[EXOFFI FREELANCE] ENTRE (Chapter 7 – Sno)

ENTRE (Part 7 – Sno)

By Shin Eun So / Nugichan (WP)

Casts :

Kwan Eunhye (OC), Oh Sehun (EXO), Park Chanyeol (EXO),

Hwang Min Hyun (Wanna One), Park Sohee (OC), Moon Reina (OC)

and Other Casts

AU, Romance, Hurt/Comfort

Chapter – PG’17

This is only a FICTION. The plot and story originally come from my mind.   

Suhu sekarang : minus 8 derajat.

    Chanyeol menghembuskan nafas hingga menghasilkan kepulan uap yang cukup tebal, suhu yang lebih parah dari Korea. Bahkan coat tebal yang ia pakai masih tak cukup untuk menangkis rasa dingin. Ini sudah pukul 2 siang waktu setempat, namun suasana langit sudah begitu gelap. Ia heran, di saat orang-orang di Negara bermusim dingin lebih memilih untuk menghabiskan liburan ke daerah yang dapat memberikan kehangatan matahari, Moon Reina justru lebih memilih liburan ke Negara  yang bahkan suhu dinginnya dapat membuat persendian jari mati rasa. Dark and cold, mungkin itulah dua kata yang tepat untuk menggambarkan suasana kota Stockholm-Swedia yang memiliki waktu siang lebih singkat dari malamnya.

    Setelah melakukan check in di sebuah hotel yang terletak di pusat kota Sotockholm. Mereka berenam mulai mengistirahatkan tubuh setelah perjalanan yang cukup panjang. Ruangan hotel dengan fasilitas tiga ranjang berukuran medium  mereka pilih sebagai tempat tinggal selama menghabiskan liburan di Stockholm.

    “Siapa yang ingin mandi lebih dulu?” Minhyun yang baru saja selesai mengepak barang-barangnya ke dalam lemari memandang dua pria yang tengah berbaring di kasur dengan pakaian masih lengkap.

    “Kau saja duluan.” Sahut Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya pada game online yang baru ia jalankan di smartphonenya.

    Minhyun hanya mengangkat bahu kemudian berlalu menuju kamar mandi.

    “Astaga, ada apa dengan jaringan di sini.” Chanyeol menghempas kesal smartphonenya ke atas kasur, jaringan yang tak stabil membuatnya gagal login ke dalam game online.

    Atensinya beralih pada Sehun yang tengah bersandar pada dashboard kasur dengan tablet di tangannya. Sampai sekarang ia masih tak percaya bagaimana bisa makhluk itu berada dalam kamar hotel yang sama dengannya.

    “Sehunie.” Panggil Chanyeol yang dibalas dehaman oleh Sehun.

    “Bagaimana bisa kau ada di sini?”

    “Tentu saja dengan menggunakan pesawat dan kakiku, bodoh.”

    “Tidak, bukan itu. Bagaimana bisa kau ikut liburan ke Swedia sedangkan dengan jelas malam itu kau mengatakan padaku kau akan pergi ke New Zealand.” Ucap Chanyeol seraya mengingat pembicaraan mereka bersama Sehun pada sore sebelum keberangkatannya ke Swedia.

    “Tunanganmu yang mengajakku.”

    “Kapan, dimana?” Chanyeol bertanya cepat, bagaimanapun juga ia masih penasaran dengan alasan Sehun yang tiba-tiba merubah destinasi liburannya.

    “Aku tak sengaja bertemu dengannya di kafe saat memesan kopi, setelah berbincang sebentar, dia langsung menawariku liburan ke Swedia.”

    Chanyeol memicingkan matanya.

    “Dan setelah mendengar Eunhye juga ikut kau langsung berubah fikiran, kan?” tebaknya.

    “Aku hanya penasaran, apakah ada istilah honeymoon setelah bertunangan?” Sahut Sehun seraya merubah posisi tubuhnya menyamping ke arah Chanyeol kemudian menyeringai.

    “Kau pikir saat ini aku satu kamar dengan siapa?” Pertanyaan retoris Chanyeol diiringi dengan melayangnya satu bantal namun dengan cepat ditangkis Sehun hingga jatuh ke lantai.

