[Ficlet Series] #8 Our Old Habit by ShanShoo

hhs3

It’s a ficlet series by ShanShoo

Starring EXO’s Sehun with OC’s Eunhee

fluff, slight!romance // ficlet  +700ws // teenager

—oOo—

Percaya atau tidak, mereka berdua kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan dulu mereka, seperti biasa.

WordPress : ShanShoo || Wattpad : @Ikhsaniaty

—oOo—

Prev story : #1 #2 #3 #4 #5 #6 #7

Percaya atau tidak, mereka berdua kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan dulu mereka, seperti biasa. Dimulai dari ucapan selamat tidur di malam hari, mengingatkan agar tidak lupa makan secara berkala, melakukan video call dan berbagai kebiasaan lama yang sering mereka lakoni kala itu. Membuat keduanya sama-sama sering menahan senyum serta gelak tawa tanpa disadari. Oh, konyol, memang, tetapi itulah kenyataannya.

Termasuk pagi ini, ketika mereka berjalan bersama menyusuri koridor kelas yang agak sepi karena waktu untuk bel masuk masih cukup jauh.

Tiba-tiba saja, Sehun meraih tangan Eunhee di sisi tubuhnya. Menggenggamnya erat sembari berusaha menahan senyuman di bibir saat Eunhee bertanya, “Apa yang kaulakukan?” dengan mimik terkejut yang kentara.

Lantas, Sehun menoleh ke arahnya, tambahkan satu cengiran lebar hingga membentuk rupa bulan sabit di kedua mata laki-laki itu. “Biar kelihatan romantis,” sahutnya, ringan, seolah tak peduli pada degupan jantung Eunhee yang mulai meningkat dalam hitungan detik.

“Memangnya kau tak malu?” Eunhee bertanya lagi sambil mengalihkan tatapannya ke depan.

“Memangnya kau tak tahu kalau koridor yang kita lewati ini sepi?” Sehun terkekeh begitu ia melihat Eunhee mendelik kesal. “Sudah, jangan banyak komentar. Kau ini, kan, pacarku. Wajar saja, bukan, kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini?”

Oh, oke. Ucapan Sehun rupanya berhasil meredakan kekesalan Eunhee. Karena sekarang, gadis itu sedang sibuk menata perasaannya. Jangan sampai perasaan bahagianya terlalu banyak sampai-sampai harus tumpah-ruah ke mana-mana.

—oOo—

Jam pertama pelajaran telah usai. Eunhee, seperti biasa, pergi keluar kelas sejenak untuk pergi ke toilet. Meninggalkan Sehun yang sedang sibuk memainkan ponselnya.

“Sehun-a, mau pergi nonton bersamaku malam nanti? Film Conjuring 2 sudah masuk ke bioskop Seoul, loh,” Minji berujar sembari mendudukkan diri begitu saja di bangku samping Sehun. Matanya berbinar, berharap Sehun mau menerima ajakannya.

Belum ada respons. Namun Sehun segera menoleh menatapnya diiringi embusan napas, sebelum akhirnya ia meletakkan ponselnya di atas meja dan bersuara, “Minji…”

“Sayang sekali, Sehun tidak akan pergi nonton bersamamu. Tapi bersamaku.” Minji melonjak kaget ketika tiba-tiba saja, suara Eunhee menyambangi rungunya. Segera ia menatap ke sumber suara, di mana Eunhee berdiri di sampingnya seraya melipat kedua tangan di depan dada. Omong-omong, Eunhee datang di saat yang tepat, bukan?

Dalam keheningan yang mengikuti, Sehun menatap Eunhee dan Minji bergantian. Tak ada niat baginya untuk menyela “perbincangan” di antara dua gadis yang saling bertatapan di dekatnya saat ini.

“Hei, Park Eunhee, aku duluan yang mengajaknya!” Gadis bermarga Han itu berdiri dan turut melipat tangan di depan dada. Maniknya terlihat sinis, manakala Eunhee mengembuskan napas panjang.

“Coba, deh, kau tanya pada Oh Sehun. Memangnya dia mau nonton bersamamu?” Eunhee tak dapat menahan emosinya lebih lama lagi. Sungguh, Eunhee tak akan membiarkan Han Minji kembali merusak hubungannya dengan Sehun.

“Oke!” Minji mendengus, lalu mengalihkan atensi pada Sehun yang masih duduk bergeming di kursinya. “Oh Sehun, kau mau pergi nonton dengan Eunhee atau aku?” tanyanya, setengah kesal, setengah merajuk. Membuat Oh Sehun lekas menatap Minji dalam diam.

“Mmm,” Sehun menggumam, dan hal itu menyebabkan si gadis Park dan gadis Han terlihat harap-harap cemas. “Sebenarnya aku tidak ada niat buat nonton ke bioskop.” Satu kalimat terlontar dan itu membuat kedua gadis tersebut membeliakkan matanya tanpa sadar. “Tapi, yah, tidak ada salahnya kalau aku pergi nonton bersama si ‘gadis beruang’.”

Well, game over, Han Minji. Karena kau tidak tahu sama sekali dari mana asal-usul si ‘gadis beruang’ atau ‘beruang kutub’ atau ‘cakaran beruang kutub’ atau beruang-beruang yang lainnya.

—oOo—

“Dasar laki-laki sok tampan. Apa susahnya, sih, kau menolak langsung ajakan Minji?” Eunhee mendengus kesal, enggan melakukan kontak mata dengan Sehun. Saat ini, mereka berdua tengah berada di kantin, dengan hidangan makan siang sesuai selera di atas meja.

