Rouler Family [Sequel Last Generation] – Story By Christy Wu

tt

Rouler Family

Cast : Sehun Rouler & Krystal Rouler

Additional Cast : Aimee Rouler

Genre : Romance, Fluft, Family | Rating : G | Length : Vignette

[ Original Story By Christy Wu]

Disclaimer :

semua kejadian yang ada di ff hanya bagian dari imaginasi Christy yang begitu rindu dengan Last Generation alias asli gagal mope on. Keastralan dan tata bahasa yang tidak beraturan harap dimaklumi karena Author juga manusia yang bisa punya salah. *Kok tiba – tiba melow ya?*

Review Last GenerationLast Generation *bagi yang belum baca

o0o

In Sehun Eyes

Semua tak lagi sama sejak Aimee hadir di kehidupanku dan Krystal. Sudah 1 minggu berselang sejak Aimee hadir mengisi kekosongan yang dulu tercipta, menghapus kesedihan yang selalu kami sembunyikan demi menguatkan satu sama lain. Bayi kecilku yang dulu dinyatakan meninggal nyatanya sekarang tengah bergulung dipelukanku mencari kehangatan dari dinginnya udara pagi. Terdengar tak masuk akan tapi nyatanya langit masih memberikan kesempatan untuk kami bersama dan memainkan peranku menjadi orang tua yang baik. Masih aku mengingat kejadian hampir 5 tahun silam saat aku menggendong Aimee yang tak bernyawa. Bayi kecilku yang masih kemerahan, matanya terpejam rapat tanpa sempat melihat dunia. Tak henti ku panjatkan terima kasih pada tuhan yang sudah memberikan hadian terindahnya untukku.

“Daddy.” Gadis kecilku terbangun dengan mata setengah terbuka ia menggeliat, sangat menggemaskan membuatku tak bisa mencegah bibir ini untuk tersenyum.

“Princess Daddy tidur nyenyak?” ku kecupi setiap jengkal dari wajahnya dan ia hanya mengangguk masih terlalu malas untuk keluar dari selimut ternyata. Aku kembali memeluk tubuh kecilnya dan menepuk pantatnya ringan yang nyatanya kembali membuatnya terlelap dengan hidung yang mengarah pada ketiak. Aku sempat heran dengan kebiasaan Krystal dan Aimee yang sangat senang mencari celah antara lenganku.

Aku terkekeh geli sesaat kemudian Krystal masuk membawa segelas susu dan kopi, nampak dari kerutan diwajahnya kalau ia tak suka Aimee masih tidur disaat matahari sudah meninggi. “Hun kau menidurkan Aimee lagi? Ini sudah hampir jam 7 sayang.” Ocehnya sambil meletakkan nampan di nakas lalu membuka gorden dikamar kami, membiarkan matahari pagi mengusik nyenyak tidur putri kecilku.

“Hhhmm.” Aimee mengerang lebih menyembunyikan diri di balik selimut, benar – benar kebiasaanku sekali, saat kecil aku sangat susah dibangunkan. Bahkan Daddy dulu sampai menyiramku dengan air karena tak kunjung bangun untuk mengikuti kelas di kerajaan EXO. Ah aku tak menyangka kalau sifatku yang itu menurun pada Aimee.

Krystal mengecup bibirku singkat sebelum beralih pada bayi koala yang bersembunyi dibalik selimut. “Aimee sayang ayo bangun, bukankah hari ini kita akan melihat adik bayi.”

Ucapan Krystal mengingatkanku kembali mengenai keluarga besar yang belum mengetahui tentang kembalinya Aimee dengan cara yang abnormal. Dimanapun orang pasti tak akan percaya kalau orang yang sudah mati bisa hidup kembali. Namun sejak awal kami memanglah bukan manusia biasa, kekuatan yang mengalir diurat nadi ini menunjukkan perbendaan besar antara kaum kami dan manusia kebanyakan. Seharusnya kami tidaklah berdiam di dimensi manusia ini namun sebuah revolusi kami buat setelah perang besar melawan Navar.