    Sehun hanya mengendikkan bahu, ia kembali merubah posisinya menjadi berbaring kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih mengenakan jaket tebal. Indra pendengarannya kembali menangkap umpatan kesal Chanyeol karena tak bisa login ke dalam game favoritnya. Keikutsertaannya pada liburan kali itu memang bukan tanpa alasan, sebab ia tak akan puas sebelum membuktikan sendiri rasa penasarannya terhadap gadis itu, Kwan Eunhye.

    ~

    Ada yang selalu menarik dari kota Stockholm selama musim dingin. Kota yang merupakan ibukota Negara Swedia itu selalu menjadi pilihan destinasi berjuta wisatawan yang ingin mengunjungi negara-negara Skandinavia. Perpaduan nuansa kuno dan modern menjadi daya pikat Negara yang berada di kawasan kutub utara itu. Jajaran bangunan istana, jembatan-jembatan dengan arsitektur indah, menara balai kota yang mengagumkan, berbagai museum, hingga pemandangan khas tempat tinggal penduduk yang menerapkan model bangunan mansard.

    Eunhye melirik sekilas jam tangan kecil yang sudah menunjukkan pukul delapan malam waktu setempat. Setelah tiba di hotel untuk mandi dan istirahat, mereka bersama pergi ke sebuah restoran yang tak jauh dari hotel. Sebuah restoran yang menyajikan makanan khas musim dingin di Stockholm dipilih untuk mengisi perut mereka.

    “Hidangan akan siap kurang dari 15 menit.” Ucap Minhyun yang baru saja kembali setelah memesan beberapa menu makanan. Waktu yang cukup lama mengingat sekarang restoran itu tengah dipadati pengunjung yang sebagian besar dari wisatawan mancanegara.

    “Bagaimana kalau kita melakukan permainan sambil menunggu makan malam datang.” Seru Reina tiba-tiba.

    “Permainan?” Sohee ikut menautkan alis sama seperti lainnya.

    “Aku sudah lama ingin memainkan permainan ini, Q&A.” Reina mengeluarkan satu pak kertas origami berwarna sama dan beberapa buah pulpen dari dalam tasnya. Sepertinya gadis itu telah mempersiapkannya lebih dulu.

    “Kalian hanya perlu menuliskan pertanyaan sesuai keinginan kalian di kertas ini. Selanjutnya kertas ini dilipat dengan bentuk yang sama. Masing-masing dari kita akan mengambil kertas dan harus menjawab pertanyaan dengan jujur, jika tidak menjawab, ia harus menuruti apapun yang diinginkan dari pemberi pertanyaan.”

    “Sepertinya menarik.” Komentar Eunhye, yang diikuti anggukan Minhyun.

    “Eonni, jenis pertanyaan apa yang harus diberikan?”

    “Ah, benar, aku lupa menjelaskannya Sohee-a. Jadi, untuk pertanyaan yang diberikan bebas, kecuali pertanyaan menyinggung hal yang terlalu pribadi.”

    Sohee menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Reina pun membagikan kertas dan pulpen kepada tiap orang yang ada di sana. Seketika keheningan tercipta di antara mereka yang sibuk memikirkan pertanyaan yang ingin diberikan.

    Mungkin tak sampai satu menit, mereka telah selesai dengan kertas pertanyaan mereka. Reina kemudian mengosongkan tempat tisu yang berbentuk silinder untuk meletakkan lipatan kertas itu di dalamnya.

    “Ok, kalian boleh mengambil satu kertas dan kita akan membukanya bergantian. Jika kalian mendapat kertas kalian sendiri, maka boleh ditukar.”

    Setelah semua mengambil kertas masing-masing, Reina yang bertindak sebagai moderator permainan langsung memberi perintah agar tidak membukanya sebelum mendapat giliran.

    “Bolehkah aku menjadi yang pertama?” Sohee langsung menawarkan diri.

    “Tentu boleh.”

    Setelah mendapat izin dari Reina, Sohee langsung membuka kertas pertanyaan yang dipilihnya dengan semangat.

    “Wah, ini dari Eunhye eonni.” Seru Sohee, dan hal itu berhasil memberikan efek kepada dua orang pria yang diam-diam menegakkan tubuh mereka dan memasang kuping dengan baik.

