THE WAR Series – KO KO BOP (3) END – by AYUSHAFIRAA

wp-1502389176008.png

`​THE WAR`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring EXO feat. BLACKPINK’s Lisa, TWICE’s Dahyun, PRISTIN’s Kyulkyung, LOVELYZ’s Kei, RED VELVET’s Irene, GU9UDAN’s Mina, Somi ex-IOI, Kim Yoo Jung |

| Fluff, Friendship, Hurt/Comfort, Psychology, Romance, School-life |

Teen || Vignette |

Clip List :

[Kai – Diamond] — [Baekhyun – Forever] — [Chanyeol – Chill] — [Sehun – The Eve] — [Suho – What U Do?] — [Xiumin – Touch It] — [Chen – Going Crazy] —  [D.O – Walk On Memories] — [All – Ko Ko Bop] (1)  [All – Ko Ko Bop] (2)  NOW PLAYING ♪ [All – Ko Ko Bop] (3) END

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


♪ Malam ini kau bersinar semakin terang, matamu memberitahuku segalanya. Aku menginginkanmu di malam yang indah ini 


AYUSHAFIRAA©2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♪♬♪

*Isi cerita bisa jadi tidak sesuai dengan arti/maksud lagu*

 

[ KO KO BOP ]

Lampu disko menyala berkerlap-kerlip. Musik lembut nan romantis kini telah berganti menjadi lagu bergenre dance yang akan membuat siapapun menggoyangkan tubuhnya lincah. Tak terkecuali pasangan Kai dan Lisa yang terlihat begitu menikmati acara terakhir dari pesta perpisahan sekolah mereka ini.

“Kai!” Lisa perlu sedikit berteriak saking kerasnya volume musik di ruangan tersebut.

“Ya, Lisa?!”

“Aku tidak akan pergi!”

“Hah?! Kau bilang apa?!” tanya Kai, meminta pengulangan. Lelaki itu tak mau bahagia dulu, karena ia takut kalau kabar bahagia itu hanya bagian dari kesalahan pendengarannya saja.

Lisa melingkarkan tangannya di leher lelaki itu. “Aku tidak akan pergi, Kai! Aku akan tetap tinggal di Korea!”

“Kenapa-“

CHU!

Sebuah kecupan singkat mengenai bibir Kai. Lisa-lah yang baru saja mengecupnya.

“Bagaimana aku bisa pergi jika cintaku ada di sini?!”

“Ya ampun…” gumam Baekhyun setengah tak percaya saat menyaksikan sendiri adegan ciuman Kai dan Lisa yang berlanjut kian panas.

Baekhyun menari bersama teman-teman gengnya, tidak bersama Dahyun karena gadis itu beralasan tidak bisa menari. Pandangan Baekhyun beralih ke arah Dahyun yang sedang terduduk sendirian di meja bar, kesepian.

“Baekhyun? Kenapa kau kemari?” Dahyun bingung sendiri. Untuk apa Baekhyun datang menghampirinya dan malah meninggalkan teman-temannya?

Tanpa aba-aba apapun, Baekhyun mengangkat tubuh Dahyun hingga Dahyun spontan melingkarkan kakinya di badan Baekhyun dan tangannya bertumpu di bahu bidang lelaki itu dengan wajah yang terkejut bukan main.

“Aku ralat ucapanku di awal pesta. Malam ini kau adalah gadisku. Malam besok, juga malam-malam selanjutnya, maukah kau tetap menjadi gadisku?” ucap Baekhyun menatap Dahyun dalam.

“Baekhyun… jangan bercanda-“

“Aku serius.”

Baekhyun sedang tidak mencoba menipunya, Dahyun tahu itu. Ada kesungguhan yang dapat Dahyun lihat dari tatapan Baekhyun padanya. Senyuman Dahyun mengembang sempurna sebelum akhirnya gadis itu bergerak mencium bibir Baekhyun lebih dulu hingga setidaknya jika ini adalah mimpi, ia pernah bermimpi berciuman dengan Baekhyun setidaknya sekali seumur hidupnya.

Kyulkyung ikut bahagia melihat Baekhyun yang akhirnya tidak main-main lagi dalam mencintai seseorang. Kyulkyung setuju kalau Dahyun memang gadis yang terbaik yang mampu membuat Baekhyun berubah menjadi lebih baik.

