ELEVEN ELEVEN – 02 – by AYUSHAFIRAA

PicsArt_10-24-11.37.31

AYUSHAFIRAA Proudly Presents

.

`ELEVEN ELEVEN`

.

Sequel of

.

`BATHROOM`

.

| starring Byun Baekhyun, You as Byun Yena, Oh Sehun, Bae Irene |

| supported by Park Chanyeol, Park Seul as Yoon Bitna |

| au, complicated, drama, fantasy, romance |

| pg-17 | | chaptered (under 2k words for every chapter) |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


BATHROOM : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | [Protected] Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Final Chapter (1) | Final Chapter (2)

ELEVEN ELEVEN : Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Teaser 4 | 01[NOW] 02


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

[ 02 ― Pertemuan ]

.

.

.

[Seoul, Tahun 2015]

 

“Kenapa macet sekali?”

Lelaki tampan di depan kemudinya itu menghembuskan nafas kasar. Lalu lintas di jalanan kota siang ini tampaknya begitu ramai hingga menimbulkan kemacetan lumayan parah.

Manik hazel lelaki itu kemudian beralih menatap sebuah pigura kecil yang terpajang di atas dasbor mobilnya, memandang foto kebersamaannya dengan seorang model cantik kebanggaan Korea Selatan yang telah lama menjadi tempatnya menambatkan hati.

large

“Halo, Sayang.” Ucap si lelaki, lembut, saat panggilannya terhubung langsung ke nomor sang gadis. “Maaf, sepertinya aku akan terlambat datang ke acara jumpa fansmu. Jalanan macet sekali.”

Gadis di seberang line telepon sana terdengar sedikit mengeluh manja, dan si lelaki lagi-lagi hanya bisa berusaha memahami sifat manja kekasihnya tersebut.

Orang-orang mengenal lelaki itu sebagai Oh Sehun, artis tampan yang sedang naik daun setelah wajahnya terpampang di sampul sebuah majalah ternama bersama Bae Irene, sang model cantik tanpa cacat. Tak banyak orang tahu perihal adanya jalinan asmara di antara mereka. Tahun ini, 2 tahun sudah Sehun bertemu dengan seorang Irene dan memiliki cintanya.

“Ada kecelakaan di depan. Harap hati-hati saat berkendara.” Ucap seorang polisi lalu lintas, mewanti-wanti.

Sehun memutar setir mobilnya, mencoba mencari jalan alternatif lain. Sambungan teleponnya dengan Irene sudah terputus beberapa saat lalu karena sang gadis sudah harus memulai acaranya.

Untunglah Sehun cukup hafal beberapa jalan alternatif yang bisa mengantarkannya ke lokasi sang kekasih, karena kalau tidak, mungkin ia akan terus terjebak dalam kemacetan di jalan utama tadi.

CIIITTT BRAK!

Sehun terdiam untuk beberapa saat setelah menginjak rem mobilnya tiba-tiba. Ia bersumpah dalam hati kalau dirinya sama sekali tak kehilangan sedikitpun konsentrasi untuk melihat jalanan yang ia lalui. Tapi kini, ia benar-benar berada dalam situasi ‘baru saja menabrak seseorang’ di jalanan sepi.

Lelaki bermarga Oh itu lantas keluar dari mobilnya masih dengan ekspresi tak percaya.

“Nona, sadarlah! Kau bisa dengar aku?! Nona?! Nona?!” Sehun mengguncang tubuh gadis cantik yang baru saja ia tabrak. Meski benturan yang dirasakan Sehun tadi cukup keras, gadis itu tak terlihat terluka sama sekali.

Ahjussi?”

Oh tidak. Penglihatan gadis itu pasti terganggu setelah mengalami kecelakaan tadi. Bagaimana bisa Sehun yang sudah berpenampilan sangat rapi dengan ketampanan tak terelakkan di usia 21 tahunnya ini kemudian mendapat panggilan ‘paman’ dari seorang gadis yang usianya tak beda jauh dengannya itu?

“Aku harus membawamu ke rumah sakit.”

Tanpa perlu bertanya, Sehun bisa langsung mengetahui nama gadis itu dari caranya berbicara. Yena, ya, gadis cantik yang baru ditabrak Sehun itu memiliki cara bicara seperti anak kecil yang selalu menyebut nama diri sendiri sebagai kata ganti ‘aku’ saat berbicara kepadanya.

Ahjussi, apa ini adalah surga?” tanya Yena, berkedip polos ketika kakinya baru saja berpijak di depan pintu rumah sakit. Sementara itu, Sehun hanya mengiyakan pertanyaan Yena dengan anggukan cepat agar Yena tak banyak bicara lagi.

