THE WAR Series – KO KO BOP (2) – by AYUSHAFIRAA

wp-1502389176008.png

`​THE WAR`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring EXO feat. BLACKPINK’s Lisa, TWICE’s Dahyun, PRISTIN’s Kyulkyung, LOVELYZ’s Kei, RED VELVET’s Irene, GU9UDAN’s Mina, Somi ex-IOI, Kim Yoo Jung |

| Fluff, Friendship, Hurt/Comfort, Psychology, Romance, School-life |

Teen || Ficlet-mix |

Clip List :

[Kai – Diamond] — [Baekhyun – Forever] — [Chanyeol – Chill] — [Sehun – The Eve] — [Suho – What U Do?] — [Xiumin – Touch It] — [Chen – Going Crazy] —  [D.O – Walk On Memories] — [All – Ko Ko Bop] (1)  NOW PLAYING ♪ [All – Ko Ko Bop] (2)

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


♪ Jangan perdulikan ucapan orang lain, cantiklah seperti apa adanya dirimu 


AYUSHAFIRAA©2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♪♬♪

*Isi cerita bisa jadi tidak sesuai dengan arti/maksud lagu*

 

[ Farewell Party ]

20140206143940992_1

 

[ Kai x Lisa ]

Sepanjang jalan menuju hotel tempat digelarnya acara pesta perpisahan, Lisa terus memandangi Kai yang begitu fokus saat menyetir mobil dengan satu tangan. Ya, lelaki itu hanya menggunakan tangan kiri untuk memegang kendali kemudi karena tangan kanannya ia gunakan untuk menggenggam erat-erat tangan Lisa. Meski cukup berbahaya, Lisa mengerti kenapa Kai tak mau melepas genggamannya.

‘Tetaplah menjadi permataku yang berkilauan.’

Tulisan Kai itu akhirnya terbaca juga oleh Lisa. Di balik raut wajahnya yang terlihat baik-baik saja, Kai pasti sangat terbebani oleh rencana kepindahan Lisa ke Thailand. Senyuman manis Lisa mengembang tiap Kai mengalihkan pandangan ke arahnya sesekali. Lisa percaya, Kai hanya benar-benar tak mau kehilangan dirinya.

“Kai…”

“Hm?” sahut Kai. Mobil yang mereka tumpangi kini sudah berada di lahan parkir hotel bintang lima milik keluarga komite sekolah itu.

Lisa menggeleng, mengurungkan niatnya semula. “Tidak jadi.”

Lelaki itu terkekeh pelan, “Kita sudah sampai.”

Bagi siswa-siswi yang hadir ke pesta perpisahan ternyata sudah disediakan karpet merah khusus di sepanjang jalan menuju ballroom hotel. Di pintu masuk hotel, sudah bersiaga para penjaga yang akan menentukan boleh tidaknya siswa-siswi itu masuk ke acara perpisahan, juga fotografer-fotografer andal yang akan memotret momen kebersamaan para siswa-siswi bersama pasangan mereka di karpet merah dan booth foto.

“Kalian boleh masuk.”

Yeay!” sorak Lisa dan Kai. Pasangan hits itu akhirnya bebas melenggang di karpet merah untuk mengikuti acara perpisahan.

“Lihat kemari!” seru fotografer. Lisa dan Kai menurut. Keduanya lantas tersenyum lebar ke arah kamera yang menyorot kebersamaan mereka sebagai pasangan.

CEKREK!

“Bagaimana hasilnya? Bagus?” tanya Kai antusias.

“Silakan simpan untuk kenang-kenangan.”

Lisa terdiam sejenak, melihat ekspresi Kai di foto langsung jadi itu yang tampak tak seceria dirinya. Saat Lisa masih bergelut dengan pikirannya sendiri, Kai menggandeng gadis itu masuk ke ballroom. Di sana, sudah lumayan banyak siswa-siswi serta guru yang hadir.

Perhatian Kai teralihkan pada tingkah Lisa yang tak mau diam menarik-narik bajunya sendiri. Gadis itu seperti tidak percaya diri mengenakan gaun pendek sepaha pemberian Kai. Kai melepas jas hitamnya dan mengikatkan jas tersebut ke pinggang ramping Lisa hingga menutupi pahanya yang tadi sempat begitu terpampang jelas.

