[EXOFFI FREELANCE] Sweet Couple | 2 (Hollidays To Paris)

PicsArt_12-04-08.36.00

  • Title : Sweet Couple
  •  Author : ohkarmila3194
  • Kategory : PG-17 | Romance | Universe 
  •  Cast : Oh Sehun(exo) | Park Jiya(oc)
  • Suport Cast : Byun Baekhyun(exo) | Kim Taeyeon(snsd)

percaya atau tidak, Oh Sehun dan Prak Jiya adalah pasangan ter sweet dan ter geli yang pernah ku lihat sepanjang masa setelah romeo dan juliet

♡BaekYeon♡

.

.

#SweetCouple

.

.

Laki-laki bertubuh tegap dan kekar sedang menatap pemandangan pagi yang indah melalui sebuah jendela rumah kamar nya.

“Oppaaaa” suara yang agak terdengar cempreng menyeruak di luar kamarnya dengan begitu lantang, tapi begitu mengalun indah dipendengaran Sehun. Pasti pacar tersayang dan tercinta nya itu sudah sampai.

Dan ia tau saat ia merasakan sebuah tangan melingkar manis di perutnya, Sehun tersenyum manis, mengelus halus tangan yang berada di perut nya.

Ia berbalik dan mendapatkan sebuah senyuman manis dari sosok wanita yang selalu ia kagumi, dan Sehun berani bersumpah, bahwa senyum Jiya adalah senyum terindah yang pernah ia lihat setelah senyum ibunya selama ini.

“Oppa belum mandi?” Tanya Jiya dengan mengendus-endus badan Sehun seperti anjing saja. Tapi jujur saja Jiya sangat menyukai wangi alami tubuh Sehun saat pagi seperti ini, Jiya memeluk tubuh Sehun dan menghirup wangi tubuh sang kekasih.

Sehun terkekeh dengan kebiasaan Jiya yang satu ini, setiap pacarnya mengunjungi rumah nya di pagi hari Jiya akan langsung naik keatas kamar Sehun dan berakhir seperti ini.

“Aku belum mandipun kau sudah menempel bagai perangko pada tubuhku, apalagi Jika aku mandi entah apa yang akan kau lakukan dengan tubuhku” Sehun berbisik ditelinga Jiya. Sontak saja Jiya memukul dada Sehun yang bidang itu.

“Kau pede sekali Oppa” Jiya menjulurkan lidah nya meledek Sehun, dan Sehun hanya menimpali dengan kekehan.

“Morning kiss” ujar Sehun dengan memanyunkan bibirnya.

“Andwe! Aku tidak akan memberimu ciuman, sebelum kau menepati janjimu membawaku ke paris untuk berlibur!”

“Sayang, aku janji akan membawamu kesana tapi tidak sekarang. Kau tau pekerjaan ku dikantor sedang menumpuk”

“Yasudah, jangan berharap Oppa bisa mendapat kan c.i.u.m.a.n. dari ku sebelum Oppa membawaku kesana!” Ujar Jiya dengan menghentak-hentakan kakinya.

Alih-alih sedih karna tak bisa mendapatkan Sebuah ciuman hangat dari sang kekasih, Sehun malah terbahak dengan cara Jiya merajuk padanya. Ia tau kakasih nya ini sangat ingin pergi ke paris, sebenarnya Jiya bisa saja pergi sendiri toh Jiya bisa pulang-pergi ke paris sesuka yang ia mau. Tapi sayangnya Jiya tidak pernah di ijinkan untuk pergi sendirian oleh Appa nya. Alhasil Jiya tidak pernah pergi keluar negri selain dengan orang tuanya, itupun hanya dengan pergi ke jepang.

“Yak! Kenapa Oppa tertawa?” Jiya membulatkan mata nya kesal karna aksi rajuk nya hanya ditimpali tawa. Dan sungguh terkutuknya Sehun malah semakin menjadi-jadi menertawainya.