Yena beruntung Sehun sedang dalam mood baik hari ini. Kalau saja Yena datang di saat yang tidak tepat, Yena mungkin akan dibiarkan saja tergeletak di jalanan oleh lelaki tinggi itu.

Dari jauh, Yena yang sedang mendapat perawatan dari dokter memusatkan pandangannya ke arah Sehun yang tampak sibuk menghubungi seseorang, entah siapa. Samar-samar, suara liputan sebuah acara dari televisi jaman dulu di ruangan tersebut tertangkap oleh telinga Yena. Liputan tersebut menayangkan gosip terhangat seputar kehidupan pribadi gadis yang mirip sekali dengan mendiang ibunya, Bae Irene.

“Dokter?” panggil Yena, ragu-ragu.

“Ya, Nona?”

“Kenapa rumah sakit ini menayangkan acara-acara lama?”

Dahi dokter muda nan tampan itu mengkerut, memasang raut bingung yang sama dengan Yena. “Acara lama?”

Yena mengangguk, “Ah! Apa surga memang suka memutar video kelakuan kita selama di dunia?”

“Nona Yena, dengar ya… kau tidak sedang berada di surga, kau selamat dari kecelakaan dan lelaki itu langsung membawamu kemari karena mengkhawatirkan kondisimu yang tak terluka sama sekali.” Jelas sang dokter, lembut, seperti sedang memberi penjelasan pada anak kecil.

“Kalau Yena tidak sedang berada di surga, lalu kenapa Yena bisa bertemu dengan Ahjussi berkaki panjang? Eomma Yena juga, kenapa Eomma Yena bisa ada di televisi?” rasa sakit tiba-tiba menyerang kepala Yena. Otaknya tak bisa memahami situasi rumit macam ini.

“’Ahjussi berkaki panjang’? ‘Eomma’?” Dokter itu mengalihkan pandangannya ke satu-satunya televisi berlayar datar berukuran 32 inchi di ruangan tersebut dan mendapati wajah cantik Bae Irene masih setia menghiasi layar. “Siapa sebenarnya yang Nona maksud?”

Ahjussi!” Yena menggenggam tangan Sehun yang menghampirinya, matanya menatap Sehun tajam seolah meminta penjelasan lebih. “Ahjussi bilang kita ada di surga?!”

Sehun mengangkat bahu lebarnya, tak merasa berdosa sama sekali. “Ya habisnya kau akan terus mengoceh kalau aku meladenimu. Tidak kuladeni saja, kau tetap cerewet.”

“Kenapa kau memanggilnya ‘Ahjussi’?” tanya dokter itu, mencoba bertanya lebih jauh saking dilanda penasaran luar biasa.

“Nah! Nah! Itu juga yang ingin kutanyakan padanya, Dok!” ucap Sehun sedikit kesal. “Dokter bahkan bisa melihat wajahku yang masih imut sekali ini bukan? Masa sejak awal bertemu dia terus memanggilku ‘Ahjussi’?!”

“Itu karena Yena pernah bertemu dengan Ahjussi sewaktu masih kecil dulu.” tatapan Yena berubah mendung, hampir menitikkan airmata.

Sehun berdecih, tak percaya akan kata-kata Yena.

“Memangnya kapan Yena lahir?”

“16 Desember 2016.” Jawab Yena yang seketika mampu membuat dua lelaki di hadapannya itu tercengang.

Si dokter muda lantas menarik Sehun ke luar ruangan, membahas ketidak-sinkronan antara hasil tes medis dengan kondisi Yena sesungguhnya. Hasil tes jelas menunjukkan bahwa Yena baik-baik saja, tapi jika dilihat dari jawaban-jawaban serta rasa kebingungan Yena atas lingkungan sekitarnya, dokter tak seyakin itu kalau otak Yena baik-baik saja setelah mengalami kecelakaan.

“Ini baru pertengahan tahun 2015, dan seorang gadis remaja mengaku lahir di akhir tahun 2016? Itu sangat tidak masuk akal sekali!”

Sehun mengangguk setuju mendengar pendapat sang dokter, menandakan kalau mereka memang sepemikiran akan hal itu.

Saat keduanya masih sibuk bergelut dengan pikiran masing-masing, Yena ikut-ikutan melangkah keluar dari ruangan dan menghampiri Sehun dengan langkah terburu-buru.

Ahjussi! Apa Ahjussi bisa mengantar Yena ke suatu tempat sekarang juga? Yena mohon Ahjussi! Tolong antar Yena sekarang!” pinta Yena, memelas.

