ELEVEN ELEVEN – 03 – by AYUSHAFIRAA

PicsArt_01-05-12.41.52

AYUSHAFIRAA Proudly Presents

.

`ELEVEN ELEVEN`

.

Sequel of

.

`BATHROOM`

.

| starring Byun Baekhyun, You as Byun Yena, Oh Sehun, Bae Irene |

| supported by Park Chanyeol, Park Seul as Yoon Bitna |

| au, complicated, drama, fantasy, romance |

| pg-17 | | chaptered (under 2k words for every chapter) |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


BATHROOM : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | [Protected] Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Final Chapter (1) | Final Chapter (2)

ELEVEN ELEVEN : Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Teaser 4 | 0102 [NOW] 03


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

[ 03 ― Bantuan Kecil ]

.

.

.

Sebagai seorang penggemar, bertemu dengan idola di sebuah acara khusus jumpa fans merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan rasa cinta mereka terhadap sang idola. Di acara tersebut, penggemar bisa langsung saling bertatap muka dan bercengkrama dengan idolanya. Karena itulah, pemuda tampan bernama Byun Baekhyun ini tak pernah absen untuk datang ke setiap kesempatan yang akan mempertemukannya dengan model cantik yang telah ia kagumi bahkan sebelum orang lain mengenal gadis itu sebagai Bae Irene.

Seperti hari ini, senyum lelaki itu mengembang tatkala ia melihat-lihat lagi barang-barang bawaannya yang berkaitan dengan si model cantik. Lelaki itu menghadiri acara jumpa fans Irene entah untuk yang keberapa kali. Dan satu hal lagi yang tak pernah ia lupakan saat menghadiri acara sejenisnya adalah membawa sebuah kotak kecil berisikan hadiah spesial untuk idolanya itu.

“Selamat siang, Irene-ssi.” Sapa Baekhyun dengan penuh senyuman.

Namun gadis yang disapanya malah tampak sibuk mengobrol dengan staff penyelenggara dan melupakannya yang sudah mengantri cukup lama hanya demi melihat si gadis dari jarak dekat.

“Hei, cepat minggir! Lama sekali!”

Lelaki yang mengantri di belakang Baekhyun pun mendorongnya, tidak mau sedikit bersabar karena melihat Baekhyun terlalu lama berdiam diri. Padahal, kalau saja orang di belakang Baekhyun mau sedikit bersabar sebentar saja, Baekhyun takkan dikecewakan oleh Irene karena tepat setelah Baekhyun terpaksa menyingkir, Irene kembali menyapa para penggemarnya dan memberikan tanda tangan kepada mereka.

Lelaki itu tersenyum pahit menatap barang bawaannya serta kotak kado yang belum sempat ia berikan pada Irene. Tanda tangan Irene pada barang-barang itu bukanlah yang terpenting. Tapi senyuman Irene dan suara manis bak dewinya saat mengajak Baekhyun bicara dengan tangan yang tak bosan menggoreskan tinta berupa tanda tangan di barang-barang tersebut, itulah yang terpenting bagi seorang Byun Baekhyun.

APPA!” teriakan seorang gadis akhirnya mampu membuyarkan lamunan Baekhyun. Seorang gadis yang tak Baekhyun kenal terlihat melambaikan tangannya penuh semangat.

Baekhyun mengalihkan pandangan ke kanan kirinya untuk memastikan kalau bukan dirinyalah yang dimaksud gadis itu. Namun tak berselang lama, tiba-tiba saja gadis itu berlari menghampirinya dan…

BRUK!

Baekhyun jatuh terlentang, syok bukan main, dengan tubuh sang gadis yang menindih tubuhnya. Barang-barang serba Irene yang dibawa Baekhyun pun sampai jatuh berserakan di sekitarnya.

APPA, YENA RINDU SEKALI PADA APPA!”

