[EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Epilogue)

Unforgettable Family (Epilogue)

Author: el byun

family, married life, drama, romance, with a little bit comedy

in chaptered

rate: 18++

main role:

Byun Baekhyun (EXO), Song Hyohwa (OC)

summary:

“Menikahlah denganku! Aku ingin kau hidup bersamaku, tertawa bersamaku dan menangis bersamaku. Kita bangun keluarga kita sendiri. Hanya aku, kau dan anak kita.”

Desclaimer:

This story is my real imagination from my fiction “when i must be married”. Say no to plagiarism!

Fanfic ini juga di post di akun wattpad saya @elisabethbyun bersama karya saya yang lain.

~~~

[Epilogue]

~~~

Di sini, di panggung ini. Baekhyun, begitu julukannya. Aura bintangnya sangat menyala ketika dirinya mulai memublikasikan suara emasnya. Jernih, keras, dan melengking tinggi. Teknik bernyanyinya sungguh luar biasa. Tampan, semua orang pun mengakuinya. Bahkan tidak sedikit fanboy yang mengakuinya bahwa Baekhyun itu adalah tampan dan mereka iri padanya tak terkecuali Sehun.

Ballad,

genre lagu yang sangat cocok untuk dihiasi suara Baekhyun ini. Tentang percintaan, tentang kebahagiaan, tentang keputusasaan, tentang kepedihan, tentang kekecewaan, tentang harapan, tentang angan-angan seorang manusia kecil biasa.

“Baekhyun, tolong jangan berhenti bernyanyi!”- begitu teriakan para aeris atau Baekhyun stand atau secara official mereka lebih terkenal dengan sebutan EXO-L.

Tak sedikit yang menyinyirnya tentang kehidupan rumah tangga yang sudah ia miliki, tapi tak sedikit juga dari mereka yang sangat mendukung. Bahkan seringkali Baekhyun dititipi hadiah oleh para fans untuk diberikan kepada putranya sebagai tanda cinta. Mereka sangat baik sekali. Bahkan di rumahnya tidak muat lagi menampung barang-barang itu sehingga Baekhyun mendonasikan sebagian untuk para anak-anak penderita kanker lewat lembaga rumah sakit. Bukankah ia seperti malaikat?

Kini tampak peluh bercucuran si sekujur kulitnya. Bajunya basah. Tubuhnya bau khas aroma keringat dan parfum. Tidak ada yang menyangka tubuh itu sangat begitu bekerja keras untuk mengembalikan ketenarannya pasca insiden itu. Tidak mudah, ini sangat sulit. Haters seringkali membuatnya enggan untuk mengunjungi medsosnya. Namun sebagian Baekhyun hanya akan menganggapnya angin lalu dan hanya mendengarkan betapa manisnya para penggemar yang menginginkan Baekhyun untuk memperlihatkan bayinya.

Sungguh Baekhyun tidak bisa jamin jika nanti pamornya kembali turun karena diserang haters dan menganggap Baekhyun tukang pamer atau mencari kepopuleran dengan mengunggah malaikat kecil tak berdosa sebagai dongkraknya. Itu jahat sekali, ia pikir. Baekhyun hanya ingin memberitahukan kebahagiaan dan semangat hidupnya saja. Diakui saja itu sudah cukup, Baekhyun tidak ingin mencari sensasi. Tapi mereka melebih-lebihkan.

Malam ini sangat lelah sekali. Sudah hampir 3 bulan ini Baekhyun mulai melakukan aktivitas rutin keidolannya. Yah walaupun banyak hambatan, tapi rekan-rekan dan sang leadernya sangat mendukung dan meyakinkannya. Baekhyun tidak bisa seperti dulu. Namun sebenarnya Baekhyun masih tetap saja sama. Hanya status menikah dan menjadi seorang ayahlah yang membedakannya.