Yena sadar sekarang. Melihat kalendar 20 tahun lalu terpajang di atas nakas, televisi yang tak semodern biasanya, juga kejadian pertemuan tak sengajanya dengan si paman berkaki panjang yang telah lama meninggal… Semua pertanyaan konyol dalam benak Yena sebelumnya hanya dapat terjawab oleh satu jawaban di luar akal manusia.  Yena telah terjebak, di masa ia bahkan belum mengenal indahnya dunia.

Hari ini, 15 Juni 2015, ayah Yena akan menemui ibu Yena di acara jumpa fansnya dan merasa dikecewakan karena mendapat pengabaian. Yena ingat betul isi buku harian sang ayah yang setiap lembarnya hanya menceritakan tentang sang ibu. Jika detik ini Yena benar-benar tengah berada di masa lalu, itu berarti bukan hanya paman berkaki panjang yang bisa ia temui, tapi juga… ayah dan ibunya.

“Tapi kau masih harus-“

“Yena mohon, Ahjussi! Yena harus bertemu Appa Yena sekarang sebelum semuanya terlambat!”

Melihat Yena memohon-mohon padanya dengan mata berkaca-kaca membuat Sehun merasa tak tega juga pada akhirnya. Terlebih lagi, Yena yang ingin buru-buru bertemu ayahnya membuat Sehun berpikir kalau ayah gadis itu mungkin sedang dalam keadaan darurat hingga membutuhkan pertolongannya.

“Baiklah! Baiklah! Ayo kita pergi!”

“Tapi Tuan Sehun-“

Sehun memberi isyarat pada sang dokter untuk berhenti bicara, “Maaf, Dokter. Tapi ini genting.”

Tanpa harus berlama-lama lagi, Sehun menarik Yena masuk ke dalam mobilnya, tak mempedulikan setiap pasang mata yang ada di rumah sakit menyadari dirinya sebagai Oh Sehun, seorang artis tampan terpopuler.

“Ke mana aku harus mengantarmu?” tanya Sehun sesaat setelah dirinya duduk di depan kemudi, disamping Yena.

“Apa Ahjussi mengenal model bernama Bae Irene?”

Sehun menelan ludahnya. Untung saja foto kemesraannya dengan Irene yang semula terpajang di atas dasbor sudah ia sembunyikan di laci dasbornya tepat sebelum Sehun memutuskan untuk membawa Yena ke rumah sakit.

“Tentu. Kenapa?” Sehun berdeham sedikit, menyamankan tenggorokannya.

“Tolong antar Yena ke lokasi jumpa fansnya hari ini, Ahjussi! Appa Yena pasti ada di sana sekarang!” pinta Yena.

Ya, mungkin tidak ada salahnya Sehun mengantar Yena ke sana. Di sisi lain Sehun melakukan kebaikan karena mempertemukan ayah dan anak, di sisi lain juga Sehun bisa menepati janjinya pada Irene untuk bertemu hari ini di lokasi yang sama.

Selama perjalanan, Yena terus menatap ke arah luar kaca mobil Sehun yang tertutup. Antara nyata dan tidak nyata, Yena masih belum bisa mempercayai bahwa kejadian tak masuk akal ini menimpanya. Ada rasa bahagia juga rasa sedih yang bercampur menjadi satu, mengganjal menyesakkan dadanya. Jika ini nyata, Yena memiliki banyak kemungkinan untuk merubah masa depannya. Tapi jika ini nyata, akankah dirinya terus terjebak tanpa bisa kembali ke masa ia seharusnya berada?

“Chanyeol-ah… apa di masa depan aku sudah mati?” gumam Yena tanpa sadar. Kristal bening diam-diam lolos dari pelupuk matanya.

Gumaman pelan Yena barusan ternyata terdengar oleh telinga Sehun dan membuat lelaki itu memperhatikan Yena sekilas sebelum kembali memusatkan perhatiannya ke jalanan.

“Chanyeol itu siapa? Kekasihmu?”

Ketika detik berganti, Sehun merasa dirinya begitu bodoh. Untuk apa ia peduli akan kehidupan pribadi gadis yang baru ia temui beberapa jam lalu itu?

Yena menggeleng, “Chanyeol itu sahabat pertama Yena, Ahjussi. Saat Appa dan Ahjussi meninggalkan Yena untuk pergi ke surga, Chanyeol menemani hari-hari Yena selanjutnya.”

Sehun memutar bola matanya. Kenapa gadis bernama Yena ini tak mau berhenti memanggilnya ‘paman’?

“Kita sudah sampai.” Lelaki itu memberhentikan mobilnya di dekat lokasi acara. “Kumohon, jangan menampakkan diri lagi di hadapanku dan memanggilku-” belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, Yena sudah lebih dulu memotong dengan ucapan terimakasih dan keluar dari mobilnya dengan sangat tergesa-gesa.

