[EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 9-END)

Unforgettable Family (Chapter 9-END)

Author: el byun

family, married life, drama, romance, with a little bit comedy

in chaptered

rate: pg-17

main role:

Byun Baekhyun (EXO), Song Hyohwa (OC)

summary:

“Menikahlah denganku! Aku ingin kau hidup bersamaku, tertawa bersamaku dan menangis bersamaku. Kita bangun keluarga kita sendiri. Hanya aku, kau dan anak kita.”

Desclaimer:

This story is my real imagination from my fiction “when i must be married”. Say no to plagiarism!

Fanfic ini juga di post di akun wattpad saya @elisabethbyun bersama karya saya yang lain.

~~~

[Finally-END]

~~~

.

.

.

.

.

Di saat semuanya terasa benar-benar berat untuk dijalani. Hari terasa berlalu begitu lama. Harapan terasa semakin sempit dan hampir saja putus asa. Namun apa yang selama ini mereka tunggu-tunggu telah datang.

Tn Song, ayah Hyohwa telah datang di rumah kediaman Byun untuk berdiskusi. Sungguh, kedatangan pria paruh baya ini sangat dinanti-nantikan oleh semua anggota keluarga termasuk Tn Byun sendiri walaupun sampai sekarang beliau masih bersikap kaku dan acuh. Padahal saat-saat seperti inilah yang sebenarnya ia inginkan.

“Jadi bagaimana?” ucap Tn Byun mendesak setelah keterlibatan Tn Song dalam perjanjian pernikahan dengan pemilik SM Entertainment terkuak.

Siapapun yang mendengarnya pasti merasa miris dengan kenyataan tersebut. Terlebih Ny Byun sudah menahan tangisnya saat mengetahui betapa hancurnya hati Baekhyun, anaknya.

“Aku minta maaf!” ucap Tn Song kemudian bersujud di lantai. Ayah Hyohwa sangat menyesali perbuatannya. Ia bahkan terdengar seperti menangis terisak sesaat setelah melakukan hal itu. Baekhyun yang tidak tega itu langsung bangkit dan mengangkat mantan mertuanya ini duduk kembali di sofanya.

Tn Byun berdecak, ia masih berpikir cukup keras. Rasa kesal yang ia tahan selama ini sudah terlalu membekas di hatinya, namun pelukan Ny Byun di lengannya dan bisikan lembut wanita tercintanya membuat hati Tn Byun sedikit melunak.

“Yeobo, putra kita?” bisiknya lalu mengalihkan pandangan pada Baekhyun yang dengan sayangnya memeluk Tn Song untuk menegarkan hatinya.

“Aku terlalu mencintai putriku Hyohwa.” lanjut Tn Song masih terisak tangis. Ia menyeka kedua matanya dengan menunduk karena malu. Malu, bahkan dirinya yang sudah layak di panggil kakek ini harusnya tidak menangis lagi seperti anak kecil.

“Aku mengerti.” ucap Tn Byun tiba-tiba. Semua orang menatap ke arahnya kecuali Tn Song.

“Aku juga menyayangi putraku. Kami semua orang tua, kita seharusnya tahu bagaimana keadaan anak-anak kita.” namun nada bicaranya perlahan meninggi. Tn Byun menggelengkan kepalanya mencoba untuk tidak mengeluarkan emosinya berlebihan.

“Aku tahu. Aku tahu… Aku sudah mendapat karmanya.” balas Tn Song berderai air mata. Walaupun ia sudah mengusapnya tetap saja bulir-bulir jernih itu keluar.

“Kau pikir aku tidak?” sahut Tn Byun kemudian. Ia menatap Tn Song iba.

“Sudahlah! Kita semua yang salah.”

“Aku ingin bertemu Hyohwa.” pinta Tn Song. Baekhyun sedari tadi terus menepuk punggung tua itu. Ia bangkit dan akan menjemput Hyohwa di kamarnya.

“Aku akan memanggilnya.”

 

>>>

 

“APPA!”

Dengan menggendong putranya yang tertidur Hyohwa menuruni tangga dengan girangnya. Tidak hanya Baekhyun yang khawatir wanita ini bisa saja jatuh, tapi juga Tn Song dan kedua orang tua Baekhyun juga mengomeli Hyohwa agar berhati-hati.

