[EXOFFI FREELANCE] Let Me in (Chapter 24 – END : Nu Ending)

letmein24

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter | seharusnya segalanya dapat dimulai kembali, ataupun memberikan sebuah akhir dan memulai dengan awal yang baru, dengan hal yang berbeda. Entah seorang diri, atau bersama orang lain.

Previous Chapter | First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 >Her Beloved > Fools love > For Life > All thing is back> Best (bad)gift >> Because Of Cola >> Game is Begin >> Meet and Invitation >> Unexpected Reality >> His Decision >> Someone from Past >> >> Cut Version >> >> Mad (no) Hate^ 17.1>> His Confession^17.2 >> Realized about fact >> Lost Her >> Kidnap >> About Truth >> Save Them>> Adore You >> Nu Ending [now]

Recommend Song: New Empire – A Little Braver (Ini adalah song-list penutup. Jangan lupa di kroscek liriknya) (btw, ini adalah ost. Uncontrollably Fond)

-=LET ME IN=-

Normal POV

Semua orang memiliki hari yang baru, untuk memulai hidup kembali sebuah pagi di berikan. Jikalau belum sempurna hari ini, maka Tuhan masih akan menyediakan hari esok untuk memperbaiki segalanya.

Semua orang memiliki kesempatan, kesempatan untuk menyukai, kesempatan untuk menyesali, kesempatan untuk mencintai, kesempatan untuk memberi maaf ataupun meminta sebuah maaf, itu semua demi menyempurnakan hidup seseorang. Bukan untuk menyulitkan ataupun membebani setiap insan yang bernyawa, namun untuk memudahkan segalanya, agar menjadi lebih baik.

Dengan awal, maka kisah juga ada akhir.

Setiap orang mempunyai pilihan di depan mata, mempunyai keputusan di tangan mereka tanpa terkecuali. Maka, seharusnya segalanya dapat dimulai kembali, ataupun memberikan sebuah akhir dan memulai dengan awal yang baru, dengan hal yang berbeda. Entah seorang diri, atau bersama orang lain.

Normal POV end

-=24 end=-

December, Winter

Orang-orang kembali memulai aktivitas mereka di pagi hari yang cerah, setelah turun salju lebat semalam, jalanan tampak lengang karena orang-orang memilih untuk menggunakan transportasi umum dan membiarkan mobil pribadi mereka tetap berada dalam hangatnya garasi rumah mereka masing-masing.

Sebuah siaran breaking news tiba-tiba saja muncul di semua media elektronik tak terkecuali papan LED yang ada di gedung-gedung dan persimpangan jalan besar pusat kota ataupun transportasi umum seperti mereka, atau ada juga yang menonton berita itu via streaming media social.

“Kai Kim di tangkap saat mencoba kabur di sebuah villa di Akita, Jepang setelah kabur dalam pengejaran polisi atas kasus penculikkan dua orang, yang dikabarkan sebagai anak atasannya dan wanita yang menolak cintanya. Kai Kim juga menjadi tersangka kasus kebakaran besar di Industry Gohaeng yang memakan korban jiwa pada 10 tahun lalu. Dalam waktu dekat, Kai dan seorang anak buahnya akan mendapatkan putusan sidang dari pengadilan Seoul. Kasus ini diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk hukum di dalam negeri karena lalainya dakwaan saat Kai di penjarakan di Jerman.”

Orang-orang mulai mengaspirasikan suara mereka di sebuah situs café, berita itu bahkan sampai ke luar negeri. Seseorang yang menilik tontonan penumpang subway dan beberapa artikel yang mereka baca membuatnya sedikit menarik senyum puas. Ia pun bersiap untuk turun karena telah tiba di tempat tujuannya.

**

Kakinya tak lagi melangkah saat ia turun dari bus yang membuatnya turun di sebuah halte tepat di depan stasiun televisi. Ia bukan karyawan di sana sebetulnya, namun ada hal yang harus ia serahkan, karena ia tidak dapat mengungkapkan ini sendirian, ia butuh sesuatu agar semua orang tahu. Tunggu, ini bukan rasa percaya dirinya yang tinggi karena dirinya yang cantik dan cukup cocok menjadi pusat perhatian. Bukan itu, namun harus ada yang benar-benar harus ia sampaikan, untuk menebus kesalahannya. Ia yakin satu hal, bahwa Tuhan pasti akan memperbaiki dirinya mulai dari detik ini. Ia menghela nafasnya berat, mencoba untuk yakin melangkah masuk ke dalam sana, setelah sekitar sepuluh menit bolak-balik di depan gerbang gedung stasiun televise itu, akhirnya ia melangkah masuk.

Ia membutuhkan media untuk menyampaikan ini semua.

Ia diminta duduk dan menunggu orang yang berwenang menemuinya, “Anyeonghaseo, aku Kwon Hyunbin –‘ perkenalan reporter itu terhenti begitu melihat orang yang menunggunya. Ia pun hanya tersenyum pada reporter itu dan mempersilahkan untuk duduk.

Setelah menjelaskan situasi, reporter bermarga Kwon itu bersuara, “Kau yakin tentang ini, Agasshi?tanyanya lagi untuk kedua kalinya, ia mengangguk dan mengeluarkan sebuah flashdisk dan menyerahkannya di depan lelaki bertubuh tiang listrik itu. “Aku hanya bisa mengandalkanmu, mohon bantuannya.”ujarnya lalu menundukkan kepala, Hyunbin hanya bingung seraya mengusap tengkuknya, tentu saja ini bisa jadi titik balik karirnya entah menjulang tinggi atau merosot tajam ke bawah. Namun, melihat ekspresi orang yang memintanya membuat ia akhirnya menjawab, “Baiklah. Aku akan siarkan, berita jam 9 malam hari ini.”