“Adik bayi? Berarti Aimee juga akan bertemu dengan Grandpa dan Grandma?” tanyanya yang berubah antusias kemudian. Krystal mengangguk sambil membenahi rambut Aimee yang seperti sarang burung. Aku sendiri memilih menikmati interaksi mereka sambil meminum kopi yang Krystal bawakan.

“ Ya, kita nanti akan bertemu dengan banyak orang jadi Aimee harus mandi supaya kita tidak terlambat.” Bujuk Krystal yang langsung Aimee iyakan. Tanpa menoleh lagi padaku mereka berlalu kekamar mandi, meninggalkanku sendiri dengan secangkir kopi yang asapnya masih mengepul. Aku hampir memejamkan mataku lagi sebelum suara Krystal dari kamar mandi membuatku bangkit.

“Hun kau juga harus mandi kalau tidak nanti malam tidak usah tidur denganku.” Dan jujur saja itu adalah ancaman terseram dari pada kabar perusahaan yang bangkrut.

o0o

In Author Eyes

Setelah melewati proses mandi dan sarapan bersama keluarga kecil Sehun sudah siap berangkat kerumah Kai. Ia dan Krystal kompak memakai kemeja putih dan celana jeans biru, sedangkan Aimee memakai dress putih selutut dengan motif bunga, rambut cokelat panjangnya sengaja Krystal gerai dan dihias dengan jepit rambut motif mawar.

“Let’s go!” teriak Aimee semangat saat mobil melaju melewati pekarangan rumah yang dihiasi bunga mawar merah dan biru simbol dari kerajaan Gremory dan Rouler. Obsidian ruby itu mengerjap lucu sambil bibirnya berceloteh mengenai banyak hal selama perjalanan, yang paling membuat Sehun melongo adalah komentar Aimee mengenai jembatan yang baru saja diresmikan bulan lalu akan roboh beberapa bulan lagi. Parahnya Aimee bisa menyebutkan hari, jam, menit dan detik saat peristiwa itu berlangsung. Menjadikan Sehun dan Krystal saling bertatapan dan terkekeh kemudian. Tak habis fikir apa saja yang anaknya lakukan saat di langit.

Suasana ruang tamu sangat sepi saat keluarga kecil itu sampai di kediaman Kai. Sehun mendudukan Aimee di sofa berwarna gading saat tak menemukan satu makhluk hidup yang berkeliaran di lantai satu.

“Sepertinya mereka semua ada dikamar Hanna.” Ujar Sehun melirik ke atas siapa tahu ada maid yang lewat. Tidak seperti biasanya rumah Kai begitu sangat sepi. “Aku akan memeriksa ke atas.”

“Mungkin, aku akan kedapur mengambil air putih. Aimee terlalu banyak makan snack, dia bisa batuk kalau tidak cukup minum.” Sehun mengangguk saat Krystal berlalu.

“Aimee tunggu disini sebentar ya, Daddy akan mencari Uncel Kai dulu.” Pamit sehun pada putri kecilnya. Si gadis kecil hanya mengangguk sambil memainkan rubik yang ia temukan di sofa.

Beberapa saat setelah Sehun pergi tampai Kai yang sepertinya baru pulang dari minimarket. Beberapa kantung belanjaan tampak ia bawa. Wajahnya tampak lelah, kumis tipis terlihat jelas diwajahnya yang sudah berapa hari tidak bercukur. Kai tidak ingat kalau Hanna punya boneka seukuran anak usia 5 tahun, tapi Kai tidak peduli, lantas ia langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa dan memeluk sesuatu yang ia anggap boneka itu sepeti guling.

“Huuaaaa.” Teriak keras Aimee yang kaget tiba – tiba tubuhnya di jadikan guling. Mata Kai yang terpejam langsung terbuka dan berteleportasi mendadak ke sofa seberangnya dengan ekspresi horor. Sehun langsung berlari dari lantai atas bersamaan dengan Krystal yang keluar dari dapur membawa teko air putih dan gelas.

