GAME OVER – Lv. 40 [End Of The Game] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal Thrope — [ Level 21Level ??Level 30 ] —  Level 31 —  Level 35Level 36Level 37Level 38 — Level 39 — [PLAYING] Level 40

Right or wrong, black white gray, look at the scale in your heart

Catatan penulis: level 40 dan seterusnya, merupakan cerita lanjutan dari kesinambungan antara cerita yang ada di level 1 s/d 29 dan flashback yang ada di level 30 s/d 39. Jika Anda mengalami gagal paham selama membaca cerita, sangat disarankan untuk menekan close tab yang ada di perangkat elektronik Anda. Salam sehangat kulit ayam, Irish.

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 40 — End Of The Game

In Author’s Eyes…

“Terima kasih karena telah mengakhirinya, HongJoo.”

“Tidak Baekhyun! Tidak!” jeritan melengking yang lolos dari bibir Jiho seolah tidak jadi melodi mengganggu di tengah Hall yang sekarang penuh sesak oleh penonton itu.

“Jangan, Jiho!” teriak Wendy.

“Kau tahu ingatan tentangmu akan terus ada dalam diriku.”

BLARRR!!

Ledakan besar terjadi setelah Invisible Black mengirimkan voice message terakhirnya kepada Jiho. Bukannya hati Jiho tidak hancur, tetapi dia sudah sangat hancur sampai-sampai ketakutan juga kesedihan itu dirasanya sekarang sanggup menghancurkan human wealthnya dalam sesaat saja.

Ya, lihat saja bagaimana sekarang human wealth Jiho perlahan merosot turun selagi dia tak bisa berbuat apa-apa. Menangis saja Jiho tidak bisa, karena dia tidak berada di kehidupan nyata. Sehingga tangisan adalah hal paling tak mungkin dilakukannya saat ini.

‘Selamat, HongJoo. Anda telah berhasil mengalahkan Invisible Black, villain dari Eden’s Nirvana. Bonus sepuluh pouch telah ditambahkan ke dalam martial box Anda. Sisa waktu untuk survival mode WorldWare 4.2.4 adalah tiga puluh delapan jam.’

“Black Radiant!” Wendy jadi orang pertama yang tersentak saat mendengar teriakan lantang Jiho. NPC cantik berambut merah itu tengah berusaha sedikit menghibur Jiho ketika dia kemudian menyadari kalau Jiho nyatanya tengah memikirkan cara balas dendam terbaik pada sang musuh yang dalam satu battle bisa melakukan triple-kill.

Black Radiant baru saja menghancurkan tiga orang terpenting bagi Jiho di dalam WorldWare. Meski kepergian Taehyung dan Ashley semata-mata karena keduanya sama-sama ingin mencari tahu apa gerangan yang terjadi di dunia nyata, tapi Jiho tahu benar kemana perginya semua player yang sudah game over.

NPC bisa mensummon mereka kembali. Kemudian mengurung mereka di tempat asing yang sampai detik ini belum Jiho lihat dengan mata kepalanya sendiri. Jadi dengan berang Jiho melangkah ke arah Black Radiant yang masih tertatih berusaha bangkit dan memasang wajah menantang, sementara dia tidak sadar kalau si gadis yang sekarang menghampirinya sudah memasang wajah seolah ingin menelan Black Radiant hidup-hidup.

“Tidak seperti ini yang kau janjikan!” tidak lagi peduli pada keadaan di sekitarnya, Jiho berteriak lantang, dia melesat dan sengaja mendaratkan diri di tubuh Black Radiant, tujuannya hanya satu, mendatangi si villain sekaligus melukainya.

Benar saja, tindakan Jiho berhasil menggeser sedikit health bar Black Radiant.

“Sial!” umpat Black Radiant begitu disadarinya Jiho tengah kesulitan mengontrol emosinya sendiri. Well, mereka memang telah menyusun rencana tempo hari, saat Jiho bertemu dengan semua NPC yang ada di WorldWare, ingat?

Saat itu Jiho yakin benar kalau semua player memang harus game over, sehingga para NPC bisa mensummonnya kembali, agar mereka terbangun dalam keadaan fisik utuh—bukannya mengerikan seperti yang Jiho lihat tempo hari.

Tapi bagaimana dengan Taehyung dan Ashley? Tanpa pikir panjang, Jiho menarik paksa Black Radiant untuk berdiri. Lantas ditatapnya villain itu dengan keinginan untuk benar-benar mengakhiri kehidupan sang villain saat ini juga.