Hari ini Baekhyun kembali membawa banyak sekali hadiah. Ia juga sekarang tinggal dengan mandiri di sebuah apartemen mewah hasil hadiah mertuanya. Sebenarnya Baekhyun malu untuk menerimanya, tapi apa boleh buat. Baekhyun masih dalam tahap membangun diri sedangkan keluarga kecilnya harus memiliki rumah. Tinggal bersama orang tua seperti pernikahan pertamanya dulu justru menambah banyak daftar konflik diantara keduanya. Berbeda dengan sekarang. Walaupun Baekhyun sering meninggalkannya, hanya dengan ucapan rindu dan pelukkan saja rasanya sudah bahagia sekali. Jadwalnya kini juga semakin padat yang membuatnya harus bolak-balik dorm untuk latihan dan pulang untuk menemui putra tersayangnya dan wanita tercintanya. Hanya dengan melihat pintu saja Baekhyun bisa tersenyum lega, dan melepaskan semua beban dan penatnya di sana. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu.

“Hyo, kau sudah tidur?” panggilnya saat memasuki rumah dan mengganti sepatunya dengan selop. Ia hanya melihat lampu remang-remang tanpa suara berisik Hyohwa yang sedang bercanda dengan Baekshin. Baekhyun mengernyit. Ia celingukkan ke sana ke mari, mencari di dapur, di depan TV, di kamarnya, dan di kamar Baekshin Hyohwa tertidur. Wanita itu memangku kepalanya di tangan sambil menunggui Baekshin tertidur di ranjang bayinya. Baekshin bahkan sudah tidur dan Hyohwa enggan untuk meninggalkannya atau mungkin juga ia lupa jika Baekhyun sudah memeluk tubuhnya dari belakang sambil menciumi punggung dan leher belakangnya secara seduktif.

“Kau pulang malam ini?” tanya Hyohwa yang seketika sadar dan menolehkan wajahnya. Baekhyun tersenyum. “Katakan, apa yang dilakukan Baekshin seharian ini?” balas Baekhyun menumpukan janggutnya di pundak Hyohwa dan memandangi putranya yang tertidur dengan tenang. Hyohwa pun melakukan hal yang sama.

“Hm, dia sangat aktif. Dia berguling, mengoceh tidak jelas dan minum susu yang banyak. Dia besar dengan cepat.” jelas Hyohwa dan Baekhyun mengangguk. “Kau sudah bekerja dengan baik, aku senang mendengarnya. Tapi kau tahu, apa yang membuatku lebih senang tidak ada di sini.” seketika Hyohwa menoleh ke wajah Baekhyun yang begitu dekat dengan wajahnya. “Apa maksudmu kau tidak senang di kamar anakmu sendiri?” omel Hyohwa tiba-tiba. Mengomel dengan menahan suaranya sangat lucu bagi Baekhyun. Ia terkekeh lalu menciumi pipi berisi Hyohwa yang begitu menggemaskan. Wanita ini bertambah gemuk seingatnya. Mungkin karena terlalu jarang keluar rumah. Kalian bisa tebak apa saja konsekuensinya jika seorang istri idol pergi keluar bersama bayinya.

“Baek, hentikan!” racau Hyowha menjauhkan kepala Baekhyun dari dirinya. Baekhyun tertawa sebentar lalu mengerlingkan mata pada Hyohwa, “Ayo kita bermain!”

Tanpa paksaan dan elakan manja Baekhyun menggendong Hyohwa ala brydal menuju kamarnya. Ia tahu kebutuhan batin ini juga ia rindukan. Apalagi mereka telah libur selama 2 minggu karena Baekhyun yang sibuk.

Hyohwa menciumi Baekhyun sambil mengeratkan kedua tangan di leher pria jenjang itu. Ia bisa mencium aroma sabun Baekhyun yang habis mandi. Pria ini bahkan sudah siap sebelum pulang menemuinya. Praktis sekali.

Dibaringkannya Hyohwa di ranjang kamarnya tanpa mengunci pintu. Karena ini rumah mereka sendiri. Tidak ada yang mengintip dan mudah bagi mereka jika sewaktu-waktu Baekshin terbangun dan menangis.