Jiya yang sudah kepalang kesal menginjak kaki Sehun dengan sangat kuat hingga tawa Sehun berganti dengan ringinsan.

“Rasakan itu!” Ujar Jiya dengan memanyunkan bibirnya dan pergi meninggalkan Sehun.

“Yaaa chagiii, tunggu dulu, kau belum memberiku morning kiss” ujar Sehun dengan kekehan serta diselipi sedikit ringisan pada kakinya.

“MIMPI SAJA” ujar Jiya sangat kencang. Dan tawa Sehun kembali pecah hanya dengan tingkah laku Jiya.

.
.

Nyonya Oh Jaeha mengerutkan halis nya kala ia melihat sang kekasih Sehun turun dengan wajah masam dan kaki di hentak-hentakan, tidak seperti biasanya.

“Sayang, ada apa dengan mu?” Tanya Jaeha eomma Sehun.

“Eomnim” Jiya memeluk sang calon mertuanya ini dan menangis sontak saja Jaeha panik dengan calon menantunya ini.

“Ada apa sayang apa Sehun berbuat sesuatu”

“Huaaa . . Eomnim hikkss . . Sehun Oppa, eomnim. Dia jahat huaaa . . ” tangis Jiya,mengadu pada sang mertuanya kelak.

“Apa yang sibodoh itu lakukan! Katakan sayang, eomnim akan memarahinya”

“Dia membatalakan kembali janjinya eomnim, hikss dia . . Dia tidak jadi mengajakku ke paris. Padahal aku sudah membereskan barang-barang ku dirumah huaaa”. Ujar Jiya dengan histeris.

“Anak bodoh itu membatalkannya lagi?” Tanya Jaeha, Jaeha tidak kaget dengan sikap Jiya yang sangat kekanak-kanakan dan sangat manja ini. Ia bahkan sangat senang jika Jiya mengadukan sesutau pada nya, ia jadi merasa benar-benar mempunyai anak perempuan.

“Ne, eomnim” ucap Jiya. Jaehan memeluk Jiya sayang dan menepuk-nepuk punggung Jiya seperti sedang menenangkan anak kecil.

“Wahh kalian manis sekali,sungguh kalian memang sangat cocok menjadi menantu dan mertua” ucap Sehun yang kini duduk dimeja makan.

“Yak! Anak bodoh, kau membatalkan nya lagi? Kau tidak tau Jiya sudah menyiapkan semuanya?” Ucap Jaeha yang jengkel dengan sikap anaknya ini.

Sehun menyergit bingung,ia melirik kearah Jiya yang langsung membuang muka dari nya. Dan ia tau sekarang apa yang dimaksud eomma nya ini.

Sehun menghela nafas dan melirik kembali melihat kearah Jiya yang sedang menggelanyut-gelayut manja pada lengan ibunya, cek! Dasar tukang ngadu.

“Eomma, aku tidak bisa meninggalkan kantor,kau sendiri tau aku sibuk eomma” Sehun memang tidak berbohong, di kantornya memang sedang banyak sekali file yang menumpuk menunggu dintandatangani oleh nya. Dan ini tentu bukan salahnya, tapi salahkan saja appa nya yang tidak lagi berkutat di kantor membatu Sehun.

“Pergilah, Jika kalian memang membutuhkan liburan” sebuah suara beriton has orang tua terdengar ikut menimpali acara cekcok pagi yang dibuat anak nya ini dan di besar-besar kan oleh kedua wanita yang sama-sama membuat kepala lelaki dalam rumah keluarga Oh ini sangat pusing.

“Nee appa mu benar Hun-aa, pergilah. Ajak menantu eomma jalan-jalan”

“Dia bukan menantumu eomma” Sehun memandang kedua perempuan itu dengan mata dinginnya. Dan saat itu juga Jiya bersiap untuk menumpahkan kembali air mata nya, sebelum . .