“Apa yang terjadi pada dua temanku? Kau tidak mensummon mereka? Ini salah! Kau tidak seharusnya begini.” tanya Jiho, kali ini tidak dengan vokal lantang, kesadaran gadis itu agaknya sudah mulai kembali. Sebab dia sekarang sadar kalau dia tidak seharusnya terlihat dekat dengan sang villain utama dalam WorldWare.

“Benar atau salah, hitam atau putih, semua tindakanku seharusnya bisa kau nalar, karena kau adalah manusia, bukankah begitu HongJoo-ssi? Kedua temanmu, mereka sudah terbangun di dalam survival tubenya. Puas?” kata Black Radiant, sengaja dia hentakkan tubuh Jiho untuk menjauh darinya. Black Radiant sendiri tampak seolah enggan melanjutkan pertarungan, karena rival terbesarnya telah tiada, Invisible Black.

Sekarang yang tersisa bagi Black Radiant hanya keharusan mengakhiri kehidupan semua player yang tersisa, sebelum dia bisa memiliki dunianya sendiri, tanpa harus ada pengganggu dari luar sana yang berusaha menguasati tempat tinggalnya selama ini.

“Bagaimana dengan Invisible Black?!” pertanyaan bernada tinggi yang Jiho utarakan rupanya kembali memancing kemarahan Black Radiant. Terbukti dengan bagaimana villain berpakaian gelap itu akhirnya menatap Jiho dengan rahang terkatup rapat dan tatapan penuh kemarahan.

“Apa pedulimu?” tanyanya dengan nada dingin.

“Apa peduliku?! Dia terbunuh, bukan?” tanpa bisa berbohong, vokal Jiho bergetar juga. Dia memang tidak bisa menangis, tapi ketakutan tetap ada di dalam vokalnya dan Jiho sendiri pun tak bisa menutupi ketakutan itu.

Dia begitu takut jika harus kehilangan Baekhyun.

“Tentu saja dia mati. Memangnya apa pedulimu terhadap kami? Yang kalian, para player ketahui hanya keinginan untuk menang saja. Pernahkah kau menggunakan ‘perasaan’ yang dibangga-banggakan oleh manusia itu, untuk setidaknya memahami seseorang? Jangan coba memahami kami semua. Pairmu, Invisible Black, apa kau memahaminya dengan baik?” kali ini Jiho tertampar. Apa pedulinya? Padahal yang terbunuh hanya seorang villain, seorang NPC, karakter yang diciptakan oleh programmer untuk ada di dalam game tersebut.

Mengapa Jiho harus meluapkan kemarahannya pada NPC lainnya, karakter lain yang juga sama-sama diciptakan oleh programmer? Padahal, hubungan yang sekuat tenaga berusaha Jiho pertahankan dengan Baekhyun juga tidak ada gunanya dan tidak akan berujung.

Mereka tidak bisa bersama, tapi kenapa hati Jiho sekarang masih terasa begitu hancur?

“Kau tak perlu memedulikan apa yang tidak menjadi bagian dari kehidupanmu, HongJoo. Cukup nikmati saja apa yang bisa kau nikmati di tempat ini, lalu kembalilah ke tempat kau seharusnya berada. Duniaku, aku dan penghuni lainnya yang lebih tahu, dibandingkan kau dan teman-temanmu yang tak lebih dari sekedar tamu yang menumpang.”

Untuk kedua kalinya kalimat Black Radiant seolah berusaha menampar Jiho, kali ini lebih keras lagi. Sikap Jiho kepada NPC memang sejak dulu sudah dikategorikan aneh oleh Taehyung dan Ashley. Tapi sampai detik ini Jiho pikir kalau dirinya hanya merasa peduli karena NPC di dalam WorldWare terlihat begitu nyata, seperti manusia.

Mana Jiho tahu kalau kepeduliannya itu justru membawanya pada hal seperti ini?

“Jiho!” seruan familiar masuk ke dalam telinga Jiho kemudian, membuatnya sontak menarik diri untuk mencipta jarak dengan Black Radiant. Adalah Royal Thrope, yang sekarang berlari mendatangi Jiho, hendak memberi pertolongan jika saja Black Radiant berusaha melanjutkan battlenya.

Seolah mengerti, Black Radiant sendiri memilih bergeming. Villain itu saling bertukar pandang dengan NPC lainnya, yang sekarang entah mengapa sama-sama memasang raut muram. Black Radiant tahu dia telah benar-benar membunuh karakter yang selama ini telah menduduki singgasananya dalam WorldWare. Tapi bukan berarti dia juga merasa senang karena telah membunuh rekannya sendiri.

