Notre Amour – Hyera88

0c01d3ef9aec8ff7e2afcc20ba48bfa6-043586100_1469500826-baekhyun

Nᴏᴛʀᴇ Aᴍᴏᴜʀ
( hyera88 )
↪ Baekhyun, OC
↪ Work-life, slice of life

▶ 🔘——————— 3:14

Banyak orang yang salah mengira tentang kepribadian Baekhyun. Di balik sifat easy going yang dimilikinya, sebenarnya banyak beban yang ia tanggung, dan juga kesedihan yang ia pendam. Ia hanya tak ingin menunjukannya. Hal itu juga yang membuatnya menjadi atasan yang disenangi pegawainya.
Baekhyun memiliki jabatan tinggi di perusahaan asuransi yang dikelola keluarganya. Bukan karena perusahaan itu punya keluarganya lalu dia bisa gampang mendapatkan jabatan itu. Ia benar-benar berkerja keras untuk mendapatkannya.
Oh iya, aku lupa memperkenalkan nama. Aku Raeun, teman dari SMAnya. Namun sejak 4 tahun lalu, aku resmi menjadi sesuatu yang lebih dari itu. Iya, kami sudah bersama sebagai sepasang kekasih tepat 4 tahun yang lalu. Perkerjaanku tidak sehebat dia, aku hanya seorang freelancer yang berkerja di bidang tehnik informatika. Selain itu, aku juga membuka jasa menerjamahkan.
Baekhyun pernah menawarkan perkerjaan di divisi yang ia pegang, namun aku tolak. Aku tidak suka terikat waktu. Dan aku juga takut jika diperlakukan beda dari karyawan lainnya. Itu bisa membuat dia dibenci, kan?
Dan disinilah aku sekarang. Duduk sendiri di sebuah taman yang ramai dengan anak-anak. Tidak hanya anak-anak, sih, ada juga orang tua yang menemani anaknya, beberapa anak sekolah yang lewat, dan pasangan kekasih yang melakukan selca. Bukan tanpa alasan aku berada di sini. Seharusnya hari ini aku akan berkencan dengannya. Berjalan menikmati langit sore dan udara musim dingin.
Oh ya, aku ingin memberitahumu, selama 4 tahun aku bersamanya, aku sangat jarang melakukan hal ini. Biasanya aku hanya melihatnya bergelut dengan benda kotak berwarna hitam, dan menarikan jarinya di atas kotak itu. Aku berharap hari ini tidak akan seperti itu.

▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪

“Masuk,” ucapku ketika mendengar suara ketukan dari luar. Aku melihat sekilas orang yang masuk melalui daun pintu ruanganku.
Aku menghentikan perkerjaanku ketika ia menaruh berkas di atas meja kerjaku. “Ini data pelanggan kita, Pak,” ucapnya. Aku mengambil berkas itu dan melihat-lihat lembar demi lembar. “Grafik pendapatan turun, masalah dengan Pak Kim juga belum selesai. Saya rasa beliau akan terus menyebarkan rumor itu.” Jelasnya yang membuat kepalaku berdenyut.
Aku meletakan kedua tanganku dibelakang kepala, sedikit melakukan peregangan. “Apa yang dilakukan tim dua?” ucapku dengan tablet di tanganku, “mengaoa rumornya masih terus berkembang?” tanyaku lagi.
“Saya rasa itu akan sedikit susah, Pak. Media sudah banyak yang berpihak kepada Pak Kim.” Jelasnya lagi.
“Iya saya mengerti, kembalilah berkerja.”
Akhirnya pria itu keluar setelag membungkukkan tubuhnya. Aku menyenderkan tubuhku ke kursi kerjaku. Memutarnya dan menghadap ke jendela yang menunjukan suasana sore hari. Aku menatap langit yang sudah menunjukan warna kuning keemasannya, lalu menutup mataku, mencoba menghilangkan gambaran masalah yang sedang aku hadapi saat ini.
Aku kembali membuka mataku. Pemandangan di depanku sudah berupa menjadi gelap. Terhias dengan lampu-lampu yang terpancar dari kendaraan, gedung-gedung, maupun lampu jalan. Aku memutar kembali kursiku seperti semula. Aku melihat handphoneku, mengecek jika ada pesan penting. Aku melihat 14 panggilan tak terjawab. Dari Raeun.
Astaga, aku lupa ada janji dengannya hari ini. Harusnya hari ini aku memang tidak berkerja, tapi karna ada masalah ini, aku mengharuskan diri untuk datang ke kantor.
Akhirnya aku membereskan barang-barangku. Aku mencoba menghubungi Raeun menggunakan telepon genggamku. Sedikit cemas. Berbagai macam pertanyaan pun muncul di pikiranku. Apakah dia menungguku? Atau mungkin sudah pulang ke rumah? Aku berharap pilihan kedua yang terjadi.
Aku mengendarai mobilku dengan sedikit lebih cepat dari biasanya. Aku khawatir. Lagi-lagi aku mengecewakannya.
Aku pun sampai di tempat tujuan, tempat perjanjianku dengannya. Aku turun dari mobil, dan mencoba satu sosok di tempat sepi ini. Bisa terbilang kosong. Dia sudah pulang.
Aku mencoba menghubunginya sekali lagi.
“Halo?” ucap seseorang di ujung sana. Bukan suara lembut perempuan yang aku rindukan namun suara seorang laki-laki.
“Siapa kau?” tanyaku penuh rasa curiga. Bukannya aku tak percaya Raeun, tapi ini?
“Ah, apa kau keluarga pemilik hape ini?” tanyanya.
“Aku pacarnya. Siapa kau?”

▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫

Baekhyun berjalan tergesa-gesa ke dalam rumah sakit. Ia langsung menuju ruang UGD dengan perasaan kacau. Apa yang terjadi sebenarnya? Ia langsung mencari dimana Raeun berada.
Ketemu. Kakinya lemas melihat wanita itu terkulai lemah di atas kasur rumah sakit. Ada beberapa luka di paras cantiknya. Tangannya diperban. Sungguh bukan sebuah pemandangan yang diinginkan Baekhyun.
Baekhyun berjalan menuju sebuah kursi yang berada di samping Raeun. Ia menggenggam erat tangan kekasihnya dengan perasaan bersalah. Seandainya dia tidak mengajaknya bertemu. Seandainya dia tidak ada masalah dengan rivalnya. Seandainya dia tidak bertemu Raeun. Ia mulai menyalahkan dirinya sendiri.
“Permisi,” ucap seorang laki-laki membuat Baekhyun mengalihkan perhatian kepadanya. “Kau pacarnya, mbak ini, kan?” tanyanya lagi.
Dengan itu, Baekhyun sudah mengerti bahwa orang ini yang membawa Raeun ke rumah sakit. “Saya tidak bisa menemukan kontak keluarganya. Nama kontaknya saya tidak mengerti.”
Baekhyun mengangguk mengerti. Ia tau kebiasaan Raeun, ia tak pernah menyimpan kontak dengan nama asli. Ia menyimpannya dengan nama yang hanya dia sendiri tau artinya.
“Terima kasih,” ucap Baekhyun begitu saja.
Lelaki itu memberikan handphone berwarna putih yang sudah retak, namun masih bisa berfungsi, kepada Baekhyun.
Baekhyun masih menimbang, haruskah ia menghubungi orang tua Raeun, atau tidak? Ia tahu Raeun tidak suka bila ada orang yang khawatir berlebihan kepadanya. Baekhyun langsung meletakkan handphone Raeun segera setelah ia kembali memandangi wajah lesu Raeun.
Raeun mencoba membuka matanya secara perlahan. Sedikit demi sedikit ia dapat melihat sekelilingnya, termasuk Baekhyun. Sedangkan Baekhyun tetap memegang tangan milik Raeun.
“Raeun,” ucap Baekhyun lirih. “Kamu gapapa?” tanya Baekhyun ketika Raeun berhasil membuka matanya dengan sempurna.
“Akhirnya kamu dateng,” lirih Raeun yang membuat Baekhyun semakin merada bersalah. Ditambah senyum lesu dari Raeun yang malah membuat Baekhyun semakin lemas.
“Maaf..” ucap Baekhyun dengan nada lirih. Raeun mencoba meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya. Ia menggeleng pelan.
“Jangan nyalahin diri sendiri,” ucap Raeun lagi. “Aku tahu kamu sibuk. Lagi ada masalah kan?” ucapnya lagi membuat Baekhyun makin menjadi-jadi. Airmata yang ia tahan keluar begitu saja tanpa permisi. “Udah, gapapa,” ucap Raeun. Ia lalu mendudukan dirinya sendiri. “Yuk, pulang?”
Baekhyun yang sedari tadi menunduk mendongakkan kepalanya, memandangi wajah cantik pacarnya itu. Seolah-olah khawatir dengan keadaan Raeun. “Udah sehat kok.”
“Yakin?” tanya Baekhyun, “orangtua kamu belum tahu,” tambah Baekhyun memberi informasi kepada Raeun.
Raeun tersenyum lagi, “gapapa, nanti biar aku yang ngasih tau di jalan. Biar mereka ga terlalu cemas juga. ”

Malam yang dingin ini akhirnya telah dilalui dengan berat oleh seorang Baekhyun. Ia merebahkan badannya diatas kasurnya yang dilapisi seprei berwarna biru dongker-putih, setelah mematiskan Raeun masuk ke dalam kamarnya dan tidur. Ia memijat keningnya, menutup matanya, dan merasakan penyejuk ruangan yang nyaman. Perlahan ia mulai menempatkan dirinya
Akhirnya hari ini berakhir. Dengan sedikit beban dan rasa bersalah yang berada di pundak Baekhyun. Dan ia berharap, kesalahan yang ia lakukan hari ini tidak akan terulang. Dan satu lagi, ia menjadi yakin, bahwa hatinya sepenuhnya untuk Raeun.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s