[EXOFFI FREELANCE) Sweet Couple | 3 (Everyday Love)

  • Title : Sweet Couple
    • Author : Ohkarmila3194
    • Categori : PG-17 | Romance | Universe 
    • Cast : Oh Sehun(exo) | Park Jiya(oc) 
    • Suport Cast : Byun Baekhyun(exo) | Kim Taeyeon(snsd)

.

.

-percaya atau tidak, Oh Sehun dan Prak Jiya adalah pasangan ter sweet dan ter geli yang pernah ku lihat sepanjang masa setelah romeo dan juliet-

♡BaekYeon♡

.
.

SweetCouple

.

.

Jiya menyerngit heran kala salah satu mobil yang tidak ia kenali memasuki area rumah nya. Taeyeon melirik ke arah Jiya.

“Mobil siapa itu?” Tanya Taeyeon.

“Entah, aku tidak pernah melihat mobil itu sebelumnya” Mereka tampak mendekati mobil itu.

“sepertinya aku mengenali mobil ini” guman Taeyeon.
Jiya mengetuk kaca mobil tersebut.

“yak! Jangan diketuk” ujar Taeyeon.

“aku belum pernah melihat mobil ini kerumah ku” bisik Jiya.

Tak berselang lama sang pengemudi pun turun dari mobil nya, wajah Taeyeon berseri seketika.

”Baekhyun!” seru Taeyeon, lalu menghampiri pacarnya tersebut.

“annyeong sayang” Baekhyun sambil memeluk Taeyeon.

“oh itu kau Cabe, Kukira siapa. Mau apa kesini? Menjemput kekasihmu? Yak! Aku kan sudah bilang mau pinjam Taeyeon eonni sebentar! Kenapa kau malah menjemputnya kemari!” ucap Jiya kesal, hari ini hari kelulusannya dan ia memang sengaja menyuruh Taeyeon menemaninya karna kedua orang tua Jiya sibuk dengan perjalanan bisnis mereka di jepang, dan sekarang Baekhyun dengan seenak nya menjemput Taeyon.

Seseorang laki-laki dengan jas hitam dan kecamata hitam keluar dari mobil itu dan Jiya memandang tidak percaya pada sosok yang kini baru keluar dari mobil itu.

“Baru ketemu sudah maki-maki tidak jelas. Aku kesini membawa pangeranmu yang meminta tumpangan padaku” ucap Baekhyun.

“Memang kemana mobil si pucat itu” tanya Taeyeon.

“Dia miskin! Makanya menumpang padaku” ucap Baekhyun dengan menyombongkan diri.

“Cih! Kau saja masih menerima gaji dariku, mana mungkin aku miskin. Kalau mau menyombongkan diri cari lawan yang sepadan, jangan dengan ku. Jelas kau akan terhempas jauh” ujar Sehun dengan menyengir lebar.

“Yak! Sialan” ucap Baekhyun kesal.

“Cukup! Aku akan terlambat dihari kelulusanku jika kalian terus berdebat” teriak Jiya.

“Kaja eonni kita pergi” Jiya menarik tangan Taeyeon.

“Ya ya ya ! Naik mobil Baekhyun, kita pergi sama-sama” Sehun meneriaki mereka.

“Yak! Cepat masuk mobil” seru Sehun. Dengan kesal Jiya masuk dan duduk di kursi belakang bersama Sehun, sedangkan Taeyeon tentusaja duduk di depan dengan Baekhyun.

“Apa kau tidak merindukan ku?” Ucap Sehun dengan mennggenggam tangan Jiya erat.

“Seharus nya aku yang bertanya begitu! Sudah satu minggu Oppa tidak membalas ataupun menerima panggilan ku, satu minggu oppa, S.A.T.U M.I.N.G.G.U! tekan Jiya.

Jiya benar-benar kesal dengan Sehun yang tidak mengabari dan tidak merespon sedikit pun pesan yang ia kirim, telfon darinya pun ia abaikan. Yatuhan! Jiya sungguh kesal.

“Maaf, ponsel ku kemarin rusak karna terjatuh. Dan aku belum sempat membelinya lagi”.

“Sudah kubilang bukan, dia itu miskin! Beli ponsel saja tidak bisa”. Sela Baekhyun.

“Aduh, yak! Keparat!”

“Bisa diam tidak? Dasar cabe!”

“Mwo apa kau bilang? Bilang sekali lagi” ucap Baekhyun kala Sehun menyebutnya cabe!. Yatuhan! Apa sekarang otak Sehun sama bodoh nya dengan Park Jiya? Baekhyun sangat membenci panggilan itu.

“C.A.B.E” Sehun mengeja dan menekannya dengan sangat lancar.

Cekit!

“TURUN SEKARANG JUGA DARI MOBIL KU, BOCAH SIALAN! TIDAK TAU DI UNTUNG” dan menggelegarlah sudah suara emas Baekhyun memenuhi mobil itu.

Taeyeon yang berada di samping Baekhyun menutup kuping nya, takut jika nanti kuping nya budek dan harus berakhir di Tht. Sedang kan Sehun meringis mendengar suara Baekhyun yang sama kencang nya dengan Toa mesjid! Dan Jiya hanya melongo mendengar itu.