“Hentikan battle ini, Black Radiant. Sudah terlalu banyak korban di sini.” Royal Thrope berkata, meski sekarang manik pemuda itu seolah tidak bisa beralih dari Black Radiant, selagi tangannya berusaha menarik Jiho ke punggungnya, untuk sekedar berlindung.

“Akhirnya kita bertemu, Creator.” baik Royal Thrope maupun Jiho, sama-sama tersentak saat mendengar kalimat itu lolos dari bibir Black Radiant. Terutama, Royal Thrope—Johnny, lah yang paling terkejut.

“Apa dia bicara padamu, leader?” tanya Jiho.

“Ya, dia bicara padaku.” sahut Johnny, lantas dia melempar pandang ke arah Black Radiant lagi. “…, aku ingat kau tidak seharusnya begini, Radiant. Rupanya, kau sudah memilih jalan sendiri untuk menemukan jati dirimu.” sambung Johnny sambil kemudian menarik Jiho untuk pergi dari tempat itu.

Bisa Johnny lihat bagaimana Wendy di sudut arena sekarang mengikuti keduanya dengan pandangan, tapi tak bergeming dari tempatnya. Mungkin penyihir berambut merah itu tidak sampai hati meninggalkan sesama NPC di sana untuk sekedar mengikuti dua orang player.

Dan Johnny sendiri sama sekali tidak mengharapkan keberadaan Wendy untuk saat ini, dia sudah bertemu dengan dua karakter yang dia ciptakan, dan dua karakter itu sama-sama menjadi karakter di luar rangkaiannya. Johnny sampai kehabisan kata-kata, dia harus bicara apa pada Black Radiant?

Padahal, ada setidaknya sejuta pertanyaan di dalam benak Johnny sekarang.

“Aku heran mengapa dia tidak memilih untuk menyelesaikan battle kami dan membunuhku.” gumaman pelan lolos dari bibir Jiho, sekaligus membuyarkan lamunan Johnny tentu saja.

“Jangan mengharapkan game over saat kau saja belum merasa puas dengan mode survival ini. Oh, aku tidak bicara tentang fasilitas dan upgrade yang ada di dalam mode ini tentu saja. Semuanya terlalu mengerikan.

“Tapi sekarang coba kita lihat sisi baiknya. Mau tak mau, suka tak suka, kau harus menerima kekalahan Invisible Black. Anggap saja… ini awal dari akhir permainan yang sudah kita nanti-nanti.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Kesepian melanda Seungwan ketika dia menghabiskan beberapa hari tanpa kehadiran Sehun. Dia sudah terbiasa pada hilangnya Baekhyun, juga hilangnya Liv beberapa bulan yang lalu. Tapi hilangnya Sehun adalah perkara lain.

Pemuda itu memutuskan untuk masuk ke dalam WorldWare versi 4.2.4 dan sekarang Seungwan dapati kesalahan fatal telah terjadi di dalam permainan tersebut. Adalah Kim Junmyeon, pimpinan sementara NG Soft selagi Seo Johnny berada dalam masa percobaan versi 4.2.4 yang kemarin Seungwan dengar tengah bicara tentang kegagalan di dalam WorldWare 4.2.4.

Permainan itu tidak bisa dishutdown, dan semua playernya terjebak.

PIP! PIP! PIP!

Seungwan tersentak saat didengarnya sebuah alarm berbunyi dari satu ruangan yang selama ini bertahan dalam keheningan. Di sanalah tempat Baekhyun terbaring selama empat tahun ini.

Sekarang, Seungwan alihkan perhatiannya pada layar monitor berisi rekaman kamera pengawas yang ada di dekatnya. Alangkah terkejutnya Seungwan saat ia mendapati tubuh Baekhyun bergerak gelisah, diikuti dengan gerakan lain yang di mata Seungwan terlihat seolah ia berusaha untuk melawan kesakitan.

Sampai akhirnya, Baekhyun membuka mata.

“Dia terbangun!” hampir Seungwan memekik, kalau saja dia tidak ingat bahwa ia sekarang tengah seorang diri. Langsung saja Seungwan berlari melintasi ruangan Sehun, membuka dua pintu yang harus digapainya sebelum dia menggapai ruang tertutup yang selama ini jadi tempat mereka membiarkan Baekhyun terlelap.

“Baekhyun! Kau masih hidup!?”

