ELEVEN ELEVEN – 01 – by AYUSHAFIRAA

PicsArt_10-24-11.37.31

AYUSHAFIRAA Proudly Presents

.

`ELEVEN ELEVEN`

.

Sequel of

.

`BATHROOM`

.

| starring Byun Baekhyun, You as Byun Yena, Oh Sehun, Bae Irene |

| supported by Park Chanyeol, Park Seul as Yoon Bitna |

| au, complicated, drama, fantasy, romance |

| pg-17 | | chaptered (under 2k words for every chapter) |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


BATHROOM : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | [Protected] Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Final Chapter (1) | Final Chapter (2)

ELEVEN ELEVEN : Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Teaser 4 | [NOW] 01


© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

[ 01 ― Harapan ]

.

.

.

[Seoul, Tahun 2035]

Dalam satu ruangan yang terang benderang, seorang gadis tampak lincah meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama musik. Paras cantiknya terlihat berseri-seri menatap bayangan dirinya sendiri di cermin yang menutupi sebagian dinding ruangan tersebut. Meski tak ada seorangpun yang melihatnya berlatih, ia tetap tak ingin menyia-nyiakan waktunya dan terus berlatih demi debut perdananya yang tinggal menghitung hari.

Nama gadis cantik berambut hitam panjang terurai itu Byun Yena. Usianya baru akan menginjak 19 tahun di bulan desember tahun ini. Sewindu sudah gadis itu menghabiskan waktunya untuk menjadi seorang trainee di sebuah agensi ternama bersama sahabatnya yang sudah lebih dulu debut sebagai seorang aktor.

Bukan karena tak berbakat ia tak disegerakan debut oleh agensinya. Suara bak malaikat yang ia miliki sebenarnya sudah sangat cukup untuk memulai debut sebagai penyanyi solo maupun grup tanpa perlu harus menunggu selama itu. Latar belakang keluarga Yena-lah yang membuat pihak agensi harus berpikir beribu-ribu kali sebelum membuat keputusan atas dirinya.

Ayah Yena merupakan seorang narapidana kasus pembunuhan berencana yang sudah di eksekusi mati 14 tahun yang lalu, sedangkan ibunya tak lain adalah korban penculikan serta pemerkosaan yang dilakukan sang ayah hingga Yena akhirnya bisa terlahir ke dunia ini. Kasus itu sangat menyedot perhatian warga Korea Selatan dan bahkan membekas dalam ingatan mereka sampai saat ini.

Kembali mendapat kesempatan setelah gagal debut untuk yang ke-4 kalinya setidaknya telah membuat Yena percaya bahwa penantiannya selama ini tidak akan pernah menjadi sia-sia.

BRAK!

“Chanyeol-ah…” Yena terkejut bukan main saat aktor tampan bermarga Park yang tak lain merupakan sahabatnya sejak kecil itu tiba-tiba saja masuk ke ruang latihannya dengan nafas terengah-engah seperti habis berlari dari kejaran hantu.

“Yena-ya, poster-postermu…” lelaki tinggi itu berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ada rasa sesak yang ikut menumpuk di dada Chanyeol setelah netranya melihat sendiri bagaimana pihak manajemen mereka mengganti poster debut Yena dengan poster orang lain.

“Mereka hanya akan mendebutkan Bitna.”

Yena tersenyum pahit, peluh hasil kerja kerasnya berlatih hari ini bercucuran membasahi wajah serta kaos putih tipis tanpa lengan yang dikenakannya. Gadis itu melangkah mendekat ke arah pengeras suara di sudut ruangan dan menghentikan putaran lagu debutnya dengan menyentuh ikon berhenti di layar virtual yang berasal dari fitur canggih pengeras suara tersebut.

“Kau baik-baik saja?” tanya Chanyeol, mencemaskan perasaan Yena saat ini. Yena sudah terlalu sering tersenyum palsu menghadapi kabar tak mengenakkan ini, setidaknya, Chanyeol ingin melihat gadis itu menangis sekali saja untuk melepas semua beban di hatinya.

“Chanyeol-ah, bisa kau temani aku ke kafe?”

“Tentu.”

