[EXOFFI FREELANCE] Love Myself, Love Yourself (Chapter 4)

love myself, love yourself

Love Myself, Love Yourself  |

| Oh Sehun & Byun Mora |

| Byun Baekhyun, Lee Jieun (IU) |

| Romance x Fantasy |

| PG-17 | Chaptered |

2017 – Storyline by JHIRU H.

Jika kau ingin menghancurkan hidupmu,

Lakukan secara diam dan tenang.

Jangan membuat orang lain yang melihatnya

Merasa bersalah karena sudah membiarkanmu.

Prev : Prologue | 1|2|3

*Hargai karya penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment

◦ ◘ ♯ ♯ ♯ ◘ ◦

—×◦ L.M, L.Y ◦×—

In Sehun’s Eyes . . .

Langkah kakiku berhenti, apa yang sedang gadis itu lakukan?

Byun Mora, gadis itu gelisah menatap sekelilingnya. Ketika dia akan melangkah masuk ke gedung apartemen, pandangan kami bertemu. Aku hanya menatap bingung padanya sedangkan gadis itu tersenyum melihatku, langkah kaki gadis itu berbalik kini menuju tempatku berada.

“Aku baru saja akan menemuimu,”

Dahiku mengernyit mendengar ucapan Mora, apa gadis itu setuju dengan rencana yang dibuat kakaknya?

“Kenapa? Kau ingin membicarakan kapan pernikahan kita?”

“Hah? Pernikah—tunggu! Apa maksudmu?”

Senyumku mengembang begitu melihat tingkahnya, Mora terlihat sangat manis dan lucu ketika dia panik.

“Jika bukan itu yang ingin kau bicarakan, aku harus pergi. Ada hal yang harus ku urus,”

Kubuka pintu mobil dan duduk di bagian kemudi, lalu Mora berlari ke pintu sebelahnya. Gadis itu segera duduk dan menutup pintu, jangan lupa! Mora langsung memasang sabuk pengaman.

Aku hanya menatap tanya pada gadis itu.

“Kita harus bicara, Sehun-a. Ini tentang rencana yang kau buat dengan kakakku,”

“Masih ada besok, Byun Mora. Ini sudah malam,”

“Tidak bisa! Nanti ada kakakku,”

Mendengar gadis itu yang bersikeras, aku hanya dapat menghela napas. Kututup pintu mobil dan menghidupkan mesin, secara perlahan mobil melaju membela jalanan malam kota Seoul.

“Kau tidak takut jika kakakmu mencari? Ini sudah malam. Kenapa kau selalu berkeliaran di malam hari?”

“Baekhyun sedang sibuk mencari tempat untuk membuka pintu dimensi, jadi dia tak kan menyadarinya.”

Aku hanya diam mendengarkan, apa yang diinginkan gadis ini?

“Kenapa kau menerima tawaran dari Baekhyun? Apa kau tidak tahu? Dia hanya memanfaatkanmu, kau tidak tahu resiko apa yang kau ambil jika ikut dengan kami.”

“Aku tahu,”

“Oh ya ampun! Kau tidak tahu, Oh Sehun. Kau memang bisa kembali ke sini, tapi begitu kau menginjakkan kaki di dunia kami, keberadaanmu di sini akan dihapus. Tidak akan ada yang mengingatmu,”

Kuperlambat laju mobil dan sejenak melirik Mora melalui ekor mataku, apa gadis ini mengkhawatirkanku? Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya?

“Lalu kenapa? Lagipula aku tidak punya siapapun di sini, itu tidak ada bedanya dimana aku berada.”

Mora menghela napas kasar, nampaknya gadis itu kesal mendengar ucapanku.

“Bagaimana denganku? Jika kita melakukan sumpah itu, aku tidak bisa ikut ujian untuk menjadi penyihir kerajaan.”

“Jadi, ini yang kau inginkan? Kupikir kau mengkhawatirkanku,”

Gadis itu menatap sekitar sedikit panik, sesaat Mora hanya diam seperti menimang-nimang ingin mengatakan sesuatu.

