[EXOFFI FREELANCE] THE OH’S TROUBLE (CHAPTER 3)

THE OH'S TROUBLE COVER

Title : THE OH’S TROUBLE

Author : nainoh

Length : Chaptered

Genre : Family Life, Romance

Rating : PG-17

Casts: Oh Sehun, Kai, and OCs

Summary:

Tentang kehidupan Sehun bersama putra dengan ribuan ide jahil ─Jun, teman konyolnya yang tampak tidak akan beranjak dewasa ─Kai, dan gadis cantik yang selalu ingin ia jadikan ibu dari putranya ─Nara.

Disclaimer:

Cerita ini adalah karya orisinil nainoh dan pernah di-publish di Wattpad dan WordPress pribadi nainoh. Plot cerita, nama-nama OC dan karakter dari tokoh bersifat fiksi dan murni berasal dari imajinasi nainoh. Member EXO yang menjadi karakter merupakan milik Tuhan, keluarga dan agensi mereka.

CHAPTER 2

“Hatchim! Hatchim! Hatchim!!!”

Bersin tiga kali berturut-turut berhasil membangunkan Sehun dari tidur panjangnya. Ia membuka kelopak matanya yang mulai terasa perih. Ia menempelkan telapak tangannya di kening dan merasakan suhu tubuhnya yang masih panas. Bahkan kini ia dapat merasakan hidungnya mulai berair.

Sehun segera mengambil beberapa lembar tisu yang ada di atas meja di samping ranjangnya. Dengan cekatan ia menutup hidungnya dengan tisu itu dan, “Hatchim!!!”, ia bersin lagi.

Sehun kemudian mengalihkan pandangannya ke arah semangkuk bubur yang masih utuh di atas meja. Ia bergidik jijik begitu mengingat makanan dengan rasa mengerikan itu masuk ke dalam mulutnya. Sehun memang tidak memakannya. Dan itu menyebabkan tubuh Sehun benar-benar lemas karena tidak makan dari tadi pagi.

Ia melirik ke arah jam dinding besar yang tergantung di salah satu sisi kamarnya. Hampir pukul 3 sore. Sehun menepuk dahinya. “Astaga, aku harus menjemput Jun!” serunya.

Sehun berusaha keras memaksa tubuhnya yang lemah untuk turun dari ranjang. Namun sebelum ia menapakkan kakinya di lantai, tiba-tiba sepotong ingatan tentang kata-kata Jun tadi pagi menyeruak masuk ke dalam kepalanya.

“… Appa tidak boleh pergi kemana-mana, atau aku yang akan pergi!”

Sehun menghela napas. Walau kata-kata itu diucapkan oleh seorang bocah berumur 7 tahun, namun Sehun dapat merasakan keseriusan di dalamnya. Dan jujur saja, Sehun terlalu takut untuk tidak mengindahkan kata-kata itu. Ia sudah cukup jera.

Sehun ingat waktu itu, sekitar setengah tahun yang lalu, Sehun terserang flu. Jun bersikeras melarangnya untuk pergi bekerja dan menggertaknya dengan ancaman yang sama, “Appa tidak boleh pergi kemana-mana, atau aku yang akan pergi!”.

Namun Sehun tetap memaksakan dirinya untuk pergi ke kantor dengan asumsi, “Apa yang bisa seorang bocah berumur 7 tahun lakukan? Memangnya ia pikir ia mau pergi kemana?”

Dan ternyata Sehun salah besar. Sepulang dari kantor, ia mendapati rumahnya dalam keadaan kosong tanpa ada Jun didalamnya. Itu membuat Sehun panik setengah mati dan berkeliling kota mencari Jun dalam keadaan flu berat. Namun akhirnya Kim Jongin, atau yang biasa dipanggil Kai, menelepon. Sahabatnya itu mengatakan Jun sedang berada di rumahnya, atau tepatnya kabur ke rumahnya.

Setelah mendengar itu, Sehun segera pergi ke rumah Kai dan ternyata penderitaannya belum berakhir. Walau Sehun sudah meminta maaf dan mengatakan bahwa ia sangat menyesal puluhan kali, Jun yang biasanya sangat cerewet itu mendadak tidak mau berbicara dengan Sehun. Dan itu berlangsung hampir seminggu lamanya.

Sehun telah melakukan segalanya demi menghentikan rajukan Jun itu. Membelikannya makanan dan minuman kesukaan Jun, membelikan mainan yang Jun idam-idamkan, mengajak Jun pergi ke bioskop dan menonton film kesukaannya, bahkan pergi ke kebun binatang terkenal yang tiket masuknya tidak murah. Dan semua itu sia-sia.