Sensor pada lampu di ruangan itu bisa mendeteksi ada tidaknya orang di dalam ruangan, sehingga saat Yena dan Chanyeol pergi, mereka tak perlu lagi repot-repot menekan saklar karena lampu akan mati secara otomatis.

‘Bitna’s Special Debut Song, A Plus!’

Langkah Yena terhenti di depan salah satu poster debut Bitna yang terpasang di sepanjang lorong menuju ruang utama gedung agensinya. Bagi Yena, Bitna adalah teman seperjuangannya yang sangat baik. Cantik, pintar, dan bersuara indah telah menjadi nilai tambah yang mutlak untuk mantan kekasih Chanyeol itu. Rasanya jahat sekali Yena jika harus membenci Bitna hanya karena merebut kesempatan debutnya.

“Kalau kau memang ingin menangis, menangislah, Yena-ya.” ujar Chanyeol, mengusap punggung gadis itu untuk memberinya ketenangan lebih.

Yena lagi-lagi tersenyum, “Kau ini kenapa sih? aku tidak apa-apa kok.”

“Oh iya, kau sudah memberinya ucapan selamat?” tanya Yena kemudian.

“Belum.” Kaki jenjang Yoon Bitna melangkah mendekati kedua insan yang tengah berdiri menatap poster dirinya. Suara dari sepatu hak tinggi gadis itu seketika mengisi keheningan yang tercipta di antara mereka.

“Chanyeol-ah! Yena-ya! Kalian sungguh tidak ingin mengucapkan apapun padaku?”

“Selamat atas debutmu, Bitna-ya.” ucap Yena, tulus. Sementara itu, Chanyeol hanya diam seolah tak rela menghadapi kenyataan kalau mantan kekasihnya-lah yang akan debut menggantikan sang sahabat yang telah menunggu momen seperti ini selama 8 tahun.

Yena menyiku lengan Chanyeol, memberi kode agar lelaki itu tak diam saja di depan Bitna yang masih menunggu ucapan selamat darinya.

“Kau bilang kau mau ku antar ke kafe? Cepat sana mandi!” usir Chanyeol sembari mendorong-dorong paksa tubuh Yena. Yena yang mengerti kalau Chanyeol sedang membutuhkan waktu berdua saja dengan sang mantan tercinta lantas melangkah pergi meninggalkan pasangan itu sesuai perintah.

“Apa mereka akan kembali berkencan ya?” Yena bertanya-tanya sendiri saking gemasnya melihat pasangan Chanyeol-Bitna. Kalau saja Chanyeol tidak debut 4 tahun lalu, mungkin kisah keduanya tidak akan pernah berhenti di tengah jalan.

Gemericik air hangat yang keluar dari shower perlahan-lahan mulai membasahi tubuh polos Yena. Air yang mengenai wajah cantiknya itu juga ternyata berhasil menyamarkan kristal bening yang diam-diam lolos dari pelupuk matanya. Ia pikir, menunggu selama sewindu sudahlah cukup untuk memperlihatkan kegigihannya pada pihak agensi demi mewujudkan cita-cita sebagai penyanyi. Tapi mungkin, sampai kapanpun, ia takkan pernah diperbolehkan memiliki kesempatan itu.

Yena sama sekali tidak membenci ayahnya. Yena hanya benci… keegoisan ayahnya yang tanpa berpikir panjang melakukan banyak kejahatan dan merugikan orang lain, termasuk merugikan Yena sebagai anaknya sendiri. Yena tahu ayahnya sangat menyayanginya, tapi sekali lagi, kenapa sang ayah harus membuatnya memiliki status sebagai ‘anak pembunuh’?

“AAARGH!” teriak gadis itu, menangis frustasi. Bahkan belum sempat ia memulai, masa depannya sudah hancur lebih dulu karena masa lalu.

♥♥♥

“Bagaimana hubunganmu dengan Bitna?”

Chanyeol tersedak ludahnya sendiri. Reaksi yang cukup berlebihan sebenarnya, mengingat Yena hanya bertanya dengan nada santai. Di siang hari nan cerah ini, mereka tengah berjalan keluar gedung agensi untuk menikmati secangkir kopi di kafe langganan mereka yang jaraknya bisa mereka tempuh hanya dengan berjalan kaki.

