[Chapter 4] Story Of Our Family by selviakim

adaa

Story of Our Family [Chapter 4]

selviakim storyline

Byun Baekhyun, Kim Taeyeon, Min Yoongi, Kim Taehyung, Kim Yerim, and Kim Sohyun.

Drama, family, school-life, hurt, sad, and life.

“We are family, right?”

General.

I own the plot.

Poster by deerkkamjong07 – IndoFanficArt

sorry for typo(s)

%^%^%^%^%

[prolog] [chapter 1] [chapter 2] [chapter 3]

***

-Chapter Sebelumnya-

Brak!

“Appa, Sohyun kecelakaan!” Teriak Yoongi saat membuka pintu kamar adik perempuannya dengan keras.

“APA?!”

-Story Of Our Family Chapter 4-

-In Author’s eye-

“Beruntungnya, dia hanya tertabrak bagian samping mobil. Dia memang terpental agak jauh, setidaknya dia tidak mengalami luka parah. Kami sudah melakukan rongsen pada seluruh tubuhnya dan terbukti tidak ada tulang yang patah. Hanya saja, dia akan merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya karena memar-memar bekas terjatuh dan kemungkinan saat bangun nanti dia akan terserang rasa panik. Dan juga, dia baru boleh keluar besok hari.”

Jelas seorang dokter saat sudah keluar dari ruangan UGD kepada Baekhyun. Baekhyun pun hanya mengangguk dan bersyukur. Setidaknya, Sohyun tidak mengalami luka serius. “Terima kasih, dok,” ucap Baekhyun sambil menundukkan badannya yang dibalas anggukan dan bungkukkan badan.

“Kalian dapat menemuinya sebentar lagi setelah suster memindahkannya,” ucap dokter itu lalu mengangguk lagi dan pergi meninggalkan tempat itu.

Saat ini hanya ada Baekhyun, Taehyung, Yeri, Jimin dan Jungkook. Yoongi menjemput Taeyeon di restaurant mereka.

-In Author’s eye End-

***

-Baekhyun POV-

Sohyun masih belum sadar, dia mungkin akan sadar sekitar satu atau dua jam lagi. Dokter mengatakan jika obat biusnya selama tiga sampai empat jam. Taeyeon sudah datang bersama Yoongi hampir dua jam yang lalu, terjebak macet. Sedangkan Jimin dan Jongkook sudah pulang beberapa menit yang lalu setelah berkali-kali atau beratus-ratus kali meminta maaf kepadaku, Taeyeon, bahkan dia juga meminta maaf kepada Yoongi mengenai mereka tidak dapat menjaga Sohyun dengan baik. Serta jangan lupakan, Jimin dan Jungkook mengatakan jika Mark yang mendorong Sohyun. Itu langsung membuat Yoongi tidak bisa menahan amarahnya.

Aku dan Taeyeon duduk di antara kedua sisi kasur Sohyun. Sisanya duduk di sofa. “Eomma harap kau bisa mengurus masalahmu sendiri dengan temanmu yang bernama Mark itu, Yoongi-ah,” Taeyeon berucap setelah keheningan berada di sekitar kami. Yoongi yang mendengar ucapan eommanya hanya mengangguk kecil kepalanya. Taehyung dan Yeri lebih banyak diam sekarang. Aku baru ingat jika Yeri tadi mengalami hal menyakirkan.

“Taeyeon-ah, hiburlah Yeri. Dia mengalami kejadian yang buruk tadi pagi,” ucapku sambil menatap Yeri. Sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepalanya.

“Siapa yang membuat anakku yang ceria ini menjadi pendiam? Dan mengapa kau juga diam, Taehyung-ah?” Taeyeon berucap sambil berjalan mendekati Yeri dan duduk di antara Taehyung dan Yeri. Sedangkan Yoongi duduk di samping Yeri. Yeri masih menundukkan kepalanya, tidak ingin menatap eommanya.

Tiba-tiba saja, Taeyeon menatap ke arahku. Meminta penjelasan kepadaku apa yang terjadi. Aku hanya menghela nafasku. Melihatku seperti itu, Taeyeon sepertinya sudah yakin jika Yeri mengalami hari yang buruk tadi pagi. Taeyeon pun langsung menarik Yeri ke dalam pelukannya. Tanpa terduga, tangis Yeri langsung pecah. Tangis yang sedari tadi tidak ingin dia tunjukkan kepadaku dan kedua kakak laki-lakinya.