Reporter itu hanya menatap punggung orang itu yang menjauh dan menaiki elevator –menghilang dari pandangannya, ia kemudian teringat kembali begitu melihat lagi flashdisk yang diberikan tadi. “Tolong.. jadikan ini sebuah breaking news.Aku harus membuat bukti, karena aku tidak mempunyai salinan apapun. Setelah ini aku akan ke kantor polisi dan menyerahkan diriku.”

**

Orang-orang tampak begitu ramai, dengan apa yang mereka saksikan sekarang entah itu di ponsel pintar mereka yang sudah sangat canggih, ataupun artikel online yang mereka baca, kecepatan internet membuat berita itu menyebar dengan cepat.

Oppa!! Cepat lihat ini!” teriak adik Jaebum dari kamarnya, “Bukankah wanita itu yang tinggal di sini dulu?” tanya sang adik lagi.

**

Jackson yang sedang memainkan ponsel dan Dahyun yang sedang mebaca artikel online juga kaget bukan main, “Ini..bukan main-main, Wang?”tanya Dahyun pada Jackson yang masih sama terkejutnya dengan Dahyun, ia bahkan membaca judul berita itu berkali-kali. “Sepertinya tidak.”

**

Miyeon yang sedang melayani pelanggan yang sedang makan siang juga terpana melihat siaran breaking news itu, headline beritanya bertuliskan,

-=“Pengakuan istri  Presdir Song Corp., nyonya Park yang membunuh ayah mertuanya.”=-

Lap tangan yang ia gunakan mengelap meja terjatuh, ia tidak menyangka dengan berita itu. Ia tidak tahu bagaimana harus mengatakan hal ini pada Baekhyun yang sedang perjalanan bisnis ke Amerika sebagai rangka pembukaan perusahaan farmasinya dengan Namjoon di sana.

*[Isi dari video: Halo, aku  Park Aeri, direktur utama dari Song Corp. dan istri dari Tuan Song Yunhyeong aku ingin membuat sebuah pengakuan atas kejadian 3 tahun lalu yang membuat keluarga suamiku berduka. Ayah mertuaku tutup usia yang banyak orang tahu adalah karena sakit. Namun, sebenarnya bukan itu, aku dengan sadar mengakui itu bukan karena sakit. Aku benar-benar gelap mata saat itu, ketika beliau ternyata mengetahui bahwa aku berselingkuh dari suami pertamaku, saat menjalani hubunganku dengan putranya, Yunhyeong aku memutus oksigen yang mensuplai pernafasannya dengan kedua tanganku sendiri.. aku membunuh ayah mertuaku adalah benar, aku tahu, kesalahanku mungkin tidak akan diampuni oleh semua orang, terutama suamiku, dan juga putraku.. untuk itu, melalui video ini, aku meminta maaf walau aku tahu itu tidak akan membalikkan keadaan ataupun membuat ayah kalian –Jieunssi dan Yunhyeongssi kembali pada kalian. Aku memohon maaf karena begitu pengecut sebagai seorang manusia. Aku memang manusia yang serakah, setelah video ini tersebar lewat media, aku akan menyerahkan diri ke polisi. Dan, untuk Yunheo, putra ibu.. maaf atas tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu. Kau boleh marah pada ibu, dan begitulah seharusnya. Selama ibu tidak ada, tolong tetap menjadi anak yang baik.. Ibu mencintaimu. Aku akan mengundurkan diri dari posisiku sebagai presdir.Dan, yang terakhir, aku meminta maaf kepada orang-orang yang aku lukai, aku tahu ini tidak akan cukup. Aku akan menerima segala hukuman yang hakim putuskan nanti. Terimakasih.]

**

Yunheo yang melihat siaran itu menangis di pelukan Yerin, sementara di tempat lain, Eunha mengangguk begitu ia melihat daftar orang-orang yang akan di wisuda bulan depan. Setelah usaha mati-matian menyelesaikan skripsi yang rasanya ingin mengumpat tiap kali menyerahkan itu akhirnya studinya usai juga. “Kita lulus karena beruntung atau karena kita berusaha sangat keras?Tapi, aku senang akhirnya kita lulus juga dan tidak perlu mengulang.”ucap Jungyeon yang membuat Eunha tertawa saja, tiba-tiba saja Jungyeon tersentak dan mengeluarkan ponselnya.

“Kau sudah tahu berita yang sedang heboh sekarang –beredar video pengakuan istri dari presdir Song Corp tentang ayah mertuanya yang ia bunuh.”kata Jungyeon lalu memperlihatkan video itu pada Eunha, namun gadis itu tak begitu tertarik dengan hal itu dan memilih untuk berjalan menuju halte bus. “Tapi, aku seperti pernah melihat tata ruangan di video itu sebelumnya, Eunha-ya.”gumul Jungyeon tampak berfikir, Eunha tiba-tiba tertawa keras, sampai-sampai atensi Jungyeon teralihkan menjadi melihat Eunha. “Kenapa?”

Eunha menggeleng, “Tidak apa-apa, hanya saja aku mendapat kabar bahwa surat pengunduran diriku di D Magazine sudah disetujui oleh presdirnya.”ujarnya berdusta, yah,keputusan tentang itu masih hanya ada dalam benak Eunha, ia memang sudah menyerahkan surat pengunduran diri, namun belum ada hasilnya. Bus datang, Eunha ingin melangkah, namun Jungyeon justru menahannya, karena merasa bingung. “Kau biasanya tidak naik bus yang itu.”katanya, Eunha hanya membuat temannya kembali duduk dan berkata, “Aku ingin melihat hasil sidang putusan anak dari professor Kim.”

