[Ficlet Series] #2 Everything’s (not) gonna be Okay by ShanShoo

hhs3

A fanfiction by ShanShoo

Casts EXO’s Sehun, OC’s Eunhee, Kai/Kim Jongin

slight!sad, hurt/comfort, school-life | ficlet series (+900ws) | PG-15

Disclaimer : I just own the plot!

—oOo—

Jangan lupa, sudah tidak ada lagi hubungan di antara aku dan dirinya.

WordPress : ShanShoo || Wattpad : @Ikhsaniaty

—oOo—

Prev series : #1

—oOo—

 

Siang itu, mereka tak saling bercengkrama, seperti biasa.

Sorenya pun, tidak ada satu dari mereka berdua yang memulai konversasi ringan, sebelum berakhir mengajak pulang bersama, seperti biasa.

Malam harinya, salah satu dari mereka juga tak ada yang berniat mengirim pesan obrolan. Tak ada ucapan selamat malam, selamat tidur, atau ucapan-ucapan lain yang setidaknya bisa membuat mereka tertidur nyenyak, seperti biasa.

Semua kegiatan itu memang hal yang sudah biasa. Namun, lain halnya kalau sudah menyangkut situasi sekarang. Tidak ada lagi kata kegiatan seperti biasa yang mereka lakukan.

Tidak setelah kata paling menyakitkan itu meluncur begitu saja dari bibir mereka berdua, tepat di suasana pagi kemarin, di saat sosok lelaki berkulit tan itu pergi meninggalkan mereka berdua untuk pergi ke kelasnya.

Itu artinya, sudah satu hari terlewati tanpa kebiasaan mereka lagi.

———-

Di jam istirahat ini, Eunhee memutuskan untuk pergi ke kantin. Alih-alih mengisi perutnya yang terasa lapar bukan main, ia malah membeli sekaleng soda dan meminumnya cepat-cepat. Entahlah, rasa laparnya seperti menguar begitu saja. Padahal biasanya, ia adalah siswi yang paling cepat mengambil makanan di kantin, hingga kadang-kadang sang bibi kantin dibuat tertawa melihat tingkahnya itu.

Oh, baiklah, jangan lupa, hapus kata kebiasaan itu mulai sekarang. Karena situasinya telah berbeda saat ini, tak tahu sampai kapan. Eunhee harus bisa beradaptasi dengan keadaan baru yang ada. Dan ia yakin, ia akan baik-baik saja selama ia tengah mencobanya.

“Sendirian?” Nada tanya bernada ramah itu menyambangi rungunya. Eunhee mengalihkan tatap dari meja kantin, pada Kai yang kini duduk di sampingnya dan menatapnya hangat.

“Uh…” Eunhee terkekeh canggung, “iya.”

“Lalu, di mana Sehun? Apa dia sedang tidur di kelas?” Kai mengambil camilan keripik kentang yang tersedia di atas meja kantin, membuka kemasannya perlahan sebelum memakan isinya.

Suasana di sekeliling Eunhee mendadak terasa kelabu. Bagai ada awan kelam yang menaungi atas kepalanya, lalu menurunkan hujan badai tanpa jeda. Kendati menjawab, Eunhee memilih menandaskan minumannya, kemudian menyimpan kaleng kosong itu dalam sekali entakan, membuat Kai sedikit terperanjat karenanya.

Gadis itu mengembuskan napas kasar. Maniknya terarah lurus pada dinding kantin yang dipenuhi tulisan-tulisan aneh hasil tangan jahil para siswa. “Iya, dia sedang tidur sangat lelap. Sampai-sampai aku tak bisa membangunkannya satu dua kali,” katanya, enggan, lalu tersenyum sekilas.

Mendengarnya, Kai mengangguk paham. Kemudian, ia menyiku pelan lengan Eunhee. “Mmm… bolehkah aku menemani acara makan siangmu?”

Memutar bola matanya, Eunhee menjawab, “Kalau kau mau.”

Kai terkekeh kecil. “Baiklah kalau begitu,” sahutnya, yang kini merangkul bahu Eunhee tanpa asa, selagi Eunhee menggerutu samar karena perbuatannya. “Mau kupesankan makanan apa?” Dia bertanya sambil menatap mata gadis itu dengan gemas.

“Apa saja.”

Kai mengangguk lagi. Ia melepas rangkulannya, kemudian melangkah ke konter makanan, mengambil porsi makan siang untuknya dan Eunhee.

Sepeninggal Kai, Eunhee mulai termenung. Sesekali ia memejamkan mata seraya mengembus napas lelah. Dan terkadang, ia merasa harus melampiaskan rasa lelahnya itu dengan cara menangis sekencang-kencangnya.