Kali ini, hanya suara tangis Yeri di dalam ruangan ini. Dan Taeyeon yang masih setia memeluknya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sekarang, aku merasa bukan appa yang baik untuk mereka semua.

***

Taeyeon mengantarkan Sohyun ke kamarnya. Sedangkan Yoongi dan si kembar sedang di sekolah. Tentu saja, mereka masih tetap kusuruh berangkat sekolah. Karena cuman Sohyun yang kecelakaan dan juga Yeri tetap berangkat ke sekolah dengan mata yang masih terlihat sembab.

Aku hanya duduk di ruang tengah menunggu Taeyeon selesai dengan Sohyun. Tak berapa lama kemudian, Taeyeon datang dan duduk di sampingku. “Tidak bekerja?” Tanya Taeyeon kepadaku. “Aku menyuruh asisten Cha mengurus perusahaan untuk hari ini. Lagipula, aku masih dapat melihat perkembangan perusahaan melalui Ipad,” jawabku sambil merebahkan diriku di paha Taeyeon. Aku memiliki perusahaan desain atau arsitektur terbesar di Seoul bersama salah satu temanku.

Kami berdua pun hanya diam dalam beberapa menit.

“Yeri sudah bercerita kepadaku. Aku harap dia baik-baik saja,” ucap Taeyeon sambil membelai rambutku. Aku pun memejamkan mata dan tersenyum kecil. “Aku juga berharap.”

-Baekhyun POV End-

***

-Sohyun POV-

Aku bosan di kamar sendirian. Seandainya, Mark temannya Yoongi oppa tidak melakukan hal kemarin, aku pasti sudah di sekolah. Oh, bercanda dengan Hyunwoo pasti akan seru.

Masalah Yeri eonni, aku sudah mengetahuinya dari Yoongi oppa saat kemarin malam cuman ada kami berdua di rumah sakit kemarin. Rasa penasaranku sangat tinggi ketika melihat mata Yeri eonni sembab. Sehingga membuatku bertanya dengan Yoongi oppa.

Unknown number is calling…

Terdengar suara dari ponselku. Aku pun mengernyitkan dahiku. Siapa ini?

Halo, Sohyun! Ini aku Hyunwoo. Yak! Mengapa kau tidak bilang jika kecelakaan?”

Oh, Hyunwoo. Aku sempat berpikir jika ini orang asing.

“Apa kau tidak masuk kelas, eoh? Kenapa kau menelponku? Lagipula, bagaimana aku mengatakan aku kecelakaan jika aku tidak punya nomormu?” Tanyaku dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ia lihat.

Kau benar, kau belum punya nomorku. Jadi, simpan nomor ini. Belum sehari tidak masuk sekolah, kau sudah mulai lupa jam istirahat, eoh? Apakah kau amnesia gara-gara kecelakaan kemarin? Lagipula, aku menelponmu karena bosan. Kau tahu kan jika kita anak baru, jadi aku tidak punya teman selain kau.

“Lalu, dari siapa kau mendapatkan ponselku?” Aku baru ingat jika aku tidak pernah memberikan nomor ponselku. “Dari kakakmu. Kalau tidak salah namanya Yoongi. Dia tadi ada di kelas untuk minta izin ke ketua kelas dan aku langsung bertanya apa hubunganmu dengannya. Dia bilang kau adiknya, jadi aku minta nomormu saja padanya. Kau tahu, dia sempat memberikan aku beberapa pertanyaan. Aku seperti tersangka yang bertemu dengan jaksa. Wah, ternyata kau punya kakak di sini ya? Kau tidak pernah bilang kepadaku!

Aku pun memutar bola mataku dengan malas. “Baiklah-baiklah, aku akan bilang padamu bahwa aku punya tiga kakak yang bersekolah di sana.”

“MWO?!

“Yak! Kau ingin merusak gendang telingaku?”

Hehehe, mian. Siapa saja kakakmu?

“Yeri dan Taehyung anak 2-1 dan Yoongi anak 3-1.”

Baiklah. Aku akan mengingatnya dan berhati-hati kepada mereka.

Aku pun hanya tertawa mendengar ucapannya. Sepertinya Hyunwoo orang baik dan lucu. Hampir setengah jam kami habiskan berbicara bersama. Berbicara hal-hal yang mungkin dianggap tidak penting tapi menyenangkan jika mengalaminya.

