[Ficlet Mix] Some Type of Love #2 – honeybutter26

 

Some Type of Love

Presented by honeybutter26

Chanyeol x Dasom (OC)

Ficlet mix

Songfic from Charlie Puth’s Songs

PG-19 FOR THIS CHAPTER

Prev [#1]

 

3. One Call Away

“When you feel like hope is gone, justrun into my arms.”

 

Chanyeol pikir mungkin Tuhan telah lupa pada makhluknya yang bandel dan sukar diberi nasihat seperti dirinya. Tuhan tak mau mengabulkan seribu doanya selama tiga minggu ini karena Chanyeol hanya datang di saat dia butuh, dan sialnya dia juga datang pada gereja yang salah. Bahkan Santa Clause tidak membawa Dasom ke pintu apartemennya saat lonceng Natal berdentang.

Tapi kini, Tuhan siapapun itu, atau Santa Clause telah melakukan kesalahan pada daftarnya, Chanyeol bersyukur dengan amat sangat dan berjanji akan sering ke gereja setelah ini. Gereja yang benar tentunya. Dasom mengetuk pintu apartemennya. Chanyeol senang bukan main, doanya yang ia sematkan pada setiap bintang yang ada di sudut malam akhirnya bisa terkabulkan.

 

“Dasom? Hei, what are you doin’ here?” Semoga nadanya tidak terdengar terlalu girang, karena doanya benar-benar terkabul. Dasom mengetuk pintu apartemennya dengan wajah basah penuh air mata. Itu artinya kata putus telah berkumandang antara Dasom dan Ethan.

 

Yeah.

 

Namun Chanyeol tersadar, ini awal Januari dan di luar salju tengah turun dengan lebatnya sampai jalanan berubah bak tumpukan kapas. Astaga, bagaimana kalau wajah Dasomnya yang cantik berubah jadi beku? Atau mungkin hatinya?

 

Hei, what happen? Are you okay? Oh, please stop crying, sweetheart.” Cepat-cepat Chanyeol bawa Dasom masuk ke dalam, memberinya selimut dan berlari ke dapur, membuatkan satu gelas coklat hangat untuk kembali memaniskan suasana hati sang pujaan.

 

Mereka terjebak keheningan selama beberapa puluh menit. Sesekali isakan masih terdengar dari Dasom dan Chanyeol merasakan tusukan belati menembus jantungnya kala itu terjadi. Ada seribu tanya yang bergelantung di ujung lidah, siap untuk diutarakan tapi entah kenapa Chanyeol lebih memilih untuk menutup bibirnya. Apa yang paling ia inginkan saat ini adalah membawa Dasom pada pelukan. Mengentaskan rindu yang selama tiga minggu ini membelenggunya dalam gelap dan nestapa.

 

“Kami putus. Dia ternyata pria brengsek yang mengencani seorang wanita dan temannya sekaligus.”

 

Oh, gadisnya bersuara. Namun suaranya penuh luka. Membuat Chanyeol tak perlu berpikir lebih lama lagi untuk membawa Dasom pada dekapannya dan secara tersirat meminta kepada Dasom untuk membagi lebih banyak lagi luka yang wanita itu rasakan kepadanya. Chanyeol mempunyai hati yang besar dan bahu yang kokoh untuk menahan semua itu. Karena sejatinya luka yang dirasakan Dasom adalah kematian untuknya.

 

“Well, begitulah pria. Jika tidak peka seperti aku maka dia brengsek seperti Ethan.” Dasom mengangkat kepalanya dari dada Chanyeol. Wajahnya cemberut, membuat kening Chanyeol jadi berkerut. Namun tiga detik setelahnya tawa Dasom berderai. Ada seribu bunga jatuh di atas kepala Chanyeol, Dasom like a blossom when she’s laugh. Efek Dasom pada Chanyeol memang luar biasa.

 

“Ya, kau manusia paling tidak peka dan ceroboh di dunia. Dan rasanya aku sial sekali karena memiliki hubungan dengan dua jenis pria yang seperti itu,” ujar Dasom lantas kembali menyamankan dirinya dalam dekapan Chanyeol.

 

“Pelukanmu masih hangat, Park. Terimakasih sudah mau mendengarkanku.”