“Kau… siapa ya?” Baekhyun cukup tahu nama gadis itu ‘Yena’, tapi siapa Yena? Gadis gila kah? Kenapa Yena yang notabene hanya terlihat sedikit lebih muda darinya kemudian memanggilnya ‘Ayah’? Sayang sekali rasanya kalau gadis secantik gadis itu harus mengalami gangguan jiwa di usia muda.

Pemandangan tersebut tak pelak menarik perhatian orang-orang sekitar. Yena yang baru saja sadar kalau tindakannya begitu ceroboh lantas bangkit dari posisinya dengan senyuman canggung. Mau bagaimana pun, Byun Baekhyun jelas tidak akan menyadari kalau Yena akan menjadi putrinya di masa depan.

“Hei, gadis aneh! Cepat minta maaf padanya!” Sehun yang menyaksikan kelakuan gila Yena kemudian merasa terbebani. Apa luka dalam di kepala Yena setelah tertabrak mobil Sehun separah itu sampai tak bisa terdeteksi sama sekali?

“Ma-maafkan Yena, Appa. Ah tidak-” ralat Yena cepat, “Maafkan aku, Baekhyun-ssi.”

“Kau mengenalnya?” tanya Sehun. Sementara itu, Baekhyun menunjukkan mimik bingung yang sama.

“Dari mana kau tahu namaku, Nona?”

Skakmat. Yena menghardik kebodohannya sendiri dalam hati. Kalau sudah begini, bagaimana caranya ia menjelaskan jawaban dari pertanyaan dua orang penting dalam hidupnya itu?

“A-ah, akan kujelaskan nanti! Sekarang…” Yena memungut satu persatu barang milik Baekhyun. “Karena kau belum mendapat tanda tangannya, ayo kita kembali ke sana!”

Sehun berdecih kesal, memandang Yena yang melenggang menarik tangan Baekhyun dengan tatapan tak percaya. Apa karena telah bertemu lelaki lain, gadis itu jadi melupakan kehadirannya begitu saja?

“Kau tidak peduli padanya, Sehun! Oh, ayolah! Untuk apa kau memikirkan hidup gadis itu selanjutnya?!” gumam Sehun mencoba memberi sugesti pada dirinya sendiri.

♥♥♥

Tangan kanan Baekhyun masih digenggam erat Yena. Saat ini, mereka berdua tengah menunggu pihak Irene untuk menemui mereka di dalam gedung. Seusai acara jumpa fans, Irene akan menemui mereka sebentar sebelum akhirnya melanjutkan jadwalnya pergi ke lain tempat.

Pria bersurai cokelat itu tak biasanya bisa merasa nyaman di sisi orang lain, apalagi dalam jarak sedekat ini. Yena berdiri jarak satu jengkal di sampingnya. Tinggi gadis itu sejajar batang hidungnya meski tanpa bantuan high heels sekalipun. Kulit gadis itu putih mulus, hampir sama tak ada cacatnya seperti Irene.

“Irene-ah, jadi dua orang inilah yang ingin bertemu denganmu.” Ucap sang manajer pada Irene yang baru melangkahkan kakinya memasuki ruangan tempat Yena dan Baekhyun menunggu sedaritadi.

Baekhyun spontan melepas genggaman Yena, tak mau membuat Irene salah paham.

Yena terdiam mematung untuk sekian detik. Rasanya aneh bisa bertemu kembali dengan orang-orang terdekatnya yang di masa depan telah lama meninggal. Di samping kirinya, sang ayah tengah berdiri, berharap Yena benar-benar bisa mengurangi rasa kecewanya. Sementara di hadapannya, Irene, sang ibu tercinta, sedang menatap ke arahnya tanpa kerinduan.

Eomma…” pelupuk Yena berhasil meloloskan sebulir airmata saat mulutnya tanpa sadar bergumam memanggil sang ibu.

“Kalau boleh aku tahu, ada keperluan apa ya kalian ingin bertemu denganku?” tanya sang model bersurai pirang itu, ya, Irene.