Jungyeon akhirnya meng –oh kan setelah mendengar jawaban Eunha, meski Jungyeon tampak tidak mengerti pada Eunha yang masih berani untuk menemui orang yang hampir membahayakan hidupnya. Eunha pun menaiki bus, dan duduk di bangku paling belakang lalu melambai pada Jungyeon.

**

Eunha duduk di luar ruang sidang, menunggu seseorang keluar dari sana. Tentu saja, ia tidak punya nyali yang cukup besar untuk turun sendiri ke ruangan yang sama dengan orang itu sendirian. Ia tidak cukup gila, untuk menjadi korban kemarahan Kai –seperti yang ada di film-film, ketika dakwaan diputuskan ternyata si terdakwa bersalah –lalu Kai bersumpah serapah akan balas dendam jika keluar nanti, memikirkannya saja mengerikan, apalagi betul-betul Eunha alami, ia bisa mati detik ini juga.

Dengan ini, memutuskan terdakwa Kim Jongin dijatuhi hukuman seumur hidup!” ketukkan palu tiga kali dari meja hakim menjadi berakhirnya hasil putusan sidang atas kasus kriminal yang sudah Kai lakukan, tentu saja atas  Gohaeng –industry hingga akar-akarnya, dan juga percobaan tabrak lari, yang terakhir adalah kasus penculikan berencana membuat lelaki tampan nan cerdas itu berakhir di jeruji besi. Ia dibawa oleh petugas, namun sebelum ia keluar dari pintu khusus yang ada di belakangnya, ia menundukkan kepala kepada seseorang yang hadir di kursi penonton. Lantas, tanpa berkata apa-apa lagi dan juga tanpa perlawanan ia pergi dari sana.

Lelaki yang diberikan bungkukkan tadi juga tidak terlalu paham apa makna dari tundukkan itu sendiri, apakah ia meminta maaf padanya atas semua yang ia lakukan, ataukah berterimakasih karena tidak marah padanya? Lelaki paruh baya dengan professor yang disandangnya segera menuju pintu keluar ruang sidang itu. Jika ditanya bagaimana perasaannya, tentu saja hancur tak terbentuk –namun, ia juga tidak ingin lagi membela sang anak, karena memang ia pantas mendapatkan hukuman itu.

Eunha segera berdiri begitu orang yang ia tunggu keluar dari ruang sidang, nampak Professor Kim sedikit terkejut, dengan rasa malu ia mengulas senyum ulas pada Eunha. Merekapun mengobrol di sebuah taman. Eunha dan professor Kim duduk di sebuah bangku panjang di bawah pohon rindang yang tertutup salju. Nafas keduanya begitu berasap karena cuaca cerah walaupun musim dingin.

“Professor Kim.. bagaimana kabar anda?”tanya Eunha memulai perbincangan, Professor Kim menghela nafasnya panjang, ia kemudian menaikkan kacamatanya yang merosot. “Aku baik, bagaimana pengobatanmu?” Professor Kim kembali bertanya pada Eunha yang disambut dengan sebuah senyuman kecil dan mengangguk, “Sudah selesai minggu lalu, professor.”jelas Eunha lalu memberikan ginseng sachet yang sudah ia tusukkan dengan sedotan, ia menginterupsi Professor Kim untuk meminumnya, meski segan akhirnya ia meminum ginseng pemberian Eunha, “Selamat atas kelulusanmu. Dan juga, aku minta maaf atas nama anakku, Eunha-ya. Aku sebagai seorang ayah merasa begitu buruk.”kata Professor Kim menahan sesaknya, Eunha kemudian merasa iba, ia bahkan tidak pernah berfikir seperti itu, ia kemudian memberikan sapu tangan yang ia bawa untuk professor Kim.

 “Ini adalah tentang hidup Kai, apapun yang sudah ia lakukan sama sekali tidak ada hubungannya dengan anda. Ia hanya memilih jalan yang salah, ia keliru akan beberapa hal. Jadi, anda jangan merasa seperti itu, itu membuatku merasa buruk.” Eunha menepuk punggung professor Kim, bagaimanapun juga –ia juga tetap manusia, itu kesalahan anaknya lantas apa ia harus punya alasan untuk membenci ayahnya? Dan, tentu saja bagaimanapun juga seorang ayah akan merasa seperti professor Kim, ia bahkan tidak dapat berdeklarasi dengan jelas bahwa ia lebih berduka dari siapapun, jadi, Eunha harap orang-orang di luar sana mempunyai pemikiran yang elegan, karena tiap insan manusia mempunyai pilihan mereka masing-masing sekalipun mereka berhubungan darah, dan setiap orang pasti pernah berbuat salah karena mereka keliru dalam memutuskan sebuah pilihan.

Kelihatannya, professor lebih sedih dari yang Eunha kira, ya bagaimana tidak? Ia mempunyai gelar maha dan anak-anak yang cerdas tetapi pilihan hidup mereka berakhir di penjara. Jadi, masih menenangkan professor Kim yang sudah cukup berjasa dalam masa studinya disamping beliau adalah ayah dari seorang lelaki yang hampir membahayakan nyawanya ia tetap menaruh sebuah simpati atas musibah yang menimpa dosen kesayangannya itu. “Professor Kim, jika aku boleh tahu hakim memvonis Kai berapa lama?”