SRET!

“Appa, aku merindukanmu.”

“Aku juga.”

Hyohwa memeluk ayahnya dengan menyisakan ruang untuk putranya dalam gendongannya. Sadar akan hal itu Tn Song melepaskan pelukan Hyohwa dan menatap haru cucunya yang terlihat lucu dengan tubuh mungilnya.

“Namanya Baekshin, Appa menyukainya?”

Tidak menyahut pertanyaan putrinya Tn Song langsung menggenggam tangan mungil itu kemudian mengecup kening kecilnya sesaat. Rasa rindunya selama ini terbayar sudah. Pria Song ini seakan ingin mati rindu jika tidak bertemu dengan putrinya. Terlebih semenjak Tn Song membuat keputusan bodoh yang ia katakan kepada Baekhyun bahwa Hyohwa dan putranya akan tinggal di Jepang rasa bersalah itu kembali muncul. Keluarga Byun ternyata benar-benar menerima Hyohwa di sini dengan baik. Bahkan setelah kejahatan yang ia lakukan. Tn Song tidak pernah membicarakan perihal keputusan itu pada siapapun setelah Baekhyun menolaknya mentah-mentah. Ia sadar Hyohwa tidak hanya butuh keamanan dan kenyamanan tapi ia juga butuh cinta dari pasangan dan orang-orang di sekitarnya. Bukannya diasingkan seperti Hyohwa adalah barang yang akan punah dan orang-orang akan mencurinya.

“Sejak awal aku sudah memaafkan kalian. Aku senang kalian menamainya dengan Baekshin.” ucap Tn Byun memecah kebahagiaan itu. Kening kedua sejoli itu dan Tn Song mengernyit heran. Namun akhirnya mereka tersenyum bahkan tertawa bersama.

“Song, tinggallah sebentar. Kita makan siang bersama.” pinta Tn Byun ramah. Akhirnya pria kaku itu menunjukkan sikap lembutnya kembali. Ia tidak butuh berlama-lama untuk membuat anggota keluarganya merasa kesulitan. Terlebih kesehatannya yang tidak memperbolehkannya terlalu banyak pikiran. Ia hanya mencoba untuk menerima. Hal yang sederhana namun cukup ampuh untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Baekhyun harus bangga dengan ayahnya.

 

>>>

 

“Appa, gomawo!”

Baekhyun memeluk ayahnya erat ketika Tn Song sudah pulang. Ayahnya juga tak lupa untuk membalas pelukkan itu dan mengusapnya pelan.

“Tidak apa-apa.”

“Aku menyayangi Appa.”

Mendengar itu Tn Byun justru terkekeh. Tidak biasanya ia mendengar Baekhyun mengungkapkan sayang padanya.

“Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami Baekhyun. Kau sudah membuat Appa lahir kembali.”

Baekhyun mengernyit heran. Ia melepas pelukan itu dan menatap ayahnya seduktif. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan ayahnya.

“Apa maksud Appa lahir kembali?”

Mendengar pertanyaan polos Baekhyun, Tn Byun terkekeh.

“Baekshin, kau memberi nama anakmu dengan nama Appa waktu kecil. Nama yang membuat kakekmu harus mengganti nama Appa karena Appa tidak sanggup untuk memilikinya.”

“Maksudnya?” tanya Baekhyun kembali. Sungguh Baekhyun belum sepenuhnya mengerti maksud dan tujuan ayahnya menceritakan hal ini.

“Dulu Appa sempat mengalami koma saat masih bayi karena demam. Untuk itu kakekmu mengganti nama Appa, lalu 3 hari kemudian Appa sadar. Tapi melihat bayimu baik-baik saja selama ini, aku pikir memang nama itu cocok untuknya.”

“Benarkah? Woah, daebak! Apa itu artinya memang nama itu diperuntukkan untuk bayi kami? Aku tidak pernah memikirkan sejauh itu.” ungkap Baekhyun kagum lalu ia linglung sendiri.

“Iya, dia layak untuk mendapatkannya.-” ucap Tn Song tersenyum.

“Pergilah! Bantu Hyohwa berkemas dan antarkan dia dengan selamat.” lanjutnya.

