[EXOFFI FREELANCE] Sweet Couple (Chapter 4a – Problem)

PicsArt_12-04-08.36.00

Title : Sweet Couple
• Author : Ohkarmila3194
• Categori : PG-17 | Romance | Universe 
• Cast : Oh Sehun(exo) | Park Jiya(oc) 
• Suport Cast : Byun Baekhyun(exo) | Kim Taeyeon(snsd)

.

-percaya atau tidak, Oh Sehun dan Prak Jiya adalah pasangan ter sweet dan ter geli yang pernah ku lihat sepanjang masa setelah romeo dan juliet-

♡BaekYeon♡

.

.

#SweetCouple

.

.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk” desis Sehun.

“Galak sekali” ucap Baekhyun. Dengzn santai Baekhyun duduk di kursi depan Sehun,matanya menelusuri ruangan Sehun melirik kesana kemari.

“Sekertaris bodohmu mana? Dia tidak ada disinikan?” Tanya Baekhyun yang dihadiahi tatapan tajam Sehun.

“Dia sedang keluar, wae?” Tanya Sehun.

“Aku ingin meminta pendapatmu”

Sehun menganggkat satu alisnya, Baekhyum memandangnya ragu.

“Aku ingin melamar Taeyeon”

“….” Hening.

“Itu bagus lamar saja, lebih cepat lebih baik” ucap Sehun pada akhirnya.

“Aku takut ia menolak lamaranku Hun” Baekhyun mendesah pelan.

“Aku juga takut kau ditolak” jawab Sehun, muka Sehun terlihat serius.

“Yak! Jangan bilang begitu! Aishh kau membuatku semakin takut dan grogi, paboya”. Baekhyun memukul kepala Sehun.

Sehun merigis dan tertawa. “Hyung, kau tidak akan tau sebelum mencobanya, kau akan tau setelah mencobanya” ucap Sehun menenangkan.

“Aku tau, aku hanya sedikit tidak percaya diri Hun”

“Hemmm, aku tau, itu wajar Hyung. Semua akan merasakan hal yang sama” ucap Sehun tanpa memandang wajah Baekhyun.

“Begitupun juga dengan dirimu? Apakah rasannya di . .”

“Hyung!” Sentak Sehun “jangan membahasnya” kesal Sehun.

“Tapi Hun kau juga harus mengikat Jiya, kau harus keluar dari lubang hitammu. Aku percaya Jiya tidak akan . .”

*Brak*

“Jangan membahas masalahku!”

“Okay santay bro” Baekhyun mengangkat tangannya tanda menyerah. Sehun menghela nafas,sialan pagi-pagi sudah menyulut emosi.

.
.

#SweetCouple
.
.

Jiya membuka matanya perlahan. Sejenak dia meringis saat merasakan leher nya terasa kaku akibat ia yang ketiduran dimeja saat bekerja. Dan mungkin itu juga yang menyebabkannya terbangun. Jiya memijat leher nya, demi tuhan lehernya benar-benar sakit.

Kepalanya bergerak ke arah kiri-kanan menatap ruang kantor yang sepi. Sepi? Jelas saja sepi diruangan ini yang menempatinya hanya Sehun dan dirinya. Tapi dimana sehun?.

Ia melirik arloji ditangan nya, matanya nyaris keluar membulat sempurna, ini sudah jam 10 malam dan ia ketiduran selama dua jam. Seharusnya ia pulang dua jam yang lalu, tepat nya jam delapan malam.

Ia menolehkan kepalanya saat knop pintu ruangan nya dibuka.

“Oppa” sapa Jiya dengan suara serak has bangun tidur.

Dengan jas yang tak lagi rapih, dasi yang sudah longgar, dua kancing kemeja yang sudah dibuka, Sehun berjalan dengan gontai, Ia sempat terkejut kala mendapati Jiya masih disini. Sehun melirik jam tangan nya.

“Kau menungguku?” Tanya Sehun sambil membuka jas nya, menyisakan kemeja putih kusut nya.

“Tidak” jawab jiya singkat, Jiya memperhatikan gerakgerik Sehun yang terlihat kacau tapi sangat seksi dimanta Jiya. Sehun memandang Jiya, memangkat satu alisnya keatas meminta penjelasan.

“Aku ketiduran” Jiya mengerucutkan bibirnya.

Mata Sehun membulat “disini? Di meja kerjamu!” Tanya Sehun hawatir.

Jiya megangguk lesu “bahkan leherku terasa patah Oppa, leherku sakit” eluh Jiya.

