[DRABBLE-MIX] C A N T A R E L L A ►► IRISH

⁛  C A N T A R E L L A  ⁛

►  EXO (Kai, D.O., Xiumin, Sehun, Luhan, & Baekhyun) ◄

► OC (Syrina Kim, Eveline Lee, Iriana Kim, Keiko Shion, Millenia Wu, Karenina Oh) ◄

►  Dark-Romance x Horror x Mystery x Suspense  ◄

►  Drabble Mix x Adult/Mature  ◄

►  do you know what love really means?  ◄

[cantarella] means: obsession of love

♫ ♪ ♫ ♪

KAI x SYRINA

Although you play dumb, I can almost feel your infatuation.

“Apa kau tidak lelah?”

Satu tanya masuk ke dalam rungu Syrina begitu dia mendapatkan kesadarannya. Sebagai jawaban, Syrina pun tersenyum, terlampau manis untuk dapat seorang Kim Kai abaikan. Lantas Kai pun menyarangkan sebuah kecupan di ranum Syrina, meski dia tahu tindakannya justru membawa sebuah kesakitan nyata pada Syrina.

“Aku tidak akan lelah, Kai. Bagaimana denganmu? Kau tidak merasa lelah? Mencintaiku dalam keadaan seperti ini?” tanya Syrina dengan nada teramat santai. Hampir-hampir Kai lupa kalau alasan yang membuat Syrina harus meregang nyawa dan dipaksa untuk hidup kembali adalah karena dirinya.

“Tidak. Aku tidak lelah melihat kesakitanmu.” kata Kai tidak kalah santai.

“Sudah begitu lama kau melakukannya padaku. Membuaiku dalam cinta, lalu mencambukku dengan api yang mematikan. Kau berpura-pura bodoh, Kai. Padahal kau juga jatuh cinta kepadaku.” kata Syrina membuat Kai lantas merasa tercambuk. Padahal, cambuk api itu ada di tangannya.

“Jangan bercanda, Syrina. Kau hanya seorang wanita jalang di masa hidupmu. Dan sudah jadi tugasku, membuaimu sebelum aku memberimu siksa yang menjadi bagian dari neraka.” kata Kai mencemooh.

Tetapi Syrina rupanya tidak ambil pusing. Cukuplah baginya merasakan buaian Kai sesaat sebelum pemuda bertubuh kekar itu mencambuknya sampai mati. Kemudian dia bangkitkan lagi Syrina untuk kembali dia buai dengan cinta dan dicambuknya lagi.

Begitu terus, selama berpuluh tahun ini hal monoton itulah yang sudah terjadi. Agaknya, Syrina yang tidak kunjung sadar, kalau dia sedang disiksa. Yang ada dalam benak gadis itu justru, dia sedang menikmati cara bercinta yang kasar; namun candu.

“Meskipun aku jalang kau juga menikmati tubuhku, bukan?” tanya Syrina akhirnya meloloskan sebuah hembusan nafas panjang dari bibir Kai.

Lantas, ia kembali menyarangkan satu cambukkan keras di tubuh Syrina, membuat gadis itu mengerang kesakitan, melolong di tengah malam, tetapi Kai tidak gentar. Dia terus sarangkan cambukkan menyakitkan yang sama, sampai tubuh Syrina terbakar habis, hangus menyisakan aroma busuk menyesakkan.

Tinggal menunggu waktu saja sampai Syrina terbangun kembali dan lagi-lagi menanyakan makna cinta yang hanya dia seorang rasakan. Tinggallah Kai yang menunggu, selagi benaknya larut dalam pemikiran.

“Manusia… bahkan setelah mati pun masih tidak sadar atas kesalahan-kesalahannya.”

♫ ♪ ♫ ♪

D.O. x EVE

Simply feeling my breath will be enough to paralyze you.

“Tidak akan terasa sakit, Eve. Kau hanya perlu menyerahkan dirimu kepadaku, lalu kau akan merasakan kebebasan.”