Jiya mengedip-ngedipkan mata nya lalu melirik jam tangan nya, dan ia memblabakan matanya.

“SIALAN AKU TERLAMBAT”

.
.

SweetCouple

.
.

Akhirnya setelah dengan susah payah Park Jiya berulangkali merepisi skripsinya dan inilah yang ia capai.

Ia lulus dan diwisuda, Jiya memang bukan tergolong murid pintar, bukan juga tergolong murid bodoh. Jiya berada ditengah-tengah! Nilai yang ia dapatkan tidak buruk dan tidak bagus, tapi cukup untuk melamar ke perusahaan ternama.

Tapi beruntung nya Jiya tidak perlu susah payah menyodorkan lamaran kerja nya, karna ia akan bekerja di perusahaan Sehun nanti. Entah Sehun akan setuju atau tidak ia tidak akan peduli, Jiya akan jadi sekertaris Sehun untuk menggantikan sekertaris Sehun yang sangat centil. Jiya tidak menyukai sekertaris Sehun, bagai mana mungkin Sehun memperkerjakan dia?.

Sekarang Jiya dikelilingi orang-orang terdekat nya dan orang tersayangnya. Walau orang tuanya tidak ada disni. Tapi ia sudah cukup bersyukur dengan hadirnya sahabat dan pacarnya disini.

Taeyeon, Baekhyun, dan sang kekasih Sehun menemaninya sampai ia mendapat gelar S.E. betapa bahagianya Jiya setiap hari bisa mendapatkan cinta dari mereka semua.
Jiya bisa melihat merek mencintainya dengan tulus walau terkadang mereka bertengkar bagai kucing dan anjing.

“Gomawo, karna sudah menemaniku hari spesial ini”. Ucap Jiya dengan mata berlinang.

“Kita akan slalu ada untuk mu Jiya, apapun itu” ucap Taeyeon memeluk Jiya, Taeyeon sudah menganggap Jiya sebagi adik nya sendiri.

“Cha, kau harus traktir kita” Baekhyun menyela. “Ayok kita ke club Chanyeol, sudah lama aku tidak kesana”.

“Andwe!” Tayeon menginjak kaki Baekhyun, ia tidak suka jika Baekhyun pergi kesana. Jiya juga ikut menentang saran Baekhyun.

“Dasar cabe pasar! Apa otakmu hanya club saja huh!” Sehun menjitak kepala Baekhyun, Baekhyun memanyunkan bibir nya kesal.

“Cih lihat pacarmu itu eonni, menggelikan sekali” ucap Jiya yang melihat tingkah Baekhyun. Dan mereka menertawai Baekhyun, wajah baby face nya memang membuat Baekhyun terlihat sepeti anak kecil. Sama seperti Taeyeon, mereka pasangan muka baby face.

hari-hari ku cukup indah karna kalian. Karan cinta yang kalian berikan setiap hari– everiday love.

.
.

SweetCouple
.
.

Park Jiya berjalan di koridor perusahaan Sehun sambil tersenyum. Sejujurnya Jiya tidak memberitahu Sehun bahwa ia akan kemari, ia ingin membuat Sehun terkejut dengan kehadiran nya.

Jiya melewati beberapa pegawai Sehun dan mereka semua membungkuk hormat kala Jiya melewati mereka. Mereka sudah tak asing dengan Park Jiya, mereka tau bahwa Jiya kekasih bos mereka. Maka dari itu mereka cukup menghormati Park Jiya.

Jiya tersenyum membalas beberapa sapaan pegawai Sehun. Jiya memang ramah kepada siapapun yang ia temui, maka tidak heran jika Jiya cukup disanjung dikantor ini.

Ia menaiki lift dan berhenti dilantai duapuluh, ia menggiring langkah kaki nya menuju ruangan Sehun. Jiya melihat seseorang perempuan keluar dari ruangan Sehun dan saat wanita itu berbalik baru Jiya tau itu siapa.

Jiya memelototi sekertaris Sehun dengan tajam, dan irene yang ditatap pun memberi pelototan balik. Dasar sekertaris kurang ajar! Ucap jiya dalam hati. Jiya menaruh dua jari di matanya lalu mengarahkan kepada irene.

Irene memutar bola matanya malas, irene membalas dengan menarus tangan nya dileher dan menggerakan kan tangan nya seperti memotong.

“Kau!” Tunjuk Jiya tidak terima. Jiya menarik rambut irene dengan kesal menjambak dengan keras.

“Yak! Lepaskan!” Irene juga menarik rambut Jiya, ia mencakar wajah Jiya menimbulkan sedikit luka.

“Wanita sialan! Kurang ajar” Jiya menendang-nendang kaki Irene hingga keduanya terjungkal dan bergulat dilantai. Aksi mereka mengundang karyawan yang melintas memandang mereka ngeri.

“Astaga apa yang kalian lakukan?” Baekhyun berusaha melerai mereka.

“Menyingkir kau cabe!” Jiya ingin mencakar Irene tapi dihalangi oleh Baekhyun.