“Jika mengantuk kenapa tidak pulang hemm” tanya Sehun lembut,mencoba menutupi rasa hawatir berlebihannya.

“Laporan yang Oppa minta belum selesai, mana mungkin aku pulang” Jiya menunduk takut, takut jika Sehun marah padanya karna laporan yang Sehun minta belum terselesaikan.

Sehun menghampiri Jiya “tidak apa-apa, bukankah sudah ku bilang jangan bekerja terlalu keras hemm? Lagi pula rapat nya ditunda hingga minggu depan, kau masih punya waktu banyak.” Sehun mengelus rambut Jiya.

“Istirahatlah yang cukup, aku tidak mau kau sakit chagiya”. Ucap Sehun lembut. Jiya hanya mengangguk dan tersenyum.

Jiya memeluk Sehun dari samping, menenggelamkan wajah nya di dalam dada bidang Sehun. Sehun tersenyum seraya mengecup puncak kepala Jiya.

“Oppa”

“Hemmm”

“Kau tau tidak . .”

“Tidak” jawab Sehun cepat.

Jiya mencibir kesal “dengarkan dulu isshh”

“Iya, apa memang nya?” Balas Sehub sembari ter kekeh pelan.

“Taeyeon eonni dilamar si cabe kemarin malam” ucap Jiya girang.

“Aku tau” jawab Sehun.

“Jinja? Oppa tau?” Jiya memicingkan matanya “Oppa tau dari mana!”

“Kau lupa jika sibontot itu sahabat ku? Tentu saja aku tau darinya, bahkan aku orang satu-satu nya yang tau rencananya” Sehun tersenyum mengejek ke arah Jiya.

“Lagi pula Jika kau tau semuanya nya akan gagal” ucap Sehun.

“Yak! Apa maks . .” Sehun membungkam bibir Jiya dengan bibirnya Sebelum ratu hatinya ini membuat semuanya menjadi panjag. Sehun melumat bibir atas dan bawah Jiya bergantian, Jiya membalas lumatan Sehun. Sehun melepas ciuman nya, ia bisa melihat jika sekarang pipi pujaan hatinya memerah bagai kepiting rebus.

“Oppa” cicit Jiya malu. Sehun mengelus bibir Jiya yang membengkak akibat ulahnya.

“Apa sayang”

“Kapan Oppa akan melamarku? Seperti yang Baekhyun lakukan pada Taeyeon eonni” Jiya menatap Sehun dengan binar mata serius.

Sehun menggerak-gerakan bola matanya gelisah, ia gugup dengan petanyaan Jiya. Ia tau, cepat atau lambat ia harus mengikat Jiya dalam balutan janji lamaran atapun janji suci pernikahan. Tapi ia sungguh belum siap dengan ini, ia belum siap jika Jiya membicarakan hal ini.

“Oppa . . Aku tau seharusnya laki-laki yang mengatakan ini, tapi tidakkah Oppa berfikir bahwa kita sudah cukup saling mengenal? Aku rasa hubungan kita cukup untuk kita serius dalam ikatan lebih dari sekedar pacaran”

Sehun tidak menjawab, ia malah semakin terlihat gusar.

“Aku tidak mau berhubungan terlalu lama jika akhirnya kita tidak bersama, banyak pasangan yang berpacaran bertahun-tahun tapi hubungan nya kandas ditengah jalan”

DAMN! Sehun merasa jika ada yang menampar uluhati nya dengan sangat kencang dan kasat mata. Ia menghembuskan nafas nya kasar.

Sehun mengecup bibir Jiya sekilas,mengecupnya kembali lalu melepasnya lagi. Sehun tersenyum samar.

“Aku akan melamarmu” Sehun tersenyum “tapi tidak sekarang-sekarang ini, masih banyak yang harus kupersiapkan untuk itu” Sehun mengelus pipi Jiya.

“Apa lagi yang harus Oppa siap kan? Bukankah Oppa sudah punya segalanya” tanya Jiya.

Tidak, aku tidak punya segalanya, ada yang hilang dalam hidupku.

“Aku tau aku punya segalanya, aku bisa membeli apapun. Aku hanya takut tidak bisa membahagiakan mu Jii” ucap Sehun lesu.

Jiya tersenyum lebar “aku bahagia Oppa, sangat bahagia sampai sekarang ini, aku akan bahagia asal dengan Oppa aku yakin aku bahagia” Jiya menyegir lebar menampilkan gigi rapih putih nya.

