[EXOFFI FREELANCE] Passionate as Sin

[EXOFFI FREELANCE] Passionate as Sin - (Oneshot).jpg

Passionate as Sin

Tittle: Passionate as Sin

Author: Berry Cupcakes

Length: Oneshot

Genre: Romance

Rating: PG-15

Main Cast:

-Sehun (EXO) as Oh Sehun

-Oh Raena (OC) as Oh Raena

Summary: “Jadi kenapa manusia tetap melakukan nya sekalipun tahu suatu hal itu dosa?”

“Karena tak ada yang lebih menggairahkan dari pada dosa”

Disclaimer : Asli punya saya. Okay?

Author’s note: Tolong di Read, Comment, Like. Dan….jangan diplagiat. PLEASE!!

###

Sehun mengulas senyum tipis nya saat akhirnya menemukan gadis nya di dapur apartemen. Terlihat sedang mengaduk-aduk singkat minuman yang ada di dalam kungkungan tangan nya. Sehun langsung memeluknya dari belakang. Ada sentakan singkat saat gadis itu terkejut dengan kedatangan Sehun.

Raena mengelus pipi Sehun yang bertengger di bahu nya. “Kau bangun lebih pagi dari biasanya”

Sehun masih mengulas senyum nya. “Eomma ku meminta ku pulang ke Korea minggu depan. Jadi pekerjaan ku harus diselesaikan lebih cepat”

Jawaban tersebut membuat Raena mengangguk paham.

“Tak ingin menawariku?” tanya Sehun melirik minuman yang di sesap Raena.

“Kau tidak suka kopi” jawab Raena tapi dengan sedikit mengernyit karena Sehun mengucapkan sesuatu yang tidak biasa.

Sehun mengeratkan pelukan nya. Merasakan langsung persentuhan kulitnya kulit perut Raena karena gadis itu hanya memakai cd dan bra ditambah kemeja Sehun tanpa mengancingi nya terlebih dahulu.

“Tapi sekarang dingin. Jadi kurasa aku memang sedikit membutuhkan nya” ujar Sehun. Raena mengangguk singkat karena ia tahu Sehun lebih mudah kedinginan dari pada dirinya.

Raena langsung mengambil cangkir lain nya.

“Tolong gula nya-“

“4” ujar Raena memotong. Ia melirik Sehun singkat. Melempar senyum dan Sehun langsung mengecup kilat bibirnya.

Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite song

“Kau benar-benar tahu aku” ujarnya nyaris berbisik.

Raena hanya mengulas senyum simpul nya. Hampir 7 tahun dia menjadi kekasih Sehun dan hidup bersama selama 3 tahun terakhir. Mustahil ada yang tak ia tahu tentang Sehun.

Raena menyeduh kopi Sehun dengan air panas. “Tapi kenapa tiba-tiba Eomma mu meminta mu kembali ke Korea?” tanya Raena sambil mengaduk-aduk kopi di tangan nya kemudian memberikan nya ke Sehun.

Sehun bergidik sambil menyesap kopi nya. Kentara sekali tidak tahu dan dia juga tidak peduli. “Ah, tapi aku memang berencana pulang ke Korea dalam waktu dekat ini” ujar Sehun dengan senyuman penuh maksud. Ia mengambil tangan kiri Raena dan mengecup punggung tangan gadis tersebut lembut. Menyeringai puas melihat logam bewarna silver melingkar di jari manis gadis nya. “Kita tak mungkin menikah tanpa pemberitahuan sama sekali”

Pipi Raena bersemu merah. Sehun melamarnya 2 hari lalu. Dan ia tak bisa melakukan apapun kecuali menerima. Tentu saja. Mereka pacaran untuk waktu yang lama. Tapi ia tahu hubungan Sehun dan Ibu nya memang tidak baik. Mungkin itu yang membuat Sehun butuh waktu untuk melamar Raena dan mengharuskannya mengenalkan gadisnya pada ibunya. Ia terlalu malas untuk bertemu ibu nya.