“Kenapa kau senang sekali membahas hal itu sih? seperti tidak ada bahasan lain saja.” ketus Chanyeol sembari memperbaiki posisi topi hitamnya agar sedikit menutupi wajah. Aktor tampan seperti dirinya tentu tidak bisa bebas berkeliaran begitu saja karena akan selalu ada mata para penggemar yang memperhatikan setiap gerak-geriknya sepanjang waktu.

“Loh? Kau kan yang paling tahu kalau aku adalah pendukung Chanyeol-Bitna garis keras!” ujar Yena bertingkah sok imut.

Di tengah perjalanan mereka menuju kafe, Yena melihat seorang anak perempuan berusia 5 tahunan sedang menangis seorang diri di depan sebuah butik. Yena bisa saja bersikap tak peduli dan mengabaikan anak perempuan itu, namun ternyata nuraninya tak bisa dibohongi.

“Hai, gadis kecil! Kenapa kau menangis? Mana orang tuamu, hm?” tanya Yena penuh kelembutan. Yena memposisikan dirinya dalam posisi jongkok untuk menyamaratakan tinggi badannya dengan tinggi badan gadis kecil di depannya.

Belum sempat gadis kecil itu menjawab pertanyaan lembut Yena, seorang ibu tiba-tiba saja keluar dari butik dan menarik sang anak agar tak dekat-dekat dengan Yena. Ibu itu seperti takut Yena akan berbuat macam-macam pada putri kecilnya.

“Yena-ya, kau tidak apa-apa?”

Reaksi ibu-ibu tadi seolah kembali menyadarkan Yena bahwa anak seorang pembunuh seperti dirinya tak pantas berbuat baik. Pandangan buruk orang-orang tentangnya tidak akan mudah berubah meski ia melakukan seribu kebaikan sekalipun.

“Aku tidak apa-apa, Chanyeol-ah.”

Seandainya saja Yena bisa memilih kembali ke masa lalu dan mengubah takdir, Yena ingin sekali kembali. Yena ingin mengatur ulang kehidupannya agar tak semenyedihkan sekarang. Ya, seandainya saja.

Nuna, maukah Nuna membeli jam tanganku?” seorang anak lelaki bule berpakaian rapi tiba-tiba saja mendatangi Yena dan Chanyeol, menawarkan sebuah jam tangan stainless keluaran jaman dulu berwarna silver yang cocok dikenakan pria maupun wanita.

“Tidak, terimakasih.” Tolak Yena.

Saat Yena hendak pergi, anak lelaki itu menahan pergelangan tangan kirinya.

“11:11.” Gumam anak itu.

“Apa?”

“Kalau Nuna tidak mau membelinya, tidak apa-apa. Terimalah jam tangan ini sebagai kado dariku untuk Nuna.”

Yena memandang ke arah Chanyeol, meminta pendapat lelaki itu.

“Terima saja, Yena-ya. Mungkin anak ini adalah calon penggemarmu.”

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Yena menerima pemberian bocah 10 tahunan itu. Jam tangan itu ternyata juga sangat pas di pergelangan tangan kiri Yena tanpa perlu diukur terlebih dahulu.

“Indah sekali. Terimaka-” gadis itu terdiam tak melanjutkan ucapannya setelah kedua netranya tak mampu menangkap keberadaan anak lelaki yang beberapa detik lalu jelas-jelas masih berdiri di hadapannya.

“Kau tahu ke mana anak lelaki itu pergi?”

“Huh?” Chanyeol cepat-cepat memasukan ponselnya ke saku celana. “Maaf tadi aku tak begitu memperhatikan anak itu, aku sedang berbalas pesan.”

Aneh. Ada yang janggal di sini, pikir Yena.

Lihat, itukan Byun Yena. Bukankah dia lebih baik mati saja? Ayahnya sudah membunuh banyak orang, dan dia masih saja hidup? Tidak tahu malu sekali.” Kedatangan Yena di kafe ternyata langsung disambut oleh ucapan-ucapan pelan para gadis seusianya yang saling berbisik seru sambil menatap benci ke arahnya.

