[D.O. BIRTHDAY PROJECT] THE LOVELY BONES — IRISH

⁛  THE LOVELY BONES  ⁛

►  Do Kyungsoo x Eveline Lee  

► Angst x Fantasy x Life  ◄

►  Drabble x Teenager(s)  ◄

2018 © IRISH Art and Story. All Rights Reserved.

Disclaimer: Keseluruhan cerita merupakan fiksi yang diimajinasikan oleh penulis. Segala bentuk kesamaan baik nama pemeran, nama tempat maupun kejadian yang ada di dalam cerita adalah kebetulan semata. Tidak disarankan untuk pembaca yang tidak menyukai kisah-kisah dengan unsur sains di dalamnya.

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

“Bagaimana rasanya mati?”

Sebuah tanya Kyungsoo utarakan pada gadis yang sekarang duduk di sebelahnya, selagi si gadis—Eveline—berkulit pucat tersebut menghela nafas panjang karena pertanyaan yang Kyungsoo utarakan.

“Sakit,” jawab Eveline, singkat tapi tidak berusaha untuk terdengar ketus. “Oh… begitu ya. Aku pikir rasanya menyenangkan,” Kyungsoo terkekeh pelan saat menjawab ucapan Eveline.

“Kau mengatakannya seolah kau menginginkan kematian saja.” Eveline menyahuti.

Kyungsoo lantas mengedikkan bahunya acuh. “Bukannya ingin mati, tapi semua manusia pada akhirnya akan mati juga, bukan? Jadi buat apa pura-pura menolak kematian?” kali ini giliran Eveline yang terdiam saat mendengar pertanyaan Kyungsoo.

Memang benar, semua manusia pada dasarnya akan mati. Tinggal menunggu giliran saja, siapa yang akan lebih dulu dijemput oleh kematian itu. Tapi sekarang Kyungsoo mengatakannya seolah dia tidak takut mati, dan entah mengapa Eveline kesal juga mendengarnya.

“Aku dengar kalau mereka yang sudah mati tapi tidak pergi ke langit dan tetap berkeliaran di bumi, adalah orang-orang yang mati karena masih menyimpan dendam. Apa kau juga seperti itu, Eveline?” kembali Kyungsoo berusaha membuka konversasi.

Hasilnya, cemooh penuh nada kesal lah yang lolos dari bibir Eveline.

“Iya, aku memang masih menyimpan dendam. Lalu bagaimana denganmu sendiri? Kau kelihatannya menerima kematianmu dengan senang hati, tapi kau juga masih ada di sini. Dendam apa yang terus kau bawa bertahun-tahun setelah kematianmu? Padahal kau barusan menasehatiku seolah aku adalah orang jahat yang tidak menerima kematiannya.” kali ini Eveline berkelakar dengan nada kesal, masa bodoh kalau Kyungsoo merasa tersinggung.

Lagipula keduanya sudah sama-sama mati, hanya saja mereka bertemu secara tidak sengaja sebab Eveline berstatus sebagai seorang yang baru saja mati.

“Aku bukannya menyimpan dendam, tapi jasadku belum ditemukan sampai sekarang.” tutur Kyungsoo, tidak sepenuhnya berbohong tentu saja.

“Jasadmu tidak ditemukan? Kau mati terbunuh?” tanya Eveline kemudian.

“Hmm, ya begitulah.”

“Lalu kenapa kau tidak berusaha menemukan orang yang membunuhmu? Bukankah, dia seharusnya tahu di mana dia membuang jasadmu?” Eveline bertanya dengan nada meledek sekarang, heran juga dia kenapa Kyungsoo ini bisa bersikap ramah dan menasehatinya padahal dia sendiri juga berstatus sebagai seorang yang mati dengan masih menyimpan pertanyaan di balik kematiannya.

“Aku sudah melakukannya—lebih tepatnya, aku sedang melakukannya.” Kyungsoo menyahuti kalem. Sekarang, Eveline menatapnya penuh tanya. “Apa maksudmu dengan kau sedang melakukannya? Yang kau lakukan sekarang hanya menghabiskan waktumu untuk bicara denganku.”

Mendengar jawaban dari Eveline, Kyungsoo akhirnya menyunggingkan sebuah senyum di wajah pucatnya. Lantas, dia menarik dan mengembuskan nafas panjang sebelum ditatapnya Eveline dengan pandang serius.

“Kau sudah tidak ingat ya, Eveline? Kau ‘kan yang membunuhku.”

fin

IRISH’s Fingernotes:

Termotivasi (motivasi njir, inspirasi harusnya Rish) dari film lama dengan judul yang sama, tapi di sini dalam makna implisit aja sih inspirasinya itu, wkwk. Ada yang pernah nonton film ini enggak sih? Aku nangis kejer loh sejak dulu setiap nonton film ini… padahal kata orang-orang filmnya enggak jelas. Apa aku yang terlalu baper sama diary pasca-kematian seseorang yang dijadikan film?

Yang jelas tadi pas aku baru bangun (iya tadi jam sepuluh malem aku tuh baru bangun) aku kangen berat sama film The Lovely Bones ini dan akhirnya beberapa jam aku habisin buat nonton ulang film itu sampe aku kemudian ngebikin drabble ini.

Enggak jelas juga tujuannya bikin drabble ini buat apa, mengungkapkan rasa rindu sama film terbaper dalam sejarah kali (ente doang yang baper Rish, ente doang).

Ya intinya gitu lah, fanfiksi unfaedah yang jadi korban penutup perayaan ulang tahun Kyungsoo. Okeh, sekarang waktunya kita menghitung waktu buat ulang tahun Kai dong ya~

kontak saya  Instagram  Wattpad  WordPress

One thought on “[D.O. BIRTHDAY PROJECT] THE LOVELY BONES — IRISH”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s