[KAI BIRTHDAY PROJECT] DANGDUT SERIES : BOJO GALAK – by AYUSHAFIRAA

PicsArt_01-11-01.39.45

‘Senajane galak, bojoku pancen sing ayu dhewe.’

`BOJO GALAK`

A part of `Dangdut Series` by AYUSHAFIRAA

`Starring EXO’s Kai x Soyou, feat. Sehun`

|| Humor receh, Marriage-life, Non-baku, Romance, Slice of Life ||

// PG-15 // Vignette //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata. Inspired by ‘Pendhoza – Bojo Galak’.


Dangdut Playlist :

[Chen Gotik – Tarik Selimut] [Lay Kirana – Melanggar Hukum]  [Kris Citata – Meriang]  [Chanyeol Vallen – Sayang] ― [D.O DA – Kejora] — NOW PLAYING ♫ [Kai – Bojo Galak] [ Coming Soon ]


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

Cantik sih, tapi ya gitu… galak.

Kai hanyalah seorang pria 24 tahun yang kini sudah memiliki 2 orang anak dari pernikahannya bersama sang kekasih tercinta, Soyou, 4 tahun lalu. Meskipun lelaki berkulit tan itu merupakan anak semata wayang seorang saudagar kaya raya di kampungnya, ia sama sekali tak serta merta mengandalkan kekayaan orang tuanya untuk menghidupi keluarga kecil yang sedang dibangunnya bersama Soyou. Ia lelaki yang bertanggung jawab, pekerja keras, dan ia juga sangat bersyukur bisa menemukan Soyou sebagai jodohnya yang mau berjuang bersamanya dari nol hingga kini memiliki karir gemilang sebagai pengusaha kerupuk jengkol ternama bermerek ‘Bang Kai – Jengkol Crunchy’.

Lelaki itu sering mendengar dari ibunya, bahwa kisah cinta yang romantis hanya akan ia temui selama berpacaran saja, selanjutnya, kehidupan pernikahan tidak akan pernah seindah yang dibayangkan. Awalnya mungkin Kai tidak percaya. Ia yakin bahwasanya bersama Soyou, ia bisa membuktikan kalau kehidupan mereka akan selalu tentram dan penuh cinta seperti drama korea.

Setahun pernikahan, Kai merasa masih baik-baik saja. Setelah si putra sulung Jaehyun lahir, barulah Soyou memperlihatkan sikapnya yang bawel dan suka marah-marah tak peduli sekecil apapun kesalahan yang Kai buat. Kalau anak satu saja sudah bawel dan overprotektifnya minta ampun, apa lagi setelah si putri bungsu Jaein lahir satu setengah tahun setelahnya… tambah-tambahlah Kai harus mengoleksi banyak penutup telinga.

Contohnya saja, saat keluarga kecil mereka sedang jalan-jalan bersama di sebuah pusat perbelanjaan. Soyou tak terima suaminya yang ganteng dari lahir itu ‘melayani’ lirikan-lirikan banyak perempuan genit.

“HEH! APAAN SIH LO LIRIK-LIRIK SUAMI GUE?! UDAH NGERASA CANTIK LO HAH?” labrak Soyou pada dua wanita cantik di depannya, tak santai.

“Astaga, apa-apaan sih! Mereka kan cuma senyum doang.” Kai buru-buru menarik Soyou jauh-jauh dari dua wanita itu. namun, bukannya berhenti ngedumel, omelan Soyou malah semakin menjadi saja.

“Kamu juga! Ngapain coba ngelayanin cewek-cewek genit kurang kerjaan itu?!” tatapan tajam Soyou menyasar tepat ke arah suaminya yang mulai menghembuskan nafas kasar seperti mencoba untuk menenangkan diri agar tak tersulut emosi.

“Emangnya kamu lupa? Aku sama kamu bisa nikah kayak gini juga karena berawal dari saling senyum, kan?! Oh, atau kamu udah rencana mau nikah lagi?! Iya?!”

“Nggak mungkinlah,” jawab Kai lembut tanpa penekanan. Menurutnya, bersikap sama-sama keras pun tidak akan menyelesaikan masalah, malah mungkin akan semakin membuat masalah tersebut runyam serunyam-runyamnya. Dan tentu, Kai tidak mau hal tersebut terjadi. “Kalau aku udah milih nikah sama kamu, udah milih untuk punya anak cucu sama kamu, ya udah cukup kamu aja satu. Ngapain juga banyak-banyak? belum tentu juga yang banyak itu bisa sesayang kamu ke aku.”

Galak sih, untung sayang.

Pas lagi meriksa ulang untung rugi pemasukan hasil jualan jengkol crunchy bulan ini, hp Kai tiba-tiba bunyi ‘ting’ gitu, dapet chat baru dari Sehun, sahabatnya dari jaman masih bau kencur yang sekarang juga udah sukses punya banyak empang alias kolam buat pemancingan ikan.