***

“Kau seharusnya datang ke sekolah, Sohyun-ah. Tadi, Sehun ssaem dan Chanyeol ssaem main basket bersama.”

Yeri eonni berucap di sampingku. Saat ini, kami sedang berjalan menuju meja makan. “Benarkah? Aku pernah bertemu dengan Sehun ssaem karena dia wali kelasku. Kau benar, eonni. Dia sangat tampan! Tapi, aku belum pernah bertemu Chanyeol ssaem. Aku akan ikut Yoongi oppa jika dia latihan basket. Eonni bilang jika dia adalah pelatih basket ‘kan?”

Ucapku sambil duduk di samping Yeri eonni. Yeri eonni pun hanya mengangguk kepalanya. “Jangan lupa mengajak eonni!”

“Lebih baik kalian melihat wajah tampanku saja daripada melihat wajah guru-guru itu. Mereka sudah berkepala tiga belum menikah lagi.”

Ada alien yang muncul. Maafkan aku, Tuhan. Aku menyebut kakakku sendiri alien.

“Kau buta, eoh? Mereka masih terlihat muda walaupun sudah berkepala tiga,” ucap Yeri eonni kepada Taehyung yang duduk di hadapannya dengan meminum air. “Lagipula, oppa tidak tampan,” ucapku yang langsung membuatnya tersedak. Aku puun hanya menahan tawaku. Sedangkan Yeri eonni sudah tertawa sangat keras.

“Ada apa Yeri? Mengapa kau tertawa?” Tanya eomma yang muncul dari arah dapur dan duduk di kursinya. Yeri eonni hanya menggelengkan kepalanya dan berhenti tertawa. Sedangkan Taehyung oppa menatapnya dengan kesal.

“Biasanya, eomma. Mungkin Yeri dan Sohyun sedang bergosip tentang guru-guru cowok di sekolah,” ucap Yoongi oppa yang datang dari arah ruang tengah bersama appa. Mereka pun duduk di kursi masing-masing.

Jinja? Apa mereka sangat tampan?” Tanya eomma. Aku dan Yeri eonni pun menganggukkan kepala. Sedangkan Taehyung oppa menggelengkan kepalanya dan Yoongi oppa serta appa mendengus sebal.

“Taeyeon-ah, apa aku kurang tampan di matamu?”

Pertanyaan appa langsung membuat anak-anaknya tertawa.

“Sudahlah, ayo makan. Jika seperti ini terus, tidak jadi makan malam,” eomma pun menyudahi percakapan kami.

-Sohyun POV End-

-Baekhyun POV-

Aku berangkat ke kantor lebih awal pagi ini karena mendengar kabar dari temanku. Aku pun memasuki ruanganku dan menemukan temanku sudah menunggu. Aku mengangkatnya sebagai salah satu direktur di sini.

“Mengapa data perusahaan bisa hilang, Jongdae­-ah? Ini membuat keuangan perusahaan menurun dan dari yang kulihat beberapa ketua divisi arsitek terlihat tidak bertugas,” ucapku sambil melihatkan grafik yang ada di Ipadku.

Jongdae, Kim Jongdae, hanya membuang nafasnya.

“Kemana asisten Cha?” Tanyaku. Sedari tadi, aku tidak melihatnya. “Dia membohongi kita, Baekhyun-ah,” ucap Jongdae sambil menundukkan kepalanya.

“Apa maksudmu?”

“Selama ini yang selalu membuat perusahaan kita turun adalah asisten Cha. Dia anak buah dari Park Minjae. Karena melihat kau dan aku yang tidak ke kantor semalam, dia langsung melakukan aksinya. Bahkan dia tidak memanipulasi CCTV.”

Penjelasan Jongdae langsung membuatku membulatkan mata. “Banyak yang mengundurkan diri, Baekhyun­-ah. Mereka bilang percuma tetap berkerja di bawah naungan kita, jika kita tidak dapat menjaga perusahaan kita sendiri.”

Ya tuhan, cobaan apalagi yang kau berikan?

-tbc.

Author’s note: 
doakan chapter 5 secepatnya diposting. hehe.
Sangat mengharapkan komentar 🙂
-31Dec2017. HAPPY NEW YEAR AND MERRY CHRISTMAS EVERYONE!

selviakim.

One thought on “[Chapter 4] Story Of Our Family by selviakim”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s