THE WAR Series – KO KO BOP (1) – by AYUSHAFIRAA

wp-1502389176008.png

`​THE WAR`

A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

Starring EXO feat. BLACKPINK’s Lisa, TWICE’s Dahyun, PRISTIN’s Kyulkyung, LOVELYZ’s Kei, RED VELVET’s Irene, GU9UDAN’s Mina, Somi ex-IOI, Kim Yoo Jung |

| Fluff, Friendship, Hurt/Comfort, Psychology, Romance, School-life |

Teen || Ficlet-mix |

Clip List :

[Kai – Diamond] — [Baekhyun – Forever] — [Chanyeol – Chill] — [Sehun – The Eve] — [Suho – What U Do?] — [Xiumin – Touch It] — [Chen – Going Crazy] —  [D.O – Walk On Memories] — NOW PLAYING ♪ [All – Ko Ko Bop] (1)

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.


♪ Aku sedang berusaha masuk ke dalam hatimu, menyebar dengan lembut, seperti sesuatu yang tak asing 


AYUSHAFIRAA©2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

♪♬♪

*Isi cerita bisa jadi tidak sesuai dengan arti/maksud lagu*

 

[ Kai x Lisa ]

Setelah pengakuan memalukan Lisa hari itu tentang dirinya yang sempat meragukan cinta Kai karena wajah lelaki itu terlihat seperti playboy, Kai akhirnya bisa bernafas lega selega-leganya. Penantiannya selama 2 tahun terakhir akhirnya berbuah manis. Lisa menerima cintanya.

Hari-hari terakhir mereka di SMA mereka habiskan sebagai sepasang kekasih baru yang kasmaran. Kini Lisa tak lagi menjadi gadis yang anti segala hal berbau romantis, justru, Lisa semakin dibuat meleleh oleh setiap hal kecil yang Kai lakukan.

Kai berjalan mengendap-endap di belakang Lisa, berusaha tak membuat suara sekecil apapun demi mengejutkan sang kekasih yang sedang duduk sendirian di atas rumput, menunggunya yang sudah berjanji akan memberi kejutan di taman sekolah. Sebuah kotak merah berpita berukuran sedang ada dalam genggaman lelaki itu.

“Taraaa!”

Dengan tangan kiri yang memeluk leher Lisa dari belakang, Kai menyerahkan kotak yang dibawanya tersebut dengan tangan kanannya. Dilihat dari ekspresi Lisa yang tersenyum begitu sumringah, Lisa pasti akan menyukai hadiah pemberiannya itu.

“Boleh aku buka?” Lisa mendongak demi melihat wajah Kai. Di saat yang sama, Kai bisa-bisanya mencuri kesempatan untuk mengecup ranum tebal si gadis pirang dalam rangkulannya.

“Tentu. Bukalah! Aku harap kau menyukainya!”

Kai duduk meluruskan kaki di samping Lisa yang antusias membuka kotak pemberiannya. Malam minggu semakin dekat, itu artinya, tak banyak pula waktu yang tersisa bagi Kai untuk terus bersama Lisa.

“Huwaaa! Ini… gaun yang indah!” ucap Lisa terkagum-kagum sendiri.

Senyum lelaki itu mengembang,

“Kau suka?” tanya Kai selanjutnya yang langsung dibalas anggukan cepat sang kekasih.

Tanpa berkata apa-apa lagi, sejenak netranya memandangi wajah gadis Thailand yang ia kagumi sejak awal bertemu itu. Dalam kebisuannya, Kai masih berharap kalau ucapan sang gadis tadi pagi yang berkata akan segera kembali ke tanah kelahirannya itu hanyalah mimpi belaka.

Saking terfokus pada gaun pemberian Kai, Lisa jadi tak menyadari kalau ada sebuah catatan kecil dalam kotak itu yang Kai tulis dengan tangannya sendiri.

‘Tetaplah menjadi permataku yang berkilauan.’

[ Baekhyun x Dahyun ]

Baekhyun sadar kesalahannya yang telah mempermainkan gadis lugu itu sudah keterlaluan. Baekhyun tak pernah menyangka bahwa keisengannya akan membuat seseorang terluka dan membuatnya begitu menyesal kemudian. Dahyun mungkin membencinya, ah tidak, itu pasti.

“Dahyun!”

Gadis berkacamata minus itu tak mengindahkan panggilan Baekhyun. Sisa-sisa airmatanya masih terlihat begitu jelas. Saat Baekhyun melangkah mendekati kursi Dahyun, Dahyun buru-buru menyibukkan dirinya dengan mencorat-coret buku hariannya sendiri, asal.