“Tapi dia calon istri ku dan calon menantumu” ucap Sehun dengan tersenyum manis kearah dua wanita yang paling ia sayangi.

“Ya!ya! Kenapa kau menangis” Sehun menghampiri Jiya kala ia melihat air bening menetes melewati pipi indah Jiya. Sehun mendekap tubuh Jiya dihadapan kedua orang tua mereka,cek! Dasar anak muda.

“Aku kira oppa tidak akan mengakuiku, aku kira oppa . . Oppa sudah tidak suka lagi padaku” Jiya terisak di dada bidang Sehun, sedang kan sang empunya dada nya hanya bisa tersenyum manis setiap kali menanggapi sikap Jiya. Jiya memang bukan wanita dewasa yang mempunyai sikap bijak walau pun umurnya sudah menyatakan bahwa ia sudah dewasa. Bagi Sehun, Jiya bagai kan bayi yang mempunyai hati selembut sutra.

Sehun melepas dekapannya nya dan mengecup puncak kepala Jiya dengan sayang, ia menghapus bekas air mata yang berada di pipi Jiya.

“Ayok kita pergi keparis” ucap Sehun.

“Ne?”

“Kita pergi keparis sekarang juga sayang. Aku sudah menyiapkan tiket nya” Sehun melirik arloji yang bertengger manis ditangan nya. ” dan kita hanya punya waktu 3 jam lagi untuk bersiap sebelum pesawat lepas landas”.

Jiya menutup mulutnya dan meloncat-loncat girang, Jiya sangat senang karna impiannya untuk pergi keparis akan terwujud.

Kedua orangtua yang menyaksikan itu hanya menggeleng-geleng kan kepalanya nya dan tersenyum melihat kebahagiaan sederhana, yang diciptakan oleh tingkah Jiya yang begitu menggemaskan. Dan Jaeha membulatkan mata nya kala Sehun menarik Jiya yang sedang meloncat-locat girang dan mencium bibir Jiya sekilas.

“Morning kiss nya sudah bisa aku dapatkan bukan” Sehun tersenyum mesum dan Jiya hanya mengganguk kan kepalanya dan kembali mencium Sehun.

“Yak! Dasar anak muda tidak tahu malu” sela Jaeha.

Jiya hanya menundukkan kepalanya malu dan memeluk tangan Sehun manja. Jaeha melihat kearah Sehun yang terkikik geli.

“Kau” jaeha menunjuk Sehun “Jangan pernah menyentuh Jiya lebih dari ini sebelum kau menikahinya”.

“Ara, aku tau batas eomma” balas Sehun meyakinkan. Sehun memang tidak pernah menyentuh Jiya lebih dari sekedar ciuman dan pelukan. Tidak! Sehun adalah tipe laki-laki yang tidak akan menyentuh wanita lebih intim dari sekedar ciuman sebelum mereka terikat sebuah janji suci sakral dihadapan tuhan.

Bisa bayangkan bukan seberapa sempurnanya seorang Oh Sehun? Berasal dari keluarga terpandang, kaya, romantis, dan sangat beradab. Sungguh beruntung Jiya bisa mendapatkan laki-laki se sempurna Oh Sehun.

.
.

SweetCouple

.
.

Menghabiskan libur akhir tahun bersama pasangan, sambil keliling kota dan bergandengan tangan mesra memang tidak ada duanya. Apalagi kalau destinasi yang dikunjungi terkenal dengan nuansa romantisnya, seperti yang sedang dilakukan Sweet Couple muda ini.

Kalau ditanya kota apa yang paling romantis, mungkin sebagian traveler menjawab Venesia, Paris atau mungkin New York. Ya, ketiganya memang sering dikunjungi pasangan traveler untuk mencicipi romantisme perkotaan.

Jiya memang pertama kalinya kesini, hingga Jiya benar-benar terpesona oleh indah nya kota paris ini.

