STAY WITH ME {Keyo}

Keyo’s Present

STAY WITH ME

FICLET Story

With

EXO’s D.O || OC DO EUNSOO

T

Family

A.n : sebelumnya aku mau minta maaf karena jarang update. Faktor depresi SBMPTN berakibat pada kemageran nulis dan akhirnya WB LOL. Udah segitu aja~

HAPPY READING ALL

 

Kyungsoo berjalan setengah berlari. Kalau saja dia tidak ingat sekarang akhir desember dan jalanan licin, dia pasti sudah menerobos gerombolan orang-orang yang malam ini seakan berhamburan keluar. Dia panik bukan main dan keadaan sekitar seperti mengejek dan meminta sumpah serapahnya.

Kyungsoo merogoh ponsel, berharap ada pangilan masuk atau pesan singkat masuk tapi nihil. Panggilan terakhir yang dia dapat adalah dari kakaknya. Alasan dia panik. Karena suara ditelepon tadi bukan cerita riang kakaknya seperti yang biasa, hanya satu kalimat. Lalu setelahnya suara pilu tangisan dan ditutup sepihak.

“Kyung, aku putus dengan Brian,”

Kyungsoo tahu kakaknya begitu mencintai Brian. Tapi sayangnya Kyungsoo benci pria itu. Pria tinggi yang matanya hanya segaris itu mencuri seluruh hati kakaknya, mencuri sang kakak dari Kyungsoo, dari keluarganya. Mungkin karena Kyungsoo laki-laki, jadi dia tidak mengerti bagian mana dari Brian yang mempesona hingga para wanita begitu memujanya. Ia masih ingat saat harus menjemput kakaknya di kantor polisi karena tak sadarkan diri di pinggir jalan, pengaruh alkohol, dan saat beradu fisik hinga memar-memar dengan seorang wanita bar yang bajunya setengah jadi karena wanita bar itu diduga merayu Brian. Dan tebak, dengan brengseknya si objek pertengkaran hanya duduk manis bertumpu kaki di sofa kantor polisi, dengan gadget gambar apel sedikit tergigit ditanganya.

Dia sudah hampir sampai apartemen kakaknya –dan juga apartemen Brian- dengan nafas terengah. Tangannya belum berhenti melakukan panggilan yang berakhir sama, tidak terjawab. Mulutnya tidak berhenti komat kamit merapalkan berbagai semoga yang baik-baik.

Noona, buka pintunya,”

Tidak ada jawaban.

Noona ini Kyungsoo. Cepat buka, kau tidak apa-apa?”

Lagi, hening yang menjadi jawaban untuk Kyungsoo.

“HEII DO EUN SOO BUKA PINTUNYA ATAU AKU AKAN-“

Pintu terbuka, menampilkan wajah bantal yang sangat ingin Kyungsoo siram dengan air es.

“Akan apa, hah? Jangan berisik dan cepat masuk,”

 

***

 

“Kyung stop melihatku seperti itu, okay? Kalau ada yang mau kau tanyakan, tanyakan saja,” Eunsoo fokus pada TV, tidak mau menatap mata bulat Kyungsoo yang menatapnya seakan melahap.

“Kau sungguh putus dengan Brian? Kenapa?”

“Iya begitulah. Selingkuh,”

“Kau tidak apa-apa?”

“Yup”

“Tidak sedih?”

“Sedikit tapi sudah baikan setelah aku tidur,”

“Tidak ada niat menyakiti diri sendiri, ‘kan?”

“Apa kau mau yang aku bunuh? Berhentilah bertanya seperti itu Kyung,” kalau saja Eunsoo tidak ingat makhluk bermata bulat didepannya ini adalah adiknya, dia pasti akan melempar gelas ditanganya tepat kearah makhluk itu. Ditambah ekspresi Kyungsoo yang kembali ke awal sebelum bertanya. Mata fokus, kening berkerut dalam,

“Lalu kenapa telfon ku tidak diangkat?”

Eunsoo memejamkan mata, menahan emosi dengan cara menggigit bibirnya.

“Aku sedang masak, Kyung. Telfonmu tidak terdengar,”

Demi pantat Oh Sehun sejak kapan kakaknya bisa memasak?

TING

“Ah, ayamku sudah matang. Kau mau disini saja atau membantuku?”

Dan akhirnya Kyungsoo menyusul Eunsoo kedapur dengan wajah super bingung.

 

 

***

 

Noona, ini sudah aku letakkan di mangkok,” Eunsoo menoleh dengan ekspresi yang membuat Kyungsoo merinding. Maksudnya, dengan senyum lebar penuh kepuasan.

“Ahh… kau adik yang pintar. Letakkan disitu,” mata Kyungsoo mengikuti kemana arah telunjuk Eunsoo. Sisi paling luar, dimana berbagai makanan memenuhi meja. Pertanyaannya, untuk apa?