“Dia dihukum penjara seumur hidup. Itu pantas ia dapatkan atas apa yang semua ia lakukan.”

**

3 month laters..

-= “Hakim memutuskan, putusan sidang atas dakwaan pembunuhan tidak berencana yang dilakukan oleh pelaku tunggal  Park Aeri pada 23 Juli, 2015 atas pertimbangan dari  hakim dan perangkatnya atas putranya yang sakit Leukimia maka, saudara Park Aeri dijatuhi hukuman, 2 tahun masa hukuman yang terdiri atas 1 tahun menjadi tahanan kota, dan 1 tahun menjadi pekerja sosial. Dengan ini, sidang dinyatakan selesai.”=-

Aeri tersenyum ikhlas begitu mengetahui sidang putusan kasusnya, sementara, begitu ia melihat Yunheo yang duduk bersama Yerin, langsung mengajak Yerin untuk pergi dari sana, meski begitu melihat ibunya ia menangis di pelukkan Yerin. Aeri mengerti, bahwa memang itulah hal yang normal, daripada Yunheo tidak marah padanya, kelak, jika  anak itu sudah lebih besar pasti ia akan mengerti, dan Aeri benar-benar terima jikalau memang itu adalah hukuman sebenarnya yang diberikan untuknya dari Tuhan.

Yunhyeong tidak datang disidang itu, begitu juga Jieun dan Myungsoo. Aeri tahu betul, semua orang pasti terluka atas perbuatannya. Pengacara Aeri kemudian menyerahkan sebuah amplop berwarna kuning telur pada Aeri, “Ini dari Yunhyeong-ssi. Sebaiknya kau membacanya sendiri.”kata pengacara itu, Aeri hanya menatapi amplop itu saja, lalu mengalihkan pandangannya lagi pada pengacara itu, “Aku pulang duluan, Aeri-ssi.”

“Gumapseubnida, byeonhosa-nim.”ujar Aeri, dalam perjalanan pulang, ia mulai membaca surat itu.

[for: Istriku Park Aeri.

Aku kembali bercermin pada diriku lagi ketika menuliskan panggilan itu untukmu. Apakah, aku benar-benar pantas untukmu? Ataukah harus aku menyalahkanmu atas semuanya. Dalam menulis ini, aku sempat memikirkan haruskah mengambil sebuah keputusan cerai sebagai jalan akhir dari kita.

Namun, rasanya aku begitu tidak memiliki harga diri jika menceraikanmu karena, aku mendapatkanmu dari sebuah jalan yang buruk. Aku bodoh, namun, kau harus tahu aku tidak pernah menyesal untuk menikahimu, karena aku mencintaimu.

Maaf, karena telah membuatmu menderita begitu banyak tanpa aku tahu dan hanya menyudutkanmu sebagai orang yang bersalah. Hubungan kita merenggang, entah aku yang mendorongmu untuk pergi ataukah dirimu yang menjauh, aku tidak tahu. Namun, aku rasa, aku butuh berfikir dan begitu juga dirimu.

Perusahaan aku serahkan pada Jieun noona, aku tidak tahu sampai kapan akan pergi untuk menenangkan diri, kau bisa membawa Yunheo, aku sudah menyiapkan apartemen rumah untuk kalian, aku akan kembali ke rumah itu jika sudah lebih baik. Kita butuh waktu untuk sendiri dan kembali berfikir hingga semuanya membaik. Aku menyanyangimu dan Yunheo.]

**

Eunha tertawa lepas begitu sesi foto untuk lempar toga berlangsung. Setelah si photographer meng-okaykan hasil fotonya yang dinilai sudah bagus merekapun segera berbaur ke segala arah untuk menemui kerabat mereka masing-masing.

Beberapa teman-temannya menyelamati Eunha karena gadis itu mendapat predikat cum-laude. Senyum Eunha masih tertaut melihat orang-orang yang ada pendampingnya entah itu orang tua mereka, pacar mereka, bahkan ada juga yang hadir dengan anak-anak mereka. Ia teringat dengan Eunki, tentu saja jika adiknya itu tumbuh sehat dan baik pasti lelaki itu sudah datang, senyumnya hampir pudar begitu hanya mendapati orang-orang lain saja yang di datangi pendamping, orang-orang sedang asyik foto bersama.

Sosok seseorang yang datang membuat Eunha kembali menautkan sebuah senyuman, bukan senyuman bahkan ia menitikkan air matanya. Wanita itu datang membawa bunga untuk Eunha, ia kemudian berjalan dan Eunha segera memeluk wanita paruh baya itu. “Eomoni..aku kira tidak akan ada yang datang. Aku sudah sangat iri melihat orang lain mempunyai pendamping wisuda.”kata Eunha seraya mengusap air matanya.

Wanita itu tersenyum, “Maafkan aku karena terlambat, Baekhyun juga meminta maaf karena harus menghadiri konfrensi perusahaannya di Beijing.”kata wanita itu yang adalah Ibu Baekhyun. Eunha hanya tersenyum memaklumi saja, tentu saja, Baekhyun sibuk dan Eunha harus memaklumi itu. Ia hanya memandangi kalung yang ada dilehernya, itu adalah hadiah Baekhyun atas berakhirnya studi Eunha. “Eunha Noona!!”teriak seorang anak dari kejauhan, Eunha segera melambai begitu melihat anak itu, bahkan memeluknya seperti adiknya sendiri. “Yunheo-ya~”kata Eunha lalu mencubit pelan pipi Yunheo. Ia kemudian mengacak rambut Yunheo, “noona, kau sangat cantik hari ini.”puji Yunheo dengan wajah innocent nya. “Benarkah?Terimakasih..”