Bukannya merasa bersalah, Sehun justru menghadirkan tawa renyah di antara kekesalan yang Eunhee koarkan. “Rasa cemburumu rupanya melebihi diriku, ya? Pantas saja Kai selalu mengeluh mendengar…”

“Jangan membahas masa lalu lagi, Sehun!” potong Eunhee cepat, pun penuh penekanan. Sehun yang duduk berseberangan di depannya hanya bisa mengangkat tangan, tanda menyerah.

“Oke, aku minta maaf.” Sehun mengembuskan napas. “Tapi kau senang, kan, kalau gadis itu tak lagi menggangguku?”

Tak ada jawaban terlontar, namun Eunhee menunjukan kelegaannya lewat senyuman yang kelewat lebar. “Yap! Tentu! Eh, tapi awas saja kalau kau ketahuan dekat-dekat dengan dia lagi! Aku pasti akan…”

“Jangan cakar aku!” Giliran Sehun yang menyela dan Eunhee tampak kebingungan mendengarnya. “Cium saja, biar tidak sakit.” Lalu, Sehun tersenyum menggoda. Menghadirkan semburat merah di kedua pipi Eunhee karenanya. Namun tak lama, Eunhee lekas memukul kepala kekasihnya itu dengan sendok besi yang belum ia gunakan, hingga terdengar ringisan tertahan dari bibirnya.

“Nih, cium saja pantatku!” sembur Eunhee, setengah kesal, setengah bercanda.

“Apa?” Sehun tertawa renyah. “Aku menawar, bibir saja, deh.”

Dan, Eunhee melayangkan pukulan ke kepala Sehun untuk yang kedua kalinya.

Fin.

.

.

.

.

.

But not really fin 😀

Here, I’ll give bonus ficlet for you! 😉

—oOo—

Omong-omong, malam ini mereka berdua selesai menonton film horror terbaru yang telah direncakan sebelumnya. Mereka berjalan bersisian, dengan suara gelak tawa milik Eunhee sebagai awal mula terciptanya konversasi di antara keduanya.

Sehun memang diam, tak merespons. Namun keningnya mengerut dalam.

“Oh Sehun itu rupanya takut nonton film horror?” Eunhee tertawa lagi, kali ini lebih keras.

“Berhentilah mempermalukanku, Park Eunhee,” Sehun menyahut, tepat ketika beberapa pengunjung gedung bioskop menatap mereka keheranan.

Lima detik kemudian, Eunhee berhasil meredakan gelak tawanya, pun mengusap cairan bening pada sepasang sudut matanya. “Sehun-a,” panggil Eunhee. “aku masih bisa membayangkan wajahmu yang…”

Ia tak melanjutkan perkataan. Tidak, setelah Sehun mengecup bibirnya, samar dan singkat.

Y-ya! K-kenapa kau menciumku?!”

Sehun tak menjawab, melainkan memilih berjalan mendahului Eunhee tanpa sanggup mempertahankan senyuman di bibirnya, pun dengan munculnya semburat merah di pipi.

“Oh Sehun! Kau mencuri ciuman pertamaku!”

Ucapan bernada galak itu berhasil menghentikan langkah Sehun. Tubuh tinggi tegap itu lantas berbalik, berjalan kembali ke arah gadisnya, dihiasi mimik wajah yang begitu bahagia.

“Benarkah itu?” tanya Sehun tepat di depan Eunhee, membuat gadis itu mendongak demi membalas tatapannya. “Baiklah, biar kuberi tahu satu hal,” tanpa menunggu jawaban Eunhee, Sehun buru-buru mendekat dan berbisik tepat di telinga kanan gadis itu, “yang tadi juga ciuman pertamaku, tahu!”

Nah, sepertinya Sehun tak lagi sendiri untuk memiliki letupan-letupan kembang api di perutnya serta rona merah di kedua pipinya. Karena kini, Eunhee juga turut merasakan hal yang serupa dengan kasihnya itu.

Fin.

 

Nggak bakalan banyak ngomong(?) 😀

Cuma mau bilang, terima kasih buat kalian yang udah baca fanfiksi ini sampai tamat x)

Komentar, kritik dan sarannya kutunggu banget x)

Ohiya, kalau sempat, mampir juga yuk ke blog dan juga wattpad-ku yang sudah kucantumkan di atas x))))))

Sampai ketemu di ceritaku berikutnyaaaa :***

Salam sayang,

ShanShoo (Isan) ♥

9 tanggapan untuk “[Ficlet Series] #8 Our Old Habit by ShanShoo”

  1. wah akhirnya pasang tahu bulat mengempes, btw apa kabar si bang-kai? wkwkwk. Terimakasih kak udah buat nih epep, kutunggu ff-mu. Semangaaaat ya 😁

    1. si abang katanya nggak mau dimasukkin ke chapter ini, takut jadi obat nyamuk dadakan wkwkwk

      terima kasih banyak yaaa oohsehunfangirls (aku nggak tau nama kamu woy) sudah mau menyempatkan waktunya buat baca fanfiksi ini sampai selesai x)))

  2. Unch.. Gue yg melting tau gak 😄

    Setelah masalah2 datang menerpa /apaan, dah!/ akhirnya bareng lg mereka.. 😍

    Satu kata buat, ff nya.. Terbaik… 😁

    Ditunggu karya selanjutnya kakak.. 😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s