[EXOFFI FREELANCE] Found You (Chapter 1)

PicsArt_12-18-12.30.40

FOUND YOU

Written by fitnurL

Lenght : Chaptered – fiction

Genre : Fantasy – School Life – Friendship – Romance

Rating : PG-16

Main cast : EXO Oh sehun x Yoo ahrin  (OC)

Additional cast : EXO’S Luhan (xi luhan) x Byun baekhyun x Kai|Mijoo Lovelyz|Yeom bona cosmic girls|other cast.

Summary : “Dia memberitahuku bahwa ada sebuah tempat yang tidak akan bisa kusentuh, sebuah tempat yang tidak bisa aku tempati bahkan sebuah refleksi yang ternyata bukanlah dia”

Disclaimer : cerita ini hanyalah sebuah fiksi seluruh ide dan alur murni hasil pemikiranku sendiri. Semua cast yang berperan milik tuhan,orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC.Cerita ini terinspirasi dari beberapa penggalan lirik lagu dan tidak bermaksud memplagiat so, don’t be plariagisme


Ini adalah beberapa cuplikan foto dari maincast ‘found you’ or ‘lucky’

 

🍂🍁🍂

 

Maincast

 

🍂 Sehun (EXO) as Oh sehun

images(14).jpg

🍂 Park seul as Yoo ahrin


IMG_20180127_203552.jpg

Additional cast

 

🍂 Luhan (EXO) as Xi Luhan


IMG_20180123_181605.jpg

🍂 Baekhyun (EXO) as Baekhyun


images(77).jpg

🍂 Kai (EXO) as Kai


IMG_20180126_180554.jpg

🍂 Mijoo (Lovelyz) as Mi joo

IMG_20180126_181255.jpg

🍂 Bona (Cosmic girl) as  Bona


images(11).jpg

🍂🍁🍂

 

Nih aku kasih hadiah foto cast ‘FOUND YOU’ others title ‘LUCKY’

Kalau udah penasaran langsung baca chapter 1 nya aja

Jangan lupa ninggalin Comment ya…

 

In love,

fitnur ^_^

PROLOG

“sempat tidak tahan Hidup sekaligus di antara kenyataan dan ilusi hingga membuat kata tak terduga seakan menjadi masuk akal. ya, dia pria bernama oh sehun seorang lelaki tampan yang entah demi apa bermimpi seorang gadis, memang hanya seorang gadis cantik tidak penting di mimpinya, heran nya malah membuat sehun berubah seketika, seakan pria yang 100% hidup di dunia normal bagai dalam ketidakpastian dunia yang luar biasa terbalik 180°. ini akan menjadi kata tentang takdir dan keberuntungannya hanya jika ia memutuskan menemukan atau membiarkannya menjadi akhir. “

 

CHAPTER 1

 

🍂🍁🍂

 

Cahaya Mentari yang tak bosan selalu merambat masuk ke bumi setiap pagi, terkadang tak ku percayai karna jaraknya terhadap bumi terbilang jauh, tapi masa iya cahaya hanya memerlukan waktu sedetik kedipan mata untuk merambat? daebak kan, inilah yang dinamakan kecepatan cahaya, bahkan sesekali asal cahaya itu tak berhenti mengamatiku dari jaraknya, hembusan angin yang tengah lalu lalang menghampiri, hiasan alam nan memukau mata juga tak lupa menemani ku “itulah yang sedang kurasakan sekarang, nyaman”

Ting ting… (bunyi alarm jam tangan)

Pukul 07.00 pagi hari (waktu tidak terdeteksi)

at 07.00 in the morning (time is not detected)

오전 7시 (시간이 감지되지 않음)

在上午7点(时间未被检测到)

07:00に(時間が検出されない)

“Ha…hah”

Detik yang sama bunyi suara jam tangan sukses membuyarkan lamunanku entah dari mana asal sumber suara ini yang datang dengan simple nya memecah heningku begitu saja secara tak sadar seperti ini