Eveline sudah melakukan kesalahan besar malam ini. Mencoba-coba permainan berbahaya jam tiga dini hari yang membawanya pada tempat tidak dikenal. Di mana, sekarang tubuh Eveline sendiri tidak bisa bergerak, selagi di atasnya ia bisa merasakan kehadiran seorang pemuda berbalut pakaian serba hitam dengan seringai mengerikan.

“A—Apa yang terjadi… padaku?” satu tanya berhasil Eveline loloskan dari bibirnya yang sekarang terasa membeku. Sementara si pemuda dengan seringai mengerikan tersebut justru tertawa kegirangan.

Senang dia karena akhirnya Eveline bisa memberi respon atas ulahnya—mengikat si gadis dengan kekuatan gelap yang membuat tubuh Eveline membeku selagi si gadis tak bisa menolak tiap tindakan yang pemuda tersebut lakukan terhadap tubuhnya.

“Aku sedang menandaimu, Eve. Bukankah kau datang ke tempat ini untuk menyerahkan dirimu kepadaku?” Eveline akui, jantungnya sekarang berdegup tidak karuan karena mendengar vokal si pemuda dengan seringai mengerikan.

Dia tahu, dia seharusnya pergi dari tempat ini, menyelamatkan dirinya sebelum ia terlalu terlambat untuk pergi. Tetapi Eveline seolah terbius, dia bahkan tak bisa mengalihkan pandangnya dari si pemuda. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, Eveline tahu pemuda ini berbahaya.

“L—Lepaskan aku.” susah payah dua kata itu Eveline ucapkan. Sementara seringai si pemuda berubah menjadi sebuah senyum tipis mengerikan. Jemarinya kini bergerak mengitari sisi wajah Eveline—yang herannya, membuat Eveline menggerakkan kepalanya ke arah tersebut.

Dia seolah menginginkan sentuhan si pemuda, meski dia bergidik bukan main karenanya.

“Sudah kukatakan, kau hanya perlu menyerahkan dirimu kepadaku.” hembusan nafas si pemuda sekarang terasa di sisi lain wajah Eveline. Cukup untuk mengundang ketakutan lainnya di batin Eveline.

“Bukankah, hembusan nafasku saja sudah membuatmu merasa begitu tenang, Eve?” tanya si pemuda, perlahan jemarinya bergerak menarik lengan Eveline, menautkan jemari mereka selagi dia biarkan Eveline semakin jatuh dalam kuasanya.

Gadis itu, Eveline, agaknya sudah tidak bisa pulang lagi sekarang.

“Apa kau akan membiarkanku memiliki kuasa atas dirimu, Eveline?” tanya si pemuda.

“Ya…” lirih bibir Eveline tanpa sadar bersuara. Si pemuda kemudian tersenyum. Dia tarik perlahan tubuh Eveline untuk terbangun, dia rengkuh tubuh mungil Eveline selagi dia mengikis jarak dan membuat Eveline makin terpana.

“Apa kau akan membiarkanku menentukan apa yang harus dan tidak harus kau lakukan di dalam kehidupanmu, Eveline?” lagi-lagi dia bertanya. Kembali, Eveline temukan dirinya mengangguk mengiyakan, tanpa suara.

Pemuda itu kemudian tersenyum. Dia tinggalkan sebuah kecupan kecil di atas bibir Eveline, seolah kecupan itu berarti bahwa dia telah menjadi bagian dari diri Eveline yang dia kuasai sekarang.

Kemudian, dia lepaskan rengkuhannya pada Eveline, dipandanginya gadis mungil berparas rupawan itu sebelum dia tersenyum.

“Kalau begitu bangunlah, Eve. Bangunlah dan lihat apa yang akan terjadi pada kehidupanmu.”

Sekon itu juga Eveline terbangun di atas kasurnya dengan peluh membasahi tubuh dan nafas terengah-engah. Pandang gadis itu mengelana, dan begitu pandangnya menangkap sosok pemuda yang ada dalam mimpinya barusan tengah berdiri di ujung pintu, Evelin segera tersenyum.

“Aku… belum tahu siapa namamu.” kata Eveline.

“Panggil aku D.O., Eve.”