Raena sangat senang saat Sehun melamar nya. Karena itu artinya Sehun sudah memutuskan akan sedikit memperbaiki hubungan dengan Ibu nya. Ayolah! Raena tahu Ibu Sehun adalah orang tua Sehun satu-satu nya saat ini. Dan Raena sebagai alasan Sehun berbaikan dengan Ibu nya membuat Raena senang. Mempersatukan kembali hubungan Ibu-Anak adalah hal yang sangat manis baginya. Ia benar-benar jatuh cinta pada Sehun. Karena itu pula ia peduli tentang pria itu.

Loving him is like trying to change your mind once you’re already flying through the free fall. Like the colors in autumn, so bright.

Raena membalas pelukan Sehun. Senyum nya tak luntur sedikit pun. Ini mungkin detik-detik yang paling berharga baginya. Bersama Sehun selalu membuatnya merasakan debaran kencang di jantung nya dan juga jantung Sehun. Debaran yang membuatnya merasa tenang dan damai.

Touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you

Raena berjinjit dan mencium lembut pipi Sehun. Ia bangga dengan Sehun. Sehun melirik nya dan bisa memahami bagaimana gadis itu senang dengan keputusan yang diambil Sehun. Sehun hanya menenggelamkan Raena dalam pelukan nya. Meresapi rasa nyaman yang melingkupi diri nya. Mungkin sebenarnya ia tak butuh kopi. Raena hangat dan lebih manis.

###

Nafas Raena memburu begitu pula Sehun. Aksi saling membentak beberapa saat yang lalu membuat wajah kedua nya memerah. Raena menahan nafasnya, mencoba agar tak terisak. Mata keduanya memandang dalam. Mencari-cari arti dari tatapan mereka masing-masing.

Fighting with him was like trying to solve a crossword and realizing there’s no right answer

Sehun maju selangkah. Disusul langkah-langkah lain hingga tepat di hadapan Raena. Tangan nya menghapus air mata di pipi Raena. Namun langsung ditepis kasar.

Sehun terdiam. Ia menggigit lidahnya. Menahan dirinya agar ia tak ikut menangis. Kalau ia sendiri menangis, gadis nya pantas meraung-raung saat ini. Tapi gadis itu hanya membiarkan air mata nya mengalir. Dia gadis yang kuat. Sehun tahu itu sejak dulu.

“Rae, aku mencintaimu. Apa cinta ku tak cukup?” tanya Sehun pada Raena yang sejak beberapa saat yang lalu memilih membuang wajah nya. “Apa hanya dengan alasan cinta tak cukup untuk membuatmu bertahan? Ini sudah 7 tahun, Rae”

Tubuh Raena bergetar. Menatap Sehun tak percaya. Bibir nya bergetar karena banyak nya kata yang tertahan di mulutnya. Sehun kembali mendekatkan dirinya. Memeluk Raena erat. Membiarkan tangis Raena pecah dalam rengkuhan nya.

Losing him was blue like I’ve never known

Missing him was dark grey all alone

Forgetting him was like trying to know somebody you never met

Sehun mengerti. Cinta Raena padanya sama besarnya dengan cinta nya pada gadis itu. Sejak dulu ada banyak rintangan. Yang kecil dan yang besar. Mereka menghadapi semuanya bersama. Karena itu Sehun tak akan membiarkan apapun memisahkan mereka. Masalah sekecil apapun atau masalah sebesar apapun tak akan ia biarkan menghentikan mereka. Namanya juga cinta. Selalu ada rintangan dalam setiap hubungan. Dan ia yakin ia dan Raena bisa melalui ini.

Tell myself it’s time now, gotta let go

But moving on from him is impossible

###

“Oh! Kudengar kau akan menikah bulan depan. Bukankah Appa mu juga baru menikah lagi 3 bulan lalu? Tidakkah itu luar biasa? Keluargamu pasti sangat bahagia sekarang” Sojin terlihat benar-benar excited melihat teman lama nya saat kuliah di London bisa ia temui saat ia hanya masuk asal ke salah satu bar di Seoul. Apalagi karena ia baru saja mendengar kabar bahwa gadis itu akan menikah.