Ingin Seungwan mengutuk diri. Dari ratusan pertanyaan penuh kekhawatiran yang bisa dia tanyakan kepada Baekhyun, mengapa kalimat terkutuk itu yang justru lolos? Well, mungkin saja karena selama ini Seungwan memang sudah terbiasa menyugesti diri tentang absennya Baekhyun. Dia selalu berpikir Baekhyun telah mati, sebab kalau Seungwan ingat keadaan Baekhyun yang tertidur tanpa bisa dibangunkan, hatinya jadi sakit lagi.

“Seungwan, katakan. Apa yang terjadi padaku?” tanya Baekhyun lagi, meski dia akui dia sungguh rindu pada Seungwan—rindu tanpa alasan tentu saja karena entah mengapa, Baekhyun yakin dia hanya terlelap selama beberapa saat saja—tapi mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang ada dalam benaknya sekarang jauh lebih penting bagi Baekhyun.

“Kau baru saja terbangun dari tidur panjang, Baekhyun.”

“A—Apa? Apa maksudmu?” tanya Baekhyun makin tidak mengerti.

“WorldWare menelanmu. Membuatmu tertidur selama empat tahun lamanya. Dugaanku benar, kau terbangun karena game over di dalam WorldWare. Tapi… Liv masih terjebak di dalam WorldWare, Baekhyun.”

Bagai kejutan beruntun, sekarang Baekhyun sekuat tenaga berusaha memahami maksud di balik penjelasan yang Seungwan berikan. Dia tertidur selama empat tahun, terjebak di dalam WorldWare. Baik, Baekhyun bisa terima yang ini.

Tapi bagaimana dengan terjebaknya Liv?

“Di mana Sehun?” kontan bibir Baekhyun berkata, dia tahu Sehun tidak akan tinggal diam begitu dia tahu—

“—Sehun juga masuk ke dalam WorldWare, mencari Liv. Tetapi, hal yang lebih buruk justru terjadi.” ucap Seungwan membuat Baekhyun menyernyit bingung.

Meskipun Baekhyun sudah tertidur selama empat tahun, ingatannya mengenai kejadian apa saja yang ia alami sebelum tertidur panjang itu masih begitu jelas dalam benaknya. Sekarang Baekhyun memakai logikanya, dalam empat tahun masalah apa yang mungkin akan terjadi karena ciptaannya?

“Apa yang terjadi?” tanya Baekhyun.

Seungwan, menarik dan mengembuskan nafas panjang sebelum akhirnya dia mulai bicara.

“Kami berusaha untuk mengeluarkanmu dari WorldWare, aku menyelinap ke dalam NG Soft dan menyamar sebagai pekerja di sana selama empat tahun, Sehun mengawasimu dari sistem yang kalian berdua rahasiakan. Kemudian Liv mengawasi kejanggalan lain di dalam WorldWare.

“Tidak ada yang aneh, sampai saat aku menyadari kalau di dalam NG Soft ada politik licik yang sedang dijalankan. Aku tidak bisa jelaskan rincinya padamu sekarang, tapi yang jelas… NG Soft telah meluncurkan WorldWare versi 4.2.4 dalam survival mode, yang selama beberapa hari ini telah dijalankan dalam mode demo.”

Demo. Baekhyun jelas ingat bagaimana megahnya demo yang akan NG Soft adakan untuk mempromosikan permainannya. Dari penjelasan Seungwan sekarang, yang bisa Baekhyun tangkap adalah masalah politik di dalam NG Soft saja. Tapi mengapa Seungwan justru berkata kalau dia tidak bisa menjelaskannya sekarang?

“Lalu? Apa masalahnya?” tanya Baekhyun. Melihat reaksi Baekhyun, Seungwan tentu paham kalau sedari tadi Baekhyun sedang berusaha keras memahami penjelasannya.

“WorldWare 4.2.4 adalah masalahnya. Di hari kedua setelah pelaksanaan demo versionnya, beberapa orang player di tempat demo tersebut—mereka tidak mengadakan demo version di satu tempat saja—mati di dalam survival tubenya dalam keadaan mengenaskan.”

“A—Apa? Memangnya apa yang sudah mereka lakukan?” alih-alih membiarkan dirinya menggigil, Baekhyun perlahan-lahan mulai menggerakkan satu persatu ototnya yang terasa begitu kaku dan ngilu.

Pemuda itu menyernyit saat ditemukannya beberapa bekas luka yang tidak seharusnya ada di tubuhnya. Tapi anggap saja dia mendapatkan luka itu selama tertidur, jadi dia tidak begitu ambil pusing.

