Melancholy Series : #5 — HyeKim

Hyekim-MS-5

  Melancholy Series : #5

  Park Chanyeol & OC`s Lee Yara 

  mentioned Red Velvet`s Son Wendy 

  Story with Slice of Life, Melodrama, Hurt/Comfort  rated by PG-17  type in Ficlet

Disclaim: This is a work of fiction. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity of plot, character, location are just accidentally. All cast belong to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Plagiarism, copy-paste without permission, and be a silent readers  are prohibited.

`Melancholy Series hanya berisikan kisah-kisah berunsur melodrama yang dipetik oleh saya dari kisah nyata yang ada. Kata siapa, cinta dan hidup pernikahan itu selalu manis? Hidup kita bukan layaknya di negri dongeng. Ada pahit yang mendominasi cerita kehidupan kita yang realitis dibandingkan kehidupan cerita cinta fiktif manis yang penuh kebohongan`

© 2017 Storyline by HyeKim

Preview : [4 : Xiumin]

Cinta ada dua macam:

Cinta pertama dan cinta sejati.

Kelak cinta sejati akan menemanimu selamanya

Tetapi nyatanya, cinta pertama lebih dikenang relung hati

Apalagi hati seorang lelaki nan nyatanya amat tulus.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

Pasangan suami-istri diibaratkan memiliki cinta sejati, demikian orang-orang bersabda. Dikiranya, para suami dan istri tersebut mencurahkan seluruh hatinya kepada satu sama lain. Well, tidak ada yang salah penuh dari definisi tersebut. Namun, bukan berarti kita harus 100% memberikan hati kepada pasangan kita—meski sudah menikah sekalipun.

Lee Yara, perempuan cantik berusia 27 itu telah menikah dengan lelaki pujaannya, Park Chanyeol, selama 9 tahun dan telah dikaruniai 3 anak. Dengan penuh keyakinan, 100% ia curahkan hatinya pada Sang Suami, tanpa keraguan untuk menguranginya sedikit pun.

Akan tetapi, siang tadi, Yara berembuk dengan karib lelakinya setelah sekian lama. Dan dalam reuni sederhana itulah, Yara terlibat konversasi serius dengan karib lelakinya semasa SMA.

“Kau mencintai suamimu 100%, kau yakin? Begini ya, Yara, kita hidup di dunia nyata, bukannya dongeng. Cinta sejati antara pria dan wanita itu sangat kecil kemungkinannya di dunia nyata. Sebagai lelaki bahkan sahabatmu, jangan sepenuhnya menyayangi suamimu terlalu banyak. 96% saja sudah lebih dari cukup, itupun cukup besar juga. Mengapa? Karena lelaki bila tidak menikahi cinta pertamanya, dalam lubuk hatinya, Si Cinta pertama masih ia kenang walaupun sudah menikah. Kau masih mau 100% mencintai suamimu yang kau pernah katakan memiliki mantan kekasih sangat cantik bak putri di negri dongeng? Intinya lelaki masih memiliki wanita terkenang di hatinya walaupun sudah menikah.”

Begitulah penuturan panjang lebar, lugas, tegas, dari karibnya. Yang mana hal tersebut lah yang menyebabkan Yara termenung kini, berdiri di daun pintu ruang kerja suaminya dengan netra mengawasi penggerakan Chanyeol yang asyik meneguk teh hangat seraya mengetik kerjaaan kantor di laptopnya.   

“Jangan berdiri di situ, sayang. Ke marilah.”

Kalimat Park Chanyeol itu sukses membuat Lee Yara tersentak, persis orang tertangkap basah sampai akhirnya mengayunkan tungkai dan membanting bokong ke kursi di depan meja Chanyeol. Sementara Chanyeol masih bergelut dengan laptopnya tanpa memberi atensi pada istrinya.

“Chan, ada yang ingin kutanyakan,” lidah Yara sudah berfrasa begitu otomatis, upaya jua untuk mengalihkan atensi Chanyeol yang akhirnya berpacu ke arahnya total. Yara menarik napas kemudian menghembuskannya. “Meski sudah menikah denganku, apa di lubuk hatimu masih ada wanita yang kau kenang sebagai cintamu?”

Tanya blak-blakan Yara disambut Chanyeol dengan tergelak dan mata membelalak, turut pula mulutnya terbuka.

“Maksudmu apa say—“

“—Aku tahu bahwa lelaki tidak menikahi cinta pertamanya sepertimu, pasti masih menyimpan seorang wanita terkenang di lubuk hatinya,” penggal Yara, tersarang darinya tatapan intens kepada logam Chanyeol yang membeku. “Dan aku hanya ingin tahu siapa gerangan wanita itu.”