Ya, ia lelah. Sangat lelah karena sampai sekarang, nama Oh Sehun, juga kenangan di antara mereka berdua terus berputar dalam benaknya. Wajar memang, mengingat baru hari kemarin mereka resmi putus. Dan yang jadi masalahnya saat ini adalah, Eunhee belum bisa menjalani segalanya dengan baik tanpa laki-laki itu.

Tidak, sampai maniknya menangkap sosok Oh Sehun yang berjalan ke kantin, dengan seraut wajah berseri-seri yang kentara.

Eunhee tertegun di tempatnya.

Bibirnya hendak berjungkit naik, namun diurungkan kala pandangannya mendapati sosok Han Minji yang turut berjalan di samping laki-laki itu. Merangkul lengannya, seolah Oh Sehun adalah berlian yang harus ia jaga agar tak dicuri orang lain.

Sial!

Eunhee menyesal harus menatap mereka bergantian, karena kini, ia tak bisa mengalihkan pandangannya ke mana pun.

Sial! Sial! Sial!

Dalam hati, Eunhee berdoa, semoga Sehun tak melihatnya di sini. Meski itu sangatlah mustahil, mengingat suasana kantin saat ini cukup lengang. Hanya ada beberapa siswa yang menghabiskan waktu istirahatnya di tempat itu.

Dan… yah, seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya. Sepasang netra kelam milik Oh Sehun mulai tergoyahkan saat ia menangkap sosok Park Eunhee yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Membuatnya menghentikan langkah, memaku pandangan sendu pada mantan kekasihnya itu dalam diam.

“Ada apa…” Minji pun tak meneruskan ucapannya, begitu maniknya bersirobok dengan manik gadis itu. Adalah perasaan kesal yang tercipta kala ia tahu apa penyebab Sehun terdiam seperti ini.

Park Eunhee. Gadis itulah penyebabnya.

“Uh… mau pergi ke kantin lain?” tawar Minji seraya memulas senyum centil pada Sehun.

“….”

“Oh Sehun?”

“….”

Minji mulai jengah. Gadis itu lantas melempar pandangan sinis pada Eunhee yang turut menatapnya sekilas, lalu, “Tadi kau menawariku untuk pergi ke kantin lain, kan?” Pertanyaan itu mengalihkan pandangan Minji dari Eunhee. “Kalau begitu, ayo!” Sehun lantas menarik tangan Minji untuk pergi ke luar kantin itu dengan langkah terburu-buru. Tak acuh pada ringisan kecil yang keluar dari bibir Minji untuknya.

Bukan apa-apa.

Ia hanya tak mau Minji berbuat sesuatu yang tidak-tidak pada…

Pada…

Ugh! Lupakan!

“Secepat itukah?” gumam Eunhee kala netranya tak lagi menangkap kedua manusia itu. Embusan napasnya terdengar panjang. Ah, sepertinya Eunhee baru menyadari jika beberapa detik lamanya tadi ia menahan napas.

Woah, suasananya mulai ramai.” Kai tiba, dengan kedua tangan membawa nampan berukuran sedang yang ia simpan di atas meja. Ia segera duduk di samping gadis itu, menatapnya heran, lalu bertanya, “Hei, kau kenapa?”

Eunhee terperanjat kaget, maniknya bergulir ke samping, hingga akhirnya mereka bertemu pandang, namun ia tak bersuara sedikit pun.

“Eunhee-ya, kau… baik-baik saja?” Kai menatapnya serius seraya menyentuh bahu kanan gadis itu.

Meski ada satu kerjapan lambat, kedua bahu yang merosot perlahan, juga pandangan yang mulai mengabur ternyata ia masih mampu menghadirkan satu senyuman di wajahnya.

Maka, dengan hati yang cukup mantap, Eunhee menjawab, “Ya. Aku… baik-baik saja,”

 

Eng… kau yakin?”

Sebenarnya, aku… tidak baik-baik saja.

 

“Ya, Kai.”

Lalu, tak ada jawaban lagi. Hanya ada senyum penuh kelegaan yang terukir di wajah Kim Kai, setelahnya.

—oOo—

Masih mau lanjut? 😀

11 tanggapan untuk “[Ficlet Series] #2 Everything’s (not) gonna be Okay by ShanShoo”

  1. Duh elah si limbad biasa deh egonya emang, bilang ae kalau lu belum bisa lupain eunhee. Semangaat kak demi tahu bulat agar tidak kempes saat dimakan 😁

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s