“Terimakasih, Kai.”

[ Baekhyun x Dahyun ]

Yang orang-orang tahu, Baekhyun hanya mengajak seorang gadis kutu buku yang tak selevel dengannya. Yang orang-orang tahu juga, gadis kutu buku itu tak lebih dari seorang buruk rupa yang bersembunyi di balik kacamata tebalnya. Namun malam ini, Baekhyun seketika menghancurkan ekspektasi orang-orang berpikiran cetek itu dengan menggandeng mesra seorang gadis cantik yang tak pernah terlihat berkeliaran di sekolah selama ini.

“Terimakasih, Dahyun. Kalau saja kau tak memaafkanku, mungkin para penjaga itu takkan mengijinkan aku untuk masuk.” Ucap Baekhyun, berterimakasih.

Ya, gadis cantik yang berdiri penuh keanggunan di samping Baekhyun itu adalah orang yang sama dengan si kutu buku buruk rupa yang orang-orang perbincangkan, Dahyun. Tampil 180 derajat dari biasanya dengan melepas kacamata dan menggantinya dengan lensa kontak, ditambah sedikit riasan wajah akhirnya dapat menyempurnakan penampilan Dahyun.

Baekhyun patut bersyukur karena Dahyun bukanlah tipikal orang yang sulit memaafkan kesalahan orang lain. Meskipun begitu, bukan berarti perjuangan Baekhyun untuk mendapat maaf dari Dahyun dapat dianggap remeh. Lelaki itu bahkan sampai rela menurunkan harga dirinya di depan wali kelas demi mendapat informasi mengenai alamat rumah gadis pendiam itu dan mendatanginya langsung dengan sedikit bumbu basa-basi.

“Kau berlebihan, Baekhyun. Kurasa, walaupun kau datang sendirian, mereka akan tetap membiarkanmu masuk. Beda ceritanya jika yang datang sendirian itu aku, aku pasti akan dibilang tak tahu malu.” Dahyun menertawai perkataannya sendiri, miris.

“Malam ini kau adalah gadisku,” Baekhyun menggenggam tangan Dahyun erat, tersenyum penuh makna. “Dan tidak boleh ada seorangpun yang  berani meremehkanmu lagi.”

Pipi Dahyun memerah sempurna, ada rasa-rasa seperti terbakar di pipinya saat Baekhyun menatapnya begitu dalam. Bagaimanapun, Dahyun tetaplah Dahyun, si pengagum rahasia seorang Cassanova Byun. Momen-momen seperti ini tidak akan pernah terjadi sebelumnya selain di dalam mimpi semata.

Pikiran gadis itu mulai berandai-andai. Bagaimana jika seandainya ia tak pernah memberanikan diri untuk mengajak Baekhyun pergi ke pesta perpisahan? Akan bagaimana jadinya jika seandainya Baekhyun tak pernah mempermainkan perasaannya? Bisa saja, ia takkan pernah berkesempatan untuk berdiri sedekat ini dengan lelaki itu. Bisa jadi, ia hanya akan terus berkutat dengan dunia khayalnya sendiri tanpa memiliki kesempatan untuk membuat semuanya menjadi senyata ini.

“Baekhyun… aku-“

“Hai, Mantan!” sapa Baekhyun hangat pada Kyulkyung yang membuat bibir Dahyun kembali terkatup rapat, bungkam.

[ Chanyeol x Kyulkyung ]

“Huwaaa! Bagus sekali hasilnya!” ucap Kyulkyung memuji hasil potretan sang fotografer.

“Bagaimana menurutmu?” tanya gadis cantik itu selanjutnya pada lelaki tinggi nan tampan yang baru saja menjadi pusat perhatian para kaum hawa yang hadir di pesta.

“A-ah, apa?” lelaki tinggi itu, Chanyeol, tampak salah tingkah saat Kyulkyung memergokinya malu-malu kucing membalas senyuman para wanita.

Kyulkyung tertawa kecil, mencoba memahami. “Apa sekarang kau sudah merasa senang menjadi pusat perhatian, Chan?”