Pasti semua setuju kalau Paris di Prancis menjadi destinasi wajib turis yang haus dengan akan nuansa romantis, begitupun Jiya. Banyak wisatawan yang sengaja datang untuk membuktikan sekuat apa angin romantis yang berhembus di kota fashion ini.

Kalau dibandingkan dengan kota lain, Paris adalah salah satu kota yang paling banyak dikunjungi turis. Ada Menara Eiffel yang menjulang tinggi di tengah kota dan menjadi destinasi wajib para pasangan. Satu ritual wajib turis saat ke sana, yaitu mencium pasangan tepat di depan Menara Eiffel.

Ya setau Jiya begitu berita di internet yang beredar tentang kota Paris ini.

Itulah alasan kenapa Jiya memilih Paris sebagai daftar pertama yang paling ia idam-idam kan, Setidaknya Paris bisa dijadikan tujuan wisata yang sekali saja dikunjungi seumur hidup untuk Jiya. Karna akan sulit meminta ijin untuk yang keduakali pada ayah nya yang sangat overprotektif! Terhadap nya.

“Ah, akhirnya aku bisa kesini juga. Aku menanti waktu yang cukup lama untuk melihat wujud asli mu wahai menara Eiffel” seru Jiya dengan memandangi seksama menara kokoh itu.

“Kau senang, hemmm” Sehun memperhatikan Jiya yang sedang sibuk mengagumi menara didepannya itu. Jiya berbalik dan mengangguk.

“Gomawo Oppa” Jiya tersenyum lebar dihadapan Sehun.

Dan untuk kesekian kalinya, Sehun benar-benar selalu terpesona akan cantik nya senyum tulus Jiya. Sehun akan melakukan apapun untuk selalu melihat senyum manis sang kekasih.

“Oppa ayo lakukan ritual wajib seperti mereka” tunjuk Jiya pada pasangan yang sedang berciuman.

“Dengan senang hati tuan putri” Jiya mengeluarkan hanphone dari tasnya dan mengarahkan nya keatas untuk mengabadikan ciuman mereka.

“Woahh daebak, aku cantik sekali disini” tunjuk Jiya pada gambar dirinya yang sedang menempel bibir dengan Sehun.

Jiya bertepuk tangan girang, sementara Sehun terkekeh geli melihat kepedean Jiya yang tiada tara ini.

Sehun merangkul pinggang Jiya, Jiya menoleh dan meyandekan kepalanya pada pundak Sehun.

“Ayo ketempat lain”

“Ayok!” Jiya menarik lengan Sehun hingga membuat Sehun hampir terpeleset, cek! Dasar norak!.

.
.

SweetCouple

.
.

“Wae? Kenapa tidak dimakan? Bukankah kau bilang tadi kau lapar?” tanya Sehun heran kala Jiya tidak memakan makanan nya, malainkan hanya memandang nya saja dengan tatapan lelah.

“Hemm, aku lapar, sangat lapar. Tapi tanganku terasa pegal oppa, membuatku malas hanya sekedar untuk menyendokkan nasi itu kemulutku” jawab Jiya lemas, memajukan bibirnya menatap banyak hidangan, termasuk pizza yang sempat ia pesan tadi.

Sehun yang mendengar keluhan Jiya langsung tersenyum melihat tingkah Jiya itu “salah siapa kau tadi terlalu bersemangat merangkai bunga-bunga itu tadi” mereka memang sempat ketaman bunga yang terkenal di Paris sana, dan Jiya benar-benar antusias hingga merangkai bunga sangat banyak.

“Cha, buka mulutmu. biar kusuapkan” ucap Sehun seraya menyodorkan sesendok spageti makanan favorite Sehun kedepan mulut Jiya. Jiya yang melihat tindakan Sehun yang berusaha menyuapinya langsung membuka mulutnya seraya menerima suapan sang pujaan hati.