“Dasar gadis aneh!” umpat Sehun pelan. “Semoga saja ini kali terakhir aku bertemu gadis aneh seperti dia, jangan ada lagi gadis aneh lainnya!”

♥♥♥

Suasana acara jumpa fans yang diselenggarakan di depan gedung brand kecantikan ternama dengan bintang iklannya yang tak lain adalah Bae Irene itu ramai didatangi kaum adam dan segelintir kaum hawa. Antusias para ‘penggila’ model cantik yang sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru Asia itu tak surut meski cuaca di siang hari menuju sore itu sedang terik-teriknya.

Di antara sekian banyak lelaki yang mendatangi acara tersebut, pasti ayah Yena menjadi salah satunya. Yena yakin seribu persen akan hal itu.

“Kau sudah menemui ayahmu? Apa ayahmu termasuk dalam antrian para penggemar itu?”

Yena berpaling ke sebelah kanannya, mendapati paman tampan berpostur proporsional tadi kini berdiri di sampingnya memakai kacamata hitam juga topi bewarna senada. Jika Yena melihat Sehun dari sisi sekarang ini, Yena jadi teringat akan Chanyeol. Tinggi badan Sehun dan Chanyeol yang hampir sama entah kenapa membuat Yena merasa nyaman walau hanya berdiri berdampingan saja seperti saat ini.

“Ah, itu Appa Yena!” ucap Yena sumringah saat netranya menangkap sosok sang ayah yang baru saja selesai menyapa ibunya. Seperti yang tertulis di buku harian sang ayah, sepertinya ibunya baru saja mengabaikan sang ayah hingga Yena bisa melihat sebuah senyuman miris terlukis di wajahnya.

APPA!” teriak Yena melambaikan tangan di udara. Tanpa pikir panjang, gadis itu berlari memeluk ayahnya hingga…

BRUK!

Tubuh Yena jatuh dengan posisi menindih tubuh ‘ayahnya’ yang tak bisa menyembunyikan raut keterkejutan atas tindakan Yena yang tiba-tiba.

APPA, YENA RINDU SEKALI PADA APPA!”

wp-1512900351254.jpg

Watch my action also on wattpad.

Iklan

18 respons untuk ‘ELEVEN ELEVEN – 02 – by AYUSHAFIRAA

  1. Yehhhh Kesempatan Yena buat memperbaiki keadaan tapi kan di masa lalu mereka seumuran jangan sampai terjadi cinta terlarang antara ayah dan anak 😂😂😂

  2. huh keren kk.
    jdi critany yena terjebak dimasa lalu. mgkin sehun, baekhyun, irene psti kget.
    apakah bsa yena mengubh tardirny.
    duh penasarn sma kelanjutnny.
    ditunggu next chapterny.

    1. Makasih shayyy😘😘 iya nih yena terjebak di masa lalu di mana bahkan dia belum lahir hehe :”)) entahlah dia bakal dianggap apa sama sehun, baek, irene XD hmmmz bisa tidaya bisa tidaya :”))) siip siip, akan selalu update tiap minggu yaa kalo gak berbenturan sama jadwal event exoffi^^ btw, maafin yaa baru sempat balasin komen :”(((

  3. Duh otak Yena dibilang gak sinkron :”v
    baru th2015 eh dia malah bilang lahir th2016 :”v plzz dah Yena, tengok kalender bareng yok xD wkwkw

    sumpah itu tampang Baekhyun pas tau punya anak gimana yaa :”) pengen ngakak dah kalo ntar Baek cengo gitu :”v

    btw btw, happy new year kak as ❤ ntar malem pesta kembangapi nih yaa xD
    mksh udah buat ff yg seru bet.. Nemenin diakhir th2017 ini dgn tingkah Baek yang beragam xD
    Keep writing kak as ❤

    1. Wkwkwk Yena kan pas ditanya gitu belum sadar kalo dia ada di tahun 2015 XD iya nih parah banget, disangkanya gegar otak kali yak abis kecelakaan wkwk 😂😂😂

      Pasti terkejoedlah XD secara gitu dia masih bujangan belum kawin sama sekali masa tiba2 udah ada yg ngaku jadi anaknya, udah gede lagi wkwkwk 😂😂😂

      Happy new year babe😍😍 /telatwoy/plak/maafkan😂/ samasama shay, alhamdulillah kalo menurut kamu seru^^ makasih juga udah selalu baca ffku dan meninggalkan jejak setelah membaca hehe😄😄😄 siip siip, makasih yaaa unch😚😚😚😚 btw, maafin yaa baru sempat balasin komen :”(((

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s