Chanyeol menggeleng cepat, sedang wajahnya yang berseri-seri tak bisa lagi diajak kompromi.

Kyulkyung tiba-tiba saja memanyunkan bibirnya dan menggaet lengan Chanyeol erat-erat, pura-pura kesal. “Kau milikku, Chan! Jangan coba-coba berikan senyummu pada gadis lain selain aku, mengerti?!”

Saat keduanya berjalan memasuki area ballroom, Kyulkyung berjumpa dengan salah seorang mantan high quality-nya, Baekhyun, yang juga menggandeng mesra seorang gadis yang tak begitu familiar di matanya.

“Hai, Mantan!” sapa Baekhyun hangat. “Semakin cantik saja mantan terindahku ini!” lanjut lelaki itu seraya mencubit gemas pipi Kyulkyung.

“Kau juga, Baekhyun.” balas Kyulkyung, tertawa malu-malu.

“Ngomong-ngomong, siapa gadis cantik di sebelahmu? Sepertinya aku tidak pernah melihatnya di sekolah.”

Kyulkyung dan Baekhyun terus berbincang hangat, seolah melupakan kehadiran Chanyeol dan Dahyun di tengah-tengah mereka. Chanyeol dan Dahyun melangkah mundur ragu-ragu, membiarkan pasangan mereka masing-masing asik bernostalgia.

“Loh? Mana gadismu, Baekhyun?” tanya Kyulkyung, bingung.

“Pacar barumu juga, ke mana dia?”

Gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari sosok Chanyeol yang tiba-tiba saja menghilang dari sisinya. Di sudut ruangan di mana terdapat sebuah meja bar lengkap dengan baristanya yang beraksi meracik kopi, Chanyeol terduduk sendirian sambil terus menatap ke arahnya.

“Sebentar ya.” Kyulkyung melangkah anggun menghampiri Chanyeol, Chanyeol yang menyadari itu akhirnya gelagapan dan meminum secangkir kopi yang masih panas. Alhasil lelaki itu memuntahkan kembali kopi yang baru saja membakar lidahnya tersebut dan menjadi bahan tertawaan orang-orang yang melihatnya.

“Kau baik-baik saja?!”

Chanyeol menggeleng frustasi. Lelaki itu terus menjulurkan lidahnya persis seperti anjing sementara Kyulkyung tak kuasa menahan tawanya karena ekspresi Chanyeol yang begitu polos seperti anak kecil.

“Haruskah aku menciummu, Chan?”

[ Sehun x Kei ]

Sehun mengambil hasil foto langsung jadi pemberian fotografer yang memotret momen kebersamaannya dengan Kei. Sehun tersenyum, puas melihat hasilnya. Kei tampak begitu cantik dengan balutan gaun yang sewarna dengan setelan jas yang Sehun kenakan malam ini. Mereka sudah seperti pasangan sungguhan. Bahkan sang fotografer pun memuji chemistry keduanya.

“Keputusanmu memanggilku kemarin lusa sangatlah tepat! Kita terlihat cocok sekali bukan?” ucap Sehun sambil memamerkan hasil foto mereka.

Lelaki tinggi itu mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan mengklik ikon kamera untuk kemudian memotret kembali foto tersebut.

“Ini, kau saja yang simpan sebagai kenang-kenangan!”

Kei menerima kertas foto itu dengan sangat terpaksa. Tentu saja. Kei tidak mau menyimpan semua ceritanya bersama Sehun hanya sebagai kenangan.

“Aku sudah menduplikatnya.” Lanjut lelaki itu, menunjukkan foto mereka di ponselnya.

“Sebelum acara dimulai, maukah kau menemaniku ke rooftop hotel, Hun?” pinta Kei yang langsung mendapat anggukan setuju dari si lelaki.

Tak butuh waktu lama bagi Sehun dan Kei untuk bisa sampai di lantai teratas hotel bintang lima tersebut dengan menaiki lift. Di sana, angin malam yang dingin seolah menyambut kehadiran mereka. Meskipun dingin, banyak saja tamu hotel yang menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit mereka terlebih saat malam hari seperti ini.