Tidak ada yang tahu bahwa Hyohwa seseksi ini kecuali di mata Baekhyun. Baju mereka telah tanggal dan berserakan di lantai seperti biasanya. Nafas memburu dan suara decapan ciuman Baekhyun di sekujur tubuh Hyohwa membuat wanita itu mengerang kenikmatan. Ia bahkan meraih apa saja yang dapat untuk diremas sebagai pelampiasan hasratnya ketika Baekhyun menyentuh titik sensitifnya. Tubuhnya menggelinjang hebat saat orgasme pertamanya ia dapatkan dengan semua gerakan foreplay wajib yang dilakukan Baekhyun. Hyohwa sungguh gila padahal mereka belum sampai pada inti. Hyohwa frustasi dan meraih kepala Baekhyun dan menciuminya ganas sambil diremas rambutnya.

“Kau cantik Hyo.” ucap Baekhyun saat mereka melepaskan ciuman dan menggesekkan kedua hidung mereka geli. “Aku tidak akan bilang kau tampan karena Baekshin ternyata lebih tampan dan menggemaskan.” goda Hyohwa. Baekhyun tidak marah, ia bahkan tersenyum dan membalasnya, “Ya, karena aku adalah seksi. Kau sudah sering merasakannya, bukan?”

“Oh, jangan menggodaku Baek!” ucap Hyohwa dengan nafas tersengal saat Baekhyun meremas kedua gundukkan itu. Tidak heran Baekshin sangat menyukainya, Baekhyun pun begitu. Mereka hanya saling bertatap sampai akhirnya Baekhyun menyatukan tubuh mereka. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melepaskan diri pada pasangannya diantara penatnya kehidupan ini. Tidak. Bahkan dentingan jam kuno yang menghiasi ruang tamu mereka berdenting begitu keras hingga terdengar di ruangan mereka. Sudah duabelas kali, dan mereka tidak pernah berhenti bergerak kecuali salah satu dari mereka selesai. Dan Baekhyun tidak akan berhenti sampai ia merasa puas dan menumpahkan cairan cinta itu di magma induknya. Sungguh melegakan.

Baekhyun menciumi puncak kepala Hyohwa dan mengusapnya sebentar. Ia mengodekan bahwa istrinya sudah bekerja dengan baik dan ia layak mendapatkan hadiahnya.

“Aku rasa Baekshin tidak akan secepatnya mendapatkan adik.” ucap Baekhyun memeluk Hyohwa dari samping dan membenamkan wajah wanitanya di dadanya yang basah. Jantungnya terus perpacu tinggi pasca pelepasannya. Pria memang tidak bisa cepat selesai.

“Kenapa?” tanya Hyohwa sendu. Wajahnya tampak kecewa. Baekhyun terkekeh, “Baekshin masih bayi, aku hanya mengingatkanmu untuk sering mengontrol diri. Besok minum obatnya!” ucap Baekhyun yang langsung mendapat anggukkan dari Hyohwa.

“Lagi pula kau melahirkan dengan cara operasi. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu padamu.”

Hyohwa terus mengangguk tanda mengerti, ia bahkan seolah-olah mengabaikan cuitan berisik Baekhyun jika pria ini pulang. Baekhyun yang dulu sungguh berbeda. Pertama kali mereka menikah Baekhyun sangat cerewet dengan ide konyol dan tingkah menyebalkannya. Namun sekarang pun walaupun masih sama cerewet, dia cenderung pada topik menasehati Hyohwa layaknya seorang suami yang baik. Dulu yang Hyohwa akan berjingkat sambil ikut berdebat dengannya hanya pasrah saja sambil bermanja-manja. Mungkin dulu cinta mereka tidak selekat ini. Malam pun terasa sangat sunyi. Sungguh waktu yang tepat untuk menghidupkan radio ceramah gratis.

“Kau mengerti?” ucap Baekhyun mengakhiri. Hyohwa tidak menyahut. Kaki polosnya mengusik kaki berbulu Baekhyun yang membuatnya geli-geli nikmat. Hyohwa terkekeh.