“Tentu saja. Aku tinggal bersama Appa dan Eomma ku untuk sementara ini. Tapi ayahku bukan menikah lagi. Dia hanya rujuk dengan ibu kandungku. Mereka terlalu dimabuk cinta karena itu bahkan membuat upacara pernikahan semeriah itu” ujar Raena juga tak habis pikir mengingat betapa mesra nya ayah dan ibu nya yang menikah lagi itu

“Wow!” Sojin terlihat takjub. Rujuk bukan hal yang terlalu sering terjadi dalam hidup ini kan? Lagi pula dari yang Sojin dengar dari Raena hubungan orang tua nya benar-benar buruk setelah bercerai. Bahkan Raena baru tahu kalau Eomma nya masih hidup setelah orang tua nya menikah kembali.

“Tapi ngomong-ngomong kau belum memberiku undangan pernikahanmu” cetusnya kembali ke percakapan yang paling menarik perhatian nya. Tentu saja pengantin muda lebih menarik dibahas dari pada orang tua.

“Undangannya di sebar 2 minggu sebelum hari H. Tapi karena kau teman ku, aku akan memberikan mu lebih cepat dari orang lain. Aku akan mengirimkannya padamu nanti” jawab Raena dengan senyuman.

“Ah! Bukankah ulang tahun mu dan Sehun sudah dekat? Kalian masih pacaran kan?” tanya nya melirik Sehun yang tepat berada disamping Raena.

“Apa tidak kelihatan?” tanya Sehun dan menciumi leher Raena tanpa malu di depan Sojin. Raena hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya dan mendorong wajah Sehun agar berhenti.

“Aku masih ingat kalian bertemu 7 tahun lalu karena mengadakan pesta ulang tahun di tempat yang sama. Dan bukankah tak lama setelah itu kalian pacaran?”

Raena tersenyum tipis mengingat awal mula ia bertemu dengan Sehun. Mereka jatuh cinta dengan begitu mudahnya.

Loving him is like driving a new Maserati down a dead-end street. Faster than the wind.

“Sudah 7 tahun kalian masih langgeng-langgeng saja” ujarnya penuh rasa iri. Matanya sedari tadi melihat bagaimana tangan Sehun terus melingkar posesif di pinggul gadisnya. Dan sering kali mencuri kecupan-kecupan singkat di pipi Raena.

“Kalau aku punya pacar secerewet kau tidak mungkin kan masih langgeng? Kalau kau mencontoh Raena kurasa hubunganmu dan pacarmu akan lancar. Diam dan bersuara pada tempat yang tepat” timpal Sehun langsung

“Kau tidak perlu menyiratkan kegiatan seks kalian padaku, Sehun. Memangnya se seksi apasih desahan gadismu? Apa aku harus ikut kursus mendesah padamu, Rae?” tanya nya beralih menatap Raena.

“Abaikan saja si idiot ini, Sojin. Otaknya memang sudah rusak” ujar Raena dan kembali mendorong Sehun sedikit menjauh.

“Rusak karenamu, Baby” kalimat itu menjadi yang terakhir kali Sehun ucapkan sebelum menghilang di kerumunan orang yang sedang membiarkan tubuh mereka bergerak seirama musik.

“Dia kenapa?” tanya Sojin bingung melihat kekasih teman nya pergi begitu saja.

“Sinting?” jawab Raena tak peduli dan hanya kembali menyesap minuman di atas meja nya.

###

Sehun menjilati hole gadis nya yang baru saja mencapai klimaks nya sesaat yang lalu. Membuat desahan-desahan halus lolos dari mulut si gadis. Sehun kembali menarik dirinya. Melihat Raena yang dalam nafas memburu. Sehun menarik seringaian dan kembali melumat habis bibir Raena yang selalu menggoda nya. Perlahan turun ke leher yang telah di penuhi kissmark. Dan kembali ke dada sintal Raena. Sehun kembali bermain di sana seolah tak pernah bosan dengan tiap lekuk dari tubuh gadis nya.