    “Hal apa yang paling ingin kamu lakukan selama liburan akhir tahun ini? Eummmm… Aku ingin mencari beberapa inspirasi untuk melanjutkan cerita komikku. Kebetulan latar cerita komikku adalah negara di Eropa”

    “Wah tepat sekali. Semoga kau cepat mendapatkan insipirasi untuk komikmu Sohee-a. Selanjutnya kau Chanyeol.”

Chanyeol cukup terkejut karena gilirannya yang tiba-tiba. Ia baru memahami ternyata giliran membuka kartu pertanyaan sesuai dengan lingkaran tempat duduk mereka.

    Chanyeol menarik nafas kemudian membuka lipatan kertas yang ada di tangannya perlahan, namun keningnya mengerut, membuat yang lain memandangnya penasaran ke arahnya.

    “Kau pikir ini kuis cerdas cermat?” Chanyeol tak membaca pertanyaan, ia justru memberi tatapan kesal ke arah pria yang duduk tepat di sampingnya, Oh Sehun.

    Reina yang penasaran akhirnya mengambil kertas pertanyaan itu dari tangan Chanyeol dan membacanya dengan suara keras.

    “Disebut apa salju dalam bahasa Swedia?” seketika tawa Reina meledak begitu membaca kertas pertanyaan yang diberikan Sehun, begitupun yang lainnya.

    “Memang kau sendiri tau apa bahasa Swedia untuk salju?” Tanya Sehun, mengindahkan ekspresi Chanyeol yang mengkerut.

    “Sno..” jawaban langsung Minhyun membuat yang lain memandang kagum, “Sebenarnya aku ada sedikit belajar bahasa Swedesh dengan temanku yang pernah tinggal di sini.”

“Baiklah sekarang giliranku bukan. Mimpi apa yang paling ingin kamu wujudkan di tahun baru ini?” Sehun langsung melaksanakan gilirannya, kali ini ia mendapat pertanyaan dari Minhyun.

    “Memperluascabang bisnis kafeku.” Jawabnya singkat kemudian yang langsung mendapat cibiran dari Chanyeol.

    “Mihyun-a, sekarang giliranmu.”

    Ucapan Reina seakan menyadarkan Minhyun yang terlihat termenung, ia segera mengambil kertas pertanyaan yang ada di depannya.

    “Apakah kau bisa memberikan masukan untuk karakter komikku? Aku benar-benar kesulitan dengan visual tokoh heroin yang aku buat.”

    Minhyun mengernyit, diam-diam Sohee mengangkat tangannya.

    “Itu dariku, maaf aku lupa menuliskan namaku di sana.”

    “Emmm, aku belum pernah melihat komikmu. Tapi, mungkin aku bisa membantu.” Sahut Minhyun dengan senyumannya.

    Sohee yang mendapatkan respon dari Minhyun segera bersorak seraya mengacungkan jempolnya. Sekarang dia bertindak sebagai magnae di antara keenam orang itu, sosok Sohee yang khas dengan tingkah cerianya.

    Tak terasa sisa dua orang lagi yang belum menjawab pertanyaan, Reina dan Eunhye.

    “Ok, sekarang giliranku.” Reina membuka lipatan kertas dan membacanya sekilas.

    “Sepertinya ini pertanyaan sulit.” sambungnya lagi.

    “Apa yang kau lakukan jika hal yang paling kau sayangi dan selalu ingin kau jaga ternyata tak ingin berada di dekatmu lagi?”

    Mendengar pertanyaan itu, membuat Chanyeol berjengit di tempat duduknya. Ia tak menduga jika Reina lah yang mendapat kertas pertanyaan darinya. Dan entah kenapa, Eunhye yang ikut menyimak merasa pertanyaan itu seakan ingin ditujukan padanya.

    “Jika itu aku, aku akan melakukan hal terbaik yang kubisa. Namun bukan berarti aku  selalu mengalah pada egoku. Karena di atas ego, masih ada nurani yang lebih bisa memahaminya.”