“Hei, Dahyun! Dengarkan aku, aku benar-benar minta maaf!”

Sontak saja, pemandangan si Cassanova Byun yang meminta maaf pada si kutu buku Kim menjadi pusat perhatian teman-teman sekelas mereka. Mungkin aneh karena baru kali ini seorang Baekhyun yang terkenal memiliki beberapa gadis cantik di sekitarnya itu terlihat merasa bersalah pada seorang gadis culun paling pendiam di kelas mereka.

Karena gadis itu terus mengabaikannya dengan memusatkan perhatian hanya pada aktivitas mencorat-coret buku, Baekhyun pun merebut paksa buku harian Dahyun hingga gadis itu berpaling ke arahnya dengan tatapan marah.

“Kembalikan bukuku!”

“Tidak, sebelum kau mau mendengarkanku!” tegas Baekhyun.

Dahyun meremas rok seragamnya, kacamatanya tampak sedikit beruap.

“Terserahmu, Baekhyun. Aku tidak mau mendengar apapun darimu lagi.” gadis itu berlalu membawa tasnya. Wajah pucatnya pagi ini bisa menjadi alasannya untuk tidak berlama-lama di sekolah dan kembali ke rumah.

Baekhyun berdiri mematung, tak percaya dengan perlakuan yang baru saja diterimanya seumur hidup. Selama hidupnya, ia tidak pernah tahu bahwa ‘diabaikan’ nyatanya akan terasa sesakit ini.

Buku harian Dahyun yang sedaritadi digenggamnya memperlihatkan sebuah halaman di mana sebuah gambar lucu buatan Dahyun menarik perhatiannya.

‘Dahyun ♥ Baekhyun, HyunHyun Couple!’

Tak berhenti sampai disitu, jemari Baekhyun kemudian bergerak cepat mencari lembaran lain yang tadi terlihat dicorat-coret Dahyun.

‘Aku —- menjadi pasangan Baek—- Mimpi apa — semalam? Senang sekali ——- tapi kenapa aku semakin gu— ya? Hihi, pokoknya aku harus tampil cant– malam minggu nanti!’

Ibu jari Baekhyun menyentuh bekas airmata Dahyun di atas kertas buku harian itu yang masih terasa basah. Rasa bersalahnya kini kian mendera batinnya.

“Maafkan aku, Dahyun.”

[ Chanyeol x Kyulkyung ]

Kyulkyung itu gadis yang baik. Setidaknya itulah yang terbesit di pikiran Chanyeol saat mendengar nama gadis cantik itu disebut. Semua lelaki menyukai Kyulkyung hingga rela melakukan apapun untuk gadis itu, namun bagi Chanyeol, ia masih belum ada apa-apanya untuk berani memenangkan hati gadis yang mau mengajaknya pergi ke pesta perpisahan itu.

“Chan, kau suka yang mana?”

Ah iya, Chanyeol baru tersadar kalau saat ini dirinya tengah berada di sebuah butik ternama bersama Kyulkyung yang mempersilakannya memilih jas seperti apa yang ingin ia kenakan di pesta perpisahan nanti.

“A-aku tidak bisa memilih, Kyulkyung.” Jawab Chanyeol, sedikit gagap. Seharian berada di dekat Kyulkyung membuat Chanyeol harus terus berkeringat dingin, padahal Kyulkyung selalu membawanya ke ruangan ber-AC.

“Loh? Kenapa?” Kyulkyung beranjak dari duduknya, menghampiri Chanyeol yang sedaritadi berdiri menghadap puluhan pilihan jas yang disediakan butik tersebut untuk lelaki itu. “Apa sebegitu sulitnya untuk memilih sesuai keinginan hatimu?”

“Semua jas ini, terlalu mahal. Aku tidak akan mampu membelinya.”

Chanyeol mendapati Kyulkyung tertawa kecil merespon kata-katanya barusan.

“Kau ini kenapa sih, Chan? Aku kan tidak menyuruhmu untuk membelinya. Kau kusuruh untuk memilih, tinggal pilih saja kok jas mana yang kau inginkan! Atau, apa perlu kupilihkan untukmu?”

Kyulkyung mengambil beberapa jas yang menurutnya cocok untuk dikenakan Chanyeol. Gadis itu lalu mencoba mencocokan pilihannya dengan menempelkan jas-jas tersebut ke tubuh Chanyeol satu-persatu.