“Tok tok tok”

Ketukan di pintu langsung membuat Raena terkesiap.

“Raena? Apa kau sedang tidur, Sayang? Eomma baru saja mendapat kiriman barang contoh untuk buket bunga pernikahan mu bulan depan”

Suara dari balik pintu tersebut langsung membuat Raena mendorong Sehun dan bangkit dari tempat tidur.Tapi tangan Sehun lebih dulu menutup mulutnya sebelum ia sempat menjawab.

“Idiot. I’m going to go to inside of you now”  bisikan geram dari Sehun itu bersamaan dengan tarikan dari belakang oleh sebelah tangan Sehun menarik pinggulnya kembali ke ranjang. Dan pria Oh tersebut langsung saja memasuki dirinya.

Raena membulat tak percaya. Dan hentakan-hentakan dari Sehun membuat tubuhnya otomatis bergerak seirama sekalipun matanya masih menatap nyalang pintu. Benar-benar kesal dengan tindakan Sehun saat ini.

Sehun memang tak lagi membekap mulutnya. Namun malah ia yang harus berjuang mati-matian agar suara desahan nya tak keluar. Dan yakinlah itu sangat sulit.

“Sayang? Apa kau sedang tidur?” suara di balik pintu nya masih terdengar.

Raena menggigit bibirnya kuat-kuat seiring dengan pergerakan Sehun yang mulai menggila di bagian bawah tubuhnya.

“You’re so hot inside, Baby” bisik Sehun seduktif di telinga nya. Membuat pikiran nya semakin kacau.

Pekikan tertahan lepas dari mulut Raena saat hentakan Sehun di dalam dirinya menjadi terlalu liar.

“Raena? Kau sedang bangun?”

Mata Raena menatap gelisah pintu kamar nya. Ia tahu pintu itu tidak dikunci. Dan mungkin beberapa saat lagi Ibunya akan membukanya karena merasa ada keanehan dari dalam kamar anaknya.

Raena membekap mulutnya sendiri. Tidak membiarkan satu desahan pun lolos. Ia juga berusaha menetralkan nafasnya di antara semua sentuhan Sehun pada tubuhnya. Bibirnya bergetar tapi ia harus mengatakan sesuatu.

“Bisakah itu menunggu sampai nanti, Eomma? Aku sedang mengantuk” jawabnya setelah bersusah payah menetralkan suaranya.

“Oh? Okay” sahutan ringan dari balik pintu tersebut membuat Raena menghela nafas lega.

Sehun langsung membalik badan nya. Kembali menghujamkan kejantanan nya di dalam diri gadis nya. Dan Raena tidak bisa melakukan apapun kecuali bergerak selaras dengan ritme permainan Sehun.

“Kita hampir ketahuan, Sialan!” maki nya langsung saat mereka telah mencapai puncak kepuasan masing-masing.

“But…..it’s exciting, isn’t it?” jawab Sehun dengan seringaian nya.

“Been found out in woman’s room is not cool at all, Sehun” maki Raena lagi. Benar-benar kesal dengan tindakan Sehun yang tidak mau berhenti sekalipun ada Eomma nya di luar kamar. Sebenarnya apa isi otak Sehun?

“Of course. I’m not cool. I’m hot” jawab Sehun masih sama ringan nya dengan sebelumnya.

Raena menatap pria di hapan nya beberapa detik. Ia menghela nafas karena berapa kali pun Sehun tidak mau mengerti ini.  “I’m not yours, Mr. Oh. You know that”

Dan satu kalimat itu langsung membuat rahang Sehun mengeras. Mengerti keadaan tapi tidak bisa menerima. “Don’t you love me?” tanya nya parau.

Raena mendecih angkuh sambil memutar bola matanya bosan. Tanpa siapapun tahu decihan itu untuk pertahanan dirinya agar tak terpuruk saat ini. “So childish, Oh Sehun. You don’t need to ask. I’m not kind of girl who will speak romantic sense like ‘My heart full of you’. And so do you”

Sehun hanya diam. Matanya hanya memperhatikan Raena yang bangkit dan mengecek ponsel nya yang mengeluarkan dentingan nyaring. Mengetik beberapa kata. Kemudian membuka lemari dan memilah-milah baju. Ia tahu kemana gadis ini akan pergi.