Dan ya, Eveline tahu hidupnya tak akan sama lagi setelah ini.

♫ ♪ ♫ ♪

XIUMIN x IRIANA

Thinking that my words are pure, you’ve let your guard down.

“Bunuh dia, Iriana. Dia tidak pantas hidup.”

Kalimat itu memberi Iriana keberanian saat dia hendak membunuh sang mantan kekasih malam tadi. Adalah Xiumin, yang memberi keberanian itu. Bisa Iriana katakan, kalau Xiumin adalah satu-satunya teman yang ada di saat Iriana sakit hati.

Dan sekarang kehadiran Xiumin seolah selalu Iriana nanti-nanti. Sebab Xiumin selalu memberi Iriana keberanian dan kekuatan yang dia butuhkan untuk mengambil keputusan.

“Apa aku harus membunuhnya juga, Xiumin? Dia terlihat dekat dengan pria yang ingin kudekati.” kata Iriana begitu didapatinya seorang gadis tengah berada di dekat pria lain yang jadi sasaran cinta butanya sekarang.

Menurut Iriana, dia terlalu mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi menurut Xiumin, cinta yang Iriana rasakan itu justru sangat tulus. Karena Iriana belum mengenal pribadi orang tersebut, tetapi sudah mencintainya.

Sebab itulah, Xiumin juga yang selalu mengiyakan gagasan Iriana tiap kali gadis itu ingin mengakhiri hidup seseorang yang berada di dekat orang yang dia cintai.

“Bunuh saja dia. Untuk apa membiarkannya hidup kalau dia hanya akan menghalangi kebahagiaanmu?” Xiumin bertanya, dielusnya surai gelap Iriana, dia yakinkan Iriana kalau apa yang sekarang dilakukannya adalah hal yang benar.

“Kalau dia sudah mati, apa aku akan bisa mencintai pria itu?” tanya Iriana, lagi-lagi menyimpan sebersit keraguan dalam vokalnya.

“Tentu saja,” jawab Xiumin santai, dikecupnya lembut pipi Iriana sebelum dia melanjutkan. “…, kau pantas untuk dia cintai, Iriana.”

Sebuah senyum lantas mengembang di wajah Iriana.

“Begitu, ya? Menurutmu, dengan cara apa aku harus membunuhnya?”

Tentu, Iriana tidak pernah sadar kalau Xiumin tak lebih dari sekedar iblis kejam yang ada di dalam dirinya.

♫ ♪ ♫ ♪

SEHUN x KEIKO

I now set up a trap to capture your captivated heart.

“Kau suka kejutan yang kuberikan di hari ulang tahunmu, Kei?”

Pertanyaan dari Sehun segera menyambut rungu Keiko Shion begitu dia mendapatkan kesadarannya. Kini, tampak sudah sempurnanya paras Sehun di depan Keiko, aih, Sehun memang sering Keiko dengar sebagai seorang yang sangat rupawan, namun tidak berperasaan.

Tetapi, bukankah sikapnya sekarang pada Keiko adalah wujud dari ‘perasaan’ yang Sehun miliki untuknya?

“Aku sangat suka, Sehun. Terima kasih.” segera Keiko bangkit dari tempatnya sedari tadi terlelap, dia lemparkan dirinya ke pelukan tubuh dingin Sehun, dia hirup aroma tubuh pemuda itu selagi surainya dielus dengan penuh kasih oleh Sehun.

“Akhirnya kita bisa benar-benar saling mencintai dengan cara yang sempurna.” kata Keiko berbisik lirih. Sehun sendiri tersenyum simpul, dikecupnya puncak kepala Keiko sebagai tanda sayangnya pada si gadis. Kemudian dipandangnya tubuh tidak berdaya yang tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.

Kedua mata sosok tersebut telah tiada. Oh, jangan tanya kemana. Karena Sehun baru saja mencongkel mata sosok tersebut untuk dia jadikan sepasang mata bagi Keiko.

“Ya, Kei. Sekarang kita bisa saling mencintai seutuhnya.” kata Sehun, kemudian dia lepaskan rengkuhannya pada Keiko, dipandanginya si gadis yang wajahnya masih penuh dengan darah.

