[EXOFFI FREELANCE] My Poor Twins (Chapter 2)

PicsArt_02-19-08.57.59

MY POOR TWINS

Chapter: 2

Written by: Audrey_co

Genre: Drama

Length: Chapter

Rate: Pg-15

Starring by: Xi Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Disclaimer: Seluruh cast milik Tuhan Yang Maha Esa, saya hanya meminjam nama mereka. Isi cerita murni hasil pemikiran saya. Seluruh adegan dalam cerita hanya fiksi belaka demi hiburan semata. NO PLAGIAT dan silahkan komentar jika menurut kalian cerita ini perlu dikomentari.

Summary: Ketika sebuah pertemuan membuka luka lama yang berhasil ditutupi. Ketika sebuah kebenaran menghancurkan segalanya. Ketika sebuah kenyataan terlalu pahit untuk ditelan. Maka pada saat waktunya tiba, kebahagiaan akan datang pada tempat yang teduh, kebahagiaan akan datang pada orang-orang yang bersabar, dan seharusnya ketiga bersaudara ini melakukannya. Namun, semua itu rupanya tak semudah yang dibayangkan.

※MY POOR TWINS※

Luhan POV

Aku melangkahkan kakiku gonta. Setengah jam yang lalu aku tiba di Korea Selatan. Kata Mama ini negara tempat lahirku, tapi aku tidak begitu peduli. Aku mengikuti langkah Mama yang terlihat santai sekali berjalan. Tentu saja, Mamaku adalah warga asli Korea yang menikah dengan Baba, warga asli China. Kenapa aku bisa di sini? Karena Mama memaksaku untuk bersekolah di Korea. Baba-ku juga sudah meninggal, jadi Mama berusaha mencari hidup baru. Begitu kata Mama.

Tak lama kemudian Mama menghentikan langkahnya saat kami sampai di tempat yang aku tahu itu halte bus. Mama menoleh ke kanan dan ke kiri, aku yang bingung hanya mengikuti apa yang mama lakukan. Cukup lama wanita itu melakukannya hingga aku lelah melihat aksinya itu.

“Apa yang Mama cari?”

“Bus. Tapi sepertinya jam segini sudah tidak ada.” Mama melihat arlojinya, aku pun begitu. Jam saat ini menunjukkan pukul 2 dini hari.

“Sepertinya kita harus berjalan kaki.” Aku terbelalak mendengar perkataan Mama. Jalan kaki? Di jam segini? Oh gosh, aku sangat lelah.

“Apa Mama tidak punya kenalan di sini? Apa tidak ada yg bisa dimintai tolong untuk menjemput kita?”sungutku pada Mama. Kulihat Mama tersenyum lalu melangkah pergi.

“Kau ingin menginap di sana, Lu? Kalau Mama sih tidak.” Ujar Mama sambil berjalan. Aku hanya berdecak lalu menarik dua koper ukuran besar ini dengan hati-hati, mengikuti Mama yang berjalan beberapa meter di depanku.

Ish… coba saja aku menolak, pasti aku masih berkumpul dengan teman-temanku di Guangzhou. Hahh… ya sudahlah, mungkin disini lebih enak dibanding Guangzhou. Untung saja aku sedikit lancar dengan Bahasa Korea. Kalau tidak, aku harus kursus lagi dan itu membosankan.

Setelah cukup lama kami berjalan, Mama berhenti lagi tepat di depan sebuah rumah yang terlihat sederhana namun nampak menyeramkan. Entahlah, mungkin itu firasatku saja. Kulihat Mama melangkah masuk ke pekarangan rumah itu dan mengeluarkan sebuah kunci rumah. Pintu itu terbuka dan langsung memperlihatkan isi ruang tamunya yang menurutku bagus. Rumah bernuansa putih dengan perabotan yabg lengkap di dalamnya setidaknya membuat senyumku mengembang. Aku masuk kedalam dan meletakkan dua koper ini di dekat sofa. Rumah ini bagus, aku menyukainya.

“Mulai sekarang kita tinggal di sini.” ujar Mama sambil membuka beberapa kain putih yang menutup barang-barang.

“Di sini bagus. Selera Mama memang terbaik!” pujiku pada Mama, sedang ia hanya tersenyum tipis.

“Istirahat lah, Lu. Mama masih mau beres-beres di sini. Oh ya, kamarmu ada di ujung sana. Semua yang kau inginkan sudah tersedia.” Ucap Mama tanpa menoleh, aku hanya menggeleng menentang.

“Biarkan aku membantu Mama.”

Mama tersenyum, “Tapi besok pagi kau harus sekolah, Lu.” Aku terkejut untuk kesekuan kalinya. Sekolah? Besok? Ternyata Mama sudah merencanakannya matang-matang.

“Tapi Mama, aku lelah… bisa sekolahnya ditunda sehari saja?” Aku memasang wajah memelasku, kulihat Mama hanya menggeleng.

“Kau lelah tapi tadi kau ingin membantu Mama. Sudah istirahat lah!” tukas Mama yang kini mendorong tubuhku menuju kamarku.

“Selamat beristirahat, Lu.” Mama tersenyum lagi untuk kesekian kalinya hari ini. Tak lama kemudian Mama pergi meninggalkanku didepan pintu kamarku.