“Tidak! Itu…umm… yah begitulah, sedikit. Aku hanya sedikit mengkhawatirkanmu,”

Aku tersenyum geli mendengar penuturan gadis itu, yah siapapun punya tujuan tertentu. Aku sama sekali tidak marah ketika Mora dengan jujur mengatakan tentang keinginannya, sama seperti pertama kali aku mengetahui bahwa dia adalah seorang penyihir.

Aku marah, karena Mora berniat meninggalkanku begitu saja.

“Baekhyun bilang kau masih bisa menjadi penyihir kerajaan, tapi yah kau tidak bisa bergabung dengan kelompok perlindungan istana. Lagipula, aku tidak ingin kau membahayakan diri.”

“Tapi itu yang kuinginkan, aku ingin melindungi secara langsung keluarga kerajaan.”

Kenapa Mora terlalu keras kepala? Apa sih yang bagus melindungi orang lain hingga dapat membahayakan diri sendiri?

“Tidak! Tidak bisa, kalau bukan aku pasti kakakmu yang tidak setuju.”

“Oh! Apa kalian sengaja melakukan ini padaku?”

“Tidak juga, Baekhyun punya tujuan sendiri dan aku perlu mencari tahu tentang keterlibatanku. Lagipula, aku tidak bisa melepaskanmu. Setuju atau tidak, aku akan terus bersamamu.”

Gadis itu hanya diam, salah satu dari kami tak ada yang ingin memecah keheningan. Dan aku terlalu malas untuk memulai perdebatan kembali.

Aku tahu, bagi Mora keberadaanku sama sekali tidak penting. Sayangnya, aku tidak peduli akan hal itu. Aku yang membutuhkan Mora, jadi gadis itu hanya perlu diam menerima eksitensiku.

“Kau sungguh-sungguh akan ikut denganku?”

“Kenapa kau masih mempertanyakan hal itu? Lakukan apa yang kau inginkan, aku tidak akan mengganggu. Cukup diam dan terima saja keberadaanku, aku tak menuntut apapun.”

Perlahan, laju mobil melambat hingga benar-benar berhenti. Mora menatap keluar melalui jendela mobil, lalu gadis itu melepaskan sabuk pengaman dan mengikutiku berjalan keluar mobil.

“Ini rumahmu, bukan?”

“Hm,”

Mora mengikutiku masuk ke dalam rumah, gadis itu hanya diam tanpa protes.

“Selamat datang tuan muda,”

Kuanggukkan kepala lalu kepala pelayan melihat kehadiran orang lain, dia tersenyum dan memberi hormat pada Mora.

“Selama datang nona,”

“Terima kasih,”

Mendengar jawaban dari gadis itu, aku dapat mengetahui bahwa dia sedang tersenyum. Itu tidak sulit, nada suara riang dari Mora benar-benar mengekspresikan segalanya.

“Tolong antarkan dia ke ruangan yang sering kugunakan untuk bersantai,”

“Baik tuan,”

Baru beberapa langkah ku ambil, gadis itu segera mencegah dengan menarik lengan kananku.

“Tunggu! Kau mau kemana?”

“Aku perlu mengurus beberapa dokumen, kau istirahat saja.”

Meski ragu, Mora melepaskanku dan mengikuti kepala pelayan.Yah, aku perlu menyelesaikan beberapa hal sebelum meninggalkan dunia ini.

×◦◦×

In Author’s Eyes . . .

Suara helaan napas terdengar dari Pemuda Byun itu, berkali-kali dia menatap jam dinding yang sudah menunjukkan lewat tengah malam.

‘Kemana bocah itu?’

Tepat sekali, Baekhyun sedang menunggu Mora yang belum juga menampakkan batang hidungnya.