“Bersihkan wajahmu dulu Kei, kemudian kita berjalan-jalan. Kau pasti rindu melihat dunia luar, bukan?” tanya Sehun.

“Baiklah.” Keiko mengangguk, senyum sumringah ia pasang di wajah, sebelum dia kemudian memberi Sehun kecupan singkat di bibir dan akhirnya ia tinggalkan pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu di sana.

Tak lama berselang setelah Keiko pergi, Sehun kemudian tersenyum simpul. Dia dekati tubuh yang tergeletak di lantai itu, didengarnya deru nafas samar sosok itu, dan makin merekah lah senyum di wajah Sehun karenanya.

“Tunggu sebentar, Nona. Aku akan memberimu kehidupan setelah memerangkapmu di dalam jebakan ini. Kau akan merasakan penderitaan karena gelapnya dunia. Lalu, setelah urusanku selesai dengan Keiko, aku akan memiliki hatimu, dan kuberi kau mata dari wanita lain yang akan menggantikanmu setelah aku bosan bermain-main.”

♫ ♪ ♫ ♪

LUHAN x MIENA

Even if it were a potent poison, I had a feeling that you’d still drink it all down.

Millenia Wu tidak pernah tahu kalau pria berwajah bak malaikat itu sebenarnya adalah jurang kematian untuknya. Miena—sapaan akrab Millenia—sudah dibuat Luhan jatuh bangun mengejar cinta yang nyatanya bertepuk sebelah tangan.

Usia mereka terpaut terlampau jauh, kata Luhan. Padahal bagi Miena, apalah arti sepuluh tahun kalau mereka saling mencintai? Miena sendiri bukannya anak-anak. Setidaknya dia sudah berusia sembilan belas tahun ini, dan sudah pantas untuk dicintai oleh Luhan.

Tetapi, Luhan hanya senang bermain-main saja dengan Miena.

“Sudah kukatakan, kita tidak cocok, Miena.” kata Luhan berusaha menenangkan tangisan Miena. Baru saja, dia ditolak untuk ke-dua puluh empat kalinya oleh Luhan. Artinya, setiap bulan sejak dua tahun mereka bertemu, Miena sudah mengutarakan perasaannya pada Luhan.

“Tapi menurutku kita cocok, Luhan.” kata Miena berkeras.

“Aku bukan orang baik.” kata Luhan.

“Aku bisa jadi orang tidak baik demi kau.” Miena berkata tegas. Luhan hanya bisa mengacak surainya dengan pasrah. Mungkin, dia juga sudah lelah menolak Miena terus menerus.

“Kalau begitu, akankah kau mati untukku?” tanya Luhan, berusaha menguji batas kesabaran Miena rupanya. “Bahkan kalau kau memintaku untuk meminum racun saat ini juga, akan aku lakukan, Luhan.” tandas Miena.

“Lakukanlah, kalau begitu.”

“Apa?”

“Meminum racun.” Luhan kemudian bangkit, melangkah meninggalkan Miena sejenak untuk meraih botol berwarna biru yang ada di sudut ruangan. Luhan buka botol tersebut selama beberapa sekon, dia sesap sedikit sebelum akhirnya dia mengangguk-angguk pelan dan melangkah kembali ke arah Miena.

“Ini, untukmu membuktikan kata-katamu tadi.” kata Luhan sambil menyodorkan botol tersebut kepada Miena.

“Baiklah.” kata Miena, dia baru saja membuka tutup botol yang berisi racun tersebut saat Luhan tiba-tiba saja ambruk di meja.

“Luhan!” pekik Miena panik, tapi melihat bagaimana buih putih keluar dari mulut Luhan dan bagaimana dia sekarang menggelepar kesakitan, Miena malah tertawa terbahak-bahak.

“Astaga, Luhan. Kenapa tidak kau katakan saja kalau kau memang mencintaiku? Kau tidak perlu sampai mencoba meminum racun serangga untuk tahu bagaimana rasanya racun itu saat kuminum.”