“Cobalah yang ini!”

“Tapi-“

Telunjuk gadis itu kini menempel di bibir tebal Chanyeol, yang secara tidak langsung menyuruh lelaki tinggi di hadapannya itu untuk tidak banyak bicara.

“Kau tenang saja, Chan. Aku akan membelikannya untukmu.”

Lelaki itu melangkah ragu menuju ruang ganti dengan membawa pakaian yang tadi dipilihkan Kyulkyung. Saat berganti pakaian pun, ingatan Chanyeol terus memutar adegan di mana Kyulkyung menangis memohon padanya agar mau menerima tawaran pergi bersama ke pesta perpisahan demi menjauhkan gadis itu dari banyak lelaki yang terus berusaha mengganggunya.

“Sudah belum, Chan?”

Srelek.

Sama seperti saat pegawai salon baru saja merombak total penampilan Chanyeol, Kyulkyung menatap lelaki itu tanpa berkedip. Terpesona, mungkin adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan ekspresi Kyulkyung saat ini.

“Apa kekasihmu ini sudah tampan, Kyulkyung?” tanya Chanyeol yang sontak membuat manik Kyulkyung berbinar dan sebuah senyuman terukir di bibirnya.

[ Sehun x Kei ]

“Kecil!~~ Sehun di sini!~~” teriak lelaki setinggi tiang itu di depan pagar rumah Kei. Sesekali, lelaki itu juga menekan-nekan bel rumah Kei, tak sabar.

Sehun datang ke rumah Kei karena tak lain gadis itulah yang memintanya untuk datang. Katanya, gadis kecilnya itu kebingungan sekali memilih gaun mana yang cocok untuk dikenakan ke pesta perpisahan SMA mereka malam minggu nanti. Sebagai calon pasangan yang baik, Sehun tentu tak mau membiarkan penampilan mereka tak matching saat berdansa di pesta hanya karena Kei yang salah kostum.

“Selamat malam, Kei!” Sehun melambaikan tangannya di udara saat melihat si gadis pemilik rumah keluar dengan wajah merengut. Sehun sih senyum-senyum tanpa dosa saja, tahu jelas alasan Kei ngambek.

“Tak bisakah kau berhenti memanggilku dengan segala hal berbau ‘kecil’?”

“Lalu haruskah aku mulai memanggilmu ‘Sayang’?”

“Apa?!” ceritanya, gadis itu terkejut. Tapi Sehun jelas bisa melihat pipi Kei yang berubah warna menjadi kemerah-merahan tepat setelah dirinya menggoda si gadis berpipi tembam itu.

“Aku bercanda! Aku bercanda!” lagi, tanpa merasa berdosa, Sehun hanya menunjukkan cengiran khasnya. “Cepat buka pagarnya!”

Setelah pintu pagar terbuka, tangan lelaki itu langsung merangkul Kei, gemas melihat tubuh sahabatnya yang begitu kecil di matanya. Ingin sekali rasanya Sehun mempites Kei seperti kutu, namun apa daya, ujung-ujungnya pasti telinganya-lah yang menjadi korban jeweran Kei.

“Kau sudah menyiapkan jas yang akan kau pakai nanti?”

Sehun mengangguk. “Jadi tak akan sulit bagiku untuk memilihkan gaunmu.”

“Baguslah.”

Sesampainya di kamar, Kei mengeluarkan gaun-gaun terbaiknya dari dalam lemari. Namun entah kenapa, tiba-tiba saja pergerakan gadis itu terhenti setelah menyimpan gaun-gaun miliknya di atas kasur.

“Kenapa, Kei?” tanya Sehun, menyadari tatapan gadis itu yang berubah sendu.

“Aku masih merasa bersalah pada Irene, Hun. Karena kecerobohanku, aku merusak gaunnya yang merupakan pemberian berharga dari Suho.” aku Kei, sedih.

“Ya ampun!” lelaki itu melangkah ke hadapan Kei, menangkup kedua pipi tembamnya dan bermain-main sebentar di sana. “Bukankah sudah kubilang jangan pikirkan itu?”

“Tetap saja, Hun.” Rengek Kei, matanya memerah hampir menitikkan airmata.

“Baiklah, baiklah!” Sehun menarik Kei ke dalam pelukannya. “Kita berdua bisa menyelesaikan masalah itu bersama-sama.”

Sementara Kei merasa ditenangkan oleh pelukan Sehun, Sehun justru cengar-cengir tanpa sepengetahuan Kei. Baru saja, lelaki itu melancarkan aksinya.