Aku memukul jidat ku sendiri dengan kekuatan 55 yang hampir saja ku terpental kebelakang

“aah aigooo…ternyata ini jam tangan milikku, astaga aku hampir drop tadi kalau saja bunyi suara ini bukan berasal dari jam tanganku”

Aku menggaruk tengkuk ku yang memang tidak gatal dari sananya  bayangkan aku kaget hanya dengan suara jam tangan. No, no,no tenang Aku bukan seperti kayak orang yang keseringan kaget atau suka melamun tapi suara ini memang membuatku kaget untuk sesaat, biasanya pagi pagi begini aku tidak memakai jam tangan jadi aku agak tidak terbiasa saja

bunyinya saja sudah sangat akrab ditelingaku masa iya aku masih heran sendiri kenapa bisa aku sampai histeris kaget dan paraunya bukan milik orang lain melainkan milikku sendiri “kalau saja ada yang melihat ekspresi jahanamku ini habis aku malu nanti” batinku pasrah, dan refleks langsung ku matikan karna agak berisik yang terlebih jam tanganku ini dilengkapi Mode many language (mengeluarkan bahasa yang berbeda beda sekali bunyi) ternyata, ooh iya  baru teringat olehku aku lupa memasang mode Personal (one) language pas lagi menyetelnya jadi bunyinya agak keulang-ulang dengan bahasa yang berbeda jadi agak ribut sedikit apalagi volume sound nya kurasa 200% yang memang aku lupa setel

Praak

“aaa… Apalagi sih ini? “ setelah selesai dengan acara bunyi-bunyian suara jam tanganku yang konyol secara sesuatu menimpaku secara beruntun,tidak sakit karna kurasa memang benda yang menimpaku tidaklah berat tapi itu sukses membuatku menjerit halus dengan mata terpejam

“aku membuka mata perlahan, membungkukan badan 90°  dan mengambil sesuatu yang kuyakini benda yang tidak sengaja menimpaku tadi, aku memperhatikan setiap warna bentuk dan bahkan tekstur dari setiap jengkal sudut benda itu”

“hah ini sepertinya Maple leaf???… uuum” aku mengerutkan alisku seraya berpikir ala ala tau begitu

“heh…aah  bukan bukan, maple leaf bukan seperti ini, tempat ini juga tidak mungkin di kanada, aku kan sedang dikorea” pikirku memastikan dan langsung celetuk begitu saja keluar dari mulutku

Selang beberapa saat setelah benda ini selesai kuselidiki suasananya agak berbeda dengan yang tadi bukan berarti keadaan ini membuatku takut hanya saja, aku memang masih ditempat yang sama tapi entah kenapa aku bahkan tidak sanggup atau berani untuk mengeluarkan sepatah kata jalankan mata, tangan,kaki dan badanku untuk begerak 1 centi bahkan bernapas pun aku sampai lupa

“OMG, hanya inilah sepenggal kata yang melatar belakangi kekagumanku sebelumnya, aku membulatkan mataku sempurna bisa jadi mataku ini copot sewaktu waktu saking bulatnya belum lagi gesture badanku yang tegap, kokoh dan lurus seperti papan ini dengan sederhana nya ku biarkan, daebak! aku tidak mungkin sedang bermimpi kan” aku tidak peduli dengan kata polos bah kuno ini harus berhasil keluar dari mulutku hanya saja berani ku akui I’M FREEZES

“Bagaimana dan dari mana tempat seperti ini bisa ada” kataku lagi dengan nada simple but berlebihan ini, aku tau ini bukanlah gayaku tapi aku juga tidak tau harus bagaimana menyikapi atau membiarkan ini berlalu begitu saja, end ku putuskan dengan buru buru berjalan-jalan kecil tanpa tujuan sepertinya hal sederhana yang hanya bisa aku lakukan saat ini

“wuaah…Wuaaah…Wuaaah”            mungkin saking Senangnya hatiku bahkan kata kata ini tidak ingin berhenti kuucapkan, biarlah~~