“Wae?,” Baekhyun heran dan mulai gelisah. “jangan mulai menggodaku!” lanjutnya lagi.

Hyohwa menatap kedua mata Baekhyun sambil mendongak, ia tersenyum yang menampakan rentetan gigi putihnya. Tangan Hyohwa mulai menyusuri dada mulus Baekhyun yang membuat pria itu sedikit frustasi. “Aku mau lagi.” ucap Hyohwa kemudian. Mata Hyohwa membulat yang membuat Baekhyun gemas. Dalam hatinya ia sangat memuja-muja saat-saat seperti ini. Karena tidak segera ditanggapi Hyohwa mendengus, ia bahkan memanyunkan bibirnya lucu agar Baekhyun mengabulkannya.

“Baiklah.. Baiklah.. Kau sendiri yang minta permaisuriku.” ucap Baekhyun menyaguhi. Ia sungguh tidak tega melihat wajah memelas istrinya yang menggoda itu.

“Oppaa~!” pekik Hyohwa manja. Suaranya bahkan dibuat meliuk-liuk bak gadis remaja yang merengek meminta es krim. Hyohwa memukul-mukul gemas dada Baekhyun lalu pria itu memeluknya. Baekhyun kembali berguling di atas Hyohwa dan menggagahinya tanpa berniat memasukinya dengan segera. “Serius kau ingin lagi?” goda Baekhyun. Hyohwa pun hanya merengek dan mengangguk saja sambil sesekali mencubit perut Baekhyun yang sudah mulai terbentuk pasca latihannya bersama EXO.

“Aku tidak tanggung jawab jika-“

“Sudah lakukan saja, dasar cerewet!” sela Hyohwa yang langsung mengarungi Baekhyun dengan selimutnya saking sebalnya. Kini Baekhyun sudah tenggelam di sana. Tanpa melihat wajah Baekhyun pun Hyohwa bisa membayangkannya. Rasanya tubuhnya dipenuhi kupu-kupu liar yang sedang bermigrasi dan singgah di dalam perutnya. Hyohwa hanya mendesah sesekali mengerang menerima perlakuan Baekhyun di bawah selimutnya. Bahkan bulan di musim panas ini sangat indah nampaknya.

***

Pagi ini Hyohwa bangun dengan malas-malas setelah lelah beraktivitas malam. Tidak biasanya ia akan merasa pegal seperti ini. Kekuatan Baekhyun sungguh luar biasa mengingat ia sekarang mulai berlatih. Tidak heran memang dan Hyohwa setidaknya merasa puas. Tangan Baekhyun masih mengkait perut Hyohwa di pembaringannya. Sangat sulit membangunkan pria lelah seperti ini. Sudah, Hyohwa memaksa tangan Baekhyun untuk pergi dan ia dengan tubuh polosnya mencari piyama yang hilang entah kemana. Ia ingat harus melihat Baekshin sudah bangun atau belum.

Dan benar saja, ketika Hyohwa sampai di ranjang berpagar itu Hyohwa menemukan Baekshin sudah bangun dengan berguling-guling sambil menggigiti selimutnya sendiri dengan gemas. Sungguh lucu sekali putranya ini. Ia beruntung Baekshin sangat sehat walaupun sudah mengami masa-masa sulit tubuhnya yang lemah karena prematur. Bayinya tidak mudah rewel atau menangis, mungkin karena ia lahir di musim dingin. Tapi Baekhyun selalu berkata, karena dia haruslah menjadi seorang pria yang hebat.

“Baekshin-ah, kau mau lihat kejutan? Eomma punya hadiah untukmu.” ujar Hyohwa lalu mengambil bayinya dalam gendongannya. Anak itu sungguh lincah hingga menjejak-jejakkan kakinya di tubuh Hyohwa seakan ingin berjalan. Bayi 6 bulan itu sudah berkembang sesuai dengan bayi pada normalnya. Hyohwa menciumi pipi bulatnya lalu menggendongnya.