 

Anytime, Kim. I’d promised to you, i will always by your side whenever you need me, right? Jadi aku pun ingin berterimakasih, karena telah membantuku memenuhi janjiku. Setelah apa yang terjadi di antara kita.”

 

4. Marvin Gaye

It’s so subtle, I’m in trouble. But I’d love to be in trouble with you. Until the dawn, let’s marvin gaye and get in on.”

 

Mata mereka saling bersirobok. Seribu pesan yang tak pernah sanggup terucap oleh lidah berkumpul di balik cahaya netra. Ada cinta, kecewa, sedih, senang, gairah namun rindu adalah yang paling mendominasi. Dasom tak memunafikan diri bahwa ia masih berharap mereka bisa kembali menjadi pasangan lagi. Cinta untuk Chanyeol masih belum terlalu dalam tenggelam dalam hatinya. Terkadang di beberapa malam ia masih memimpikan mendekap Chanyeol dengan hangat dan mereka berbagi kasih dalam cumbuan hingga pagi menjelang.

Jarak adalah alasan yang membuat merpati selalu ingin terbang kembali pada pasangannya. Ia adalah belenggu yang mengikat dada dengan rindu. Itu sebabnya Chanyeol merasa di ujung kematian ketika Dasom memilih menaruh jarak di antara mereka. Jadi ketika jarak mereka hanya sejauh embusan napas, Chanyeol tak mau menghabiskan lebih banyak waktu dengan menyiksa diri membiarkan jarak masih mengantarai.

 

Pada detik itu juga tangannya menarik tengkuk Dasom sementara bibirnya berada di atas bibir sang wanita. Mengecap manis yang ia rindukan. Melepas rindu yang menyesakkan dada. Menyampaikan pesan cinta yang tertahan di ujung lidah, menaruhnya pada lidah Dasom bahwa Chanyeol bersungguh-sungguh dengan kata cinta itu.Deru napas saling berburu, kelembaban di sekitar ruangan turun sementara suhu beranjak naik.

 

“Penghangatmu rusak, tempat ini jadi makin panas,” ujarnya setelah melepas tautan bibir di antara mereka.

 

“Mungkin, pipimu merah dan hangat.” Senyuman merekah dari lekuk bibir Dasom. Musim semi datang terlalu dini bagi Chanyeol. Ada gelak kecil yang berderai sembari kepalanya menunduk karena malu. Lantas Chanyeol membawa telapak tangannya untuk menangkup paras ayu tersebut, membawanya untuk mendongak dan mengunci mata dengan mata.

 

“Aku harap kau tidak akan memukul kepalaku jika aku menciummu lagi. Tapi dipukul pun aku akan tetap menciummu sampai habis sekarang. Setidaknya harus ada hal yang menguntungkan sebelum mendapat penyesalan.”

 

“Sia …” Chanyeol tak memberikan sedikit saja kesempatan untuk Dasom melempar umpatan padanya. Manis yang terlalu lama dirindukan untuk dipenuhi candunya akhirnya dapat ia kecap kembali. Sudut bibir adalah langkah pertama, bak membuka bungkus permennya. Sekecup demi sekecup lantas Chanyeol mendorong lidahnya pada Dasom, mengetuk untuk merasakan lebih. Semakin lama detik berputar, akal sehat keduanya makin terkikis. Api gairah dalam diri memercik dengan perlahan.

 

“Sial. Kau selalu jadi masalah bagiku dalam segala hal. Dan sialnya aku selalu suka masalah itu,” Chanyeol kembali berujar dalam napas yang memburu, memintanya untuk segera mengentaskan candu yang jadi yang membuatnya sakau tiap waktu.

 

“Kuharap tak ada wanita lain yang menaiki ranjangmu sejak aku pergi.”

 

Nope, love.”

 

Well ….”

 

Chanyeol tak perlu lebih banyak kata atau perintah. Dengan sendirinya tangannya bergerak, membawa Dasom dalam gendongan menuju kamarnya sementara bibir mereka kembali saling bertautan. Langkah terburu, napas berderu, siap terbakar gairah hingga jadi abu.

 

TBC

 

Series terakhir minggu depan yaaaa

One thought on “[Ficlet Mix] Some Type of Love #2 – honeybutter26”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s