“Ah? Maaf!” Yena cepat-cepat menghapus airmatanya.

Yena menarik nafas dalam, mengumpulkan keberanian untuk berbicara santai pada sang ibu yang saat ini tak tahu menahu akan jati dirinya.

“Jadi begini… karena tadi kau sempat tampak sibuk mengobrol dengan para staff, kurasa kau jadi melupakan kehadiran lelaki ini yang nyatanya telah rela berdesak-desakan selama berjam-jam hanya demi bertemu denganmu. Kau telah tak sengaja melewatkannya, Irene-ssi.” Ujar Yena memberi penjelasan. Gadis itu kemudian memperlihatkan pada Irene barang-barang apa saja yang dibawa Baekhyun hari ini. “Dia bahkan telah menyiapkan kado ini untukmu.”

“Jadi?” tanya Irene, seperti tak suka berlama-lama berdiri di depan Yena dan Baekhyun.

“Aku harap kau bisa memperlakukannya dengan adil seperti kau memperlakukan para penggemarmu yang lainnya.”

Irene meminta spidol pada asistennya dan mulai menandatangani satu-persatu barang-barang Baekhyun yang memiliki keterkaitan dengan perannya sebagai model di industri hiburan Korea.

“Kalau begitu aku meminta maaf yang sebesar-besarnya…” Irene menggantungkan kalimatnya, bingung bagaimana caranya memanggil lelaki itu. “Ah siapa namamu?”

“Baekhyun, Byun Baekhyun.” jawab Baekhyun berseri-seri.

“Aku sangat minta maaf, Baekhyun-ssi. Aku tak bermaksud melewatkanmu.” Ucap Irene menunjukkan rasa menyesalnya.

Baekhyun menggeleng, “Tidak apa-apa. Kau tidak perlu minta maaf, Irene-ssi.”

“Terima kasih juga untuk kadonya.”

Melihat ayahnya bisa tersenyum secerah itu ketika berhadapan dengan sang ibu membuat Yena akhirnya bisa bernafas lega. Setidaknya, Yena bisa mengurangi dendam ayahnya pada sang ibu sehingga hal kriminal berbau penculikan sadis tidak perlu terjadi di antara keduanya.

“Yena-ya…”

“Ya, Appa?” Yena berpaling menatap Baekhyun. “Ah, maksudku, Baekhyun-ssi.”

Mereka baru keluar dari gedung tersebut saat hari mulai petang. Semburat senyum masih tak dapat Baekhyun sembunyikan dari wajah tampannya. Ia pikir, ia akan pulang dengan membawa rasa kecewa dalam dada. Tapi berkat Yena, rasa kecewa itu kini telah tergantikan oleh rasa bahagia yang membuncah.

“Terima kasih untuk hari ini.” ucap Baekhyun. “Walaupun kita baru bertemu dan pertemuan kita sedikit ekstrem, entah kenapa aku merasa bersyukur sekali kau mau datang menghampiriku.”

Yena mengangguk menerima ucapan terima kasih Baekhyun.

“Oh iya, di mana rumahmu? Aku akan mengantarmu selamat sampai rumah sebagai wujud rasa terima kasihku.”

Langkah Yena terhenti. Bola matanya tak mau diam sambil menggigiti bibirnya sendiri, bingung memilih jawaban.

“Aku… tidak punya rumah untuk pulang.”

“Kau… tunawisma?” Sulit rasanya bagi Baekhyun untuk mempercayai gadis secantik Yena tak memiliki tempat tinggal. Meninggalkan gadis itu sendirian di jalanan tentu bukanlah pilihan yang tepat karena marabahaya pasti akan terus mengintainya.

“Kau mau ikut tinggal bersamaku?“

Manik kecokelatan Yena menatap mata sang ayah dalam. Yena tahu, ayahnya bukanlah lelaki jahat. Dalam hati, Yena sudah bertekad bulat, ia akan menjadi seseorang yang baru di masa ini dan mengubah takdirnya.