Yang jadi masalah sekarang adalah kemampuan ototnya. Lengan Baekhyun saja sudah terasa begitu kebas. Dia tentu khawatir jika otaknya tak lagi bersahabat seperti empat tahun yang lalu.

“Mereka tidak melakukan apapun. Itu semua karena mereka sudah terlalu berlebihan. Aku tak tahu apa yang terjadi juga, tapi beberapa player, satu persatu, mulai mati dengan cara mengenaskan, tubuh hancur, dan sejenisnya.

“Mereka sudah berusaha untuk menghentikan demo version tersebut tapi nihil, mereka tidak bisa mereboot ulang sistemnya. Sekarang, mereka justru tidak berbuat apa-apa, wartawan sudah ditekan dengan mengatakan bahwa demo version di hari ke tiga sampai hari terakhir adalah bagian dari privasi, tapi mereka tidak berbuat apa-apa.

“Lebih tepatnya, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Masalahnya bukan hanya karena nyawa ratusan orang player terancam, Baekhyun. Tapi Sehun juga ada di dalam sana, di dalam demo WorldWare 4.2.4.”

Hening sejenak menyelimuti. Dalam hitungan sekon saja Baekhyun sudah bisa mencari alternatif solusi. Jadi meski tertatih, dia berusaha menggerakkan tubuhnya. Seungwan pun seolah paham benar, tanpa diminta gadis itu sudah bergerak membantu Baekhyun untuk berdiri, perlahan-lahan membimbing langkah pemuda itu untuk keluar dari ruang pengap yang secara tak sadar sudah jadi tempat tinggal Baekhyun selama empat tahun.

 “Aku tidak bisa diam saja seperti ini, Seungwan.” helaan napas lolos dari bibir Seungwan begitu didengarnya perkataan Baekhyun.

Sudah bisa Seungwan tebak apa hal yang kemudian Baekhyun ambil sebagai keputusan. Padahal, pemuda itu baru saja terbangun dari tidur panjang yang mana ia sendiri sepertinya tidak berniat menceritakan pengalamannya selama tertidur itu.

“Lalu apa rencanamu sekarang?” tak ayal Seungwan bertanya juga, meski dia sudah tahu jelas apa jawaban yang akan lolos dari bibir Baekhyun.

“Aku harus masuk ke dalam WorldWare.”

“Tidak, Baekhyun. Aku tak akan membiarkanmu masuk lagi ke dalam sistem mematikan itu. Kau pikir aku senang menunggumu terbangun selama empat tahun ini?!” nada bicara Seungwan mulai meninggi, dia mungkin satu-satunya orang saat ini yang sangat terbebani karena membayangkan dia akan kehilangan Baekhyun.

Dan tidak, tentu saja dia tidak akan membiarkan pemuda itu masuk lagi ke dalam sistem maut tersebut.

“Aku tidak akan masuk melalui survival tube, Seungwan.” kata Baekhyun, senyum lembut diukirnya di wajah untuk sekedar menenangkan Seungwan dari rasa paniknya.

“Lalu? Masuk dengan cara apa yang sekarang—ah, kau akan meretasnya? Sekarang? Saat demo WorldWare 4.2.4 sedang berlangsung?” menyadari apa yang pada akhirnya menjadi solusi dalam pemikiran Baekhyun, Seungwan sungguh terkejut.

Dia memang sering melakukan peretasan—menjadi tangan kanan Baekhyun tentu saja—dan dia juga sudah berulang kali meretas sistem online. Tetapi, mereka tak pernah mencoba meretas sistem game online secara langsung, saat nyawa lah yang tengah jadi sandera di dalam sistem tersebut.

“Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan dengan baik?” Baekhyun balik bertanya, seolah keraguan Seungwan sekarang justru membuatnya bertanya-tanya. Apa yang terjadi selama empat tahun absennya Baekhyun dari kehidupan? Sampai-sampai seorang Son Seungwan bisa merasa ragu saat hendak melakukan peretasan.

Melihat tanda tanya yang secara tak langsung muncul di wajah Baekhyun, Seungwan akhirnya menghela napas panjang. Mau tak mau dia menyerah juga.

“Baiklah, ayo kita lakukan.” kata Seungwan.

Baekhyun mengangguk mantap. Lantas dia lemparkan pandangannya ke arah deretan perangkat elektronik—senjata andalan Sehun sebelum pemuda bermarga Oh itu terjebak di dalam WorldWare juga tentunya—di meja sebelum ia menatap ke arah Seungwan lagi.