Pemandangan yang mereka lihat pertama kali adalah wajah syock Kai dan Aimee yang menangis, dari tubuhnya keluar asap berwarna pink yang lama kelamaan semakin menyebar keseluruh ruangan. Dengan sigap Krystal segera menggendong Aimee dan menghentikan tangisnya sebelum semua orang tertidur terkena kabut yang keluar dari anaknya karena kekuatan Aimee adalah Lucid Dream yang bisa memanipulasi mimpi dan membuat orang tertidur selama yang ia mau.

“Makhluk a – apa itu?” Kai melompat kesamping Sehun yang segera mendapat jitakan tepat di kepala. Kai mendelik, “Kenapa kau memukulku?”

“Dia anakku bodoh.” Sehun mendelik saat mendengar Kai menyebut anaknya seperti sesuatu yang asing.

“Oh.” Kai mengusap kepalanya yang nyeri karena pukulan Sehun, jika manusia normal mungkin sudah retak terkena pukulannya. “Ku kira dia boneka.” Kai berkata santai tak menanggapi Sehun yang berdecak kesal dan meninggalkannya. Meraih Aimee dari gendongan Krystal.

“APA!” teriakan Kai sukses membuat Aimee mengeratkan pelukannya ke leher Sehun. Entah kaget atau takut mendengar teriakan Kai. Krystal dengan tidak berperasaan melempar high hielsnya yang tepat mengenai kepala Kai lagi.

“Blacky jangan berteriak, kau membuat Aimee takut.” Krystal berkacak pinggang.

Tak memperdulikan Krystal, Kai mendekati Aimee yang menyembunyikan wajahnya di leher Sehun. Bersamaan dengan keluarga besar Ozera, Gremory, Vandersmith dan Rouler yang masuk dari pintu barat. Sepertinya mereka baru saja dari kebun bunga.

“Astaga kenapa kalian berisik sekali.” Celoteh Jesica saat masuk. Semua orang langsung memusatkan perhatian pada Kai dan gadis kecil yang sedari tadi menyembunyikan wajahnya. Kabut berwarna pink tipis masih keluar sedikit pertanda kalau si gadis berobsidian merah itu masih takut.

“Sudah tidak apa, ada Daddy disini.” Sehun terus mengelus punggung malaikat kecilnya sambil mencium puncuk kepala anaknya sayang. Gadis kecilnya sudah tak menangis namun pegangan pada lehernya masih erat.

“Aunti Jessy, ini!” Kai menunjuk Aimee dengan heboh tanpa melanjutkan perkataannya, menimbulkan kebingungan semua orang. Mereka tidak pandai bahasa isyarat macam yang digunakan Kai.

“Oh my god!” hanya suara Luhan yang menggema setelahnya, laki – laki yang wajahnya awet muda itu baru saja membaca fikiran Krystal dan faham dengan situasi saat ini. wajahnya masih melongo membuat Sera yang menggendong Luna disebelahnya juga ikut bingung dengan kelakuan suaminya yang bertambah umur malah makin absurd.

Lelaki yang sebenarnya sudah bisa dibilang kakeh – kakek itu mengambil rubik yang tergeletak dekat kursi setelahnya mendekati Aimee. “Aimee sayang kenapa sembunyi, ayo main sama kakek. Bukankah Aimee suka memainkan ini tadi,” ujar Luhan lembut.

Pegangan Aimee dari leher Sehun melonggar, perlahan – lahan wajahnya terangkat dan obsidian Rubynya bertatapan dengan obsidian bening milik Luhan. Dengan sigap Luhan segera menggondongnya saat tangan mungil Aimee mengambil rubik dari tangannya. Dengan senyum kemenangan ia menggendong gadis kecil itu kedalam kerumunan keluarga besar EXO.

“Ayo ucapkan selamat datang pada Aimee, cucu pertama dari EXO.” Ujarnya santai yang membuat semua orang memekik kaget dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat, namun melihat pahatan yang begitu sempurna nyaris tanpa celah itu sudah lebih dari cukup untuk menegaskan genetik dari Krystal dan Sehun yang terbagi dengan baik dan lagi keunikan pada obsidiannya hanya bisa dimiliki keturunan keluarga Gremory saja. Sepertinya Kevin harus mencari naga kecil lagi untuk peliharaan cucunya.