“Anak pintar!” puji Hyohwa saat mendapati Baekshin mulai tenang di rengkuhan tangannya sambil sesekali menggigiti jari tangannya. Hyohwa rasa sebentar lagi gigi susunya akan tumbuh.

Perlahan Hyohwa membuka pintu kamarnya, ia bisa melihat Baekhyun masih melingkar di dalam selimutnya dengan keadaan telanjang. Begitu mereka masuk Baekshin meronta-ronta. Ia menengok ke kanan dan kirinya mencoba mengamati sesuatu. Namun ketika Hyohwa mengarahkan tubuh Baekshin ke depan, bayi itu merosot dari gendongannya sambil merengek-rengek. “Kau mau Appa-mu? Kau merindukannya, hm?” ucap Hyohwa menahan bobot bayinya. Baekshin hampir saja menangis saat ia menggodanya dengan tidak menurunkan anak itu di atas kasur. Lucu sekali anak ini, bertemu ayahnya saja harus bermain drama terlebih dahulu.

“Baiklah… Baiklah…” Hyohwa menyerah. Ia menurunkan Baekshin tepat di samping Baekhyun yang berbaring miring menghadap mereka. Bayi itu mengusik wajah ayahnya. Mengusap-usap wajah polos ayahnya tanpa make up dan sesekali menjambak rambut Baekhyun gemas agar ayahnya terbangun. Hyohwa terharu melihatnya sampai ingin tertawa.

“Appa! Appa bangun!” Hyohwa mendikte. Ia juga ingin segera mendengar suara Baekshin berbicara, tapi belum. Umurnya baru 6 bulan dan ia hanya mengoceh tidak jelas. Karena Baekhyun tidak segera bangun, Baekshin menangis. Hyohwa iba dan ingin menyusui anak itu dulu, namun tiba-tiba Baekhyun memeluknya. Bahkan menciuminya dengan mata yang masih tertutup.

“Ya, kau pura-pura tidur? Tidakkah kau kasihan padanya?” Hyohwa berdecih. Ia heran sekali sifat Baekhyun mengerjai orang tidak juga hilang. Bahkan untuk anaknya sendiri.

“Kau merindukan Appa, hm?” ucap Baekhyun yang masih menciumi Baekshin. Bayi itu tertawa geli mendapati ayahnya menciumi tummy-nya.

Sedang mereka bermain Hyohwa melamun. Ia benar-benar tidak menyangka akan secepat ini. Mereka sudah menikah, Baekhyun kembali bekerja, Baekshin pun semakin besar dan pintar di setiap jam-nya.

“Hyo!,” panggil Baekhyun membuyarkan lamunannya. Hyohwa menoleh. “kau tidak lupa obatnya kan?” lanjut Baekhyun. Hyohwa menggeleng. Baekhyun kira Hyohwa juga sudah mengerti. Mereka melalui hari-hari yang berat waktu itu.

“Kenapa masih di sini? Biarkan aku Baekshin denganku dulu. Aku sangat merindukan jagoan ini.” ucap Baekhyun lalu menggelitiki Baekshin lagi.

“Oppa!,” panggil Hyohwa balik. Ia tampak gelisah. “aku tidak bisa meminumnya.”

Baekhyun mendengus kesal. Ia selalu memperingatkan hal itu setiap kali mereka selesai bercinta dan biasanya Hyohwa menurut. Bahkan Baekhyun sudah menyiapkan stok yang banyak. Tapi kali ini Hyohwa menolaknya yang membuat Baekhyun meredam amarah.

“Hyo, kau tidak ingat bagaimana dokter menceramahi kita tentang hamil lagi? Dia bilang, tunggu setidaknya 2 tahun.” omel Baekhyun yang sudah mendudukkan tubuhnya.

“Iya aku tahu, tapi aku hamil.”

Sungguh kejutan apa ini? Baekhyun sampai-sampai harus memukul sendiri tengkuknya kesal. Ia bingung harus memasukkan kabar ini ke bahagia atau kabar duka.

“Aku sudah hamil Baek, 3 minggu.” lanjut Hyohwa yang membuat Baekhyun membulatkan matanya. Ia kesal, sungguh kesal.