Haah… setidaknya aku berharap Korea Selatan adalah tempat yang menyenangkan, sama seperti di Guangzhou.

※MY POOR TWINS※

Author POV

“DASAR BRENGSEK! DIMANA KAU SEMBUNYIKAN UANGMU HAH?!”

Baekhyun hanya pasrah saat tubuhnya bebas dipukuli ayahnya. Ia hanya bisa menangis dalam diam. Kondisinya saat ini benar-benar buruk; baju sekolahnya terlihat acak-acakan juga wajahnya terdapat memar di pelipis dan di pipi sebelah kirinya. Sejak kepulangan pria tua itu dari dunia luar, ia terus memukuli Baekhyun tanpaa ampun. Sedang sang pemuda halus itu hanya bisa berdoa pada Tuhan untuk tidak mencabut nyawanya hari ini juga.

“A-Aku ti-tidak punya… A-Appa sudah mengambilnya kemarin…” Cicit Baekhyun takut. Ia tak berani menatap wajah ayahnya yang bisa dibilang ‘Menakutkan’ itu.

“Bohong! Dimana lagi kau menyimpan uangmu, hah?! Cepat katakan padaku!!” Bau Alkohol menusuk penciuman Baekhyun. Ia tahu saat ini ayahnya sedang mabuk berat.

“Sungguh… Aku tidak punya lagi…”

Plakk

Tamparan keras ayahnya membuat sudut bibir Baekhyun berdarah. Untuk kesekian kalinya, si pemuda mendapat luka yang sama. Ia tidak meringis, rasa nyeri dibibirnya bahkan tak lagi terasa. Sungguh miris.

“DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI! AKU TIDAK MAU TAHU, SAAT AKU KEMBALI, KAU SUDAH HARUS MEMBERIKU UANG, MENGERTI?!” Baekhyun hanya mengangguk lemah, tenaganya sedikit terkuras karena perbuatan ayahnya.

“Jangan menangis, bodoh! Kau terlihat lemah! Seperti wanita saja!”

Satu tendangan mendarat ditubuh Baekhyun yang sedang terduduk di lantai, mengenai punggungnya. Ayahnya pergi begitu saja dari rumah. Baekhyun, pria itu mengusap air matanya lalu berdiri dan merapihkan baju lusuhnya. Ia tersenyum tipis.

‘Kau harus kuat, Baekhyun! Baiklah… satu lagi hari buruk yang akan aku lewati.’ batinnya sambil tersenyum miris.

Sehun yang sejak awal mengintip hanya bisa terdiam kaku, kehilangan akalnya. Hendak menolong, tak ingin bonyok. Tak ditolong, ia iba. Serba salah, itu yang dirasakan olehnya. Sehun mencoba bersikap seperti biasa—dingin—dengan berdiri

“Bodoh! Sudah disakiti tapi masih bisa tersenyum.” Baekhyun hanya terdiam, tanpa menoleh pun ia tahu siapa yang berucap seperti itu.

Sehun pergi meninggalkan Baekhyun. Ia hanya terdiam sejak Baekhyun dipukuli Ayahnya. Marah? Sehun biasa saja, seakan peristiwa tadi sudah biasa terjadi didepan matanya. Merasa iba? Ya, Sehun merasa kasihan dengan Kakaknya yang diperlakukan kasar oleh Ayahnya. Ia ingin membantu Kakaknya, namun ia urungkan-maksudnya selalu ia urungkan. Dan sekali lagi ego menguasainya.

Baekhyun hanya tersenyum tipis, ia tahu kalau Sehun khawatir padanya. Ia selalu bertekad untuk tidak membuat Ayahnya marah lagi, tapi takdir tidak mengijinkannya. Serba salah, itu yang selalu dialami pemuda surai hitam ini. Namun dirinya mencoba tegar, karena bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Baekhyun melangkah perlahan menuju rak sepatunya, mengambil sepatu sekolahnya dan memakainya. Ia tetap ingin berangkat ke sekolah, meski luka memar yang menurut orang perih nyatanya tak berasa sama sekali pada Baekhyun.

Tes

Baekhyun menengadah keluar rumahnya, hujan turun dengan sombongnya menari di atas permukaan tanah. Ia menghela nafas, diambilnya payung berwarna putih yang terletak disamping rak sepatu dan membukanya saat berada di teras rumahnya. Ia berjalan cepat menuju halte bus, mengingat beberapa menit lagi bus akan datang ke halte itu.

Tanpa Baekhyun sadari, hujan kala itu membawa sebuah kabar membahagiakan untuknya. Seseorang akan datang padanya, membantunya keluar dari takdir yang membuat Baekhyun sesak. Layaknya sebuah pelangi yang muncul dibalik awan setelah hujan, seseorang akan mengembalikan tawa Baekhyun yang mendekam didalam batinnya, senyumnya yang tertahan akan terlukis dengan lawas diwajahnya, dia akan kembali… apa yang seharusnya Baekhyun miliki akan kembali sebentar lagi.

TBC

Maaf, baru update.

Sekian.

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] My Poor Twins (Chapter 2)”

  1. ahh baek…kenapa diam ja dipukulin baek…sehun juga eanpa ga bantuin hiks…
    kok nista banget hidupmu disini baek…hiks…
    si luhan inikah kembarannya baek???
    fighting thor!!!jangan lama lama yes apdetnyaaa 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s