Modus.

[ Suho x Irene ]

Tak mau memendam rasa kesalnya seorang diri, Irene nekat mendatangi ruang kelas Suho untuk pertama kalinya. Bukan karena lelaki itu meninggalkannya kemarin, ini masalah gaun mahal pemberian Suho yang telah dirusak oleh teman sekelasnya. Meskipun agaknya Irene ini sedikit berlebihan, karena sebenarnya tinggal dicuci saja gaun miliknya bisa kembali bersih seperti sedia kala.

“Ada apa?” tanya Suho. Lelaki itu bersandar pada bingkai pintu dengan aura ketampanan yang tidak dapat ditolak oleh siapapun, termasuk Irene.

“Gaunku rusak! Semua itu karena ulah teman sekelasku!” adu gadis itu. Jika kalian membayangkan wajah seorang Irene yang begitu manja saat mengadu, tentu saja kalian salah besar. Irene tetap pada prinsipnya dalam menjaga imej, terutama jika di depan Suho.

Suho menguap, “Lalu? Kau kan tinggal membeli yang baru dengan kartu kreditku.”

“Kau ini tidak mengerti ya?! aku ingin memberinya pelajaran! Kalau bukan karena ulah sengajanya menumpahkan susu ke gaunku, aku pasti bisa mengenakan gaun pemberianmu itu ke pesta perpisahan!” jelas Irene panjang lebar. Sementara itu, yang diajak bicara hanya terlihat mengorek-ngorek telinganya seolah malas mendengarkan kecerewetan Irene.

“Kau ini menyukaiku atau tidak sih?!” tanya Irene, saking emosinya menghadapi tingkah sok Suho ia jadi lupa kalau seharusnya ia tidak perlu menanyakan hal itu.

“Lalu kalau aku menyukaimu, aku harus mengikuti apa katamu begitu?”

Singkat namun begitu menusuk. Jika Irene lupa akan jati dirinya lagi, Suho pasti sudah habis terkena umpatan kasarnya. Sayangnya, Irene tidak mau derajatnya di depan Suho turun untuk kedua kali.

“Kalau itu maumu, baiklah, ayo kita beri dia pelajaran. Tapi, kau juga harus mau melakukan sesuatu untukku.” Ujar Suho, memberi syarat.

“Apa yang harus kulakukan untukmu?”

Lelaki itu tersenyum jahat, “Mudah saja. Kau hanya perlu menggoda seseorang agar aku memiliki alasan untuk memberinya pelajaran juga.”

Irene menelan ludahnya, bagaimanapun ia tak pernah dilahirkan untuk menjadi seorang wanita penggoda. Tapi karena Suho yang memintanya, Irene yakin bisa melakukannya dengan mudah. Tidak mungkin juga kan Suho memintanya melakukan hal seperti itu jika lelaki itu tak melihat potensi kecantikannya yang bisa menggoda banyak laki-laki?

[ Xiumin x Mina ]

Mina masih saja cemberut. Xiumin tak tahu lagi harus melakukan apa untuk membuat sang kekasih mau bersikap kembali seperti biasanya. Lelaki itu sudah melakukan berbagai macam cara, seperti bertingkah konyol, membeli makanan dan minuman kesukaan, dan lain-lain, tapi tetap saja tak berhasil. Mina akan tertawa atau menikmati pemberian Xiumin, namun tak berapa lama setelah itu Mina akan kembali ngambek.

“Pacar…” Xiumin mengguncang bahu gadisnya. “Pacar masih marah karena tidak kucium?”

Mina menggeleng tanpa berkata sepatah katapun.

“Kalau begitu, apa yang membuat Pacar tega memperlakukanku seperti ini? Kalau Pacar tidak mau menjelaskan, bagaimana aku bisa tahu apa yang Pacar inginkan sebenarnya?”

“Pacar itu benar-benar lupa ya?” mata Mina memicing, sedang bibirnya masih mengerucut, manyun.

“Lupa apa?” tanya Xiumin, mengedipkan kedua matanya, polos.

“IHHHH!” Mina mengepal tangannya kuat-kuat, geregetan. “INI KAN HARI PERINGATAN SATU TAHUN HUBUNGAN KITA! PACAR TIDAK MENYIAPKAN APAPUN YANG SPESIAL UNTUK MINA GITU?”

Xiumin mengangguk-anggukan kepalanya sebagai respon atas penjelasan sang kekasih, namun rupanya reaksi Xiumin itu malah semakin membuat Mina kesal luar biasa.