“Kau tertangkap basah, Chan!” Kyulkyung jelas melihat Chanyeol tak berhenti memperhatikannya yang didekati oleh banyak lelaki sejak musik dimulai. Kyulkyung sudah sangat khatam tentang tingkah laku lelaki, dan ia yakin, Chanyeol sedang merasa cemburu.

“Me-memangnya aku kenapa?” lelaki yang sedaritadi duduk sendirian di meja bar kembali gelagapan saat Kyulkyung menghampirinya.

“Kau menyukaiku kan?” tanya Kyulkyung. Belum sempat Chanyeol membuka mulut, gadis itu lebih cepat dalam menarik tangan Chanyeol untuk ikut menari bersama-sama.

“Apa kau menyukai pesta ini, Chan?” Kyulkyung melingkarkan tangannya di leher Chanyeol, mengajak lelaki kaku itu untuk ikut menggerakan tubuhnya.

Chanyeol terdiam sesaat. Kyulkyung yang sedekat ini dengan dirinya membuatnya tak bisa lagi menghindar.

“Iya, aku suka.”

“Kau bilang apa?! Maaf aku tidak menangkap ucapanmu!”

“Aku menyukaimu!”

Lagi, Kyulkyung menjadi pemandangan ke-3 gadis berciuman di malam ini. Untuk kali pertama, Chanyeol berani mengungkapkan perasaannya dan mencium bibir Kyulkyung. Lelaki itu tak lagi menjadi lelaki culun yang hanya bisa menunjukkan kekagumannya pada Kyulkyung dengan cara memilih bangku di belakang gadis itu setiap tahunnya. Chanyeol sudah berubah, sebagaimana Baekhyun berubah karena Dahyun.

Di sisi lain, Kei tampak menari-nari bersama Sehun mengikuti irama musik. Keduanya terus berpegangan tangan tanpa ada niatan untuk saling melepas, menyadari kalau malam ini bisa jadi merupakan malam terakhir mereka menghabiskan waktu bersama sebelum kepergian Sehun ke Kanada.

PLOK!

PLOK!

PLOK!

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” Sehun emosi saat tiba-tiba Irene datang bersama siswi-siswi lain dan melemparkan beberapa telur juga menumpahkan tepung terigu tepat ke kepala Kei.

Musik tetap terputar, namun perhatian seisi ballroom tertuju pada Kei yang malang.

“Kau ini kenapa? Kami hanya ingin merayakan ulang tahunnya saja kok.” Ujar Irene pada Sehun tanpa dosa.

“Tapi… aku tidak sedang berulang tahun, Irene.” Ucap Kei. Jiwanya masih sangat terguncang.

Irene terlihat menunjukkan ekspresi terkejut yang sengaja ia buat-buat. “Ups! Ternyata kau tidak ulang tahun. Huft, membosankan sekali.”

Gadis sombong itu baru saja hendak melangkah pergi, namun Sehun lebih cepat dalam mencegahnya untuk pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab.

“Cepat minta maaf padanya!”

Irene melirik Sehun sinis dan menepis tangan Sehun yang memegang tangannya. “Kenapa aku harus minta maaf? Bukankah kau melihat sendiri? Aku tidak ikut-ikutan melempari kekasih bodohmu.”

Irene memang benar. Tangannya bersih. Tentu saja, Irene tidak mungkin rela mengotori tangannya sendiri hanya untuk balas dendam. Selagi ia mempunyai uang untuk membayar teman-temannya, kenapa juga ia harus berlelah-lelah menjahati orang lain sendirian?

“CEPAT MINTA MAAF ATAU-“

“Atau apa?!” Suho muncul di hadapan Sehun dengan wajah menantang. “Singkirkan tanganmu dari kekasihku!”

Kei menahan Sehun untuk tidak melanjutkan permasalahan ini. Gadis itu tahu sekali bahwa ini adalah kesalahannya sejak awal yang telah berani mencari gara-gara dengan seorang Irene.

“Cukup, Hun. Aku tidak apa-apa.”

“Ayo kita pergi saja dari tempat ini!”

Irene memandangi kepergian pasangan itu dengan senyum puas. Kalau bukan karena bantuan Suho, ia tidak mungkin bisa melancarkan aksi balas dendamnya.