“3 minggu? Dan kau baru memberitahuku?” ucap Baekhyun kesal. Ia bahkan mengabaikan Baekshin yang terus mencoba naik ke pangkuannya. Bayinya sudah bisa merangkak.

“Maaf.” ucap Hyohwa lirih. Wajahnya dipenuhi dengan penyesalan.

“Kau tahu berbahayanya kehamilanmu ini? Hyo, aku mengkhawatirkanmu! Setidaknya kau memikirkan kami berdua.”

“Kapan? Sejak kapan kau membandel tidak minum obat itu?” Hyohwa menggangguk lalu berkata, “Aku selalu meminumnya.”

“Lalu?” desak Baekhyun dan Hyohwa pun enggan menjawab karena ragu.

“Aish jinja! Kenapa jadi seperti ini? Kenapa masalah selalu datang, eoh!”

Cup

Karena tidak tahan Hyohwa membungkam Baekhyun dengan menciumnya. Ia tahu Baekhyun sangat khawatir padanya. Tapi apa boleh mereka menolak kehadiran seorang anak?

“Aku sudah ke dokter, dia bilang tidak apa-apa. Pil KB tidak menjamin janin tidak terbentuk Baek. Kondisi tubuhku baik. Semua akan lancar jika kita menjaganya.”

Kata-kata Hyohwa barusan membuat Baekhyun sedikit bernafas lega. Ia merasa gagal menjadi suami jika ia sendiri tidak mengetahui kondisi tubuh anggota keluarganya. Keterlaluan sekali bukan

“Aku menyayangimu Hyo!” ucap Baekhyun mengusap-usap puncak kepala Hyohwa kemudian turun ke pipinya.

“Aku lebih menyayangi anak-anakku.” sahut Hyohwa yang membuat Baekhyun terkejut.

“Iya, karena kau hanya butuh tidur denganku!” balas Baekhyun yang seketika menyeringai dan sesekali melirik belahan dada Hyohwa yang terekspose di sana.

“Jangan Baek, ada Baekshin di sini.” tolak Hyohwa menyingkirkan tangan Baekhyun yang bersiap-siap untuk meremas.

“Benarkah?” goda Baekhyun kemudian menggelitiki perut Hyohwa hingga geli. Hyohwa tertawa dan mencoba menghindar dari serbuan Baekhyun.

“Oppa!” pekik Hyohwa yang sudah menyerah. Tangan Baekhyun berpindah menggelitikki Baekshin yang sepertinya cemburu dengan kemesraan mereka.

“Shin-ah, kau senang akan mendapatkan adik. Appa rasa adikmu perempuan. Eommamu terlihat sangat cantik setiap harinya.”

“Baekhyun!”

FIN

Note:

Gimana epilognya seneng pan punya dedek baru lagi? Oiya, part end nya kemarin sebenernya aku lupa kasih note part epilog ini mau di password. Tp udah terlanjur terkirim. Ya sudah gitu..

Jgn lupa tinggalkan jejak ya. Sampai ketemu di kesempatan yang akan datang. Semoga aku bisa buat cerita baekhyun lagi. Kalo ada yg minat. Hehe

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Epilogue)”

  1. Ihhhhhhh gemay gemay bngt ama baekshin…. 😆😆😆😆😆 makin lucu aja dia, baekshin baru 6 bulan udah mau punya adik lg duh baekhyun gk sabaran bngt ya ckckck…. Wkkwkkwk… 😁😁😁 hyowa juga sama nih, pokoknya ini couple teraneh, terlucu, tergemay, dkk…
    Tdi nya gk tau klo bakalan ada epilog ini, pas iseng iseng buka eh muncul ada epilognya ternyata… Langsung dibuka paling pertama ini mah..
    Makasih ceritanya seru bngt kak, berharap pngen ada sequel lg tpi itu terserah kakak juga gk maksain kok, ditunggu karya selanjutnya kak, pengen cast nya baekhyun lg.. Hwaiting… 🙋🙋😄😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s