“Biar aku saja yang mengantri, kau tunggu di sini.” Ucap Chanyeol yang kemudian masuk ke antrian dengan mengenakan masker hitam yang baru lelaki itu ambil dari saku celananya.

Yena menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan tetes airmata yang terus mendesak ingin keluar dari pelupuknya. Mungkin ucapan orang-orang itu ada benarnya juga. Mungkin, semua akan lebih baik jika ia mati.

Tanpa sepengetahuan Chanyeol, Yena melangkah pergi keluar kafe, mencoba melarikan diri dari takdir yang tak pernah berpihak padanya. Gadis itu tak lagi bisa menahan tumpahan airmatanya. Rasa benci, sesak, dan muak akan keadaan seolah bercampur menjadi satu, berkecamuk dalam hati juga pikirannya hingga tak sanggup berpikiran jernih.

Appa, Eomma… Yena merindukan kalian. Yena ingin sekali bertemu dan menceritakan kisah hidup Yena pada kalian. Yena ingin Appa dan Eomma tahu, Yena tidak bisa melewati ini semua sendirian. Sungguh…

Di persimpangan jalan, Yena berhenti melangkah. Lampu penyeberangan masih menunjukkan warna yang mempersilakan kendaraan untuk terus melaju. Tapi apa peduli Yena? Toh, orang-orang hanya menginginkan kematiannya.

“YENA-YA!”

Tanpa mempedulikan panggilan berupa teriakan dari seorang Park Chanyeol, Yena nekat melangkah cepat ke tengah jalan di tengah ramainya lalu lintas.

CIIITTT BRAK!

Sebuah mobil yang melaju kencang dari arah kiri akhirnya menghantam tubuh gadis putus asa itu hingga tergeletak tak berdaya di jalanan beraspal dengan luka parah di kepalanya.

Mata Yena masih terbuka. Tatapan sayunya mengarah pada arloji silver yang masih setia melekat di pergelangan tangan kirinya.

.

.

11:09 AM

.

.

“YENA! YENA, SADARLAH!” manik sayu Yena menangkap raut penuh kekhawatiran dari wajah Chanyeol yang saat ini tengah memangku kepalanya yang berlumuran darah.

.

.

11:10 AM

.

.

“Chanyeol-ah…” lirih Yena di tengah perjuangan kerasnya mempertahankan kesadaran. Namun kemudian kedua matanya perlahan menutup, hanya indera pendengarannya saja yang mampu menangkap suara orang-orang di sekitarnya.

.

.

11:11 AM

.

.

“-Kau bisa dengar aku?! Nona?! Nona?!”

Yena perlahan tapi pasti kembali membuka kedua matanya. Namun ternyata, orang yang pertama kali dilihatnya setelah matanya terpejam tadi kini bukanlah Chanyeol lagi.

Ahjussi?” lirihnya berurai airmata. Wajah lelaki hangat yang saat ini berada di depannya jelas tak asing lagi.

Paman berkaki panjang yang baik hati, Yena tidak pernah melupakannya meski 14 tahun telah terlewati.

Watch my action also on wattpad.

24 tanggapan untuk “ELEVEN ELEVEN – 01 – by AYUSHAFIRAA”

  1. Yena kok tegar bgt sih bisa ngelewatin semuanya sampai dewasa walaupun akhirnya memilih mengakhiri hidup tapi balik ke masa lalu.ku harap dengan kembalinya yena ke masa lalu bisa memperbaiki kesalahan Baekhyun di masa lalu. 😭

  2. Wah keren keren Thor. Ini ceritanya kayak si yena melompati waktu gitu ya Thor karena jam ajaib yg dia punya. Wah, bagus tu berarti dia gadis dari masa depan yg balik k masa lalu, it’s cool Thor. 😁

  3. Good good. Ska sma cerita yg brhubungan dngan dimensi waktu kek gini. Btw, khidupn yena kasian btul. Seandainya dy bsa ngubh smuanya dri awal tpi yaa….
    Ditunggu next chptr ny thor 😁😁
    Fighting yaa!!!! ✊✊✊💪💪💪