Eunha POV

Hari ini, adalah hari kelulusanku.Namun, Baekhyun tidak datang. Tentu, aku harus memahami dia karena Baekhyun adalah pria dewasa, sementara aku hanya seorang gadis menuju proses menjadi orang dewasa yang sesungguhnya. Pekerjaan dan profesionalitas adalah prioritas Baekhyun, sementara gadis berumur 24 tahun ini menganggap prioritasnya adalah jurnalistik siaran dan juga Byun Baekhyun? Jika ada orang yang bertanya apakah Baekhyun menempatkan aku sebagai prioritasnya, aku rasa tidak. Terbukti, dari dia yang terkadang hampir tidak menghubungiku selama seminggu penuh dan hanya membalas jawaban yang sifatnya parsial.

Dia juga hanya mengatakan selamat malam ketika sudah siang di Seoul, kedengarannya aku seperti sedang berchattingan dengan orang gila.

Menyebalkan.

Aku mendapat kabar bahwa Aeri sempat mengunjungi Ibu Baekhyun saat aku sedang tidak berada di Seoul beberapa minggu sebelum putusan pengadilannya keluar. Meski, ia menjadi pekerja social, Yunheo tetap tidak bisa dirawat olehnya, akhirnya Ibu Baekhyun yang ditunjuk menjadi wali untuk merawat Yunheo, dan ibu Baekhyun dengan senang hati merawat Yunheo, bahkan ibu Baekhyun juga menjadi donor Yunheo untuk operasi sumsum tulang belakang anak itu, Yunheo kini sudah sedikit lebih pulih walau tetap harus check-up ke rumah sakit. Soal, Song Corp. kini dipegang oleh bibinya Yunheo, Jieun atau kaka dari Yunhyeong –suami Aeri.

Setiap malam, aku dikejutkan oleh Sowon dan Jaebum yang berpacaran di ruang tengah, meski tidak melakukan kegiatan apapun, mereka terus berbincang seakan cerita yang mereka bicarakan tidak habis-habis, itu membuatku terganggu terkadang dan memilih untuk pergi saja ke rumah Jungyeon ataupun ketika mendesak aku akan ke rumah Ibu Baekhyun ahjussi dan menginap di sana.

Jisoo sering pergi ke Ilsan hanya untuk belajar fotografi dengan Sungjin yang kebetulan mengambil jurusan itu di kampusnya. Sepertinya, mereka dalam penjajakan hubungan yang serius.Jadi, aku hanya sendirian. Difikir-fikir lagi, sepertinya hanya progress percintaanku yang lambat.

Aku sendiri, memutuskan untuk keluar dari D Magazine setelah aku berhasil masuk stasiun tv DBC, meski bukan stasiun TV besar, aku berhasil menjadi reporter lapangan, dan aku sudah berkerja selama sebulan mungkin?Entahlah, aku menikmati pekerjaanku di sana, meski sesekali aku, Yuri sunbae dan juga Wonwoo pergi makan dan menonton bersama di akhir pekan.

Baekhyun ahjussi memiliki karir yang sukses, tidak ada lagi yang ingin kukatakan selain dia yang sangat sibuk berpergian kesana-kemari, aku sendiri saja benar-benar tidak memiliki tatap muka dengan dia selama musim dingin ini. Lagi, aku harus bilang dia menyebalkan. Kerjaannya hanya pamer foto landmark negara-negara yang ia kunjungi, ketika aku tanya kapan mengajakku kesana, dia malah hanya menjawab, gunakan uang sendiri. Ya ampun, tuan Byun itu sangat pelit, asal kalian tahu saja.

Hubunganku dengan ahjussi, seperti berjalan di tempat. Ini seperti kau berada di perempatan jalan besar, dan kau dilemma antara harus menyebrang atau tidak. Aku baru saja menerima pesan video dari ibuku, isinya hanya ia yang memvideokan jemari Eunki yang mulai bergerak dan aku mulai menangis karena itu, saat aku ingin memberhentikan video itu, sebuah suara muncul, dan itu adalah ibuku.

[Video:

Eunha –ya, ini ibu. Seseorang datang menemui ibu beberapa bulan sebelumnya, ia memberiku sebuket bunga rose quartz, entah dari mana ia tahu.. ia mulai mengatakan sebuah kisah masa lalu yang menyebabkan ibu sangat membencimu selama 10 tahun lebih, aku sempat tidak percaya dengan apa yang ia katakan, namun setelah lelaki itu pergi, dokter memberi tahuku bahwa Eunki dapat menggerakan jemarinya seperti yang kau lihat tadi, aku fikir, lelaki itu benar-benar tulus mendoa’kan kesembuhan Eunki, dan beberapa hari lalu, ia juga sudah mulai membuka matanya, meski responnya memang belum begitu baik, tapi.. ibu sangat bahagia, Eunha.. Eunha –ya, putri  ibu, mungkin terlambat untuk mengatakan ini, tapi ibu meminta maaf padamu.. atas kemarahanku padamu selama ini, atas aku yang menyalahkanmu atas kemalangan yang menimpa keluarga kita, ibu meminta maaf.. Ibu merasa harus meminta maaf padamu, karena lelaki itu bilang, ia lebih mengerti dirimu dari siapapun.. dan mendengar itu, ibu benar-benar terluka.. mungkin, kau tidak akan mudah memaafkan ibu, tapi.. ibu tahu kau menyanyangi Eunki dan ibu, terimakasih sudah tumbuh dengan baik, Eunha –ya. Ibu,, sungguh menyanyangimu.]