“DAEEEEEEEEEEEEEEEBAK sesekali senyumku mengembang yang tanpa kusadari terukir jelas dibibirku ini, aku jarang seperti ini tapi aku tidak bisa bohong dengan keadaan, nyatanya tempat ini sungguh indah sekali, apakah ini yang namanya surga dunia ya” eh…eh…eh entah kenapa suaraku bisa mencapai nada tinggi bahkan ngalahin suaranya chen EXO begini hanya untuk mengatakan kata daebak yah

Waah dunia ini semakin menarik

“hehehe” bagaimana bisa aku sampai berani menertawakan diriku dalam batin begini

“uhuk uhuk uhuk jangan salah paham dan jangan tanya tentang kebagusan suaraku ini ehhm…ehhhm, aku sendiri bingung padahal suaraku bahkan tidak sampai setengah not nada dasar“ sungguh miriskan kalau dipikir panjang

bukan hanya terkekeh sendiri dalam hati aku bahkan mengatakannya secara sadar dan jujur tapi anehnya aku malah menggeleng bangga

Suaraku itu mungkin bisa jadi masuk  nominasi di acara penghargaan terbesar atau bahkan akan resmi masuk dan diakui seluruh dunia menjadi salah satu 7 keajaiban dunia versi ku^^

“tak luput dari keberadaanku saat ini rasanya ada sesuatu yang kurang dengan tempat ini aku noleh kanan- kiri, depan belakang, bahkan atas bawah pun ku periksa satu per satu sudut kayak guru lagi absen

ternyata oh ternyata aku baru sadar jalankan seekor semut, manusia pun mustahil ku lihat so, hanya ada aku seorang diri di tempat ini begitu??? ”seperti itulah kesimpulan kunoku asal tau saja

“tapi kok aneh bin ajaib yaa tempat bagus begini tidak ada orang berkunjung, sepi banget apa mungkin ini bukan tempat kunjungan wisata??” pikirku logis tanpa panjang lebar aku bahkan sampai bertanya pada diriku sendiri, yaa memang kalau logikanya tempat ini bagus tidak mungkinkan tidak ada orang datang

“ah bodo amat mending aku jalan-jalan sebentar liat-liat  pemandangan alam gratis nan awesome ini, ” seruku bahagia

Ya sudahlah, kan tidak apa-apa juga kali aku sambil melihat and lototin sekeliling tempatku berpijak itukan hakku daripada tidak sama sekali

“akhirnya aku mulai berjalan menelusuri setiap keindahan yang alam berikan secara percuma kepada ku ini aku merasa seperti orang yang paling beruntung pada detik ini. bukan hanya tersenyum sendiri terkadang  kedua tanganku sesekali kumasukan kedalam saku celana beserta salah satu daun yang menimpa ku tadi yang sengaja kuputuskan untuk menyimpannya saja, udara tidak dingin memang hanya ingin keliatan keren saja entah untuk siapa yang memang tidak bisa di pungkiri lagi nyatanya tidak ada seorang pun yang aku lihat sekarang ini” lucukan

Setelah sekian lamanya bertaut dengan tempat aneh namun nan indah ini tiba tiba saja badanku berhenti tanpa kemauanku sendiri serasa waktu memberhentikan ku secara paksa tapi anehnya aku malah memerlukan waktu ini untuk memberhentikan ku sekarang  mengingat sudah berapa jam aku disini sekarang dan ingin bergegas untuk pulang, akhirnya aku berhenti mendadak sambil melihat jam arloji yang melingkar sempurna di pergelangan tanganku

“pukul 04.30, whaaat? Masih jam segini nggak salah nih jam aku ingat baru membeli jam ini dan ini baru pertama kalinya aku pakai, seingatku, tadi juga bunyi soundnya jam 07.00…jangan bilang kalau jam ini rusak, kalau dipikir 100 kali putaran bumi harganya bukan main biarpun keliatannya kecil ini limited edision pula aku beli” wuuaah aku nggak sangka kenapa banyak hal aneh saja yang terjadi padaku hari ini yang tanpa disadari kubiarkan terjadi pada diriku

Apa aku ini belum sepenuhnya sadar ya?