“Oh ya ampun! Gadis itu benar-benar sudah liar sekarang,”

Baekhyun tahu itu, adiknya pasti sudah terbiasa hidup tanpa aturan. Gadis itu perlu diingatkan kembali mengenai norma yang ada, orang tua mereka akan naik darah jika melihat cara hidup Mora yang sudah benar-benar tak terkendali.

Sejak dulu, Mora memang gadis yang keras kepala dan sulit diatur. Tapi Baekhyun tak percaya, jika perilaku adiknya akan semakin parah. Oh! Tolong ingatkan Baekhyun, betapa banyaknya kata umpatan yang sudah dilayangkan Mora.

Bahkan, ketika Pemuda Byun itu mencoba memutar otak mencari jalan keluar agar Mora tak mendapatkan hukuman dari kerajaan. Adiknya itu malah menuduh Baekhyun menjadikan Mora sebagai kambing hitam.

Melakukan sumpah pra-nikah, satu-satunya cara aman bagi Mora agar terhindar dari pelanggaran-pelanggaran yang telah gadis itu lakukan. Itu juga cara yang paling mudah agar orang-orang tak mempertanyakan keberadaan Sehun. Orang-orang pasti berpikir, Sehun rela melepaskan kehidupan di dunia ini karena perasaannya pada Mora.

Bagaimanapun Baekhyun butuh informasi mengenai identitas Sehun dan menyelidiki tentang hal itu secara terbuka, bukanlah suatu hal yang bijak.

‘Ting-Tong! Ting-Tong!’

Baekhyun segera beranjak menuju pintu, ekspresi heran terpampang jelas di wajahnya ketika mendapati seorang gadis yang kini menatap Pemuda Byun itu dengan canggung.

“Halo, aku Son Wendy.”

“Apa keperluanmu?”

Pemuda Byun itu mengernyit heran begitu mendengar isi pikiran Wendy yang mengisyaratkan bahwa gadis itu sedikit takut mendengar nada suaranya. Menurut Baekhyun itu sedikit aneh, dia merasa berbicara dengan nada biasa tanpa berniat menakut-nakuti Wendy.

“Hm, Mora baru saja menelponku dan meminta menyampaikan pesan padamu bahwa dia sedang bersama Sehun. Lalu kemungkinan, itu akan memakan waktu yang cukup lama.”

“Oh,”

Gadis itu kembali merasakan suasana canggung, dia sungguh tidak tahan dengan atmosfer yang ada. Kenapa kakak-beradik Byun ini sangat bertolak belakang? Berbicara dengan Mora sungguh menyenangkan. Wendy pikir, melakukan konversasi dengan Sehun jauh lebih mudah daripada dengan pemuda yang berada di hadapannya ini.

“Kalau begitu, aku pergi dulu.”

Begitu sudah berpamitan, Wendy segera melangkah dengan terburu-buru. Dia bahkan tidak menunggu lagi jawaban dari Baekhyun.

Baekhyun menatap tidak peduli akan kepergian Gadis Son itu, dia segera menutup pintu dan kembali masuk ke dalam rumah.

×◦◦×

“Kau tidak takut akan mendapatkan masalah dari kakakmu?”

“Tidak!”

Mora masa’ bodoh mendengar pertanyaan dari Pria Oh itu. Fokusnya tak teralihkan pada game yang sejak tadi menyita perhatiannya. Lagipula, selama ini Mora selalu mendapatkan hukuman dari kakaknya. Satu atau dua kali membuat masalah lain tidak akan mengurangi rasa sakit yang akan dia dapatkan dari sengatan listrik Baekhyun.

“Wah! Menang! Aku suka teknologi,”

Mendengar teriakkan Mora, Sehun yang duduk di samping gadis itu hanya memutar bola matanya malas.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak tinggal di sini saja bersamaku?”

“Aku mau, tapi seluruh keluargaku tidak ada di sini.”

Sejenak, Tuan Muda Oh itu terdiam membeku. Ini sungguhan, bukan? Sehun tidak salah dengar kan?

“Jadi, kalau keluargamu ada di sini. Kau bersedia tinggal bersamaku?