“PACAR JAHAT!”

“Eits!” Xiumin menggenggam erat-erat tangan Mina, menahan gadisnya agar tak berlalu begitu saja meninggalkannya sendirian di taman sekolah. “Siapa bilang aku tidak menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Pacar?”

Mina menunduk sebal, tak mau melihat ke arah Xiumin. Melihat gadisnya yang begitu menggemaskan membuat Xiumin tak tahan untuk berakting lebih lama lagi. Berpura-pura lupa, memasang ekspresi biasa saja saat Mina tadi menjelaskan perihal first anniversary mereka, dan melihat Mina kesal ternyata sudah menjadi bagian dari rencana Xiumin sejak awal.

Lelaki berwajah tampan itu lantas mengeluarkan sebuah kalung silver berliontinkan cincin dari saku celananya dengan senyuman lebar. Di cincin silver tersebut, terukir sebuah tulisan ‘Mina hanya milik Xiumin’ yang dapat dengan mudah menarik perhatian Mina dan membuat Mina berbinar terharu.

“Aku tidak mungkin lupa, Pacar.” Ujar Xiumin. Dengan gerakan pasti, Xiumin mengalungkan kalung tersebut di leher Mina yang sedaritadi terus menatapnya tanpa berkedip.

“Terimakasih, sudah mau selalu bersama-sama denganku selama setahun terakhir ini, Nona Mina. Semoga selamanya, Mina mau bersama Xiumin.”

[ Chen x Somi ]

Somi benar-benar merasa dikecewakan. Sudah cukup rasanya ia bersabar dan menderita tekanan batin seorang diri dalam menghadapi sikap Chen selama ini. Somi sudah memberi kesempatan kedua untuk Chen, namun Chen lagi-lagi menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Chen berulah lagi?” tanya teman-teman lelaki Somi, peduli, saat melihat gadis bule mereka kembali ke kelas dengan wajah merah berurai airmata. Padahal, karena berpacaran dengan lelaki overprotektif seperti Chen, Somi sempat melupakan mereka demi menjaga perasaan lelaki itu.

“Aku tidak bisa mengerti keadaan ini lagi.” ucap Somi yang kemudian berani mengeluarkan semua beban di hatinya yang selama ini lebih sering ia pendam sendirian kepada teman-teman lelakinya.

Sebenarnya, tanpa perlu mendengar tangisan Somi saja, teman-teman Somi sudah bisa menebak bahwa kebahagiaan Somi bukanlah bersama Chen. Mereka merasa, Somi terlihat jauh lebih baik ketika masih berstatus single tanpa beban apapun dibandingkan Somi yang sudah mengenal cinta dari orang yang tidak tepat.

“Kau pergi saja bersamaku ke pesta perpisahan, jangan pedulikan lelaki itu kalau lelaki itu masih terus mengusikmu.” Ujar salah satu teman lelaki Somi, mencoba memberi jalan keluar.

“APA MAKSUDMU BERKATA BEGITU HAH? SOMI AKAN TETAP PERGI BERSAMAKU!”

Chen tiba-tiba saja datang dan menarik Somi ke sisinya. Somi yang merasa pergelangan tangannya dicengkram terlalu kuat oleh Chen hanya bisa merintih kesakitan.

“HEI! KAU TIDAK BERHAK MEMPERLAKUKAN SOMI KAMI SEKASAR ITU, CHEN!”

“Lepas! Kumohon lepaskan aku!”

Seakan tak peduli rintihan kesakitan Somi, Chen menarik Somi pergi jauh-jauh dari kumpulan lelaki –teman-teman Somi yang selalu ia anggap sebagai rivalnya tersebut. Chen kemudian membawa Somi ke belakang sekolah agar tak seorang pun bisa menguping pembicaraan mereka.

“Somi, kumohon padamu, jangan tinggalkan aku.” Chen menangkup kedua pipi Somi, menghapus sisa-sisa airmata di pipi putih mulus gadisnya. Wajah lelaki itu memelas, tak rela melepaskan Somi begitu saja.

“Maaf, Chen. Aku tidak bisa lagi memahamimu.” Somi menggeleng, airmatanya lagi-lagi lolos dari pelupuknya.

“Tapi aku mencintaimu.”

“Tidak,” bantah Somi. “Kau tidak mencintaiku, Chen. Kau, hanya memiliki obsesi yang menggebu-gebu… untuk memiliki aku.”