“Selamat, kau berhasil.” Ucap Suho sambil mengusap-usap puncak kepala Irene, bangga.

“Sekarang, giliranmu menyukseskan usahaku.” Lanjut lelaki itu yang lantas mengingatkan Irene akan perjanjian yang telah mereka buat sebelumnya.

Irene, harus menggoda Xiumin agar Suho mempunyai alasan untuk memuaskan tangannya yang sudah gatal ingin meninju seseorang.

Setelah keributan tadi usai, suasana kembali cair. Orang-orang kembali melanjutkan pesta mereka. Seperti pasangan lain, Xiumin dan Mina pun larut dalam acara malam ini. Ya, walaupun sempat dibuat kesal karena insiden mikrofon chipmunk, namun keduanya sepakat untuk tidak mengungkit-ungkitnya lagi.

“Pacar!” panggil Mina sedikit mengeraskan suaranya.

“Kenapa hm?!”

“Mina mau jadi istri Pacar!”

“Hah?!”

Sontak saja respon Xiumin yang pura-pura tak mendengar itu dibalas dengan cubitan hangat Mina diperut ber-absnya. Xiumin hanya tertawa, mengerti keinginan gadis polosnya itu yang teramat sangat mengharapkan sebuah ciuman lembut darinya sejak beberapa hari lalu.

“Kenapa tertawa? Mina serius tahu!”

“Iya, iya. Umin tahu kok.” Xiumin mengelus puncak kepala Mina lembut. “Ayo kita menikah 10 tahun lagi! Saat aku dan Pacar sudah sama-sama sukses dan sama-sama dewasa.”

Setelah mendengar kata ’10 tahun lagi’, bibir Mina semakin mengerucut, manyun. “Lama sekali. Kalau nanti Mina sudah tidak cantik lagi bagaimana?”

“Jadi Pacar menganggap Umin hanya mencintai kecantikan Pacar saja?” kini Xiumin juga mengerucutkan bibirnya, pura-pura kecewa.

“Bu-bukan begitu maksud Mina-“ fokus Mina dan Xiumin seketika saja teralihkan oleh tingkah mencurigakan Irene yang tiba-tiba saja menari di dekat mereka, ah tidak, lebih tepatnya di dekat Xiumin.

Irene yang telah memperhitungkan semuanya dengan baik pun memutuskan kalau ini adalah waktu yang tepat baginya untuk beraksi. Gadis itu mulai berjingkrak-jingkrak dan bersiap menjatuhkan tubuhnya di depan Xiumin.

BRUK!

“Awww!” pekik Irene.

Berharap Xiumin menangkap tubuhnya dan saling beradu pandang, gadis itu malah berakhir dengan bokongnya yang sakit karena sengaja menjatuhkan diri ke lantai. Sontak pemandangan Irene yang jatuh karena ulahnya sendiri menjadi pusat perhatian dan bahan tawaan siswa-siswi lain yang melihatnya. Suho yang melihat jelas kebodohan Irene dari jauh hanya bisa mendecih, tak puas.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Xiumin, menahan tawa.

“SIALAN! KENAPA KAU TAK MENANGKAP AKU?! KENAPA KAU BIARKAN AKU JATUH BEGITU SAJA HAH?!”

“Jadi kau berharap kekasihku mau menolong gadis jahat sepertimu?” Mina memeluk Xiumin dari samping, tersenyum puas melihat pasangan Suho itu terkena batunya.

Gadis angkuh itu segera bangkit, namun lagi-lagi ia menjadi bahan tertawaan orang-orang di sekelilingnya karena gaun pendeknya yang robek memperlihatkan sedikit dalaman yang dikenakannya.

“BERHENTI MENERTAWAIKU, DASAR ORANG-ORANG BODOH!”

Irene berlari tertatih ke arah Suho sambil berusaha menutupi robekan gaun hitamnya. Bukannya mendapat perhatian Suho, yang Irene dapatkan saat itu hanyalah tatapan meremehkan dari lelaki itu.

“Kau itu benar-benar bodoh ya? Aku menyuruhmu untuk membantuku mempermalukan Xiumin, bukan mempermalukan dirimu sendiri!”