♫ ♪ ♫ ♪

BAEKHYUN x KARENINA

Hiding my burning heart, I approach you.

“Karenina…”

Nina gemetar ketakutan. Membuat perjanjian dengan seorang iblis nyatanya telah mengubah kehidupannya menjadi sebuah teror yang hanya dia sendiri alami.

“Pergi! Tinggalkan aku sendiri!” Nina memekik ketakutan, berusaha berlari tetapi kedua tungkainya terpasung di lantai, sementara kedua tangannya sekarang bergerak menutupi wajahnya rapat-rapat, dia takut melihat sosok iblis rupawan yang telah menghantuinya selama beberapa pekan terakhir.

“Lihat, apa yang telah mereka perbuat padamu, Nina?” sontak Nina berjengit saat didengarnya suara lembut itu terlampau dekat dari jarak dengarnya sekarang. Kemudian, dia rasakan jemari lembut menyentuh kedua lengannya, merobohkan pertahanannya.

“Tidak… Baekhyun… Jangan…” Nina memohon. Dia tahu nama iblis itu, dia tentu tahu. Bagaimana mungkin dia tidak tahu nama si iblis padahal dia lah yang sudah membuat perjanjian dengan iblis tersebut?

“Kenapa? Bukankah… dengan mendengar suaraku kau akan merasa tenang?” pemilik suara lembut bak lonceng gereja itu sekarang bergerak merapikan surai Nina yang sudah beberapa pekan dibiarkan acak-acakkan.

Di mata sang iblis, Nina tidak kalah cantiknya dengan bagaimana keadaan si gadis saat membuat perjanjian dengannya. Jangan tanya perjanjian apa yang sudah Nina buat dengan sang iblis. Dia juga telah terjebak di dalam buaian iblis tersebut, membiarkannya memiliki kendali atas kehidupan Nina sementara saat Nina tersadar, dia sekeras mungkin berusaha menolak eksistensi iblis tersebut.

“Kumohon… Jangan. Aku tidak ingin terjebak bersamamu di api neraka.” kata Nina, terisak lirih, memohon. Meskipun, lirihan Nina sekarang justru membuat manik merah menyala sang iblis makin berkobar senang.

Nina rupanya sadar tentang apa yang menantinya ketika dia meraih uluran tangan sang iblis. “Kau akan ada di neraka bersamaku, Nina. Tidak perlu merasa takut. Hatiku memang sudah terbakar habis, jiwaku pun begitu. Tetapi kuasaku masih begitu besar di dunia ini. raihlah tanganku, Nina. Dan kau akan terbebas dari semua penderitaan ini.”

Bisikan mengerikan itu lagi-lagi masuk ke dalam rungu Nina. Sama persis seperti bisikan yang berujung pada ketidak sadaran Nina, yang membawa si gadis pada pasungan akibat pembunuhan brutal yang telah dia lakukan pada kedua adiknya yang masih kecil.

Lagi-lagi, Nina teringat pada dosa yang sudah dia lakukan.

“Kau membuatku membunuh adikku, Baekhyun…” lirih Nina, pertahanan gadis itu runtuh kemudian, saat dia rasakan bagaimana jemari Baekhyun meraih dagunya, memaksanya untuk bertemu pandang dengan sang iblis.

“Kau tidak melakukan hal yang salah. Jiwa mereka sekarang ada di bawah kendaliku.” kata Baekhyun, diusapnya kedua pipi Nina, dan musnah sudah ketakutan yang tadi membelenggu si gadis.

“Benarkah?” alih-alih merasa takut dan berusaha melepaskan diri, Nina justru balik menatap wajah rupawan sang iblis.

“Ya… Kau yang sudah menyerahkan jiwa mereka kepadaku. Aku akan menjaga mereka, seperti aku menjagamu, Nina.” kata Baekhyun.

Isakan tangis sekarang lolos dari bibir Nina. “Tapi aku justru terpasung di sini, Baekhyun…” lirihnya membuat Baekhyun menatap ke arah besi tua yang digunakan orang-orang untuk mengikat Nina di dalam ruang sempit pengap mengerikan.