Baekhyun mengangguk dan langsung pergi meninggalkan ayahnya di ruang tamu. Baekhyun sungguh bahagia sekarang. Semua keputusan ia dengar hari ini.

Mereka dapat menikah.

Mereka akan segera menikah.

Bukankah itu berita yang sangat membahagiakan. Harapan mereka selama ini akhirnya terkabul. Mereka tidak sia-sia menunggu bukan?

“Hyo!” panggil Baekhyun setelah dirinya berhasil membuka pintu kamar Hyohwa. Ia melihat Hyohwa sedang berkemas dan Baekhyun tidur di pembaringan ranjang besar itu. Hari ini ia akan mengantar Hyohwa pulang ke rumahnya untuk ritual sebelum pernikahan.

“Hyo-” panggil Baekhyun sekali lagi. Ia berjalan cepat dan langsung berhambur ke pelukan wanitanya. Memeluknya erat-erat sebelum wanita itu pergi. “-aku mencintaimu.”.

“Hmmmph..”

Baekhyun tanpa melepas pelukannya langsung melumat bibir Hyohwa. Menyesap rasa nikmat itu seolah-olah ciuman itu untuknya yang pertama dan juga untuk yang terakhir. Baekhyun melumat bibir itu tanpa ampun, ia bahkan tak membiarkan jeda diantara mereka dan mengabaikan bayi mereka yang tertidur pulas di ranjang. Untung saja tidur.

Baekhyun masih melumat bibir Hyohwa sambil membawa wanita itu mendekati sebuah meja rias yang sudah kosong karena Hyohwa telah mengemasinya. Ia mendudukkan Hyohwa di sana, melebarkan paha Hyohwa hingga memangkas sekat diantara mereka. Hyohwa juga tak tinggal diam, ia meremas rambut Baekhyun frustasi. Rasanya ia lama sekali tidak merasakan buah manis Baekhyun mengalir di tenggorokkannya. “Aku juga mencintaimu. Emh…” ucap Hyohwa di sela-sela ciuman mereka, namun Baekhyun tidak mau melepaskannya hingga terus menghimpit Hyohwa direngkuhan tubuhnya. Masa bodoh jika orang tua Baekhyun memergoki mereka tengah bermesraan dan bersentuhan intim seperti ini. Toh, sebentar lagi mereka menikah. Dan baik Baekhyun maupun Hyohwa juga membutuhkan sentuhan jasmani penuh nafsu yang mereka tahan selama ini.

“Baek-ah” racau Hyohwa saat Baekhyun mulai meremas dadanya sebagai pelampiasan nafsu yang lain. Hyohwa tidak pernah berbohong jika Baekhyun adalah pencium terbaik dengan bibir tipisnya. Gerakan tangan-tangan panjang Baekhyun di lehernya membuat aliran darah Hyohwa berdesir. Sentuhannya begitu memabukkan. Rasanya Hyohwa ingin lagi dan lagi. Namun Baekhyun justru menghentikan semua aktivitasnya dengan napas yang terengah-engah sama seperti Hyohwa. Mereka saling menyentuhkan kedua kening mereka dan menatap satu sama lain di jarak yang sedekat ini. Sungguh, kenapa Baekhyun menghentikannya? Hyohwa mencoba meraih bibir itu, tapi Baekhyun mengelak.

“Kita lanjutkan setelah menikah.” ucap Baekhyun terkekeh kemudian menurunkan Hyohwa yang masih duduk di meja. Mengusap gemas puncak kepala Hyohwa dan beralih menyentuh pakaian-pakaian bayi yang masih berantakan itu. “Ayolah aku akan membantumu.”

“Kau jahat, kau mengabaikanku.” rengek Hyohwa sambil memeluk perut Baekhyun dari belakang. Menggelayut manja seolah mereka adalah pasangan remaja sekolah yang sedang jatuh cinta.

Sungguh rasanya Baekhyun ingin tertawa keras-keras melihat sikap Hyohwa yang manjanya bukan main. Biasanya wanita ini akan marah-marah jika Baekhyun berbuat hal yang membuat Hyohwa kesal. Ia melepas kaitan tangan Hyohwa di perutnya dan menangkup wajah lucu wanita tercintanya.