“Sehun! Keluarlah! Cepat” ucap Baekhyun.

Irene belum puas, rasanya irene ingin merusak wajah Jiya dengan cakaran-cakaran maut andalannya. Irene kembali maju ingin mencakar Jiya tapi dihalangi Baekhyun hingga cakaran nya malah meleset dan mengenai wajah tampan Baekhyun.

“Yak! Wajah tampan ku” ucap Baekhyun dramatis.

“Hentikan atau kau ku tampar satu-satu” ucap Baekhyun kesal.

“APA!” Ucap Jiya dan Irene bersamaan. Jiya dan Irene menatap Baekhyun horor dan baekhyun bersumpah benar-benar menyesali perkataan nya.

Sehun yang mendengar ribut-ribut di depan ruangannya bergegas keluar hingga ia membuka pintunya dan ia terkejut kala Baekhyun sedang diserang dua wanita, Jiya dan Irene sedang menganiyaya Baekhyun.

“Ada apa ini” ucap Sehun berhasil menghentikan mereka.

“Yatuhan badan dan wajahku!” Baekhyun terkapar dilantai dengan mengenaskan sedangkan dua wanita itu tidak hentinya saling melempar tatapan membunuh.

“Oppa . .” Jiya memeluk Sehun. Sehun memandang Jiya yang tampilannya jauh dari kata rapih, rambut acak-acakan bagai rambut singa, baju kusut seperti baju cuci gudang.

“Oppa, rambut dan wajahku sakit . . Hikkss . . ” Jiya menangis dipelukan Sehun. Sehun melotot kanget kala ia menyadari wajah Jiya ada beberapa luka bekas kacaran.

“Gwencana? Kenapa wajahmu luka? Siapa yang melakukannya” tanya Sehun sembali membelai wajah Jiya.

“Sekertaris tidak tau dirimu itu yang melakukannya Oppa hikss . . Sakit . .” Jiya merengek.

“Apa! Dia yang mulai duluan sangjangnim”

“Tidak, bukan aku Oppa tapi dia” ujar Jiya tak mau kalah.

“DIAM!” bentak Sehun dingin, entah kenapa wanita selalu membuatnya pusing astaga. Jiya melonggarkan pelukannya di pinggang Sehun, ia sedikit takut kala Sehun membentak tadi. Sehun menyadari Jika Jiya takut dengan suaranya tadi.

Sehun menarik Jiya keruangan nya mendudukan nya disofa, Sehun menganbil kotak p3k dan duduk disamping Jiya.

“Kau berkelahi dengan Irene” tanya Sehun lembut sembari mendongakan kepala Jiya yang terus menunduk agar ia bisa mengibati lukanya.

“Aku tidak suka dengannya!” Jawab Jiya kesal.

“Wae?” Sehun bertanya sambil mengobati luka Jiya.

“Wae? Oppa tidak marah padanya! Dia sudah membuatku seperti ini dan Oppa tidak berbuat apa-apa!” Jiya menepis tangan Sehun yang mengobati luka cakaran di wajahnya.

Sehun mengangkat tubuh Jiya dan meletakan dipanggkuannya.

“Aku marah, sangat marah. Bagaimana aku tidak marah saat dia melukai dirimu” ucap Sehun lembut sambil mengelus pipi Jiya. Demi tuhan Sehun bisa saja memukul Irene jika Irene bukan perempuan.

“Kenapa Oppa tidak meme . . “

“Aku akan memecatnya tanpa kau minta, sayang” Sehun mengecup bibir Jiya. “Aku tidak akan membiarkan kekasihku terluka oleh siapapun” Sehun merapihkan rambut Jiya dengan tangan nya sebagai sisir.

“Lakukan sekarang!” Jiya mempoutkan bibirnya. Sehun menangguk dan mengambil ponsel disaku jasnya.

“Baek, pecat Irene sekarang juga, dan carikan sekertaris baru” ucap Sehun mantap dan kembali mengahiri panggilan nya tanpa tau bahwa Baelhyun disebrang sana mengomel tidak jelas.

“Kau senang heum” Sehun menarik Jiya kedalam pelukannya.

“Aku saja yang menjadi sekertaris Oppa, ya ya ya pleas” Jiya mengedipngedipkan matanya nya. Sehun memandang geli Jiya, dan ia mengangguk sebagi jawaban. Jiya memeluk Sehun senang.

“Oppa”

“Heum”

“Kepalaku sakit” kepalanya benar-benar sakit akibat jambakan Irene tadi. Sehun mengusap kepala Jiya dengan sayang sesekali memijat kepalanya pelan, mengecup kepala Jiya penuh kasih sayang.

“Masih sakit” tanya Sehun.

“Sedikit” jawab Jiya.

“Mau aku cium terus kepalamu sampai sembuh?”

“Boleh, ide yang bagus” dan benar saja Sehun mengecup kepala Jiya beberapa kali, Jiya hanya terkikik geli menerima perlakuan Sehun, ia selalu nyaman dengan perlakuan Sehun.

.

.

SweetCouple

.

.

-fin-

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE) Sweet Couple | 3 (Everyday Love)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s