“Ayok pulang, ini sudah sangat malam” Sehun mengalihkan pembicaraan nya, menarik tangan Jiya hingga berdiri.

“Ayo Oppa kita menikah” Jiya merentangkan tangannya menghalangi pintu keluar mereka dengan sebuah binar mata permohonan.

Sehun menyilangkan tangannya didepan dadanya dan tersenyum penuh arti. “Kau ingin menikah heum?”Sehun mendekat dengan langkah kaki yang nempesona.

Jiya hanya mengangguk membenarkan ucapan Sehun. Sehun menarik tangan Jiya hingga mendekat kearahnya.

“Kalau begitu . .” Ucap sehun tertahan “kau sudah siap ku masuki” bisik Sehun sensual. Mata Jiya seketika melotot lalu mendorong tubuh Sehun untuk menjauh dan menyilangkan tangan ditubuhnya memberi perlindungan.

Sehun tertawa mekihat raut kesal Jiya, sungguh kekasihnya ini membuatnya sangat gemas. “Sudah ayo pulang tuan putri” ajak Sehun kembali menarik tangan Jiya.

“Kau tidak mau menikah denganku Oppa?” Jiya menghentikan langkah nya, Jiya mentap Sehun dan menghela nafas.

“Bukan begitu sa…”

“Yah . . Oppa tidak mau menikah dengan ku! Baiklah aku mengerti” Jiya menghempaskan tangan Sehun dan mengerucutkan bibirnya.

Demi tuhan! ini bukan waktu yang tepat untuk marajuk Prak Jiya!.

“Sayang, menikah bukanlah hal yang mudah! Menikah tidak semudah membalikan telapak tangan Jii”

“Itu mudah, Oppa hanya perlu mencintaiku dan beriklar di depan gereja nanti!” Sentak Jiya.

“Park Jiya dengarkan aku!” Sehun memandang Jiya lelah dan sedikit menekan nama Jiya.

“Oppa memanggil nama lengkapku? Oppa tidak pernah memanggil ku namaku lengkap dengan margaku! Oppa selalu memanggilku dengan panggilan sayang Oppa, lalu kenapa sekarang . .”

“DEMI TUHAN HENTIKAN OCEHAN BODOH MU ITU PARK JIYA! KAU TIDAK SADAR UMURMU BERAPA? Menikah bukanlah sebuah lolucon, menikah tidak semudah itu. Kau tidak sadar kelakukanmu seperti bocah TK! Lalu kau ingin menikah! Apa kau bisa mengurusku? Bukan mengurusku tapi kau akan menyusahkan ku. Apa kau tidak tau sikapmu sungguh membuatku pusing” Sehun meninju tembok menggunakan tangan kanannya dengan kuat, Sehun membentak Jiya. Demi tuhan Sehun sudah lelah dengan pekerjaan kantornya, dan sekarang ditambah Jiya yang membuatnya pusing tujuh keliling.

Jiya memekik kala ia mendengar bentakan Sehun, dan Jiya tambah terkejut kala Sehun menghantamkan tanganya ketembok. Jiya menangis, tubuh nya bergetar hebat, ia takut dengan Sehun saat ini. Ia berani bersumpah ini pertama kali nya Sehun sangat marah padanya.

Jiya bergerak mundur menjauhi Sehun dengan menyeret sedikit demi sedikit kakinya. Punggung tubuhnya membentur tembok kokoh yang dingin, Jiya merosot begitu saja kaki nya terasa lemas, tangisannya semakin pecah.

Sehun tersadar jika ucapan dan sikapnya tadi adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal. Sehun memandang Jiya yang terduduk menangis menutup mulutnya dengan badan yang bergetar. Sehun mengutuk dirinya Sendiri karna telah membuat wanita yang ia sayangi dan cintai menangis dan ketatukan kerenananya.

Sehun menghampiri Jiya berjongkok dan memeluk Jiya sangat erat.

“Mianhe, jeongmal mianhe” Jiya tidak mengatakan apapaun selaian menangis, Jiya juga tidak membalas atau menolak pelukan Sehun, Jiya sungguh terlalu syok dengan ini. Hingga pening dikepalanya menyerang dan ia marasa tubuhnya melemas.

“Jii” tidak ada isakan lagi yang keluar dari mulut Jiya, hanya nafas teratur yang ia dengar.

“Jiya” Sehun sedikit mengguncang tubuh Jiya, tak ada respon apapun yang ia lihat.

“Park Jiya”

.
.
#SweetCouple
.
.