.

.

.

.

Aku masih bingung mengobrak abrik jam tanganku, memang benar aku sendiri saja mengaku kalau itu masih baru, mana aku sambil dipukul-pukul tidak jelas lagi yang hampir membuatku menjadi orang bodoh sendiri

“aah apa aku pulang saja ya, tapi lewat mana coba???” yaa tuhan~~ aku pasrah, kenapa simpulanku yang sederhana ini malah membuatku bodoh dan mengurangi rasa ke gentleman ku ini hah…aku ingin menarik kata-kata ku kembali kalau bisa

 

Author pov

selang di tempat yang sama terlihat seorang gadis berambut panjang pirang yang di biarkannya terurai di terpa angin itu bersemangat memanggil nama seseorang

“Oh sehun yaa sehun-na”serunya padanya

Yeoja itu tersenyum riang saat memanggil seseorang yang tak salah bermarga oh ini

Dari situasi yeoja itu kira-kira tentu saja dia adalah seorang namja, sambil melambaikan tangannya dengan penuh cengiran khasnya tentu saja…

Sangat manis

Dan Tak terduga saja bagaimana reaksi namja yang baru saja dipanggilnya itu hampir terbilang tak bergeming woooaw hebat

Author pov end

 

Huss

Haa…sehun??? Oh sehun??? Sontakku  heran setelah beberapa detik yang lagi-lagi dibuatku membeku di tempat kayak di kutub utara, Kini bukan hanya diriku roh ku pun serasa menghilang dari ragaku entah kemana, mungkin saja ikut terpaku berbalik ke arah sumber suara, agar tidak malu maluin diri sendiri aku sambil noleh kanan kiri tentunya memastikan saja kalau aku yang dipanggilnya barusan

dengan nada yang tidak biasa bah terkejutku ini rupanya, entah apa yang ada dipikiranku

tiupan angin yang tak mau meninggalkan keduanya juga seirama dengan guguran bunga bunga yang sedari tadi terdiam seperti  penghias (pemandu) keheningan mereka saat ini

“hah ekspetasiku salah ternyata, sepertinya aku tidak sendirian ditempat ini” pikirku memastikan

“tapi siapa dia yang memanggilku tidak jelas begitu ,lengkap lagi sama marga???” Heran, mana terpaksa dialog dengan diri sendiri lagi kayak orang kerasukan gini

Gila siapa dia yak??? Aku menyipitkan mata Begitu saja agar lihat dengan jelas siapa yang Memanggilku tadi,

Astaga tampang penasaranku ini mungkin sudah kelewat batas

tak sedetik pun aku berpaling dan sempat mengedipkan mata jalankan mata aku pun lupa lagi bernapas padahal jarak pijakanku saat ini  terbilang cukup jauh dengan tempat yeoja itu berpijak

cukup jauh, tapi selalu saja sukses membuyarkan otakku hanya untuk mengatakan hal aneh nan konyol

Yang jelas aku hanya bisa melongo dan berkata overcalm saat ini, sepintas aku…eeh malah kedip-kedip mata tidak jelas lagi sekarang

“wuaaaah yoepo-na (cantiknya)” gumamku yang jelasnya tidak akan sampai terdengar oleh gadis yang memanggilku itu saat ini.

Oh ayolah, aku tidak mungkin berani bilang begitu

Dan lagi Sepatah kata itu sukses menggelengkan kepalaku (tanda tidak percaya)

Knapa nggak coba?

waktu sudah kasih percuma lima detik itu malah aku biarin berlalu , yaa mau ngga mau haruslah terpaksa menyadarkanku

ya memang harusnya begitukan” ucapku

aauuuh (menggeleng)  “yaa oh sehun sadarlah, aku kenapa lagi mikirin dia sampe segitunya” sambil nepuk pipiku tentunya agar tersadar dari kata kata yang jelas tak kupercaya barusan kukeluarkan sedetik lalu