Juragan empang hitz 2k18 :

Kai, kirimin gue jengkol crunchy dong! Gak usah pake je-en-e segala lah, elu aja yang bawa ke empang gue yak? Sekalian nanti kita ikutan futsal bareng si lohan, kuy ah.’

‘Oke siap, juragan!’ balas Kai penuh semangat dalam ketikannya.

Sejenak, Kai menyingkirkan dulu laporan-laporan pemasukannya dan bersiap untuk pergi ke empang Sehun dengan mengenakan seragam klub futsalnya yang sudah lama sekali tak dipakai sejak ia sibuk mengurusi dua buntutnya bersama Soyou.

Suara tangisan si kecil Jaein yang baru menginjak usia 7 bulan kemudian mengisi keheningan di rumah besar itu. Tak tega mendengar putri kecilnya terus menangis, Kai pun mau tak mau harus menenangkan putri kecilnya agar berhenti menangis dengan sejuta cara.

“Jaein sayang~ cup cup cup~ udah ya? jangan nangis. Ayah di sini kok.” Kai menggendong dan mengelus lembut punggung sang putri penuh kasih sayang.

“Mau ke mana? Kok udah pake baju futsal aja?” tanya Soyou yang sepertinya baru saja kembali dari dapur dengan membawa sebotol ASI. Si sulung pun tak pernah lepas memegang tangan kirinya erat-erat.

Kai nyengir, “Baru mau minta ijin pergi futsal sama si Sehun Luhan, eh denger Jaein nangis.”

“Terus gimana? Gak jadi futsalnya?” tanya Soyou lagi sambil mengambil alih Jaein dari gendongan Kai untuk disusui.

“Jadi dong!” jawab Kai spontan yang langsung mengundang sorotan tajam dari mata Soyou yang melotot. Mendapat tatapan menyeramkan seperti itu kemudian membuat Kai merasa serba salah. “Maksudnya tadi tuh aku nanya pendapat kamu, ‘Jadi dong ya?’ gitu hehe. Kalau kamu gak ngijinin sih-“

“Ya tinggal pilih aja, keluarga atau futsal.”

Kai memutar bola matanya, pasrah. Tentu saja jika dihadapkan pada pilihan seperti itu ia akan memilih keluarga, karena bagaimana pun ia bisa hidup tanpa futsal dan tidak bisa hidup tanpa keluarga. “Aku nemenin Jaehyun aja deh kalo gitu, futsalnya kapan-kapan lagi.”

Satu untuk selamanya.

‘Hun, gue gak jadi ikutan futsal 😦 ternyata gue lupa gue udah punya anak istri, mana dua lagi :”) /plak’

Juragan empang hitz 2k18 :

Hah? Elu udah kawin lagi, Kai? Kok gak ngundang-ngundang gue jadi saksi sih?! gitu ya lu sekarang! Ok, fine!’

‘Maksud gue yang dua itu anak gue tjuy, plislah. Ya kali gue ngeduain Soyou.’

Juragan empang hitz 2k18 :

Wkwkwk kirain gue, elu udah gak kuat ngadepin si Soyou yang galak, bro. Taunya masih setia aja.’

‘Yang namanya hidup berpasangan ya emang udah seharusnya nerima segala kelebihan dan kekurangan dia lah, kalau gak mau nerima dia apa adanya ngapain juga kan gue nikahin. Biar galak, dia tetep jodoh gue, Hun. Satu untuk selamanya.’

Juragan empang hitz 2k18 :

Eaaaa, udah kaya iklan esceteve aja lu, ‘satu untuk selamanya’.’

‘Itu mah ‘satu untuk semua’ ogeb’

Juragan empang hitz 2k18 :

Eh iya, lupa wkwkwk’

Membaca percakapan tadi sore antara sang suami dengan seorang teman yang juga ia kenal baik membuat sebuah senyuman terukir di bibir Soyou. Bagaimana tidak? Sepanjang percakapan tersebut, Kai mampu menjelaskan secara baik-baik kalau kini waktunya memang harus terbagi bukan hanya untuk pekerjaan tapi juga untuk keluarga kecilnya. Bukan merutuk ataupun curhat menjelek-jelekkan dirinya sebagai istri yang galak pada Sehun, Kai justru membuat Soyou semakin tersentuh dengan kalimat-kalimat terakhir yang lelaki itu ketik untuk membalas candaan Sehun yang terkadang memang sedikit keterlaluan.

Ceklek!

Soyou buru-buru menaruh kembali ponsel Kai dan pura-pura sudah terlelap dalam tidur ketika dirasa Kai sudah selesai mandi malam. Dengan masih memakai baju handuk, Kai tertawa kecil melihat sang istri yang sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi. Saat melihat Soyou begitu tenang dalam tidurnya seperti ini, Kai merasa bahwa dirinya memang tak pernah salah memilih untuk meminang wanita itu sebagai istri. Ya, walaupun sikap istrinya kadang suka membuatnya merasa sedikit tertekan, untunglah Tuhan selalu memberikannya kesabaran lebih. Ya, mungkin memang sudah benar bahwa Soyou adalah jodohnya.