Eunha menangis melihat video itu, membuat beberapa orang yang ada di sekitar Eunha menatapnya dan menjadikannya pusat perhatian. Miyeon yang melihat itu segera membawa gadis itu dalam pelukkannya, meski tentu saja Eunha memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dari Miyeon. “Gwaenchanha.. kita bisa membuat sebuah akhir yang baru dari sekarang. Lupakan saja masa lalu..semua orang berhak memberi maaf dan meminta maaf..Eunha.”

**

May, Summer..

Eunha segera ambruk begitu tiba di kamarnya, akhir-akhir ini ia menginap di Rumah Ibu Baekhyun karena jaraknya lebih dekat dari tempat kerjanya. Ia baru saja kembali dari liputan badai yang terjadi di Busan, ia menempati kamar Baekhyun seperti waktu itu saat insiden mengerikan itu. Mari kita lewati saja, jadilah, kini Eunha sedang tidur tengkurap dengan posisi tidak elitnya saking lelahnya, ia juga terjangkit flu begitu pulang dari sana, bagaimana tidak? Ia meliput benar-benar di atas gedung dan itu badai besar, pantas saja jika sekarang ia sibuk sesekali menyeka hidungnya yang benar-benar gatal bahkan sampai-sampai mukanya memerah karena flu beratnya.

Tok tok!

Ketukkan pintu itu Eunha abaikan, ia sedang tidak mood karena kepalanya yang benar-benar berat. Ketukkan itu masih saja berlangsung hingga akhirnya Eunha murka dan melempar kotak tisu ke pintu, “Kalau mau masuk, masuk saja! Aku sedang tidak mood!”kata Eunha lalu menutupi wajahnya dengan bantal.

Suara deritan pintu terdengar, langkah masuk seseorang mengisi pendengaran Eunha. Namun, Eunha masih tidak perduli, karena selain ia sedang tidak enak badan, yang kedua ia sedang pre-menstruation syndrome dan yang terakhir adalah Baekhyun yang mematikan telfonnya saat ia sedang asik bercerita tentang liputannya yang mendapat pujian dari atasannya.

Si pengetuk pintu kemudian ikut tiduran di atas kasur empuk itu bersama Eunha.Lelaki itu iseng meniup telinga Eunha dan tambah membuat Eunha kesal, begitu Eunha berbalik ia tersentak dan hampir saja ia terjungkal kalau saja tangan itu tak segera menahan lengan gadis itu. “Ya Tuhan!!”kata Eunha melotot kaget, “Kau selalu ceroboh,”katanya lalu mengulas sebuah cengiran dan menyentil kening gadis itu, lalu tertawa renyah, melihat bagaimana rupa gadisnya ini begitu abstrak.

Eunha menyeka hidungnya lagi, “Karena kau membuatku kesal.”sinis Eunha lalu membuang muka. Namun, berkat jurus aikido yang dipelajarinya, jadi dengan cepat ia membalikkan posisi Eunha menjadi berhadapan dengannya. Ia menaruh punggung tangannya di kening Eunha, “Kau demam. Mau aku buatkan sesuatu yang hangat?”tawar Baekhyun, Eunha hanya mengerucutkan bibirnya dan masih tak menatap Baekhyun. “Tidak usah.”dengus Eunha, seraya memainkan tisu yang ia pegang.

“Kalau begitu,” Baekhyun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Eunha, mata gadis itu membulat menatap Baekhyun, “Mau apa?”tanya Eunha cuek. “..kau harus minum obat.”lanjut Baekhyun. Eunha masih terdiam, tidak menjawab Baekhyun. “Jika kau tidak menjawab aku akan menciummu.Aku akan menghitung sampai 3.”kata Baekhyun lagi, dan Eunha masih diam saja, Baekhyun tersenyum usil, “1..” dan Eunha masih diam juga, namun wajah gadis itu nampak berfikir. “2..” Eunha kini hanya mendehem pelan, karena sekarang lehernya sangat tidak enak.

Baekhyun mendekat dan “Baiklah. Baik. Tuan Byun kau sangat –‘ Eunha terdiam karena tiba-tiba saja Baekhyun mengecup bibirnya. Gadis itu salah tingkah dengan perlakuan Baekhyun, “Kau. Melanggar perjanjian.”ucap Eunha, namun Baekhyun hanya menggangguk saja tanpa beban. Baekhyun kemudian kini berada di atas Eunha, gadis itu tak dapat berkata apa-apa karena kini Baekhyun sudah mengunci pergerakannya, bibirnya mulai melumat bibir Eunha, awalnya Eunha diam saja, namun lama kelamaan ia tidak dapat menahannya juga, ia pun membalas lumatan Baekhyun, tak begitu lama kemudian bibir mereka yang tertaut lepas perlahan. Eunha kemudian tertawa kecil, “Sepertinya, kau tidak akan bisa menghadiri rapat-rapat direksi, Tuan Byun.Kau akan flu berat sepertiku.”

“Tidak apa-apa, karena kau yang akan merawatku.”

**

“Kau turun duluan, aku akan mencari parkir mobil dulu.”titah Baekhyun kemudian membuka pintu passenger Eunha yang ia kunci saat mengemudi.Eunha sebagai pengikut agenda hari ini hanya menuruti saja,lantas ia masuk ke dalam sebuah restaurant yang kelihatannya cukup mahal. Mungkin, untuk Baekhyun tidak.