Kei berlari menarik tangan Sehun, mendekat ke tepian dinding pembatas. Dari sana, keduanya dapat menikmati pemandangan kota Seoul yang indah gemerlapan.

Sehun menahan senyumannya. Entah kenapa atmosfer di tempat ini malah membuat perasaannya tak karuan. Terlebih lagi, Kei masih setia menggenggam tangannya tanpa sadar.

“Ada yang ingin kukatakan padamu.”

Kei dan Sehun spontan saling bertatap kala keduanya ternyata mengucapkan kalimat yang sama di waktu yang bersamaan pula.

“Kau duluan saja, Hun.”

Sehun menggeleng cepat, “Ah, tidak! Kau saja yang duluan! Lagipula kau kan yang pertama mengajakku kemari.” Lanjut lelaki itu, mengalah.

Kei menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar. Maniknya yang tampak berkaca-kaca tak ia biarkan mengarah ke arah Sehun. Gadis itu lebih memilih untuk memandang lurus ke depan tanpa tahu objek apa yang harus menjadi pusat perhatiannya.

“Kita tetap seperti ini saja, ya, Hun? Aku ingin… kita berdua tetap seperti ini, menjadi sahabat baik dan tak lebih dari itu.”

Untuk beberapa saat, Sehun hanyut dalam kebisuan. Ia tak pernah menyangka bahwasannya menyuruh Kei bicara terlebih dahulu daripada dirinya ternyata akan membuatnya semenyesal ini. Jika sudah begini, apalagi yang harus ia harapkan?

Sehun tersenyum paksa.

“Tentu saja!” tangan lelaki itu bergerak merangkul Kei erat, “Kita hanya akan menjadi sahabat sampai akhir!”

[ Suho x Irene ]

Tampil cantik nan seksi di malam pesta perpisahan tentu saja membuat pasangan Suho itu langsung menjadi sorotan banyak orang. Seolah tak mau kalah, Suho juga tampil sangat tampan bak pangeran dari negeri dongeng yang bisa membuat hati wanita manapun berdebar karenanya. Karena alasan itulah banyak yang memilih mereka sebagai pasangan paling serasi lewat aplikasi voting khusus yang perhitungan suaranya dimulai sejak berlangsungnya acara.

“Kau cantik sekali malam ini.” puji Suho. Tak seperti biasanya, Suho kini benar-benar memperlakukan Irene bak seorang puteri. Tak ada lagi kesongongan hakiki yang biasanya menghiasi wajah tampan lelaki itu.

“Jadi maksudmu, sebelumnya aku tidak cantik?” tanya Irene dengan nada menggoda.

“Iya. Sebelumnya kau terlihat biasa saja.”

Uhuk. Irene tersedak. Menghadapi Suho yang terkadang terlalu jujur membuat Irene seringkali harus menyiapkan kesabaran ekstra.

“Apa demi aku, kau sengaja melakukan operasi plastik sebelum datang ke pesta ini?” lelaki itu sedikit tertawa, menandakan bahwa ia memberi bumbu candaan dalam ucapannya.

“Aku sudah cantik sejak lahir, kau tahu?!” meskipun bernada bercanda, tetap saja Irene merasa sebal.

Suho mengangguk-anggukan kepalanya, sementara tangannya bergerak merapikan poni sang gadis yang sedikit acak-acakan. “Iya, aku tahu. Aku tidak mungkin menyukaimu kalau kau tidak cantik.”

Suho menggenggam tangan Irene hangat sambil duduk di sebuah meja yang telah disediakan oleh pihak hotel, menikmati penampilan-penampilan pengisi acara yang tentunya bukan artis-artis dengan bayaran murah.

“Ternyata leader EXO tampan juga ya? Aku jadi menyukainya.” Gumam Irene yang langsung mengundang sewot Suho.

“Dia tak lebih tampan jika dibandingkan denganku.”

Irene tertawa, tak percaya akan reaksi Suho yang begitu percaya diri. “Sebegitunya kah kau mencemburuiku?”

“Kau tahu Red Velvet? Mereka juga diundang untuk mengisi acara ini. Leadernya juga cantik.” balas Suho.