[ D.O x Kim Yoo Jung ]

“Yoojung…”

D.O mengambil langkah yang perlahan tapi pasti menuntunnya untuk mendekat ke arah sang mantan kekasih yang baru saja ia gumamkan namanya. Sepeda miliknya juga senantiasa menemaninya berjalan beriringan di jalan penuh kenangannya ini.

“Hai.” Sapa D.O, canggung.

Yoojung masih membisu, tatapan berbinarnya seolah menyiratkan kerinduan yang mendalam pada D.O. Baik Yoojung maupun D.O, keduanya sama-sama masih tak percaya bahwa mereka kini berdiri berhadapan bukan sebagai pasangan kekasih melainkan sebagai dua orang yang dulu pernah berbagi kenangan bersama.

“Aku merindukanmu.”

Tanpa ada kesepakatan terlebih dulu, keduanya kompakan mengucap kalimat rindu. Pandangan yang terus beradu, semilir angin dingin yang berhembus di jalanan yang mulai gelap, jarum jam yang terus berputar di arloji masing-masing, semua rasa rindu yang menumpuk menyesakkan dada, semuanya… seolah menekankan tidak boleh ada yang berubah di antara mereka. Karena ke manapun, sejauh manapun mereka mencoba pergi, cinta pertama akan selalu menuntun mereka untuk kembali ke tempat seharusnya mereka berada.

D.O menarik Yoojung ke dalam pelukannya, membiarkan sepeda yang semula dituntunnya terjatuh di atas jalanan. Lelaki itu sudah tak mampu untuk menahan hasrat kerinduan yang dirasa begitu menyiksa tersebut. Seperti D.O, Yoojung membalas pelukan lelaki itu dan menangis sejadi-jadinya. Airmata yang sudah sekuat tenaga ia tahan selama ini akhirnya menemukan momen yang tepat untuk meloloskan diri.

“Maafkan aku, Yoojung. Tak seharusnya aku selalu meninggikan egoku dan mengesampingkan perasaanmu. Aku benar-benar menyesal.” aku D.O.

“Aku pikir, semuanya benar-benar akan berakhir semenyakitkan ini. Bagaimana aku bisa menerimanya jika seseorang yang biasanya ada di dekatku tiba-tiba saja menjauh?” isak Yoojung.

“Aku mengerti, aku mengerti…” tangan lelaki itu bergerak memberi elusan lembut di punggung gadisnya, menenangkan sang gadis yang tampaknya begitu terpukul atas keputusannya mengakhiri hubungan mereka beberapa hari lalu. “Maafkan aku.”

“Sudah, sudah. Jangan menangis lagi.” D.O mengusap airmata Yoojung. “Lihat? Kalau kau menangis, dandananmu akan jadi berantakan lagi. Memangnya kau tidak mau pergi ke pesta perpisahan?”

Yoojung menunduk, “Kalau kau saja tidak pergi, untuk apa aku datang ke sana?”

“Ssstt!” D.O menempelkan telunjuknya di bibir si gadis, “Ayo kita pergi bersama.”

 

To be continued…

Watch me on :

WordPressWattpad

Iklan

2 respons untuk ‘THE WAR Series – KO KO BOP (1) – by AYUSHAFIRAA

  1. Okeh ka as demi apapun jam istirahat begini, dikasih updatean ff kesayangan ❤
    dimana Baekhyun berusaha buat minta maaf ke Dahyun, tapi malah diperlakuin diluar pemikiran si Baek :")

    mending lah si Baek ini begini, minta maaf ato nyamperin si cewe.. Sampe gangguin ketenangan si cewe :"v tapi, kok doi aku gak begitu ya? Cuek kaya bebek :") /ya, buang aja doinya, berharaplah pada bias mu/

    dari segala cast, tertarik sama Baek.Dahyun ❤ ❤
    suka.suka ❤

    ditunggu next nya thor /chuu

    1. Wkwk alhamdulillah kalo ff ini bisa jadi ff kesayangan kamu💋💋❤ iyadong, sekali2 baek harus tau gimana rasanya dicuekin, dia kan udah jadi pusat perhatian mulu selama jadi anak hitz :”)

      Demi mendapat maaf tentu harus mau memintanya dulu 😂 waduh wkwk jadi curcol begindang 😂😂😂 mungkin doimu gak pekaan shay, sabarin aja 😆😆😆

      Ciyeee HyunHyun couple ada yg suka juga akhirnya witwiwww 😍😍😍

      Siip siip, bentar lagi juga tamat kok muehehe 💋💋💋💋

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s