“Aku suka liat kamu pas lagi tidur gini, adem aja gitu liatnya.” Gumam Kai.

Kalau udah sayang, mau bilang apa.

Hari ini, Jaehyun dan Jaein sudah dijemput kakek neneknya untuk diajak main tanpa Kai dan Soyou. Tinggallah Kai dan Soyou berdua aja di rumah. Tapi sedari tadi, Soyou yang tampak berdandan begitu cantik hari ini terus terlihat menyibukkan diri menghias bolu di dapur.

“Yang,” panggil Kai pada Soyou. Lelaki tinggi itu melangkahkan kakinya memasuki area dapur dan duduk di depan sang istri yang masih sibuk menulis kata-kata di atas kue bolu yang dibuat sendiri.

“Lagi ngapain sih?” tanya Kai, manja. Berharap Soyou mau memberinya sedikit perhatian. Khusus di hari iniiii saja, Kai tidak mau mendengar Soyou marah-marah.

“Emang masih kurang keliatan aku lagi ngapain?”

Ya, sudah jelas juga sih sebenarnya. Entahlah kenapa Kai malah melontarkan pertanyaan tak bermutu macam itu.

“Aku lagi ngehias kue bolu buat mantan pacarku yang lagi ulang tahun hari ini.” jelas Soyou yang seketika membuat Kai terbelalak.

“Hah? Mantan? Mantan pacar kamu yang mana?”

Saat Kai mencoba membaca tulisan Soyou di atas kue bolu itu, Soyou memang dengan jelas menulis ‘Selamat ulang tahun, mantan pacar’. Oh, ayolah! Masa iya Soyou lebih perhatian pada mantan pacarnya ketimbang suaminya sendiri?

“Yang ini lah!” Soyou mencolekkan krim ke hidung Kai dengan ujung jarinya seraya tertawa begitu puas, sementara Kai masih berpikir keras.

“Aku? Mantan?”

Soyou mengangguk yakin. Ia kemudian berjalan menghampiri Kai untuk memeluk lehernya dari belakang. “Kamu kan emang mantan pacar aku yang sekarang udah jadi suami sekaligus ayah dari anak-anakku.” Tambah Soyou kemudian.

“Selamat ulang tahun ya, Suamiku.”

“AISH, YA AMPUN! AKU BAHKAN LUPA KALAU HARI INI AKU ULANG TAHUN! AKU PIKIR KAMU BENERAN MASIH BERHUBUNGAN SAMA SALAH SATU MANTAN PACAR KAMU!” Kai tertawa, meluapkan segala kelegaan di hatinya dengan begitu bahagia. Ia benar-benar tidak habis pikir sang istri bisa membuatnya hampir termakan rasa cemburu.

“Jangan teriak-teriak!” Soyou mencubit lengan Kai hingga lelaki itu merintih. “Nanti kalau aku tiba-tiba brojol gimana?!”

“Hah?” satu detik, dua detik, tiga detik. Butuh sekitar 10 detik Kai mencerna kata-kata Soyou barusan. Baru ketika lelaki itu tersadar akan maksud sang istri, binar bahagia terpancar dari sorot matanya. “Kamu hamil lagi?”

“YES! YES! JADI INI MAH BIKIN TIM FUTSAL SENDIRI, UHUY!” ucap Kai heboh sambil nari-nari ala pohon di MV Wolfnya EXO.

“Jangan kesenengan dulu! pikirin biaya susu hamil, USG, lahiran, susu anak, mainan anak, pendidikan anak sampe S3, pembagian warisan juga sekalian kalo perlu pikirin dari sekarang!”

“TENANG, SAYANG! MAU S3 KEK, ES SEPULUH KEK, ES DI KUTUB KEK, SELAGI JENGKOL CRUNCHY MASIH BERJAYA, BISA DIATUR!”

 

 

/PLAK

yo wes ben nduwe bojo sing galak
(ya sudahlah, punya istri yang galak)
yo wes ben sing omongane sengak
(ya sudahlah, yang omongannya kasar)
seneng nggawe aku susah
(suka membuat aku susah)
nanging aku wegah pisah
(tapi aku tidak mau pisah)

 

Selesai.

 

Oke, sekian kegajean yang tercipta di ff ini! maafkan si ayu yang lagi sengklek, pemirsyahh :* jangan lupa beli ‘Bang Kai – Jengkol Crunchy’ hanya di empang-empang Sehun terdekat! 🙂

Happy Birthday, Kai!^^ sukses terus jualan jengkol crunchynya ya biar nanti anak-anaknya gak perlu berebut warisan lagi karena udah pada dapet banyak :”) /plak/ wish you all the best, jongin utututu!^^

 

 

tumblr_otow3eNdu11u94j5lo1_500

 

tenor

PicsArt_03-25-01.05.27

2 tanggapan untuk “[KAI BIRTHDAY PROJECT] DANGDUT SERIES : BOJO GALAK – by AYUSHAFIRAA”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s