“Krystal jelaskan, apakah ini ulah Gabriel?” tanya Jesica pada anaknya yang dibalas dengan anggukan. Kemudian suasana berubah menjadi haru saat semua orang menciumi pipi gadis kecil berpipi bulat.

Sehun membawa Krystal dalam dekapannya, mencium kening istrinya lama menyalurkan perasaan bahagia yang tak bisa ia jabarkan dengan kata – kata. Kebahagiaanya sudah lengkap. Lalu tiba – tiba tatapannya berubah tajam dan sangat terlihat kalau ia sedang cemburu. “Memangnya siapa sih Gabriel? Kenapa kalian sering sekali membahasnya.” – Sehun.

Krystal hanya menggeleng maklum jika suaminya sudah cemburu seperti ini. “Dia adalah teman, sahabat, pemimpin dan kakak untukku. Ia hanya bisa terlihat olehmu jika ia yang menghendaki. Karena keberadaannya tidak dibenarkan ada dan diketahui oleh mereka yang hidup.” Sehun masih bingung namun ia juga tahu bahwa ia harus berpuas dengan jawaban yang diberikan Krystal.

Aimee mendekat pada Hanna yang menggendong bayi kecil laki – laki, “Hai Peter kita bertemu lagi.” Ujar Aimee yang membuat semua orang bingung kecuali Jesica dan Krystal yang tahu keadaan dunia langit tempat semua arwah berkumpul sebelum lahir seperti apa. Mungkin Aimee sempat bertemu dengan Peter saat dilangit sana.

Tiba – tiba senyum Aimee pudar, obsidiannya menatap langit, tatapannya beku dan ada ketakutan disana. Kepala Luhan rasanya mau pecah saat mencoba mencari tahu hilangnya tawa riang Aimee. Gendongannya melonggar, membuat Aimee lerosot dan berjalan menyentuh jendela kaca yang memberikan pemandangan taman bunga yang terbentang bak pelangi.

Gadis kecil itu berbalik, berjalan cepat menuju Krsytal. “Mom kumohon berangkatlah kerumah sakit sekarang.” tangan mungilnya menggengam jemari krystal dengan gemetar. “Ada seseorang yang membutuhkan bantuanmu. Sekarang!. ku mohon sebelum terlambat.” Mohonnya yang tak bisa membuat Krystal bertanya lebih lanjut. Ia menyambar kunci mobil dan melaju kerumah sakit begitu saja.

Gadis kecil itu kembali menatap langit sambil mengatukan kedua tangannya didepan dada. Berdoa. “Untukmu yang maha mengetahui dan pemberi kehidupan. Aku meminta kebesaran hatimu sebagai penguasa semua makhluk.” Dari sana semua orang faham kalau keturunan mereka tidak ada yang benar – benar menjadi manusia normal pada umumnya. Karena mereka adalah generasi penerus yang istimewa.

FIN

Anyeoonggg

Selamat natal dan tahun baru semua. Happy Long Weekend.

Sampai jumpa di cerita lainnya.

Salam Sayang Christy Wu

XOXO

8 tanggapan untuk “Rouler Family [Sequel Last Generation] – Story By Christy Wu”

  1. Waaa finally isa baca lanjutanya dr gift .. gatau kenapa suka deh sma tulisanya kak christy. Udah kangen berat sma tulisan nya kakak apalagi ma keluarga kecil sehun, krystal, sma aimee. Masih penasaran sma lanjutanya kak.. please sequel lagiiii❤❤❤❤❤

  2. Yeaayy Last generation ada sequelnya juga.. Jujur aja aku belum puas sama sequelnya apalagi ff buatan kak Christy kan keren” sayang kalo pendek… Sequelnya lagi dong kak…

  3. Wah ku baru sadar kalau ada sequelnya, jadi kangen ae padahal belum seminggu. Semoga nanti rilis percikan percikan (tssaaah bahas gua apaan ya-_-) keluarga rouler ffnya. Semangaaaat ya kak!! 😁

  4. wahhh bagus sequel nyaa,,aku kngen bgt ama cerita ini,,aku udah g’ tau mau ngomong apa” ,,ahh tp ad 1 kekurangannya thor kurang panjang hehehehehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s