“Kebetulan aku tinggal sendirian, kalau kau mau, kau bisa tinggal di rumahku untuk sementara waktu.”

Gadis itu mengangguk, mengerti. Ia sudah hafal betul bagaimana kisah hidup Baekhyun yang tertulis di sebuah buku harian.

“Terimakasih banyak, Baekhyun-ssi.”

♥♥♥

luxury-home-architectural-photography-naperville-1

Lagi-lagi, Yena terhanyut dalam kenangan masa kecilnya di rumah besar ini. Tak ada yang berbeda dari segi bangunan. Hanya saja mungkin kesendirian ayahnya yang tinggal sebatangkara selama bertahun-tahun membuat bagian dalam rumah tersebut tampak berantakan oleh banyaknya sampah yang berserakan.

“Maafkan rumahku yang sangat berantakan sekali! Jujur saja aku ini pemalas dan-“

Baekhyun langsung terdiam kala netranya melihat Yena tanpa banyak bicara langsung memunguti sampah-sampah bekas makanan ringan dan minuman kaleng yang berserakan di dalam rumahnya sesaat setelah mereka sampai di ruang tengah tempat biasa lelaki itu menghabiskan waktu.

Yena bergerak cepat membersihkan ruangan tersebut agar bisa terasa nyaman seperti sewaktu ia kecil. Kalau bukan Baekhyun, mungkin Irene-lah yang dulu merapikan rumah sebesar ini sendirian hingga mereka tak perlu khawatir Yena kecil bisa terserang penyakit karena lingkungan yang kotor.

“Mulai hari ini, rumahmu tidak boleh berantakan lagi, Baekhyun-ssi.” Ucap Yena masih dengan aktivitasnya menghisap debu di lantai menggunakan mesin penyedot debu yang diberikan Baekhyun beberapa saat lalu.

“Sekali lagi maafkan aku, Yena-ya. Seharusnya sebagai tamu kau tidak perlu melakukan tugas seperti ini.” ucap Baekhyun, merasa tak enak hati.

“Aish! Tidak apa-apa kok! Aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini sejak kalian meninggal.”

“Hah?” lelaki itu meminta pengulangan, tak menangkap maksud Yena.

Yena merutuk dalam hati. Kenapa ia harus selalu keceplosan mengatakan hal-hal yang akan membuatnya semakin terlihat aneh di mata Baekhyun?

“Hm, maksudku, sejak kedua orang tuaku meninggal.” Ujar Yena tertawa garing.

Baekhyun yang melihat Yena masih bisa tertawa dan tersenyum lebar bahkan saat mengaku yatim piatu kemudian merasa begitu miris. Seluruh dunia Baekhyun hancur lebur tepat setelah kejadian kecelakaan 9 tahun lalu berhasil merenggut nyawa kedua orang tuanya dan membuatnya terpisah dengan sang kakak yang kemudian mengalami amnesia. Ditambah lagi, fakta kalau diri Baekhyun yang masih memiliki harta peninggalan orang tua ternyata jauh lebih beruntung jika dibandingkan dengan Yena yang tak memiliki apapun di hidupnya.

“Hatimu pasti hanya sedang berusaha untuk tegar.” Gumam Baekhyun tanpa didengar oleh si gadis berambut hitam panjang yang masih sibuk merapikan rumahnya itu.

Lelaki tinggi itu melangkah menuju dapur, hendak menyiapkan makan malam untuknya juga untuk tamu istimewanya. Mengingat ia hanya tinggal sendirian selama 9 tahun terakhir, mendapat teman baru untuk mengisi kesepiannya di rumah besar itu dirasa tak ada salahnya juga. Tapi karena terbiasa hidup sendiri, ia hanya memiliki sedikit makanan dan minuman tak sehat yang selalu ia konsumsi setiap hari.

“Apa gadis itu sudah cukup umur untuk meminum alkohol ya?” tanya Baekhyun pada dirinya sendiri, berpikir keras.