    Seketika suasana berubah menjadi serius. Chanyeol mengerjap-ngerjapkan matanya, entah kenapa jawaban Reina seakan menjadi refleksi untuk dirinya.

    “Nah, sekarang giliranku. Last but not the least.” Eunhye mencoba membangkitkan suasana kembali.

    “Ini pertanyaan dari Moon Reina.”

    “Benarkah? Kau harus menjawabnya dengan jujur.” Pinta Reina dengan menekankan nada pada perkataan terakhirnya.

    “Siapa orang yang ingin kau habiskan banyak waktu dengannya selama liburan akhir tahun ini? Sebutkan satu orang saja!”

    Terdengar pekikan kecil dari Sohee. Semua orang menatap Eunhye penasaran, menunggu jawaban darinya.

    “Liburan akhir tahun ini aku sangat bahagia karena bisa menghabiskannya bersama kalian. Tapi karena hanya satu orang yang diminta, maka aku akan memilih ….. Minhyun.”

    Seketika itu juga Reina dan Sohee bersorak. Hwang Minhyun yang terlihat salah tingkah pun bahkan tak tau lagi cara menutupi rona merah di wajahnya. Sedangkan Sehun dan Chanyeol lebih memilih diam memandang ke arah luar restoran. Dinginnya udara Stockholm yang katanya mampu mengilukan sendi bahkan tak sanggup menurunkan suhu hati mereka saat itu.

    ~

    “Aku ingin membeli beberapa Saffransbullar untuk oleh-oleh nanti. Sampai sekarang aku masih sulit melupakan rasa lezatnya.”

    Sohee, Eunhye, dan Reina baru saja tiba di hotel mereka setelah menghabiskan makan malam dan jalan-jalan sebentar menikmati suasana kota Stockholm di malam hari. Para gadis itu memutuskan untuk berjalan-jalan tanpa ditemani para pria yang sepertinya masih belum kembali ke hotel.

    “Kita bisa membelinya sebelum melanjutkan perjalanan ke Norwegia.” Reina menyahut perkataan Sohee yang masih tergoda dengan rasa roti saffron khas Stockholm dan hanya ada pada bulan Desember.

    Mengenai rute liburan, awalnya Reina berencana untuk menghabiskan hari akhir tahun di Swedia, namun ia menambahkan lagi dua rute perjalanan, Norwegia dan Finlandia.

    Eunhye yang tadi hanya menyimak pembicaraan Reina dan Sohee mulai merasakan ada sesuatu yang aneh dari dirinya. Kulitnya terasa gatal terutama di area lengannya. Setelah ia perhatikan, ia begitu terkejut ketika melihat ruam-ruam kecil yang muncul di kulitnya.

    “Eunhye ada apa?” Reina yang memperhatikan ada yang salah dengan Eunhye pun bertanya.

    “Hanya gatal.” Jawab Eunhye masih sibuk menggaruk tengkuknya.

    “Tunggu sebentar.” Sohee yang menyadari sesuatu telah terjadi pada Eunhye kemudian bangkit dan mencari sesuatu dalam tasnya.

    “Astaga, aku lupa membawa lotion anti gatal.” Seru Sohee setelah menggeledah tas khususnya yang berisi obat-obatan.

    “Apa kau menggunakan sabun mandi hotel ini?” tanya Reina lagi.

    Eunhye menggeleng, tiba-tiba ia teringat sesuatu yang ia makan saat di restoran tadi.

    “Sepertinya aku…”

    Perkataan Eunhye terjeda oleh suara bel kamar hotel yang dibunyikan. Reina yang berada di dekat pintu kamar kemudian bergegas menuju ruang depan. Ia begitu terkejut ketika melihat Park Chanyeol tengah berdiri di hadapannya dengan pakaian yang sedikit basah karena salju.

    “Ada apa Chanyeol?”

    “Berikan ini pada Eunhye, ini adalah obat alergi. Alerginya kambuh jika ia memakan makanan yang mengandung jenis kacang pohon.” Begitu menyerahkan obat yang dibelinya kepada Reina, Chanyeol langsung  berjalan kembali menuju kamarnya.

    Eunhye yang mendengar suara seseorang yang menyebut namanya beranjak dari tempat tidur menuju ruang depan. Namun yang didapatinya hanya Reina yang masih berdiri mematung di samping pintu yang terbuka dengan sesuatu di tangannya.