  4. Good good. Ska sma cerita yg brhubungan dngan dimensi waktu kek gini. Btw, khidupn yena kasian btul. Seandainya dy bsa ngubh smuanya dri awal tpi yaa….
    Ditunggu next chptr ny thor 😁😁
    Fighting yaa!!!! ✊✊✊💪💪💪

    1. Hihi terima kasih^^ syukurlah kalau kamu juga suka, kita klop berarti wkwkwk 😆😆😆 iya, Yena emang kasian :”) dia butuh sosok orang tuanya, soalnya cuma orang tuanya doang yg sayang sama dia :”) semoga aja Yena berhasil ngubah masa depannya jadi lebih baik :”””) siip siip, coming soon yaa😍😍😍 makasih unch unch unch 😙😙😙

  5. Jangan2 ajusshi berkaki panjang itu Sehun????
    Woahhh sungguh tragis kisah hidup seorang Byun Yena…
    Seru bangettt thorrr d tunggu chapter selanjutnya 😁

    1. Iyappp betul sekali hehe :”)
      Ini baru awal, kisah hidup Yena kalo diceritain semua parah banget sih :”( nanti satu persatu juga diceritain kok :”(
      Amiin, alhamdulillah terima kasih kalo menurut kamu cerita ini seru hehe^^ siip siip, ditunggu aja yaa, insyaallah update setiap minggu kalo gak bentrokan sama jadwal event exoffi 😍😍😍

  6. Jam ny bkin yena blik lagi k masa lalu pas ktmu sehun..apa artiny yena blik jd anak kecil lagi n pas baek msh idup???
    Sianny dia..tragis btul cba jalan idupnya..pdahal cabe jg ga salah2 amat…hiks hiks…smcam ga rela cabe jd cast yg jahat

    1. Iyap betul, jam itu yg bikin Yena balik ke masa lalu :”) tapi ahjussi yg Yena panggil manggil Yena ‘Nona’ berarti… ya begitulah bisa dipikirkan sendiri 😂
      Huum, udah yatim piatu, mau debut gak jadi2, dihina terus lagi hiksss :”) baekhyun di sini gak akan jahat2 lagi kok tenang aja :”)))

  7. uh.. kasian yena ya..
    pdhl berbakt tpi krn msa laluny, jdi sengsara kyk gitu..
    sedih bgt liatny.
    chanyeol punya rasa gk ya ma yena.
    ahjussi itu pasti sehun kn.
    Bgus kk ..
    sekian lma sudh menunggu
    Ditunggu next chapteerny..

    1. Iya kasian banget emang yena tuh :”) ditekan sana sini, dihujat sana sini :””” agensi sama orang lain itu pada gak bisa move on kali yak wkwk :”(
      Hmmm Chanyeol cuma selingan kok di sini, jadi gak akan terlalu dijelasin Chanyeol punya rasa atau nggak tapi yaa liat gelagatnya aja uhuks :”)))
      Iyappp, yg udah baca bathroom pasti tahu ahjussi itu siapa wkwk 😂
      Amiin ya allah, terima kasih^^ akhirnya yaa wkwk siip siip ditunggu aja coming soon kok 😉😉😉

  8. Yena yaampun miris bngt.. Stiap mau debut, gajadi terus :”v nunggu sampe kapan? Udah keburu tua dah, gak debut” T.T
    Chanyeol.Bitna ada masalalu nh kayanya xD yuhuu

    11:11 ❤ kaya judul lagu **** yang liriknya sad :'v
    tpi, ini lbh sad 11:11 nya malah end, udah gitu tbc pula :")

    ditunggu nextnya ka as ❤ ❤

    1. Iyakhannnn miriskhannnn :”) iya tuh gak taulah agensinya parah banget gak bisa liat potensi orang, liatnya masa lalu melulu padahal mah kan masa lalu biarlah masa lalu jangan kau ungkit jangan tinggalkan aku~~~🎤😆🎵🎶🎼 /plak😂😂😂/ chanyeol-bitna mantanan chuy pasti banyak masa lalunya uhuks :”v

      Wkwk iya emang lagu taeyeon, setiap bikin ff ini selalu ditemani lagu itu 😂 lagu itu yg memberi inspirasi tersendiri 😆😆😆

      Siip siip, ditunggu aja yaa~~♡ coming soon kok 😘😘😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s