“Apa kau bilang?” tanya Irene tak percaya. Ia sudah berusaha sebisanya hingga mengorbankan bokongnya sendiri, tapi ini balasan Suho? dengan menyebutnya ‘bodoh’?

“Kau gadis bodoh. Aku berhasil membantumu, tapi ternyata kau sama sekali tak berguna untukku.” Lanjut Suho sebelum akhirnya melenggang pergi meninggalkan Irene.

Irene mengepal tangannya kuat-kuat, tak ada gunanya lagi ia menahan diri untuk tidak mengumpati lelaki itu. “SIALAN KAU, SUHO! BERANI-BERANINYA KAU MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI HAH?! LIHAT SAJA! AKU TAKKAN PERNAH MELUPAKAN HARI INI! DASAR LELAKI BODOH!”

Somi melangkah keluar dari pesta yang sangat berisik itu. Sejak awal, Somi memang terlihat tak begitu menikmati jalannya acara. Selain karena Chen yang berhasil masuk ke pesta bersama gadis lain dan terus mengawasinya, kondisi kesehatannya pun sedang menurun drastis malam ini.

“Sekarang kau mau ke mana, Somi?!” Chen menahan lengan Somi, tak membiarkan Somi untuk pergi begitu saja darinya.

“Hentikan, Chen. Aku tidak mau berurusan denganmu lagi.” Somi berusaha melepaskan tangan Chen yang menahannya, namun rasanya sia-sia saja karena Chen tak mau melepaskannya semudah itu.

“KITA BELUM PUTUS KAN?! KAU MASIH MENCINTAIKU KAN?! JAWAB AKU, SOMI! JANGAN BERPURA-PURA SEOLAH KAU TIDAK MENCINTAIKU LAGI!”

“CUKUP! KUMOHON HENTIKAN, CHEN!” tatapan tajam penuh amarah Somi tertuju ke arah Chen.

“MUNGKIN INI ALASAN MENGAPA KYULKYUNG TAK PERNAH MAU MENJADI KEKASIHMU! KAU ITU LELAKI PEMAKSA! KAU EGOIS! KAU SELALU MEMIKIRKAN DIRIMU SENDIRI!”

PLAK!

Somi terdiam dengan airmata yang berlinangan di pipi. Chen baru saja menunjukkan sikap kasarnya, kali ini bukan pada lelaki lain yang menggodanya, melainkan pada diri Somi sendiri. Sebuah tamparan keras dari Chen mampu melukiskan bekas merah di pipi Somi seketika.

“So-Somi… maaf… maafkan aku. aku tidak bermaksud-“

“Somi! Kau tidak apa-apa?!” teman lelaki Somi yang melihat kekasaran Chen langsung menghampiri gadis itu yang semakin terlihat pucat.

“Antar aku pulang sekarang juga.”

Melihat pertengkaran pasangan lain di mana-mana, Yoojung merasa miris. Digenggamnya tangan D.O erat-erat saat mereka melangkah keluar bersama-sama untuk pulang.

Sudah lewat jam 12 malam, dan mereka hanya akan pulang menaiki sepeda.

“Pakai ini.” D.O melepas jasnya dan memakaikan jas itu ke tubuh sang gadis.

Yoojung tersipu, karena tanpa perlu ia mengeluh kedinginan terlebih dahulu pun, D.O sudah lebih dulu menunjukkan rasa perhatiannya.

“Tapi nanti kau kedinginan.” Ucap Yoojung, cemas.

Lelaki itu hanya tertawa kecil.

Yoojung duduk menyamping di jok belakang. Tangannya melingkar di pinggang D.O.

“Kalau kau memelukku sih, aku tidak akan kedinginan.”

Mendengar ucapan D.O barusan mampu membuat Yoojung senyam-senyum sendiri. Gadis itu kemudian mempererat dekapannya dan bersandar nyaman di punggung sang kekasih. Dua insan itu akhirnya bisa mengakhiri masa SMA mereka tanpa saling melukai satu sama lain lagi.

Ada berbagai macam pelajaran yang dapat kita ambil dari rasa cinta. Kai dan Lisa mengajarkan bahwa di dalam rasa cinta ada kesabaran untuk menanti. Pasangan Baekhyun-Dahyun dan Chanyeol-Kyulkyung mengajarkan kita bahwa rasa cinta yang mereka miliki mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Sedangkan Sehun dan Kei harus berlapang dada karena pada kenyataannya cinta juga tak harus selalu saling memiliki.