    “Siapa?”tanya Eunhye.

    Reina yang terkejut segera membalik badannya dan tersenyum pada Eunhye.

    “Ini dari Chanyeol, untukmu.”

    Eunhye mengernyit begitu melihat benda yang disodorkan Reina.

    “Dia bilang kau alergi dengan makanan yang mengandung jenis kacang pohon. Sepertinya dessert yang kita makan di restoran tadi mengandung kacang macademia.”

    “Ah, aku memang mengalami alergi ini sejak kecil, dan Chanyeol sudah mengetahuinya.”

    “Syukurlah dia cepat menyadari jika makanan itu bisa menyebabkan alergimu kambuh, sebaiknya kau segera meminum obat ini. Jika alergimu semakin parah, aku akan menemanimu ke klinik terdekat.”

    Eunhye mengangguk cepat seraya tersenyum pada Reina yang kemudian beranjak menuju kamar mandi. Perasaan hatinya saat ini sungguh tak nyaman.

~

    Pemandangan kota Stockholm terlihat yang lebih terang pertanda pagi telah tiba. Jangan pernah membayangkan matahari menyambut pemandangan waktu bangun tidurmu. Karena di Stockholm, sulit menemukan bentuk matahari utuh karena cahayanya yang tertutup awan tebal. Hanya penunjuk waktulah yang digunakan untuk mengetahui kapan pagi, siang, sore, dan malam.

    Sebuah bus khusus tengah membawa para wisatawan yang ingin mengunjungi resor ski Are, sebuah resor ski yang terkenal dan pernah menjadi salah satu arena perlombaan ski tingkat dunia.

Di antara para wisatawan itu, terlihat enam orang berkewarganegaraan Korea Selatan yang turun dari bus yang telah sampai ke resor ski.

    “Aku ingin mencoba dog sledding setelah bermain ski.” Seru Sohee antusias begitu melihat daftar aktivitas yang ditawarkan oleh resor, begitupun Reina yang nampak sibuk memilih jalur ski sesuai keinginannya.

    Setelah selesai memesan paket ski dan memilih perlengkapan yang dibutuhkan, Manik Sohee  memindai sekeliling.

    “Kemana perginya yang lain?”

    Reina yang baru saja mengencangkan jaketnya ikut menyadari jika saat ini hanya mereka berdua yang tertinggal di bawah.

    “Sepertinya mereka sudah naik lift duluan.” Reina memang sempat melihat sekilas Minhyun yang melangkah masuk lift sebelum pintunya tertutup. Mungkin yang lain sudah masuk terlebih dulu.

    Akhirnya Sohee dan Reina pun bergegas menuju lift yang membawa mereka ke atas puncak resor.

    Tak lama setelah kepergian dua gadis itu, Eunhye muncul dari arah toilet. Ia mencoba mencari keberadaan yang lain, namun tak menemukan satupun teman kelompoknya. Eunhye lalu berjalan menuju kasir tempat pemesanan paket aktivitas di resor ski. Matanya menelusuri daftar paket yang ditawarkan, ia baru saja ingat jika Reina dan Sohee  berencana untuk bermain ski terlebih dulu.

    “Emm, I want….”

    “Two packet ice skitting for us, please.”

    Eunhye nyaris saja memekik ketika mengetahui Chanyeol tiba-tiba berdiri di sampingnya. Ia melihat ke sekitar pria itu, menduga jika ia sedang bersama seseorang.

Mian Chanyeol, tapi aku ingin main ski.” Ucap Eunhye setelah menyadari jika paket yang dipesan Chanyeol untuk mereka berdua.

    Pria itu hanya mengindahkan perkataan Eunhye, ia justru sibuk dengan pembayaran paket dan penandatanganan administrasi sebelum akhirnya menoleh ke arah Eunhye.

    “Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.”

    ~

    Bayangan duduk di pinggiran arena ice skitting dengan suasana melodrama sirna dari benak Eunhye kala menyaksikan Park Chanyeol begitu riangnya berseluncur dengan sepatu skittingnya. Mulut pria itu tak hentinya berseru kala dirinya berhasil membuat gerakkan meliuk dan berputar.