“Ya ampun! Yang benar saja! Kau tidak bisa membandingkan kecantikanku dengan leader girlgroup itu!” protes Irene.

Suho tertawa puas. Satu sama.

“Tapi kan aku tidak bilang dia lebih cantik daripada dirimu, Irene.”

Gadis itu tiba-tiba saja terdiam dengan pipi merah merona. Apa Suho baru saja menggombalinya lagi?

[ Xiumin x Mina ]

Karena datang terlambat, pasangan Xiumin dan Mina tak berkesempatan untuk berfoto di booth. Keduanya hanya sempat difoto saat berjalan di karpet merah bersama-sama. Biarpun begitu, sama sekali tak ada raut kecewa yang terlukis di wajah mereka. Mereka tetap menghadiri pesta perpisahan dengan senyum bahagia.

“Maaf ya, Pacar. Kalau bukan karena aku yang lama berdandan, kita pasti bisa berfoto di booth seperti kebanyakan pasangan.” Mina bergelayut manja di lengan Xiumin, meminta agar dirinya dimaafkan. Padahal, sudah berkali-kali Xiumin mengatakan kalau itu semua bukanlah masalah yang perlu dibesar-besarkan.

“Iya, Pacar. Sudah ya? Kalau Pacar minta maaf terus, lama-lama aku bosan loh! Memangnya Pacar mau melihat aku bosan?”

Mina cepat-cepat menggeleng.

“Pacar mau kopi?” tawar Xiumin sesampainya mereka di meja barista.

“Tidak mau ah, kopi kan pahit.” Gadis itu menggeleng lagi tapi kini dengan bibir yang mengerucut untuk menambahkan kesan imut di penolakannya barusan.

Xiumin meminta secangkir kopi dari seorang barista.

“Tapi kopi ini manis kok.” ujar lelaki itu yang langsung mengundang tatapan bingung gadisnya.

“Iya, kopi ini akan manis jika Pacar meminumnya sambil melihat ke wajah Umin.” Lanjut lelaki itu seraya mengeluarkan jurus aegyo-nya yang terbukti ampuh membuat sang gadis tercinta merasa terhibur.

“Ah, sebentar lagi aku akan memberi kata sambutan! Bukankah sebaiknya aku bersiap-siap?”

“Oh iya! Pacar kan mantan ketua OSIS!” Mina menangkup kedua pipi Xiumin. “Semangat ya, Pacar!”

Mina sengaja mengincar meja yang dekat dengan panggung agar dirinya bisa terus menyemangati Xiumin saat berpidato nanti. Gadis tembam itu duduk di meja yang bersebelahan dengan meja yang diduduki pasangan Suho dan Irene. Walaupun rasanya sangat menyebalkan sekali dekat-dekat dengan Suho, Mina berusaha mengesampingkan perasaan itu demi Xiumin.

“Aaaaaa, Pacar! Semangat!” usaha Mina untuk menyemangati Xiumin ternyata mendapat decihan bernada meremehkan dari Irene. Tapi, apa peduli Mina? M-a-s-a-b-o-d-o-h!

“Selamat malam semuanya!” salam Xiumin di depan mikrofon.

Terdengar aneh, seisi ballroom pun kompak menertawai suara Xiumin yang keluar dari pengeras suara. Terkecuali, Mina tentunya.

Ada yang salah disini. Suara Xiumin terdengar seperti suara chipmunk yang ada di film.

Mina meremas bagian bawah gaunnya. Seseorang pasti sedang berusaha mempermalukan kekasihnya di hadapan seluruh murid yang hadir.

Tatapan tajam Mina langsung tertuju pada Suho dan Irene yang tampak tertawa kecil. Merekalah yang paling patut dicurigai atas kejadian memalukan ini.

“Ini pasti ulah kalian kan?!”

[ Chen x Somi ]

Chen terlihat berdiam diri di luar hotel. Bukan sengaja. Alasannya, hanya karena ia datang tanpa pasangan, ia tak diijinkan masuk oleh para penjaga. Sialnya, Somi tak bisa dihubungi. Saat lelaki itu mendatangi rumah gadisnya, rumahnya pun tampak sepi.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif-

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Somi?!” rutuk Chen, frustasi.