“Kau akan makan sebanyak ini?”

“Tidak”

“Lalu untuk apa? Aku tahu kau baru bisa memasak tapi jangan buang-buang makanan juga,”

Eunsoo berbalik. Dia mematikan kompor lalu menghadapan wajah mengerikannya kearah Kyungsoo. Senyumnya makin lebar tapi matanya kian gelap. Setidaknya Kyungsoo masih bisa menahan diri untuk tidak menyiram wajah Eunsoo dengan sup panas atau memukulnya dengan pantat panci.

“Ini bukan untukku, tapi untuk Brian,”

“Brian masih disini?”

“Dia pasti kemari karena barang-barangnya masih disini,” Eunsoo menunduk. Membuka salah satu laci dibawah kakinya, mengeluarkan kaleng semprot berwarna hijau dengan semprotan dan gambar nyamuk yang dicoret.

Obat nyamuk?

“Oke sentuhan terakhir,” Kyungsoo masih mencerna apa isi otak kakaknya saat inis saat melihat kakaknya bersiap menyemprotkan kaleng hijau itu keatas ayam panggang seakan-akan kaleng hijau itu Whiped Cream.

Kyungsoo pusing mendadak. Kakaknya positif gila.

“Stop, noona. Ini tidak benar,” akhirnya proses mencerna di otaknya selesai dan dia bisa menahan gerakan kakaknya.

“Lepas Kyungsoo, ini harus kulakukan. Brian harus mati!!” Eunsoo mencoba menarik tangannya. Tapi tidak bisa, cengkraman Kyungsoo terlalu kuat. Hingga terjadilah aksi tarik menarik.

“Ini pembunuhan Do Eunsoo! Sadarlah! Bagaimana kalau kau masuk penjara?!” Kyungsoo tidak sadar menaikan suaranya. Masa bodoh dengan sopan santun asalkan kakaknya kembali waras.

“Asal dia mati, aku akan bahagia,” sementara bagi Eunsoo, masa bodoh dengan penjara yang penting Brian mati.

Tanpa disangka cengkraman Kyungsoo mengendur. Hatinya mendadak sakit, dadanya sakit, dan matanya mulai berdenyut bersiap mengeluarkan air mata. Satu hal yang tidak pernah Eunsoo bayangkan, Kyungsoo menangis.

“Kukira, noona sayang padaku, pada keluarga kita. Tapi noona hanya memikirkan diri sendiri,”

Eunsoo terdiam. Merasa disentil kata-kata Kyungsoo.

“Aku hanya punya satu noona. Tapi dia bodoh dan menyebalkan. Saking bodohnya sampai mau saja pacaran dengan laki-laki mental anak ayam. Tampan tapi payah,”

Kali ini bukan lagi disentil. Tapi hatinya dipukul.

“Aku lelah berlari kesini ditengah salju. Tapi dia bukannya memikirkan ku malah memasak untuk laki-laki itu, padahal jika ibu yang meminta dia tidak pernah mau memasak,”

Serangan selanjutnya adalah tamparan tak kasat mata yang langsung menyerang ulu hati.

“Noona janga begitu. Jangan berpikir untuk pergi. Aku tidak suka. Aku memang bukan adik yang baik tapi aku akan berusaha membuatmu tersenyum dan akan selalu melindungi mu. Aku berjanji,”

Kyungsoo mengakhiri pidatonya dengan mengelap air mata dan lender hidung. Kepalanya tertunduk. Bagus juga sebenarnya karena itu kesempatan bagi Eunsoo untuk menangis tanpa terlihat oleh Kyungsoo.

“Ya, baiklah. Lupakan rencana balas dendam ini dan mari kita makan bersama,”

Kyungsoo mengangkat kepalanya. Membiarkan Eunsoo menuntun dirinya duduk. Melihatnya memotong ayam yang nyaris jadi korban dan menyerahkan semangkuk sup hangat.

“Ini hadiah karena susah-susah datang kemari. Makanlah duluan. Aku akan membereskan barang-barang brian dan menaruhnya didepan pintu,”

Eunsoo buru-buru menuju kamar. Ditutupnya pintu rapat-rapat. Lalu menangis habis-habisan dibaliknya. Sementara Kyungsoo, memakan dengan tenang ayam panggangnya. Dia tahu Eunsoo berusaha menahan airmatanya tapi berpura-pura tidak menyadarinya.

“Gengsinya masih saja tinggi. Untung aku sayang,”

 

 

E.N.D

 

 

2 tanggapan untuk “STAY WITH ME {Keyo}”

  1. satu pertanyyan besar ketika membaca ini. kenapa harus diibaratkan pantat oh sehun 🤣.
    kayanya disisi lain, kyungsoo bakal mlakukan hal yg lebih parah dari kakaknya utk Brian 😆.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s