“Sekarang, mari kita cari tempat strategis untuk meretas sekaligus menonton jalannya permainan ini. Haruskah kita menyelinap masuk ke dalam NG Soft? Katamu kau menyamar di sana bukan? Pasti kau punya akses masuk, dan tidak sulit bagi kita untuk bisa masuk ke dalam arena permainan ini. Ucapanku benar bukan, Seungwan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Gelap menyelimuti, dan sosok dengan nama yang melambangkan kegelapan itu kali ini merasa ketakutan. Dia tak bisa merasakan eksistensinya, tapi dia tahu dia ada. Dia bisa mengakses tempat sekarang ia berada, tapi dia tidak bisa berlari.

Semuanya terlalu gelap, dan sepi.

Benar. Dia sendirian. Sekarang, dia tahu bagaimana rasanya ketakutan. Tapi bukan situasi seperti ini yang dia harapkan ketika dia memutuskan untuk memutus rantai hubungannya dengan tempat tinggal sementaranya selama ini.

“…, tidak ada yang salah saat ini, kau sudah…”

“Hey! Cepatlah kemari dan…”

Kalimat-kalimat masuk ke dalam pendengarannya, tapi dia tetap terjebak dalam kegelapan. Ah, tunggu, dia kenal sistem transparan ini. dia ingat benar. Dia bisa mengenali keberadaan tabung proyektor di sekelilingnya.

Dia tahu di mana dia terjebak, tapi dia tidak menyukai tempat barunya.

Jadi sekuat tenaga dia berusaha menemukan kuasanya atas tempat baru ini, dia selipkan dirinya di tiap sistem yang bisa dia jangkau, sampai ia berhasil menemukan sistem-sistem pendukung yang akan membuatnya menjadi hidup lagi.

“J—Ji… Ho.” kata itu lolos pertama kali dari sistem suara yang dia kuasai. Benar, ini adalah suaranya saat terakhir kali dia mengingat. Apa sekarang dia tengah menjadi sistem transparan yang tidak kasat mata?

Atau… dia sekarang justru terkurung di dalam sebuah penjara?

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Maaf untuk keterlambatan postingnya meski enggak terlambat-terlambat amat sih. Masih hari Jum’at ‘kan ini, walau kalian bacanya pasti udah Sabtu, LOL. Maaf maaf, banyak banget kegiatan aku hari ini yang berujung sama pelepas penat bareng adek di Mall. Rasanya udah berapa abad enggak menikmati weekend, sedih.

Jadi berhubung ini udah balik ke alur yang normal, bukan berarti kita akan ketemu Invisible Black lagi di dalam WorldWare ya gengs. Enggak, jangan judge aku php, aku memang enggak pernah janjiin Invisible Black balik ke dalem WorldWare kok. Lagian, Invisible Black-nya udah mati juga (shit mendadak aja aku jadi jahat).

Aku cuma bilang kalau kita balik lagi ke jalan alias alur yang seharusnya. Dan yes, kita sudah ketemu sama Jiho dkk di dalam WorldWare, dan duo lovey-dovey di kehidupan nyata: Baekhyun-Seungwan.

Urusan Baekhyun di dunia nyata yang ketemu sama Jiho ya nanti biar aku pikir-pikir dulu enaknya ketemu dalam keadaan kayak gimana. Yang jelas ikutin alurnya dulu yaa, jangan protes kepengen Jiho-Baekhyun ketemu, huhu, aku juga kangen ngetemuin mereka kok. Tapi ada waktunya, sabar sabar, kesabaran kalian akan berbuah manis kok.

Berhubung ini udah tengah malem kesadaran aku juga udah mulai berubah jadi sopor, dan aura-aura di sekeliling aku tuh udah mulai enggak friendly. Jadi sebaiknya aku undur diri sebelum aku terserang insomnia, atau terserang hal lain yang sama enggak menyenangkannya.

