[Drabble] Röd by Selviakim

rod

Röd

selviakim storyline

Kai [EXO] and Miu [OC’s]

drama and mystery

“Aku penasaran dengan warna merah itu.”

PG-13.

Poster by NJXAEMPoster Channel

I own the plot and OC.

sorry for typo(s)

***

Miu tidak habis pikir. Saat ini baru saja pukul delapan pagi dan hari libur. Hari yang sangat tepat untuk digunakan tidur seharian penuh dari tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Meskipun tugas kuliahnya menumpuk, Miu tetap saja akan menggunakan waktu liburnya untuk tidur. Tapi, Kai sudah datang ke apartemennya, bahkan membunyikan bel nya berkali-kali. Kai hanya datang untuk menunjukkan hasil masakannya ke Miu. Memang Miu senang akan hal itu karena masakkan pertama Kai untuknya. Tapi, ini baru pukul delapan pagi dan hari libur! Jangan lupakan, dia begadang kemarin malam.

Walaupun Miu kesal dengan Kai, Miu tetap membuka pintunya apartemennya. Tanpa memperdulikan Miu yang sedang kesal dengannya sekarang, Kai langsung saja masuk ke dalam dan menuju ke dapur Miu.

“Bersihkan dirimu terlebih dulu. Aku tinggal menghangatkan sup daging ini,” ucap Kai sebelum menuju ke dapur Miu. Miu yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamar mandi yang berada di kamarnya. Sedangkan di arah dapur, terdengar bunyi dari alat-alat dapur yang diciptakan oleh Kai.

Sebenarnya, Miu tidak percaya apakah Kai benar-benar bisa melakukannya sendiri. Pertama dan untuk yang terakhir kalinya saat dia mengajarkan Kai memasak, Kai hampir saja membuat dapur apartementnya terbakar. Mengingat Kai yang bilang jika dia tinggal menghangatkannya, tidak salahnya jika Miu menunggu sedikit ‘kan?

Miu baru saja selesai membersihkan dirinya dan menuju ke ruang TV. Kai sudah ada di sana dengan sup daging di atas karpet. Miu duduk di samping Kai dan melihat ke arah sup daging dengan tatapan tidak sabar. Oh, ayolah. Tentu saja Miu melihatnya seperti itu. Dia baru tidur pukul empat pagi setelah selesai mengerjakan beberapa tugasnya sehingga lupa untuk mengisi perutnya. Dan baru terbangun saat Kai menekan bel nya berkali-kali. Tidak lupa juga, dengan dering ponsel yang terus berbunyi di sampingnya.

“Bagaimana rasanya? Apakah terlalu asin atau dagingnya terlalu keras?”

Pertanyaan Kai hanya diacuhkan oleh Miu. Miu terlalu asik dengan sup bikinan Kai. Menurutnya, masakan Kai ini sangatlah enak meskipun Kai baru pertama kali membuatnya.

“Aku melihat ada warna merah di samping kulkasmu.”

Kai memulai pembicaraan saat Miu sudah menghabiskan sup daging buatan Kai. Miu langsung terhenti ketika mendengar ucapan Kai. Sesuatu yang ingin Miu sembunyikan dan tidak ingin diketahui siapapun bahkan oleh Kai sendiri.

“Mungkin kau salah lihat,” jawab Miu sambil menghidupkan TV.

“Bagaimana bisa aku salah lihat? Warna merah itu sangat kelihatan di kulkas putihmu itu. Tidak lupa pula, bau yang mengelilingi area dapurmu itu.”

Ucapan Kai hanya membuat Miu membuang nafasnya dengan kasar. Miu bingung harus menjawab bagaimana. Pasalnya, Kai sudah penasaran dan Miu tahu bagaimana sifat Kai jika sudah penasaran. Kai akan mencari jawabannya sampai dapat.

Hanya suara TV yang terdengar.

“Aku tidak ingin mengatakannya, Kai,” ucap Miu sambil melihat ke arah TV.

“Aku penasaran dengan warna merah itu.”

“Maka kau hanya perlu diam, Kai. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mengatakannya.”

“Biar kutebak, itu pasti darah manusia.”

Perkataan Kai itu langsung membuat Miu menoleh ke arah Kai. Miu menatap Kai tanpa berkedip. Begitu pula sebaliknya.

“Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?” Tanya Miu yang masih menatap Kai. “Karena bau yang mengelilingi area dapurmu, seperti bau amis.”

Jawaban Kai kembali membuat suasana hening lagi di antara mereka. Hanya suara dari salah satu acara TV yang memecahkan keheningan di antara mereka.

“Kalau kau membunuh seseorang, jangan lupa membersihkannya. Jangan langsung tidur karena lelah membunuhnya.”

Skakmat. Itulah yang langsung ada di pikiran Miu. “Bagaimana kau bisa mengetahuinya, Kai?” Tanya Miu yang masih menatap Kai tanpa berkedip.

“Mudah saja. Tercium dari baunya, ingat?” Ucap Kai membalas tatapan Miu. “Bagaimana dagingnya?”

Pertanyaan Kai langsung membuat Miu mengernyitkan dahinya. Apa maksud dari perkataannya?

“Enak,” jawab Miu sambil tersenyum kecil. Sepertinya dia mengetahui maksud Kai. “Apa kau melakukannya juga?” Tanya Miu kemudian.

“Padahal aku mau memberitahumu soal ini, sekarang. Ternyata, kita mempuyai kesamaan,” ucap Kai. Miu memiringkan kepalanya sambil menatap Kai. “Kita terlihat cocok bersama, terlihat keren,” ucap Kai lagi.

Lagi, hanya suara TV yang terdengar. Dua insan sedang berpikir keras dalam pikiran mereka masing-masing. Lalu, tersenyum dan tertawa bersamaan.

-fin.

Röd (Swedish): Merah.

 

 

 

 

One thought on “[Drabble] Röd by Selviakim”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s