Mereka rupanya berharap Nina bisa terlepas dari belenggu sang iblis. Padahal tidak, pasung saja tidak cukup untuk membebaskan Nina.

“Itulah mengapa, kau tidak seharusnya menolak kendaliku. Sekarang kutanya kembali kepadamu, apa kau akan membiarkanku memiliki kuasa atas kehidupanmu, Karenina?” tanya Baekhyun, satu jentikan jemarinya saja sudah berhasil membuat kedua rantai yang memasung tungkai Nina terlepas.

Usapan jemarinya di atas permukaan kulit memar si gadis juga berhasil menghapus rasa sakit yang dirasakannya selama beberapa pekan ini. Tentu, Nina tidak sadar, kalau tiap sentuhan yang diberikan sang iblis, adalah belenggu lain baginya.

“Apa kau… bersedia menjadi milikku, Karenina?” lagi-lagi Baekhyun bertanya. Dan kali ini, Nina tidak lagi bisa memikirkan jawaban lain selain ya.

“Ya… Baekhyun. Kumohon, bebaskan aku.”

♫ ♪ ♫ ♪

►►► prompt adapted from: KAITO — Cantarella ◄◄◄

IRISH’s Fingernotes:

HAPPY NEW YEAR 2018, EVERYONE!!!

LET’S BE BETTER ON 2018!!!

Menyambut tahun baru, aku enggak ingin bagi-bagi fanfiksi romance menye-menye atau melodrama, atau bikin sci-fi. Aku kangen kekerasan… (shit, why do i sounds like a masochist?) tapi enggak, bukan kekerasan itu maksud aku. Maksudnya yah, kapan terakhir kali aku bikin dark-romance begini yang bernuansa creepy? Aku kangen aja, jadi mari kita buka 2018 dengan cerita gelap, LOLOLOL.

Ini tapi pas aku selesai ngetik, agak-agak ogah gitu mau baca ulang karena isinya nista sekali pasti, aw. Berhubung aku adalah orang yang cepet lupa sama apa yang udah aku ketik di dalem cerita, jadi yah tolong dimaklumin aja segala jenis kekerasan yang ada di dalam cerita di atas.

Setidaknya aku enggak bikin bola bekel ala bola mata, aku juga enggak bikin lalapan dari peresan bola mata, enggak, belum sampe level thriller begitu karena nanti kalian jadi susah tidur (kan ini pasti masih pada melekan di pergantian hari).

Berhubung aku sendiri juga lagi enggak menghabiskan malem tahun baru di rumah alias aku ngeluyur, jadi yah, dimaklumin aja karena ini ngetiknya hasil pinjem laptop orang, wkwk. Mungkin hasilnya beda sama ngetik di laptop sendiri, who knows

Anyway, apa rencana kalian di tahun 2018?

Kalau aku sih sudah punya beberapa rencana:

1 — membuat fanfiksi astral lain dengan cerita yang lebih anti mainstream

2 — menyelesaikan fanfiksi yang sampai pergantian tahun belum bisa aku selesaiin

3 — beristirahat sejenak dari kepenatan penulis

Kalian sendiri gimana?

Nah, berhubung udah malem mikirnya sambil mau bobok cantik aja deh mendingan. Aku sendiri juga harus berpindah tempat, lol. Sampai ketemu di fanfiksi lainnya. Salam, Irish!

Ps: memang sengaja enggak aku buat semua member di cantarella ini, nanti masih ada bagian untuk member lainnya, enggak tahu kapan dan jangan ditagih aja, nanti niatku buat ngebikinnya justru ilang.