“Kalian benar-benar tak akan mengijinkanku masuk?” tanya lelaki itu, sekali lagi. Dan sekali lagi pula, ‘tidak’ menjadi jawaban yang didapatnya dari para penjaga.

Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depan Chen. Dua cucu adam dan hawa keluar dari pintu mobil bagian belakang dengan senyuman mengembang sebelum akhirnya senyuman itu harus pudar saat manik mereka menangkap sosok Chen yang menatap mereka penuh kebencian.

“Ayo kita masuk, Somi.” Ajak teman lelaki gadis cantik yang ternyata adalah Somi itu.

Somi mengaitkan lengannya di lengan teman lelakinya ragu-ragu. “Ayo.”

“Kau mau ke mana?!” cegah Chen. Tangan lelaki itu mencoba menarik Somi ke sisinya lagi namun teman lelaki Somi sedikit lebih cepat menahannya.

“Sudah kubilang dia akan pergi bersamaku, Chen. Lepaskan dia sekarang juga!”

“Kau terlalu berisik!”

Chen hendak melayangkan tinjuannya ke wajah teman lelaki Somi, tapi ia sadar akan mata para penjaga yang masih mengawasinya. Jika Chen asal bertindak, bisa-bisa ia berakhir memalukan di kantor polisi.

“Kau menghilang seharian tanpa kabar apapun, lalu kau tiba-tiba muncul bersama lelaki lain? Bisa kau jelaskan itu?”

Somi berpaling ke arah lain, tak berani menatap mata Chen yang menatapnya penuh amarah. “Hubungan kita sudah berakhir sejak kau menyia-nyiakan kesempatan kedua yang kuberikan. Bukankah semua itu sudah jelas? Kau bukan siapa-siapa lagi bagiku.”

“Tapi kau tidak bisa memutuskan hal itu secara sepihak!” bentak Chen.

Somi tersenyum pahit.

“Kau juga tidak bisa menjalani cinta yang sepihak, Chen.”

“Apa maksudmu dengan ‘cinta sepihak’? Kita saling mencintai, Somi! Kau mencintaiku!”

Gadis bule itu menutup telinganya rapat-rapat, lelah mendengar Chen yang terus berbicara dengan nada tinggi.

“Itu dulu. Sekarang sudah tidak lagi. Aku sudah tidak mencintaimu.”

[ D.O x Kim Yoo Jung ]

Percayalah, tak seperti pasangan lain, kedua insan yang baru saja berbaikan dan kembali merajut kisah mereka ini datang ke acara pesta perpisahan dengan menaiki sepeda. Selain itu, faktor D.O yang tadinya tak berniat datang akhirnya harus pulang dulu ke rumahnya untuk berganti pakaiannya semula dengan setelan jas hitam yang rapi. Yoojung yang sempat menangis di pelukan D.O pun mau tak mau harus kembali memperbaiki dandanannya agar tak memalukan. Karena semua kejadian tak terduga itulah, mungkin mereka menjadi pasangan terakhir yang diperbolehkan masuk oleh para penjaga di luar sana.

Tak seperti kebanyakan siswi yang memilih mengenakan gaun pendek sepaha, Yoojung memilih mengenakan gaun panjang semata kakinya. Gadis itu menjadi satu-satunya gadis yang menarik perhatian bukan karena gaun yang terlalu pendek, melainkan karena pembuktian secara tidak langsung darinya bahwa gadis manapun bisa tampil cantik nan anggun tanpa perlu mengenakan pakaian yang ‘kekurangan bahan’.

“Kau yang diperhatikan banyak orang, kenapa malah aku yang jadi salah tingkah ya?” ujar D.O, malu sendiri.

“Sepertinya kita banyak melewatkan sesuatu.” Ucap Yoojung sedikit kecewa, sesaat setelah indera pendengarannya menangkap sayup-sayup perbincangan siswa-siswi lain yang membicarakan perihal keributan yang telah terjadi antara Suho dan mantan ketua OSIS, penampilan EXO dan Red Velvet yang begitu memukau, dan lain-lainnya.