“Apa gadis itu menyukai ramen pedas?” pikir Baekhyun, tak yakin.

“Ah, mungkin sebaiknya aku menelepon restoran ayam saja.” pilih Baekhyun akhirnya.

Saat Baekhyun baru saja berbalik, Yena ternyata sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan tanpa ia sadari. Baekhyun dan gadis itu hanya menyisakan sedikit jarak di antara mereka, tak lebih dari sejengkal. Jarak yang terlalu dekat itu membuat Baekhyun seketika gugup setengah mati, kegugupan yang sama seperti yang dirasakan Baekhyun saat Irene melakukan kontak mata dengannya.

BREG!

Yena memeluk tubuh Baekhyun erat, airmatanya menetes.

Appa… Yena rindu Appa.”

wp-1512900351254.jpg

Watch my action also on wattpad.

23 tanggapan untuk “ELEVEN ELEVEN – 03 – by AYUSHAFIRAA”

  1. sedih banget lihat yenany..
    duh q jdi gk tega sma yena.
    yg kuat ya yena.
    Bagaimana jdiny ya yena tggl sma baekhyun. mgkin dia dianggp aneh .
    chanyeol ny kpn muncul ya.
    bgus thor. Ditunggu next chaterny.

    1. Yena emang keliatan menyedihkan banget, tapi karena dia udah balik ke masa lalu, dia pasti jadi lebih kuat kok kan ada orang tua sama pamannya hihi :”)) wkwk bukan aneh lagi, dikira gila mungkin XDDD chanyeol munculnya sebentar2 kok, soalnya dia kan cuma karakter pendukung jadi jangan berharap banyak yaa hehe 😂😂😂 siip, coming soon ya!^^ kemarin gak update karena ada jadwal event exoffi^^ btw, maafin yaa baru sempat balasin komen :”(((

  2. Wah…mereka kembali ke masa lalu…. Keren….Lakukan yang terbaik Tenaga selagi kau diberi kesempatan untuk bertemu orang tuamu…😁

  3. Waduh, jangan2 baekhyun nanti jatuh cinta sama anaknya sendiri, kalo gitu nanti baekhyun gak sama irene, trus kalo gitu, yena gk bakalan lahir, kok berbelit-belit, yoo

    1. Wiswiswisss wkwk 😂😂😂 tenang tenang, ini masih awal kok^^ jangan terlalu diambil pusing dulu karena kedepannya bakalan lebih bikin pusing lagi XD /plak/ jadi harus kuat-kuat aja kalo baca ff ini XD hihi secara gitu kan ya yena produksiannya baekrene XDDDD /plak/ hihi siap2 aja yaa karena udah dicantumin kalo ff ini bakal complicated 😆😆😆

  4. Ahh >< OMG~
    Baekhyun akhirnya dapet ttd si Irene ❤ ngebayangin aku dpt ttd Baekhyun gmana ya thor? Jungkirbalik kali aku yaaa xD

    wahwah, Yena tinggal sama Baekhyun xD si appa nya.. Tapi, apa Baekhyun bakal sadar kalo itu anaknya? Ntar naroh hati lg ke Yena ;"v

    ditunggu nextnya ka as ❤

    1. Alhamdulillah yaa karena Yena akhirnya Baek dinotice juga sama Irene, gak jadi dendam deh :”)) hihi baru dapet tanda tangan doang udah jungkir balik, gimana kalo dapat tanda cium? /plak XD

      Kekekeke sadar gak sadar, Baek sendiri udah banyak khawatir sama Yena padahal baru ketemu :”)) hmmzzz kita lihat saja nanti apa yg akan terjadi selanjutnya 😂😂😂

      Siip siip, coming soon yaa^^ kemarin gak update karena kebentur jadwal birthday event^^ btw, maafin yaa baru sempat balasin komen :”(((

Tinggalkan Balasan ke Baekii Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s