Chanyeol menghela napas dengan manik terpejam sebelum akhirnya mengeksposnya kembali dengan menyemat senyum tipis.

“Baiklah,” ujarnya, pun kepala Chanyeol mengangguk singkat dimana bertepatan Yara sudah meremas ujung gaun piyamanya. “Ingat Son Wendy? Mantan pacarku yang cantik itu?” dari pembukaannya saja, Yara sudah tertohok.

Tak buang-buang waktu, Yara mengangguk singkat.

“Dia lah wanita yang ingin kau tanyakan, Yar,” sambung Chanyeol, detik berikut tatapannya menerawang dengan mengukir senyum simpul. “Dia cinta pertamaku dan masih sering kukenang walau aku mencintaimu. Jika aku menikah dengannya, aku akan mengajaknya berhoney moon ke Amerika, lalu aku akan menamakan anak-anak kita dengan gabungan namaku dengannya…”

Chanyeol terus bertutur kata, menciptakan cerita panjang mengenai Wendy—mantan terindahnya. Sedangkan Yara—Sang Istri—berusaha menahan sesak yang membelengungi, tangannya mengepal dengan amarah agak membuncah namun berusaha dia redam. Apa yang dikatakan karib lelakinya memang benar adanya begitu.

Selesai akan penuturannya, Chanyeol langsung disajikan Yara yang beranjak dengan melempar senyum tipis. Chanyeol mengerti akan suasana hati istrinya, dia pun mengukir senyum bersalah.

“Maaf Yara. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu.” Chanyeol menunduk, kentara sangat-sangat bersalah.

“Tidak apa,” sargah Yara. Kepala Chanyeol pun teriring terangkat kembali menatapnya masih sama—penuh rasa bersalah. “Namun, aku sekarang tahu dan mantap hanya akan memberikan curahan hatiku padamu sebanyak 96% saja.”

Yara menyimpulkan senyum disaat Chanyeol mengernyit akan frasanya itu.

“Kenapa?”

“Karena kita tidak mungkin 100% bergantung pada orang lain, Chanyeol. Walaupun kau suamiku. Lagi, kita bukan berada di sebuah dongeng putri kerajaan yang selalu mengatakan; ‘Akhirnya Sang Putri dan Pangeran hidup bahagia selamanya.’ Kita hidup di kenyataan dengan cinta yang harus lebih realistis.”

—END—

Kepada Kak Eki @shaekiran, terima kasih sudah meminjamkan Yara padaku yak wkwkwk. Aku di sini nyelipin Wendy bikos ente ChanWen shipper jugak, BUAHAHAHAH jadi gak mengumpat potek bacanya,’ kan /plak.

Eits, kata-katanya Yara terakhir itu semacam quote utama dari seluruh Melancholy Series lho, hahaha. Bener gak, kita bukan hidup di negri dongeng yang happily ever after dan cinta kita juga kalo dikasarin; gak usah lebay, karena kita hidup di kenyataan dengan cinta lebih realistis.

Lagi, ini beneran nyata, ada istri yang nanya begini ke suaminya karena dapet masukan dari temen cowoknya lalu suaminya pun jujur setelah istrinya ngorek-ngorek dan bicara panjang lebar mengenai Si Cewek. Mau lebih tau kisahnya bahkan aku pun diceramahin langsung sama tante-tante ini? Nanti, tunggu afterword yang akan terbit setelah semuanya beres ya.

Tiati, inget, jangan 100% layaknya drama roman untuk cinta ke suami bahkan ke pacar (lebih LOL loh ke pacar sampe cinta metong gak jelas) karena begitulah apa dayanya lelaki. Inget ya, secinta-cintanya kita sama manusia, harus mendahulukan Tuhan barulah orang tua.

P.S : MAAF MELOR UPDATENYA PADAHAL DI FILE TINGGAL SISA 2 CERITA LAGI AKU TULIS , AKU BOTAK SAMA UAS BELUM LAGI REMEDIALNYA. BARU KALI INI PULA NILAI UAS ANJLOK SEMUA

HyeKim World!

[www.hyekim16world.wordpress.com]

9 tanggapan untuk “Melancholy Series : #5 — HyeKim”

  1. aku baca ini lama banget astaga, kelamaan gak buka blog, sama wp, jadi gak tau kalo si yara sama chanyeol udah mejeng wkwkwk.

    yar, sabar yar, cowok emang begitu :’)

    sankyu els for this fiction ❤

    1. hehehe iya emang always the first love who stayed in memories whatever who people him love *helah bahasa inggris apaansih 😂😂 ditunggu series lanjutnya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s