“Maaf ya, karena aku kita jadi terlambat datang.”

Yoojung menggeleng sembari menyunggingkan senyum lebar, “Tidak apa-apa kok! Yang penting aku tak melewatkan momen bersama denganmu.”

D.O mencubit hidung gadisnya, gemas. “Seharusnya lelaki yang menggombali wanitanya, bukan malah sebaliknya.”

“Biar saja!” Yoojung memeletkan lidah, masa bodoh.

“Sekarang tiba waktunya kita untuk berdansa romantis! Pegang erat-erat pasangan kalian ya! jangan sampai tertukar!” seru si pembawa acara.

Perlahan tata lampu meredup, menyesuaikan dengan perubahan suasana yang didukung oleh alunan piano dan musik-musik lembut nan romantis.

D.O dan Yoojung menyatukan tangan mereka dalam genggaman hangat. Satu tangan Yoojung memegang bahu D.O dan satu tangan D.O mendekap pinggang kecil Yoojung. Pandangan kedua insan itu terus beradu mesra seiring dengan langkah-langkah kecil kaki mereka yang bergerak ke kiri dan ke kanan, seirama.

“Kita berdua tidak terlambat. Kita hanya datang di momen yang tepat.” Ucap D.O lembut. Hidungnya sengaja ia tempelkan ke hidung Yoojung, membuat Yoojung memejamkan mata, terlena oleh kelembutan yang ia berikan.

 

To be continued…

Watch me on :

WordPressWattpad

Iklan

4 respons untuk ‘THE WAR Series – KO KO BOP (2) – by AYUSHAFIRAA

  1. anjir banget dari sekian banyak cogan di atas,diriku selalu saja tersepona sama chanyeol :”) yalord,gak kuat aku kalo tiap hari di IG,di FB,di twitter di wattpad di liatin komuk chanyeol yang macem gitu pasti ujung²nya aku jejeritan sendiri T_T
    macem mana aku gak di gonjang ganjing lagi,kalo aura chanyeol tu kemana². udah gitu aku bayangin chanyeol yang culun pakek kaca mata,kamvret aku suka cowok culun macem gitu T_T
    btw kalo pasangannya sama mb kyulkyung gak cocok deh, chanyeol tu dimana² cocoknya sama aku/kemudianditendangauthor/ 😀

    1. Itu berarti takdirmu tertuju hanya pada chanyeol seorang wkwk jadi meskipun ada sekian banyak cogan di atas, chanyeol tetep yg bikin meleleh 😂😂😂 tabahkan hatimu nak wkwkwk 😂 chanyeol memang harus dipenjarakan, karena melanggar undang2 perbuatan tidak menyenangkan dengan membuat anak gadis orang jejeritan melulu /plak😂😂😂🔪/ waduh waduh, makin serius itu mah berarti parahnya 😂 culun aja ganteng 😂😂😂
      Wakakak iyain tidaya iyain tidaya? 😂 iyain aja sekali2 bikin anak orang seneng wkwkwk😂😂😂😂

  2. Pliz dah ka as pict yang Baekhyun dikondisikan :”) dia ngebuat iman ini gakuat T.T Baekhyun ku cool sekalehh :”v
    si Dahyun cocok pasangan sama si kampret Baekhyun xD awalnya aja, Baekhyun nolak bilang MIMPI. Tapi, mau juga ❤ ❤
    Baekhyun ngerusak moment :3 'Hai Mantan' whatthe.. :")

    Semua pasangan pada cute.cool kak thor T.T mata ini gakuat..

    1. Wkwk gak bisa dikondisikan kan anak hitz kudu tamvan dan membuat iman gadis2 tak kasat mata(?) Luluh lantak /plak😂/ cocok2in ajalah yaa, kalaupun gak cocok nanti yaa paksain aja biar cocok wkwkwk 😂😂😂 ahay deuhh, untungnya dahyun pemaaf ya jadi tak menyia2kan siganteng😂
      Iya, parah banget udah bikin ngefly tau2 dijatohin lagi :”)))

      Hihi syukurlah, dapet capek ngedit di tengah malam wkwk 😂😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s