Seorang resepsionis menyambut Eunha dengan ramah, “Eoseowasipsyeo, reservasi meja anda atas nama siapa?” Eunha tersenyum manis, “Byun Baek Hyun.” Setelah itu, Eunha diiring ke sebuah meja yang terletak di lantai 1. Eunha cukup lama menunggu Baekhyun datang, mungkin sekitar 20 menit sudah berlalu, ia pun mengecek ponselnya dan ketika sedang asik chat dengan Jisoo, tiba-tiba saja Baekhyun datang, dengan seorang lain di sisinya.

Eunha segera berdiri, sikapnya menjadi gugup begitu melihat kehadiran orang yang tak disangka akan hadir dalam hari dimana ia sudah begitu bahagia. “Eomma.

Ibunya melangkah menghampiri Eunha, belum berkata apapun wanita paruh baya itu sudah berderai air mata. “Eunha –ya.” Dengan ragu dan diliputi perasaan gugup akhirnya ia melangkah kearah sang ibu berdiri dan memeluknya.

**

Makan siang antara tiga orang itu akhirnya usai, Baekhyun kemudian membuat sebuah suara dari dentingan gelas dan sendok yang membuat atensi dua wanita itu beralih padanya. Lelaki itu tersenyum dan menghadapkan bangkunya kearah ibu Eunha duduk. “Eomoni..terimakasih karena sudah memenuhi janjimu untuk makan siang bersamaku, meski aku juga mengajak Eunha di sini, tidak apa-apa,kan?” Ibu Eunha tersenyum lalu menggeleng, Baekhyun pun kemudian melanjutkan, “..hm, sebelumnya aku sudah lama memikirkan ini selama enam bulan terakhir aku tidak bertemu tatap dengan Eunha, seperti kataku, aku ingin berterimakasih pada anda karena telah melahirkan anak secantik Eunha..” Mendengar Baekhyun berbicara seperti itu membuat Eunha tersenyum, tersipu malu. Sementara, Ibu Eunha masih mendengarkan sambil memegang tangan putrinya. “Terimakasih, Baekhyun –ah.”katanya kemudian.

Baekhyun menarik nafas dan menghelanya kembali, ia kembali melanjutkan. “Hari ini aku telah memutuskan setelah mempunyai pilihan, meski aku tidak yakin apa yang Eunha pilih juga sama denganku. Namun, eomoni.. aku sudah memutuskan untuk membuat sebuah akhir bersama Eunha, putrimu.. apa anda memberi restu untukku menikahi Eunha?”

Eunha menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, sungguhkah ini seorang Byun Baekhyun?, sementara Ibu Eunha menitikkan air mata, “Apapun keputusan Eunha soal pilihannya, aku setuju saja..asalkan itu membuat Eunha bahagia,”ucap Ibu Eunha memberikan petuah, Baekhyunpun beranjak dari bangkunya, dan mengajak Eunha untuk berdiri. Ia memegang tangan Eunha erat, lelaki itupun berlutut di depan Eunha, dengan memberikan sebuah kotak cincin di depan Eunha, gadis itu sudah menitikkan air mata.

“Baek Eunha –ssi, gadis yang aku temui lima tahun lalu saat musim dingin, meski awal pertemuan kita bukanlah yang hal yang baik, dan perjalanan kita penuh dengan bahaya, maukah kau membuat sebuah akhir yang baru bersama pria yang banyak kekurangan ini? Meskipun nanti, dalam perjalanan kau kembali dihadapi pada sebuah bahaya dibalik sebuah bahagia yang tercipta, Baek Eunha –ssi.. neorang nan kyeoreon –haejullaeyeo?”

Eunha tersenyum bahagia, ia masih berderai air mata haru. Ini jelas adalah sebuah perjalanan panjang, seperti kata Baekhyun jikalau nanti akan ada bahaya jika mereka bersama, akankah Eunha tetap bersedia membuat sebuah akhir baru bersama dengan lelaki ini?

-= NU ENDING =-

-=KKEUT!=-

a.n ;

KKEUT!

S

E

L

E

S

A

I

.

.

.

.

TAPI BOONG.

NGGAK KOK ITU EMANG ENDING DARI LET ME IN.

Jadi, buat kalian janganlah protes karena kejelasan cerita pemeran utama di sini akan ada di EPILOG LET ME IN. So, kalian jangan sedih dulu, kalau akhirnya gitu doing wakakakaka. Bagaimanapun, dari FF ini saya berbicara tentang Takdir. Kita sebagai manusia tentu aja punya takdir. Dari takdir yang gak bisa diubah, kita punya nasib dimana kita dapat menentukan pilihan untuk membuat sebuah keputusan, Jadi, apa yang kalian dapatkan dari cerita ini?

 Saya sebagai penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada ALLAH SWT yang memberkahi saya tangan, gadget, otak geser saya, imajinasi yang tak terbatas, mager de el el. Dan terimakasih juga atas dukungan kalian yang menyemangati, atas para pembaca yang rajin komen, rajin like, rajin siders *ehhh

 dan para admin serta staff EXO FFI yang membantu dalam publish ff abal sayah..

Terimakasih kepada oppa dan unni atau dedek gemes yang mungkin nyangkut dalam cerita ini, terimakasih juga untuk para ORIGINAL CHARACTER yang saya ciptakan, serta para visual-visual ciptaan allah yang kece kece 😀

POKOKNYA buat kalian lav you lav you, neomu neomu saranghae!