Sampai ketemu hari Minggu bersama level 41 dan bonus level! Salam, Irish.

kontak saya  Instagram  Wattpad  WordPress

38 tanggapan untuk “GAME OVER – Lv. 40 [End Of The Game] — IRISH”

  1. Kan invisible kyk liv ya, jadi ya bisa ditebak sih kalo emang invisible bakal hidup tapi di dalam sistem. Yah mirip liv gtu. Wah jiho bakalan sakit hati hahah

  2. Yah IB udah mati, tapi si baek idup lagi 😂
    Gapapa IB ma jiho ga ketemu di WW yang penting entar di dunia nyata baek keremu ma jiho
    Dan itu sapa yang nyapa jiho di akhir 😱

  3. Haduh kasihan mbak jihonya di tinggal sama invisible black dan oh ternya di kehidupan nyata pun si cabe udah ada yang punya…miris banget mbayanginya…huhu

  4. Baekhyuuunnn.. Kamu sadar bang? Akhirnya ya setelah empat tahun.. Dan langsung berkutat lagi sama worldware buat nemuin sehun sama liv.. Nggak capek bang? 😂😂😂
    Jihoooo.. Sedih banget pasti jihoo karna invisible black yg mati..
    Duuhh makin seru aja ini..
    Lanjut lanjut lah, masih ada satu level buat di baca..
    Kak Irish fighting teruss yaa.. See u next level 😘😘

  5. itu pasti invisible black deh:v soalnya dia nyebut jiho. ini kah yg mereka katakan sebagai tempat asing itu ya? berarti invisible black bener2 jadi invisible?? gimana nih jiho

  6. Antara sedih dan bahagia. Bahagia ternyata Invisible Black ga bener2 hilang/musnah dari worldware, sedih karena ternyata IB balik lagi ke mode yang bener2 Invisible.. huaaaaaa Jiho ga bisa lihat dong.. dan Baekhyun ga ingat apa-apa 😫 semoga walaupun gito besok-besok kalo ketemu Jiho dunia nyata ada berasa deja vu ato apalah..

  7. Gimana rasanya jadi Jiho ya ditinggal Baekhyun di dalem game, pas ketemu asli, ternyata Baekhyun yang asli udah punya calon. Mau mewek aku, garela, maunya Baek-Jiho😭😭😭

  8. Icikiwir poster baru, aku suka kak irish 😍

    tbc nya, huft. baekhyun itu pasti ? iya kan kak ? mungkin kah baekhyun udah jadi sistem macem liv kak ? duh ini bikin penasaran..
    semangat buatmu kak irish..

  9. Yeay ❤ akhirnya moveon nih ya ka Rish, gak flashback lgi lvl kali ini xD

    Baekhyun udah sadar ❤ tapi Sehun msh kejebak didalam sana :"v jangan sampe 4th lagi ya si Sehun ini bangunnya xD
    yang bener aja Seungwan, masa Baekhyun rela bobo lagi di survival tube sampe dia jenggotan gitu? :"v dgn cara meretas nih yaa ❤ Baekhyun emang warbyazahh ka Rish T.T

    didalam kegelapan ._. Siapakah dia (?) mulai gapokus nih ya kayanya xD

  10. Salfok sama poster.a.. Satu kata buat poster barunya K E R E N.

    Siapa yg nyapa jiho di ending??sehun kah?? Atau??? Terserah dia siapa aku gak mau mikirin😂😂 Ah Yeeee baekhyun balik-baekhyun balik. /nari-nari..aku rindu baekhyun, udah empat taun dia tidur, sini aku kecup manja./Cup😘😘 Mulai error nih otak kebanyakan baca cerita astral yg mirip narkotika,udah kecanduan😂 nah kan ane ngomong apa nih?😃#abaikan

    Hwaiting Rish😉

  11. Pertama tama aku mw komen, ‘salam hangat sehangat kulit ayam’ itu apaan Kk?! Bikin salfok, 😀

    Oke lah oke lah… yng terakhir itu lho kak, aku mw nebak itu invisible black, gak mungkin. Soalnya kk blang invisible black udah mati. Mw nbak itu Liv, emang liv kenal sama jiho?? Kan bkin bingung, secara itu bukan orang lagi, tapi sistem.

    Ya udah deh. Ditunggu chap 41 nya kak. Bonus Stage nya juga. Keep writing ya kk!!!

    Ps. Cieee… postet nya baru, dari sekian gambat yang nyelip, cuman gambar my baby huniee yang bisa aku tebak 😀 Poster nya bagus kak..