Oh ayolah, tentu saja melihat situasiku sekarang ini sungguh membingungkanku, aku berani menjamin bahkan orang yang ber IQ tinggi pun tak akan tidur nyenyak memikirkannya

Criik

kini sepintas detik yang sama kembali mengingatkanku akan sesuatu yang membuatku penasaran sejak tadi dan akhirnya aku yang harus membuka mulut tanpa berbasa basi lagi aku asal saja menginterogasinya

yaa  “kau, kau siapa? kenapa kau tau namaku?  Tunggu,sebenarnya  Dimana ini?  dan k-k kau bikin apa lagi disini?  Tanyaku sekilat hingga tak sedetik (secercah) harapan pun gadis itu kubiarkan bicara

“hiiks aku sebenarnya ada dimana sih, ko begini jadinya??? Aah Bukan bukan apa sekarang sedang musim gugur yaa??? Lagi lagi aku meruntunkan pertanyaan entah siapa yang akan sukarela menjawabnya

Aku sebenarnya ingin menghiraukan yeoja tidak penting ini yang dari tadi sampai sekarang tak berhenti memandangiku itu aku bahkan akan memasukkannya ke daftar angin lewatku, tapi entah kenapa untuk yeoja ini aku malah kehilangan hakku

“Heh nih yeoja malah asyik liatin gue lagi nggak malas apa lototin aku terus mana aku bingung setengah mati lagi bagaimana cara menghadapinya” sombongku dalam batin

yaa seloo lah, aku mana berani bilang begitu

“Fix, Aku sedang berada di taman sekarang” pikirku (merasa tidak penting), yang herannya mengapa bersama dengan gadis yang tidak aku kenal sama sekali

oh ayolah, sampai harus berjuta kali pun aku harus menerawang ke dalam memori masa lalu ku tapi hasilnya eobseo (tidak ada ingatanku sama sekali dengan yeoja di hadapanku ini), apa aku sekarang lupa ingatan ya, aku lantas memandanginya dengan mata sengaja kusipitkan” (mencoba berpikir logis)

“tunggu….” ucapku serius di sela- sela kelaloadtan ku

“ yeoja ini, tempat ini,suasana ini, kenapa ini  aneh sekali yaa???”

Aduh bingung setengah hidup aku sekarang, mana sampai garuk garuk kepala tidak jelas lagi

Kepalaku hampir saja lepas mungkin gara gara laloadku sendiri kalau aku tidak cepat-cepat sadar

yang al hasil baru saja teringatkan olehku betapa lambatnya diriku hanya untuk memahami semua ini

“Aaah baru tersadarkan olehku aku yakin dan pasti….”

Ting

“apa? kau tidak mengenalku? Yak Kita sudah cukup lama bertemu dan saling mengenal hun masa iya kamu tidak ingat sama sekali” Potong gadis itu yang sudah cukup lama terdiam karna menungguku, siapa lagi kalau bukan namja yang kini sedang menjadi lawan bicaranya itu

“Waah dia bahkan berani main gertak begitu” sulit kupercaya

Praak

“hmmm mwo…yak jangan membuatku bercanda”

seketika nada suaraku meledakankan suasana entah itu terkejut marah atau apalah, saat itu rasanya aku sudah siap meluapkan seribu kata tanya yang pengen aku keluarin dalam kecepatan cahaya sekarang

“yak biar ku perjelas, aku tidak mengenal mu sama sekali dan tidak pernah melihatmu, dan katamu kita  pernah bertemu? juga kurasa aku tidak yakin, dan apa lagi ya…aaah  a-aku juga tidak tau nama mu siapa? , Heoool kau PD sekali, iih sekali-sekali ngaca dulu gih

“sudahlah tolong jangan main-main lagi denganku, aku tau kau itu cuma gadis centil yang mau menggodaku kan, cih aku sudah terbiasa menghadapi yeoja seperti kalian, kau setidaknya harus bersyukur tidak semengerikan seperti Mi joo sunbae (kakak kelas perempuan) wanita itu, iiih aku bahkan malas membicarakannya, jadi sudahlah pergi sana” decakku lagi sambil memalingkan wajah kearah lain