Kisah Suho dan Irene memang tak mulus, karena cinta yang mereka miliki tak lebih dari sekedar cinta palsu untuk saling memperalat satu sama lain. Xiumin dan Mina memaknai cinta mereka bukan hanya sekedar pertemuan antara dua bibir semata, karena mereka percaya akan ada cinta yang lebih indah lagi jika mereka mampu bersabar sampai tangan Tuhan mempersatukan mereka dalam sebuah ikatan suci.

Kisah cinta Chen dan Somi juga berusaha memperingati kita karena terkadang cinta bisa benar-benar membutakan seseorang, cinta bisa berujung rasa terlalu ingin memiliki, dan cinta yang berlebihan juga bisa membuat orang menjadi gila karenanya.

Dan terakhir, cinta dari pasangan D.O dan Yoojung mengajarkan bahwa sesering apapun cobaan datang menguji, jika mereka saling mencintai, mereka akan tetap menganggap hati pasangannya sebagai rumah, tempat satu-satunya mereka kembali setelah pergi.

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayangi bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi dia tidak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu. – Dee Lestari.

– THE WAR SERIES END –

Watch me on :

WordPressWattpad

5 tanggapan untuk “THE WAR Series – KO KO BOP (3) END – by AYUSHAFIRAA”

  1. ka ayu entah kenapa ye kalo aku ngeliat ff ini pasti keinget strawbery kiss*nangis dipojokan. ditambah lagi karakter dahyun bikn aku gemes melulu. sequel dong ka ayu buat ff yg ini sama strawbery kiss nya^^. btw maaf baru komen ya ka author aku seneng pake bingit tiap kali baca ff nya kk:(( lapiyu dih utk ff nya kk jjang^o^

    1. Wkwk nuansa2 school life gitu mungkin yaa yg ngebuat kamu jadi inget strawberry kiss? 😂 btw makasih yaa masih inget sama ffku yg belum tersentuh lagi satu itu wkwkwk 😂😂😂 hihi sequel? Hmzzz gimana yaa, gak kepikiran sama sekali sih soalnya ini kan cuma ff series 😂 untuk strawberry kiss kan belum selesai, jadi mungkin tunggu aku selesain dulu ya hehe 😂😂 hihi gapapa kok, kamu mau komen aja aku udah seneng^^ waduh hehe makasih banyak yaa, kalo kamu seneng aku juga ikut seneng jadinya^^ lapiyutu hehe unch unch 😍😍😍😚😚😚 btw maapin ya baru bales komennya, notifnya kelelep :”(((

  2. Bahh :”v END? apaini? salah liat gaksih? T.T kok END ka as yaampun plz jangan END T.T

    tapi, endingnya juga pada lucu yahh :”v ciee Dahyun sama Baekhyun bakalan akur nihya xD congrats ya Baek, jangan lupakan author yg udah ngebikin sikap kampret lu menghilang :”v

    btw btw, Irene apa banget sumpah :”v lah sumpah ngakak oe ka as x’D
    cewe yang angkuh, galak, terkaya.. Bisa begitu :’v dan si Suho lah pengen nampol yakk xD wkwkw jahat bangett~

    duhduh, END yaa :”) yah, yaudah ditunggu karya lainnya ya ka as ❤ ❤ luppyuu ❤

    1. Wkwkwk gak salah liat kok shay, emang udah harus end soalnya ini kan cuma series 😂😂😂

      Ya gitulah, ada yg lucu, ada yg miris, ada yg romantis wkwk 😆😆😆 bukan bakal akur lagi, bakal langsung cus jadian kayaknya mereka :v wkwkwk harus sujud syukur tuh si baek XDDD

      Wahahah XDDD Surene couple kan udah pada jahat ke couple lain, jadi di sini aku mau mereka kena imbasnya alias karma dari apa yg udah mereka lakuin ke orang lain hehehe 😂😂😂

      Iya nih, harus end aja yaa 😆😆 siip siip, luppyuuupul babe 😍😍😍😚😚😚 btw maapin baru sempet bales, notifnya kelelep :”(((

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s