“Aku heran kenapa kau jadi semanja ini?-”

“Apa karena biasanya aku marah-marah?” aku Hyohwa memotong penjelasan Baekhyun. Baekhyun menggeleng.

“Justru aku merindukan itu.”

Baekhyun mengerling lalu mengecup singkat bibir Hyohwa gemas.

 

>>>

 

“Bagaimana semua persiapannya? Sudah siap?”

“Panggil pengantin prianya untuk menyambut tamu.”

“Bunganya jangan sampai lupa!”

Para panitia WO sudah cerewet selama dua jam untuk mempersiapkan pernikahan kedua Baekhyun dengan Hyohwa. Sebuah pernikahan mewah di gereja tempat dulu mereka mengikat janji. Hari ini mereka akan mengulangi janji itu dan semoga saja selamanya.

“Saudara Byun Baekhyun, bersediakah Anda menjadi suami dari Song Hyohwa. Dalam senang dan duka, sehat dan sakit, menemani hingga akhir hayat?”

“Ya, saya bersedia.”

“Saudari Song Hyohwa, bersediakah Anda menjadi istri dari Byun Baekhyun. Dalam senang dan duka, sehat dan sakit, menemani hingga akhir hayat?”

“Ya, saya bersedia.”

“Diberkatilah dua manusia ini dalam lindungan Tuhan, dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

“Silahkan pakaikan cincin pada pasangan kalian!”

Hidup sebagai pasangan bahagia, begitulah keinginan Baekhyun dan juga Hyohwa. Merawat anak-anak mereka bersama hingga tua dan beranak cucu. Saling percaya, saling menguatkan, saling mendukung, saling memahami dan memperhatikan. Menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangannya. Namum untuk mencapai hidup bahagia itu tidak mudah, seperti pasangan ini yang harus menikah, bercerai, dan kemudian berusaha untuk bersatu kembali dalam ikatan sakral pernikahan. Di bawah ikatan abadi yang bahkan tidak boleh siapapun untuk memisahkan mereka berdua. Entah itu orang ketiga, maut, maupun konflik batin mereka sendiri. Semua itu sudah pernah mereka rasakan.

Baekhyun yang seorang idol yang digilai penggemarnya terus berjuang keras untuk mempertahankan kepercayaannya. Ia tidak ingin kehilangan kepercayaan pendukungnya juga tidak ingin kehilangan keluarga tercintanya. Ia mencintai semua orang yang selama ini ikut andil dalam terwujudnya diri seorang Byun Baekhyun.

Dulu ia yang sangat asing dengan kehidupan pernikahan, sulit untuk mengungkapkan rasa cintanya pada pasangannya sendiri Hyohwa, sulit untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain, dan takut untuk berjuang lebih keras karena ia belum yakin pada dirinya sendiri. Kini Baekhyun mengerti bagaimana akhir dari kisahnya. Kisah romansa seorang idol dengan sisi keidolannya dan sisi kekeluargaannya. Sisi kemesumannya, yah itu tidak boleh sampai lupa.

Ia menyayangi keluarganya, keluarga SM, EXO, aeris, EXO-L, orang tuanya, istri tercintanya Hyohwa dan juga malaikat kecilnya Baekshin.

“Aku mencintaimu!”

“Nado.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

FIN

Note:

Aku udah capek buat mereka sedih2 lagi. Nggak sanggup. Nggak sanggup bikin idenya maksudnya. Hehe…

Seneng kan mereka bahagia? Aku sih seneng ^^

Tunggu epilog dan bonchap-nya aja ya. Elah padahal WHEN I MUST BE MARRIED itu nggk ada epilog sama bonchap. Jadi pindah sini aja ya.

Ini aku nulisnya sambil dengerin lagu UNIVERSE, feelnya cocoookkk banget buat mereka pas mesra2an. Idih gemesh.. Aduh suaranya Baek, tambah part Xiumin di interlud bikin meleleh..

(Saranginikaaaa……)- kan nyanyi..

See you! Kalo jadi sih..

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 9-END)”

    1. iyaaa…
      Ntar epilognya di password ya? Tapi ntar aku share juga di sini kalo bisa. Maaf note nya kurang… Aku kira emailku untuk part ini nggak masuk. Eh, masuk ternyata.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s