    “Ayo Eunhye, kau bahkan belum bergerak lebih dari 1 meter.”

    Eunhye hanya bisa menghela nafasnya, jujur ia merasa kaku karena sudah lama tak bermain ice skitting. Dengan perlahan ia mencoba maju perlahan, menggeser kakinya secara bergantian, ia hampir saja kehilangan keseimbangan sebelum seseorang menangkap lengannya. Detik berikutnya ia merasa tangannya digenggam hangat.

    “Pegang erat tanganku.” Chanyeol berujar sebelum ia menarik Eunhye dan membawanya berseluncur di atas arena skitting berupa danau yang sudah membeku.

    Sekilas Eunhye dapat melihat beberapa pasang laki-laki dan perempuan yang melakukan hal sama, bergandengan tangan dan saling memeluk saat satu dari mereka hendak terjatuh. Oh ayolah, orang awam mungkin akan melihat mereka sebagai sepasang kekasih, dan hal itu benar-benar membuat Eunhye merasa jengah.

    Setelah menghabiskan hampir setengah jam, Eunhye memutuskan untuk berhenti dan duduk di sebuah bangku tak jauh dari arena ice skitting. Tangannya yang memegang dua cangkir cokelat panas terangkat, memberi kode pada Park Chanyeol untuk berisitirahat sejenak.

    “Gomawo.” Chanyeol yang datang menghampirinya segera menyambut minuman cokelat panas dari tangan Eunhye.

    “Terimakasih juga atas obat alerginya, itu benar-benar membantuku.” Sahut Eunhye.

    Chanyeol tersenyum, menunjukkan lesung pipinya yang khas. “Kau menikmati liburan ini?”

    Eunhye mengangguk seraya menarik lengkung bibirnya, ia memerhatikan sejenak pria di sebelahnya yang tengah menenggak cokelat panas “Apa yang ingin kau bicarakan?”

    Chanyeol menoleh, obsidiannya menatap lurus manik Eunhye  “Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu.”

    Perkataan Chanyeol membuat Eunhye terhenyak, namun ia tak berniat menunjukkan lewat ekspresinya. Selama liburan ini, dirinya memang jarang bicara dengan pria itu, walau bisa ia rasakan pria itu memperhatikannya dalam diam.

    Chanyeol masih tak mengalihkan tatapannya, membuat Eunhye merasa sedikit risih. Pria itu nampak berfikir sebelum kembali berucap.

    “Aku benar-benar merindukan momen ini.”

    Eunhye menghela nafas, pria itu berkata dengan hatinya, namun sesuatu dalam fikirannya menyadarkannya untuk tak terlalu larut dalam momen itu.

    “Chanyeol-a, mengenai ucapan di rumah makan waktu itu, aku bersungguh-sungguh”

    Chanyeol mengerutkan kening, ia tak berhasil melanjutkan suasana hangat bersama gadis itu.

    “Sebenarnya apa alasanmu? Karena Reina? Selama ini di matamu apakah aku terlihat tertarik padanya? Aku yakin kau tau hal itu, Eunhye.” Ucap Chanyeol dengan penuh penekanan di setiap perkataannya.

    Eunhye menggeleng, mengabaikan perubahan ekspresi pria itu.

    “Bukan karena itu, tapi karena sekarang ada seseorang yang membuatku nyaman tanpa perlu merasa khawatir ataupun takut. Hwang Min Hyun, aku menyukainya.”

~

Author’s notes :

    I don’t believe this, ini adalah part terpanjang dari FF yang pernah saya tulis… kkekkke…

    Full-full thanks deh buat para readers yang udah ngikutin cerita FF ini…   

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] ENTRE (Chapter 7 – Sno)”

  1. Ahh waeeee……….huaaaa aku nangis bombayyyyyy gmana itu hatonyaa yoelie….huaaaaaa huaaaaaa
    Yoel sini sma noona yoel..nanti noona bkin bhagia deh yoel huahahahahahah *ditabok nyonya park*
    Ini seriusan hatiny udah pndah ke min hyun???ciyus???demi apa????andweeeeeeeeeeeeee

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s