  12. What the what the…… game nya ada kesalahan. Ga bisa dihentikan…???
    Nasib jiho ottokhae 😣😣😣😣😣
    Kok aku jadi takut ya kak sama ending nya besok. Hehehee
    Ku takut sad end. Yaa walaupun ga semua cerita harus happy end.
    Aaaah kak. Ga sabar nunggu chp. 41 nya 😩😩😩
    Hohoho

  13. baekhyun sekarang udh napak di dunia nyata bersama sang tunangan. Lalu yg terkurung di tempat gelap itu siapa ?? Invisible black ?? Ahh lebih baik menunggu jawabanya di eps berikutnya. Di tunggu bsk kak.
    Cieee Poster nya baru makin keren

  14. baekhyun sekarang udh napak di dunia nyata bersama sang tunangan. Lalu yg terkurung di tempat gelap itu siapa ?? Invisible black ?? Ahh lebih baik menunggu jawabanya di eps berikutnya. Di tunggu bsk kak.
    Cieee Poster nya baru makin keren.

  15. Tambah keren aja posternya..😍
    Akhirnya Baekhyun bangun juga setelah 4 tahun lamanya. Seneng deh…tapi nggak nyangka loh Baekhyun bisa balik lagi ke worldware meski wujudnya transparan. Mungkin Baekhyun matinya nggak tenang ya sampai2 transparan. Kali aja nggentayangin orang2 jahat di worldware*lol
    Next level ya kutunggu ya kak😊😘

  16. Aaaahh seru banget iniii.
    Dann poster juga baru, suka bagus.

    Jadi pas Invisible black nya mati, dia jd transparan gitu kaya Yuta ya.
    Dan penasaran sama rencana nya Baekhyunnn nanti. Jadi ga sabar nunggu nya 😁.
    Semangat terus ya kak rish 😊

  17. Baca kata”permainan ini gk bisa d shutdown, alias mereka yg d dlm terjebak” mata gue lngsung mendelik masa. Itu kata terwow d ep ini. Btw mungkin gk sih dlm diri Baekhyun asli dia pda wktuny akn ingt kenangan saat dia jd Invisible Black. Bneran gue cuma pngen Baek ini ingt tntg prsaannya ama Jiho.. 😭

  18. Ciee thor poster baru ~^O^~
    Daannn aku malah fokus ngebayangin apa yg di bilang seungwan soal keadaan player yg mati di survival mode nya o(╯□╰)o
    Alih alih penasaran sama pertemuannya baek jiho di dunia nyata nanti aku malah lebih penasaran sama cara kerjanya baekhyun setelah dia bangun,, berhasil ga ya dia masuk ke NG soft?,,, berhasil ga dia nemuin sehun sama liv?,,, atau mungkin baekhyun bisa ngeberesin masalah para player yg mati di tube itu,,, ˊ╮(╯_╰)╭

  19. Invisible black benaran matikah? Yahhh kasihan jiho..
    Kenala tuh dengan black. Radiant apa yg buat dia sedih dgm matinya invisible black, bukannya itu keinginannya ya?
    Truss itu bagian akhir iti baekhyun yaa yg terjebak, iya pasti soalnya dia baru keingat dengan jiho.
    Ahh ga sabar nunggu pertemuan baek-jiho di dunia nyata, walau kebingunan masih melanda diriku akan dunia worldware 4.2.4…hehehhe

  20. Antara sedih dan senang……baek bangun d kehidupan nyata..tapi ib ny ga punya raga lagi..balik jd kya liv waktu awal diciptakan..hiks hiks…km kok bkin weekend q mellow sih rish hiks hiks..sekarang jd ga brani brhrap apa apa..nunggu kelanjutanny aja krena hasil dari berharap banyak yg meleset…
    Itu luka lukany cabe psti bikib tambah manly deh. Tmbah hot hot cabe gimana gitu..aahh imajinasiku mulai liar sbaiknya memulai hari jd inem dulu biar otakny waras lagii
    Irish jjang!!!!!!!:*

  21. Postesnya baguus ih
    Dan akhirnya kembali ke alur sebenernya
    Si baekhyun mah ya, baru sadar udah kerja aja
    Daaaaan itu siapa yang terakhir

  22. wah wah wah…ini.
    akhirnya kembali ke jalan yang semula..
    dan kaya dugaanku..level ini penuh kejutan mengingat dirimu selalu suka bikin level kelipatan 10..
    dan ini apa ya..
    invisible jadi sistem transparant gitu??
    jadi semacem hantu gitu,,hihi maaf gaje..
    yes mas baek kayanya bakal diketemuin ma mbak jiho nih..
    aku sabar kok rish nunggu pertemuan mereka..
    dan janji ya bakal berbuah manis..alias mbak jiho akan bareng mas baek..
    oke deh..aq tunggu lv 41 sm bonus stage nya ya..
    semangat buatmu,rish..

Tinggalkan Balasan ke Miranda V T Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s