SEE YOU IN THE NEXT STORY, EH, NEXT CHAPTER (EPILOG)

Di chapter epilog ada pengumuman baru gengs hehe so please wait!!

19 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let Me in (Chapter 24 – END : Nu Ending)”

  1. Yahh… Gak kerasa udah ending Yaaa…😂
    Jempol untuk Ae-ri yang udah berani ngakuin kesalahannya…
    Buat Baek-Ha… Selamat menempuh hidup baru Yaaa…
    Buat bebeb Yunheo semoga bisa sembuh total… Ugh…akhirnya kita akan berpisah….😭 Ugh alay…
    Dan yang terakhir buat author makasih karena telah membuat cerita yang luar biasa tanpa harus membuat kami para reader tergantung d tengah jalan…kami sayang author jadi teruslah berkarya…😊

    1. sama sama udah baca cerita sy juga thanks banget dan komennya heheheh
      seneng bs menghibur.. well cerita baru akan hadir di wattpad silahkan di cek
      @krinvi yaaa morish 😂😂 buat epilog yha.. smoga gak mengecewakan.. special chapter di wattpad oke ?

  2. huwaaa ffnya ending’ aq bahagia siih’ tapi sedih jg. aq tipe yg susah move on dari sebuah crita jg dari drama.. ( lebay bnget yak aq )
    .aq terharu moment eunha sama omanya. akhirnya baikan jg.
    aery sama yunhyong kalian mimilih jalan yg baik’ bersamalah kmbali demi younho. bukalah lmbaran baru dan lupain masa lalu.
    baek so sweet. bikin iri tapi…😢😢 selamat atas kemenanganmu melawan rasa gengsimu yg setinggi langit atas eunha’ banyak”lah berterima kasih padanya karna dia masih setia nunggu selama 6 bulan km gak ada kbar . ( jahat banget )
    .sangat puas sama ANDnya ‘ di tmbh ff ini bnyak kata yg bner” bermakna tentang hidup. makasiih buat itu ka ..
    gak sabar nunggu epilognya .. aq tunggu.. tetap semangat. 💪💪
    LOVE YOU KK 💖💖

    1. wkwkwkkw makasi juga udah baca yaa atik 😊 alternatif nyalurin stress cuman nulis aja sih wkwkwkwk
      btw.. check aja wattpad kalo mau liat yang baru yaa

  3. Awalnya baca senang..
    Terharu . D’part tengah pass cuap” dari eomma eunha..
    Bahagia pass terakhir..
    Gk sabar nunggu epilog nya. Bgmna..
    😀😀
    D’tunggu selalu kak..

  4. aaah….baekhyun sweet banget pengen di gituin*ups.disini aku suka banget sama karakter yunhyeong pokok nya gak sabar nunggu epilog nya eh btw chapter ini gak di pasword ya,gpp lah.hwaiting..

    1. udah males aku mau komplain hehehe
      soalnya ini juga late banget postingnya.. 😑 yaudah biarin bonus buat yg baca biar gak mati penasaran wulan.
      epilognya gak tau bisa buat kallian puas apa enggak

  5. sweet banget yaa… berbulan” jarang hubungin, pas pulang langsung nglamar aja… baek meditasi dulu apa yaa.. nyari ilham bner jodohku apa gk gitu mgkn…
    patut ditiru, tapi kebanyakan kalo gk dihubungin lama apa lagi berbulan” ditinggal cari yg lain…tapi itulah ujian kesetiaan….
    aeri-yunhyeong udah sadar diri dan milih jalan masing” yg terbaik buat mreka.. plng gk ngejernihin pikiran mreka dulu lah.. bagussss
    yunheo jg.. tetep sehat tetep semangat walaupun gk ada orang tua…
    sedih harus ending, tapi gk papa biar cepet kelar masalahnya, kelar sedihnya, menuju kebahagiaan..asikkkkk
    kirimin undangannya yakkkk baek..
    makasih author-nim udah buat cerita yg the best for me, menyentuh dihati, makasih, gomawo, thank you

  6. Aku suka sama Normal Pov.a itu kata-katanya manis banget.. 😂 Hahaha… Itu Baek baru plang langsung ambil bagian aja😃 Daaaannn wow eunha di lamar. Totwiiit bgt sih baek😍,, itu kapan ya aku yg dilamar keg gtu sma baekhyun😅

  7. akhirnya happy ending….tpi masih agak gantung…
    puas sma ending semua cast…
    aeri sma kai dapet ending yg setimpal….
    ditunggu epilognya kak…..
    jangan lama2…… 😉

  8. akhirny selesai jga…
    Tpi gk rela banget harus berakhir kk. akhirny eunha ma baekhyun happy ending walaupun gantung sich. Tpi kn ad epilogny

    mksih byk ya kk. Dh rela ngeluangin wktu untuk nulis cerita ini. Dan jjur aq sgt suka apalgi crita ini byk memberikn pljrn, arti hidup, keikhlasan. Pokokny top dech.
    Ditunggu epilogny ya kk.

  9. hiks..berasa ga rela ini selesai…masih pengen bayangin bek jd pengusaha yg sibuk n cool….tp gpp demi esehatan hati yg selalu ketar ketir hhahahaahahahahahahah
    akhirnyaaa setelah dtunggu2 apdet jugaa..walalupun skalipun apdt endingny hhhahahahaha
    fighting
    🙂

    1. bakal ada extra chapter yang akan di publis di wattpad ya.. soalnya kalo di sini sepertinya akan ribet.. kasian mbak adminnya posting ff ku udh banyak 😂 baekhyun masih spt yg lama kok btw

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s