“I’m mad. I’m jealous. You know that. That man will touch every single places in your body which is has to be mine” ujar Sehun tajam.

Raena hanya memilih tetap memakai bajunya. Baju yang benar-benar paling tepat untuk menutupi semua kissmark di tubuhnya. “Don’t be so dramatic, Sehun. I can’t be yours even if we’re tryin. Don’t blame me for this. You are the one who so stubborn and tell us to not be apart and keep this stuff” jawabnya tenang. Sekali lagi agar ia tidak lepas kendali.

Sehun menahan nafasnya. “I know. Just…..don’t forget your promise” bibirnya bergetar saat mengucapkan nya. Memilih berteman dengan keadaan yang tak bisa ia elakkan.

“Okay, okay, I get it, okay? Aku harus menemuimu setiap hari. Bercinta denganmu lebih sering dari pada Kris. Jangan jatuh cinta pada Kris” ujar Raena bosan dan memastikan dompet dan barang-barang penting lain nya masuk ke dalam tas tangan nya.

“And make sure you won’t ever have his baby. They have to be mine”  tegas Sehun

“Okay, I get it. Your baby. Just it, isn’t it?” ujarnya menatap Sehun datar

“It’s not ‘just’, Rae” bibir Sehun mengatup menahan amarah melihat ringan nya Raena menjawab.

Raena menghela nafas singkat. “Fine”

“And….You….make sure you don’t have your fiancés smell or her lipstick on you if we meet. And don’t fall in love with her” ujarnya meremas bahu Sehun. Mata nya menatap sendu kemeja bewarna biru langit Sehun yang tercecer di dekat kaki nya. Kali ini tak bisa menyembunyikan luka yang terlihat jelas di pantulan bola matanya yang jernih.

“She’s got nothing on you, Baby” ujar Sehun menenangkan karena ia lihat Raena terlihat kembali guncang.

“Of course. Just wait and see next week. I’ll look even more beautiful than her even she’s wearing a gorgeous wedding dress” jawabnya dengan senyum percaya diri. Tapi jelas mata itu masih berduka.

Raena melangkah keluar, kemudian tiba-tiba berbalik dan kembali ke hadapan Sehun. “Ah! Bisa kau antarkan undangan ini untuk Sojin? Tidak lucu kalau bulan depan dia datang dan shock karena melihat yang berdiri di altar bukan kau”

Sehun menerima undangan bewarna perpaduan coklat gelap dan silver tersebut. Kris Wu & Oh Raena tertulis di depan nya.

“I have to go now” ujar Raena dan mengecup singkat bibir Sehun. “Bye”

Sehun mengusap kasar wajahnya. Amarah membuat suhu tubuhnya meningkat drastis. Membawanya kembali ke 6 bulan lalu. Bertemu Appa yang tak pernah satu kali pun ia temui sejak ia lahir.

‘Ini Appamu. Kami akan menikah lagi 2 bulan mendatang. Dan ini adik kembar mu, Raena’

Jadi kau pikir kenapa Adam dan Eve dulu melanggar perintah Tuhan sekalipun mereka tahu itu salah? Jawaban nya adalah karena tak ada yang lebih menggairahkan dari pada dosa. Pesona dari rasa manisnya akan memikat mu tanpa ampun.

Passionate as sin, ending so suddenly

.

.

.

END

Halloo….. Saya Berry Cupcakes! Ini FF ke-4 yang aku post di sini. Dan….yah….entah kenapa terinspirasi cerita ini pas dengar lagu Taylor Swift-Red yang dicover sama Against The Current. Jadi yah….aku masukin dikit-dikit lirik nya. Trus…..tolong dong komen nya. Kalau gak ada respon aku jadi mikir tulisan aku gak ada bagus-bagus nya sama sekali sampai gak ada yang baca. Jadi tolong komen nya ya.

Best Regard,

Berry Cupcakes

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s