“Entah kesumbat apa aku hari ini, malah sambil nambahin sikap sok jual mahalku lagi, tapi entah kenapa dibalik itu semua membuatku terbilang cukup gemetar sih (tanpa sadar mengatakannya) dan juga, aku tidak lupa dengan nada angkuhku”sesalku sesaat…jangan tanya kenapa tiba- tiba aku segetir ini

Entah sekilas atau tidak, itu sih bodo amat pikirku

tetapi berbeda dengan sikapku wajah gadis itu kini berubah seketika, seakan air mata yang tidak diinginkannya saat ini akan membasahi pipi halusnya yang sedari tadi penuh dengan rasa kegirangan kini meninggalkannya

Sedih

“hiks kau ka ka kau sungguh tidak tau namaku hiks hiks?” ucapnya sedikit terbata bata seiring dengan nada lirihnya

sambil menahan air matanya yang akan mengalir akibat perkataan ku yang kutimpalkan padanya

“Aduh aku jadi merasa bersalah” sesalku

“hei kau menangis” tanya ku bingung karna sikap gadis yang kuanggap hanyalah murni ilusiku itu malah menangis sejadi-jadinya

“yaa apa aku mengganggumu sampai segitu nya? Lanjutku lembut, tapi juga kini tercampur aduk dengan kasak- kusukku sendiri

“sebenarnya aku tidak sampai tega juga melihat yeoja ini menangis yang dari awal tadi telah menbuatku jujur hampir saja jatuh hati, sampai di setiap akhir tatapanku ini masih tersimpan perasaan itu tapi ini juga bukan leluconku yang aku sengaja buat” simpulku dengan tenang

Aku pun berjalan pelan ke arahnya hendak mengatasi situasi yang aku kira hanya kesalahpahaman biasa saja, tidak sangka kalau sampai begini jadinya…

“mending aku tidak usah datang tadi kesini, toh aku kan benaran tidak  kenal dengannya” kalau begitukan aku tetap tidak salah di mata apapun

“loh ini bagaimana ceritanya aku bisa sampai kesini ya, perasaanku aku datang tadi…

oh iya, aku refleks pukul dahi kek orang bodoh yang nyatanya memang sudah bodoh dari tadi, jadi selama ini aku tidak sadar kenapa dan bagaimana aku bisa datang ke tempat yang tau juga tidak ini tempat” kagetku

Mengesankan sekali ha… ha… HA

“Aku bahkan berani jujur disaat-saat seperti ini”apakah ini diriku yang sebenarnya?

Mengagumkan

kayaknya memori ingatanku sudah tidak di otakku lagi sekarang dan bahkan aku tidak yakin ada didunia ini lagi, mungkin dan bahkan iya sudah tercecer di andromeda lain, aduh pusing tujuh turunan nanti aku ini” satu harapanku sekarang ini tolong biarkan aku jangan stress

Untuk Siapapun itu yang telah mendengarkan doa tulusku dan mengabulkannya…maka aku akan sangat berterima kasih

“tapi doa ku itu hangus di udara kenyataannya aku harus terpaksa berhenti memikirkan stress ku saat ini karna mau tidak mau, Percaya tidak percaya hanya aku satu satunya orang yang ada di samping yeoja ini dan dia kelihatanya sudah mau nangis berat dan fix terpaksa ku simpulkan ini adalah salahku” iya, aku setidaknya harus kalah dan mengalah dulu

“yaa… jangan menangis ,(yaa uljima nte)” gumamku pelan sambil terus berjalan kearahnya

“yaiis ini kenapa Aku malah membuatnya menangis segala lagi … Ini nggak mungkin benar Aku yang melakukannya kan?? Rintisku getir sambil gigit-gigit jari bingung mau diapain ini yeoja supaya tidak menangis lagi

“jujur sebenarnya aku menyukaimu”

TBC….

🍂🍁🍂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s