Pada akhirnya, Jun membuka mulutnya dan mengatakan,”Aku akan memaafkan Appa jika kau mengajakku ke pantai. Aku ingin kita pergi bersama Guru Jung dan juga ketiga anjing milik Kim Jong Kai-ahjussi,”

Sehun benar-benar tidak habis pikir mengapa Jun menginginkan itu. Walau pada akhirnya, Sehun harus menahan malu yang luar biasa untuk mengajak Jung Nara pergi ke pantai dan harus memohon-mohon kepada Kai untuk meminjamkan anjing-anjingnya. Dan Sehun benar-benar bersyukur ketika ia berhasil mengabulkan permintaan itu, akhirnya Jun kembali bertingkah seperti biasanya.

Sehun sudah cukup jera untuk itu semua dan akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk menjemput Jun. Ia lalu mengambil ponselnya dan berniat menelepon Kai, berharap sahabatnya itu berkenan untuk menjemput Jun.

Sehun mengetik nama ‘Kai’ dan ia mengerutkan dahi begitu tertera tulisan ‘contact name has not found‘ di layar ponselnya. Seingat Sehun, ia menyimpan dengan nama ‘Kai’ di kontaknya. Namun setelah ia mengetik ‘Kim Jong’, barulah muncul kontak bernama ‘Kim Jong Kai’. Dan Sehun yakin itu adalah perbuatan Jun.

Sehun tidak habis pikir mengapa Jun sangat suka memanggil Kai dengan sebutan Kim Jong Kai, bahkan Jun pernah mengatakan nama itu terdengar lebih keren. Dan soal kenakalan Jun yang suka merubah-ubah nama kontak di ponsel Sehun, Jun bahkan melakukannya pada kebanyakan kontak.

Seperti misalnya, kontak yang sebelumnya bernama ‘Guru Jung’ diganti dengan ‘Chagiya (darling)’ oleh Jun, dan berapa kalipun Sehun merubahnya, Jun berhasil merubah kembali, dan akhirnya berhenti pada nama ‘Jung Nara’, sepertinya Jun puas dengan nama itu.

Atau kontak teman wanita sekantor Sehun yang selalu menggoda dan bertingkah genit kepada Sehun. Jun tahu wanita itu menyukai ayahnya dan Jun merubah kontak di ponsel ayahnya dengan nama ‘Halmeoni (nenek)’. Dan saat wanita itu menelepon, Sehun dengan semangat mengatakan, “Halo, nenek? Wah, jarang-jarang kau meneleponku. Ada apa? Bagaimana kabarmu? Apa punggungmu masih sering terasa sakit?” Dan kata-kata Sehun itu mampu membuat partner kerjanya memusuhinya, otomatis membuatnya berhenti menyukai Sehun, sekaligus membuat Jun merasa sangat puas.

“Halo? Guk! Guk!” Terdengar suara seseorang di seberang sana di antara suara gonggongan anjing setelah Sehun menekan tombol ‘Call‘ pada kontak Kai.

“Kai, apa kau sibuk?” tanya Sehun lemas.

“Tidak, aku hanya sedang memberi makan anjing-anjingku. Tu-tunggu sebentar, Sehun,” Lalu Kai sedikit menjauhkan ponselnya dan berseru, “Hei, Monggu! Apa yang kau lakukan?! Sudah kubilang untuk buang air di luar rumah! Aigoo, Jang-ah! Kau menumpahkan susu di karpet itu? Kau tahu sendiri itu karpet kesukaan Go Ara, kan? Ia bisa memakanku hidup-hidup jika melihat karpet itu kotor. Dan kau, Jonggu, sabarlah sebentar, aku sedang memberimu makan,”

Sehun menghela napas. Sahabatnya yang lebih tua hanya beberapa bulan darinya itu memang selalu terdengar begitu sibuk. Tentu saja sibuk dengan ketiga anjingnya dan juga Go Ara, kekasihnya. Sehun justru tak habis pikir mengapa temannya itu tidak kunjung menikah saja.

“Kai, apa kau yakin kau tidak sibuk?” ulang Sehun.

“Tidak, tidak, aku hanya perlu memberi mereka makan. Ada apa, Sehun?” tanya Kai walau suaranya samar di antara gonggongan anjing-anjingnya.

“Bisakah kau menjemput Jun? Aku sedang demam,” jawab Sehun.

“Apa? Kau demam? Aigoo, bukankah sudah kubilang untuk berhenti bekerja terlalu keras? Kau harus mencontohku, aku tidak pernah sakit dan tubuhku selalu bugar. Aku…”

“Bisakah kau segera menjemput Jun?” potong Sehun kesal.

“Ah,baiklah. Di sekolah, bukan? Aku akan segera pergi sekarang. Ya, Tuhan! Monggu! Aku mohon jangan gigit piyama itu! Itu pemberian Go Ara…”

Klik! Telepon terputus.

Sehun menghempaskan tubuhnya di ranjang. Matanya menatap langit-langit kamarnya dengan lemas. “Bisakah aku mengandalkan Kai?” desisnya pasrah.

to be continued…

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] THE OH’S TROUBLE (CHAPTER 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s