Pps: bagian paling greget itu pas ngetik punyanya Baekhyun, karena entah mengapa agak-agak merinding aja rasanya pas ngetik bagiannya dia, huhu.

kontak saya  Instagram  Wattpad  WordPress

►►► terima kasih, 2017 ◄◄◄

►►► sampai bertemu di pergantian tahun berikutnya ◄◄◄

11 tanggapan untuk “[DRABBLE-MIX] C A N T A R E L L A ►► IRISH”

  1. Keren kak irish tp kok sadis banget yya.. Hahaha nggak kerasa aku udah lama (sekitar 2th) nggak baca ff buatan kak irish. Huhuhu 😭 pokoknya kangen banget sama ffnya kak irish. Btw aku bacanya udah kelewat 6 bln dari taun baru kkkk

  2. kyny yg d.o ga terlalu tsadesh, lbh ke romance
    klo sehun, ko dy ga tulus ya, bosenan & tsadesh, sk xperimen bongkar pasang gitu, mgkn dy berbakat ngrakit robot/humanoid

  3. Ini keren tapi ngeriiii 😱
    Ohh iya, hai kak Irish perkenalkan aku reader baru. Mohon ijin buat baca yaaa..
    Btw, itu si Kyungsoo jadi apa sih? Vampire? Hihi gagal paham 😅
    Btw(2), ini fanfict buat new year tapi baru baca sekarang 😂
    Btw(3), aku follow IG kak Irish lohh, tau ga aku yang mana? Hihi 😂

  4. Bagiannya luhan bikin gagal paham. Itu luhan knapa sih, uda tau racun ga bole diminum, main coba aja. Trus sempet aku kepikiran ke kepribadian ganda gtu, tapi ternyata ini lebih ke iblis. Rasanya waktu baca kata”nya kai yg terakhir, mengingatkanku betapa manusia itu susah dibilangin untuk ngga ngelakuin kesalahan yg sama berulang kali. Dan waktu bagiannya baekhyun itu bikin keinget sama dosa” yg dilakuin dan itu kita ngga ngerasa bersalah ngelakuin dosa itu, sungguh hina manusia. Bener ya tipu daya dan pesona setan itu bener” kuat.
    Uda tau menikmati wajah cogan itu ga bole, zina mata, tetep aja mata ga bisa lepas dari cogan. Dosa dosa dosa, udah segunung, ga nyadar nyadar. Yah.. manusia, manyedihkan.

  5. Ka Rish ❤
    happy new year ea wkwk xD
    baru baca nih, saking sibuknya.. gak sh gak sesibuk ka Irish :"v
    btw, bagiannya si abang Baek bener" creepy bener dah.. Greget, ngena banget iblisnya toh emang dia iblis yaa :"v gak deh ya, cogan dia mah xD tapi emang always ya kak, Baekhyun selalu jadi yang macem" di semua ff ka Rish ❤ tapi aku like itu xD

    keep writing dan tetap semangat ka Rish ❤

  6. Bacanya greget sendiri omg. Dan aku ga kebayang do kyungsoo begitu kalo kai baek si udah terbayang wkwk
    Happy newyear authornim

  7. Happy new year kak irish..

    Sumpah yaa diawal tahun uda baca yang seram gini. Wkwk.
    Emang part si cabe yg paling seram yahh…wkwk.
    Tapi semuanya seran sihh, dapat semua feelnyaa, kok bisa gitu yaaa. Hehehh

  8. Happy new year!!!!!!!!!
    Wishny tahun ini game over,gidaryeo,springflake biaa selalu apdet demi memenuhi hausny jiwa raga ini rish…n smoga laki ga mutasi jauh2 lg hahahahahahha
    N yg paling penting,agar dirimu slaou sehat jiwa raga lahir batin luar dalam rekening n dompet..amin….
    Happy new year my lovely author nim…:)
    Ngebayangin kai mencambuk kok rasany lebih k arah mesum daripada sadis y?apa efek kemesuman seorang kai?habahhaa
    Do paling pantes jd karakter sadis krena tampangny yg imut tapi keras..hasek..tapi daesangny akan selali jatuh kepada cabe internasional karakter apapun yang dibikin sma dirimu rish..jd apapun baeki it pantes,menggoda iman noona yg tipis ini,bikin merinding asoy geboy…
    Syudah ah kepanjangan..waktuny menikmati tahun baru bersama laki sebelum terpisah again wkakakakkakka
    Once again happy new year 🙂 😘😘😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s