapa kalian lewat cerita pendek Oh Siblings, atau cerita pendek dengan karakter fiksi lain yang aku ciptakan: salah satunya adalah Keiko yang termention di atas sana.

Jadi, see you when i see you, gengs. Take care, stay healthy dan selamat berakhir pekan! Sincerely, Irish.

kontak saya  Instagram  Wattpad  WordPress

9 tanggapan untuk “[FICLET] BROTHER MATERIALS ►► IRISH”

  1. sehun emang de2 emesh material bgt ^^
    jgn jd incest aja ya oh siblings!
    smua kata ejekan sehun bwt baekhyun itu ko fun facts smua ya.. 😀 dr hati bgt sehun treak2ny

  2. Pengennya punya kakak sih timbang adik, wkwk. Lebih kerasa dilindunginnya, lebih punya kuasa gtu ngerasanya. Sayang, aku anak pertama, haha

  3. Kak irish boleh nanya,,,itu waktu ngejek baekhyun kayanya bener-bener dari hatinya evil maknae kali ya,,terngakak aku,,

    Pantes ku nyari level 44 ngga ada,,ternyata belum di publish yah,,

  4. MasyaAllah Bekyun, tobat nak, udah dikatakatain sak uwelek-eleke ki lho sama sehun wkwk tapi ya ngakak gitu sih bayangin sehun marah gitu tapi keliatan lucu, nha kan lucu 😦
    Nin, titip disun ya sehunnya WKWK

  5. Rada ga rela sih game over ga apdet mnggu ini…tp q prcya mnggu depan kejitanny pasti lbh mengerikan dbanding mnggu kmren..ye kan?km mah gtu skli apdet bkin jantungan…yg awalny dlempar k langit trus dtarik paksa k bwah tanah.kan sebel..hahahhaahhahaha
    Happy weekend n happy payday!!!*balada karyawan* hahahahahahahahahhaa
    Dinistain bgt cabe disini..gpp lah skali2 cabe dnistain drpd dsyangib trus ntr dia ngelunjak lg hahahahhhahaha

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s