Seorang dokter keluar dari kamar apartemen Sehun.

“Bagaimana Hyung? Dia kenapa?” Tanya Sehun hawatir.

“Dia hanya syok Hun-aa, jangan hawatir. Dalam satu sampai duajam lagi mungkin kekasihmu itu akan bangun” ucap Donghae, dokter kepercayaan keluarga Oh. Sehun sudah menganggap Donghae seperti Hyungnya sendiri begitupun sebaliknya.

“Gomawo Hyung sudah mau kesini malam-malam begini” ucap Sehun sambil mengajak Donghae duduk.

Donghae mengulas senyum “tidak apa-apa Hun. Aku sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja sebagai dokter pribadi keluargamu, ini memang sudah tugasku” Donghae meminum teh yang tadi disuguhkan oleh Sehun sendiri, karna di apartemennya ia memang tinggal sendiri tanpa pembantu.

Sehun menganggukan kepalanya. Donghae memperhatikan Sehun dari tadi mereka mengobrol, ada yang beda dari raut wajah Sehun kali ini. Seperti ada banyak hal yang dipirkan Sehun. “Ada apa” Donghae memberanikan diri untuk bertanya.

Sehun melirik Donghae dan menghela nafas lelah ia sedikit memijat kepalanya yang sesikit pusing “dia memintaku untuk melamarnya, Jiya ingin kita menikah” ucap Sehun lesu.

“Kau mencintainya” tanya Donghae. Sehun hanya mengangguk sebagai balasan. “Lalu apa lagi, kau tinggal kabulkan permintaannya jika kau mencintainya. Bukankah kau selalu bisa menyanggupi segala keinginannya selama ini tanpa hambatan”

“Aku memang bisa dan sangat sanggup mengabulkan permintaannya walau kadang permintaan nya tidak masuk akal. selama hampir tiga tahun ini aku bersamanya aku sanggup. Tapi tidak untuk ini . . .” Sehun berhenti sejenak.

Donghae memandang Sehun “apa ini karna kejadian lima tahun yang lalu?” Tanyanya.

“Hemm” guman Sehun.

“Aku mengerti” Donghae kembali menyeruput tehnya lalu menyimpannya kembali “lupakan masalalumu Hun. Tidak semua wanita sama seperti Kim Rae, aku yakin Jiya tidak akan seperti Kim Rae Hun-aa.”

“Aku tau, aku hanya . . Entahlah, sulit sekali bagiku untuk memahami diriku sendiri Hyung. Rasanya diriku selalu dibayangi oleh adengan masalalu yang menyakitkan” Sehun menundukan wajahnya “walau kini hatiku sepenuhnya milik Jiya, tapi tidak bisa kupungkiri terasa ada yang hilang dari diriku walau Jiya sudah lebih dari cukup untukku”.

“Kepercayaan. Itulah yang hilang dari dirimu Hun. Cobalah untuk percaya pada Park Jiya, tidakkah kau lihat Park Jiya sudah sangat bergantung padamu”

“Tapi Hyung . . ”

“Park Jiya is different. Tanamkan dalam dirimu jika Park jiya berbeda, Prak Jiya mu tidak sama.” Potong Donghae. Donghae melirik arlojinya dan memandang lelah jam itu.

“Baiklah sepertinya aku harus segera kembali kerumah sakit” Donnghae bangkit dan diiringi oleh Sehun yang ikut bangkit dan mengantarkan Donghae sampai pintu.

“Sekali lagi terimakasih Hyung” Donghae hanya melambaikan tangannya memasuki mobil dan kembaki kerumah sakit.

Sehun kembali kekamarnya ia meneliti wajah Jiya yang sedang berbaring, mengelus pipi Jiya lembut, mengecup kening Jiya sayang.

“Mianhe” cicit Sehun pelan lalu bergabung dengan Jiya diranjang king size nya. Ia meneluk pinggang Jiya, Sehun ingin pagi nanti yang ia lihat adalah Park Jiya didalam pelaukannya.

.
.
#SweetCouple
.
.

-fin-

Adakah yang nungguin ff ini? Gada yah yaudah😅 nah buat yang baca Part ini kayak nya harus baca Park 4b nya deh salnya yang 4a sama 4b berkesinambungan/lanjutan part ini. Karna kalo di satuin takut kebanyakan hehe. Makasih buat yang komen walo komen nya cuman sekata dua kata😅

Babay.

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sweet Couple (Chapter 4a – Problem)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s