“Tentu saja! Kenapa aku harus menolaknya?”

“Kupikir, kau membenciku?”

Mora menghentikan aktivitasnya, lalu beralih menatap Tuan Muda Oh itu dengan raut wajah heran.

“Kenapa aku harus membencimu? Itu akan sangat menyenangkan jika aku bisa terus berada di sini.”

“Sungguh?”

Sehun menatap serius pada Mora, gadis itu mengangguk mantap sebagai jawaban.

“Dengan begitu, aku bisa bermain game setiap hari tanpa perlu memikirkan hal lain.”

Seketika, raut wajah Sehun berubah menjadi dingin dan kaku.

“BYUN MORA!”

Mora terlonjak kaget mendengar Sehun yang tiba-tiba saja berteriak marah padanya.

“Apa? Kenapa kau tiba-tiba berteriak seperti itu, sih?”

“Baekhyun benar! Kau sama sekali tak memakai otakmu!”

“Kenapa kau tiba-tiba marah padaku? Jangan bawa-bawa Baekhyun di sini, mendengar namanya saja aku sudah muak.”

Sehun beranjak dari tempat, dia melangkah menuju ruang kerja. Tapi langkahnya berhenti, lalu Sehun berbalik menatap Mora yang masih menatap heran pada Pemuda Oh itu.

“Aku akan mengikutimu kemana saja! Agar kau mengerti arti dari keberadaanku!”

Tuan Muda Oh itu menarik napas dan perlahan menghembuskannya, dia harap dengan melakukan hal itu dapat sedikit saja memberi ketenangan.

“Kupastikan, kita tidak akan hanya melakukan sumpah pra-nikah tapi juga akan melangkah ke jenjang berikutnya!”

Kemudian Tuan Muda Oh itu benar-benar menghilang di balik pintu, menyisakan Mora yang masih kebingungan mendengar penuturan dari seorang, Oh Sehun.

“Lalu, memangnya kenapa? Toh, tetap saja aku tak bisa mengikuti ujian menjadi penyihir kerajaan.”

—×◦ to be continued ◦×—

JHIRU’s Note :

Berjumpa lagi dengan ane^^

Selama kurang lebih 3 minggu ini, ane benar2 out dr semua tntang kpop, gak nahan klw secara gak sengaja ngelihat SHINee. Jadi maaf, comment di chapter sebelumnya pun belum dibalas. Untuk chapter ini pun sangat pendek, ngumpul-i semangat hanya sekedar buat ngedit aja gak ada.

Tadinya mau hiatus dulu sampai bulan februari, tapi ane gak mau ngutang apa-apa. Jadi, mesti selesaikan dulu ff yang udah di publish.

Terima kasih sudah membaca fanfic ini hingga habis.

Dan please pakai banget-nget-nget, jadilah pembaca yang baik dan menghargai karya tulis penulis dengan meninggalkan jejak di kolom comment. Itu berarti banget buat ane dan memberi semangat buat nulis chapter selanjutnya. Sekian dan terima kasih.

Kunjungi : WordPress | Wattpad | Twitter | Instagram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Love Myself, Love Yourself (Chapter 4)”

  1. Ohhh.. pantesan aku cari bolak balik bukak EXOFFI ndak nongol nongol ff nya kak, ku kira ngak lanjut lagi. Ya udah deh yang penting dah nongol ff nya kak. 😀

    Itu tadi mas sehun udah girang banget ya?? dikira mbak moranya seriusan. ehhh… ternyata oh ternyata mbak mora nya gak bener bener! Pasti gedek banget itu. 😀 serasa di terbangin tinggi tinggi kayak layangan trus dilempar ke dasar jurang. Euhhh… rasanya tuhhh dongkol banget!!! Mbak mora PHP mah.

    Udah deh kepanjangan, ff nya dilanjutin kan kak??? moga iya, soalnya ditunggu tunggu bangetttt. .

    see u soon ♡♡♡

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s