Jiya makan dengan menerima suapan Sehun seraya terus menatap wajah Sehun. Sepertinya Jiya lebih menikmati memandang wajah kekasihnya itu dibandingkan dengan makanan yang kini di kunyahnya. Sesekali Sehun membersihkan sisa makanan yang menempel disudut bibirnya dengan menggunakan tangannya, Jiya hanya diam menerima perlakuan manis Sehun.

Jiya masih terus menatap wajah Sehun yang terasa amat sweet ketika berlaku manis seperti ini padanya.

“Omg, romantis sekali mereka. Honey, aku juga ingin kau suapi seperti itu,” ucap seorang perempuan dengan mengggunakan bahasanya. Sepertinya dia merasa iri melihat Sweet Couple yang satu ini.

Jiya yang merasa wanita tadi membicarakan nya pun bertanya pada Sehun “oppa, dia bilang apa?” Tanya Jiya. Jiya memang tidak pintar dalam bahasa asing, ia hanya pintar dalam bahasa jepang dan korea saja tentunya.

Sehun mengulum senyum “dia bilang aku tampan” balas Sehun.

Jiya hanya memutar bola matanya malas “pasti mata wanita itu katarak” balas Jiya.

Jiya mengalihkan pandangannya, melihat makanan didepan Sehun yang masih penuh, belum habis dimakan oleh pemiliknya. Sontak Jiya memegang tangan Sehun yang kini akan menyuapinya lagi.

“Aku sudah kenyang oppa. Lihat makanantu, kau terlalu serius menyuapiku. Kau juga harus makan oppa”

Sehun hanya mengangguk dan melanjutkan acara makan malam nya. “Ah, sepertinya disudut bibirku ada sisa-sisa makanan” ucap Sehun sembari melirik Jiya, Jiya yang melihat lirikan Sehun mengangkat satu alis nya.

“Lalu?” Ujar Jiya.

“Bersihkan.” ucap Sehun manja seraya mendekatkan wajahnya. Jiya yang melihat tingkah anehnya itu sontak mengernyitkan dahinya heran. “Kau terlihat aneh oppa ketika berwajah seperti itu. Sangat tidak cocok,” ucap Jiya seraya mengejek.

Sehun mendengus mendengarnya, Jiya menjulurkan lidah nya meledek Sehun, Jiya hanya membersihkan sisa makan disudut bibirnya seperti yang Sehun lakukan tadi padanya.

“Cha, sudah bersih” ucap Jiya yang kini sedang membersihkan sisamakanan disudut bibirnya.

Sehun menggenggam tangan Jiya yang masih berada disudut bibir Sehun. Sehun mengecup permukaan punggung tangan Jiya.

“Gomawo chagiya” seraya membalikkan tangan Jiya kembali mengecup telapak tanganya.

“Cha, kita pulang, sudah malam. Kau pasti lelah,” lanjutnya seraya menarik tangan Jiya dan meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja yang mereka tempati.

Jiya hanya mengangguk seraya mengikuti Sehun yang masih menggenggam tangannya erat. Tanpa mereka sadari, sedari tadi pelanggan lain yang juga berada di restorant tempat mereka makan terus melihat kearah mereka dengan tatapan kagum. Ah, sungguh romantis pasangan ini, pikir mereka masing-masing.

Sweet Couple, memang julukan yang pantas bagi pasangan ini, sangat-sangat pantas.

.
.

SweetCouple
.
.

FIN
Gimana? Udah terasa belum Sweet nya?😅 kalo masih kurang komen aja mungkin aku bisa benerin lagi biar tambaah sweet nya😅 eaeaea.

Ff ini ringan, cocok buat selingan ff yang berat penuh emosi👌

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sweet Couple | 2 (Hollidays To Paris)”

  1. Melteing bacanya.. Kesabaran Sehun menghadapi Jiya yang bersikap seperti anak2.. Tapi dengan rasa cinta dan menggemaskan..

    Next kak..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s