[EXOFFI FREELANCE] From Me to You (Chapter 17)

From ME to YOU

Written by michi13

Chaptered

Genre : AU – School life – Friendship – Romance

Rating : PG 17

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun x Bae Ji Hyo (OC)

Additional Cast : EXO’s Kim Joon Myun | Red Velvet’s Bae Joo Hyun | ZE:A’s Park Hyung Sik | other cast.

Summary : “Lagu ini adalah perasaanku saat ini,Hyo-ah. Dalami arti lagu ini,maka kau akan menyadarinya.”

Disclaimer : Cerita ini hanya sebuah fiksi. Ide dan alur cerita benar-benar dari pikiran dan imajinasiku sendiri,semua tokoh yang berperan milik orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC. Jangan menjadi plagiat !

Author’s note : Terimakasih buat admin EXO FANFICTION INDONESIA karena mau menerima dan mengirim karyaku. Terimakasih juga buat readers yang mau baca karyaku. Β Semoga suka^^

Beautiful Poster by NJXAEM @Poster Channel

Happy reading^^

From ME to YOU – CHAPTER 17 : ‘THAT MOMENT’

“Aish,” rutuk Ji Hyo sebal mengetahui tasnya tersangkut pagar belakang sekolah,membuatnya kesulitan mendarat sempurna ditanah.

Dari ujung depan sana dilihatnya Baekhyun berlari tergesa dengan tas yang masih melekat apik dipunggungnya. Ji Hyo sedikit lega,setidaknya lelaki Byun itu bisa membantunya turun dari pagar ini. Eh,tunggu dulu. Kenapa lelaki itu masih menggendong tasnya? Apa dia langsung mampir kesini saat tau Ji Hyo belum hadir di kelas?

“Kau…terlambat?” Tanya keduanya bersamaan saat mata mereka bertemu pandang.

“He?”

Baekhyun menganga melihat Ji Hyo yang diam di atas pagar sana, “Kau-apa yang kau lakukan?”

“Kau tidak lihat tasku tersangkut?”

“Ah benarkah? Pantas saja kau diam begitu seperti orang bodoh.” Ujar Baekhyun menahan tawanya.

“Bodoh? Ya!” Seru Ji Hyo tidak terima.

“Ah ya bukan. Maksudku kau memang bodoh,” kali ini Baekhyun berucap dengan tawanya yang sudah pecah.

Bae Ji Hyo kesal seketika itu juga. Pagi-pagi begini dia sudah kesiangan,terlambat masuk,tasnya tersangkut. Sekarang ganti Baekhyun yang membuat mood-nya jadi lebih buruk. Benar-benar lelaki yang menyebalkan. Melihat tingkah Baekhyun yang masih sama,Ji Hyo nekat turun walaupun tau fatal akibatnya. Ya bagaimana lagi,tak ada gunanya berharap untuk dibantu Baekhyun.

Bruk.

“Akh,” rintih Baekhyun tertahan ketika pantatnya berhasil menabrak tanah. Dirinya makin meringis mengetahui tubuhnya terbebani dengan Ji Hyo yang jatuh di atasnya. Untuk punggungnya tidak terlalu sakit karena tas sekolahnya lebih dulu menyentuh tanah keras itu.

Bae Ji Hyo memang gadis pembuat masalah.

Tapi untungnya Ji Hyo ‘selamat’ dengan dirinya yang mendarat di dada Baekhyun,kedua tangannya hanya menyentuh dada Baekhyun bingung. Sedangkan tasnya malang sekali,benda itu masih menyangkut di pagar. Ji Hyo hanya mengerjap lucu mendengar rintihan lelaki di hadapannya.

“Y-ya! Mau sampai ka-kapan kau seperti itu?” Ujar Baekhyun sedikit susah karena menahan nyeri di pantatnya.

“Oh.” Ji Hyo segera sadar dari kebingungannya lantas berdiri menjauh dari tubuh Baekhyun. Gadis Bae itu hanya menggaruk rambutnya canggung,ia bahkan terus saja menoleh kanan dan kiri karena gugup. Aksinya barusan berhasil membuat jantung Ji Hyo jadi berdebar lagi,benar-benar aneh.

“Kau ini. Nekat sekali loncat seperti itu.”

“Ya ba-bagaimana lagi. Ka-kau tidak mau membantu,” balas Ji Hyo pura-pura sebal meskipun jantungnya masih saja berdebar tak karuan.

“Hah? Aigoo.” Baekhyun mendesah pasrah kemudin bergerak mengambil tas gadis itu yang talinya tersangkut di pagar. Ia memberikan tas Ji Hyo pada sang pemilik dengan datar.

“Walaupun aku tidak membantumu,tapi aku mengorbankan diriku kan untukmu?”

Deg. Gadis itu tersentak mendengar pertanyaan Baekhyun,ia langsung menilik dada kirinya yang makin berdebar tak karuan. Nah,yang satu ini Ji Hyo masih bingung. Kenapa dadanya,ah bukan. Kenapa jantungnya makin berpacu setelah mendengar ucapan lelaki itu? Ji Hyo tidak punya sakit jantung kan? Apa ini juga termasuk peristiwa alami tubuhnya? Tapi apa ini wajar ?

“Bahkan kau tidak mengakuinya. Ckckck,dasar.” Baekhyun kembali berucap kesal.

Ji Hyo tersadar dari pikirannya kemudian menatap Baekhyun malas, “Mengorbankan? Darimananya?”

“Astaga. Tadi aku rela pantatku nyeri dan sakit hanya untuk menangkapmu agar kau tidak jatuh ke tanah. Kau sebut itu bukan pengorbanan? Dasar tidak tau terimakasih.”

“Ya ya. Terimakasih,Baekhyun-ah.” Ucap Ji Hyo sok manis sambil menekankan kata ‘terimakasih’. Lelaki Byun itu tersenyum lebar lalu menarik pergelangan tangan Ji Hyo cepat. Bae Ji Hyo yang tidak tau apa-apa refleks hanya mengikuti Baekhyun bingung.

Pasti ke ruang kesiswaan,pikir Ji Hyo sebal. Sudah jelas,dirinya kan terlambat lima menit untuk hari ini.

Melewati ruang kesiswaan,Ji Hyo mengernyit. Lelaki dihadapannya masih menariknya cepat. Jika bukan ruang kesiswaan lalu kemana?

Kali ini keduanya ganti melewati kelasnya sendiri. Ji Hyo lagi-lagi mengernyit tak mengerti maksud ketua kedisiplinan ini. Ia berusaha melepaskan pegangan Baekhyun namun gagal,kekuatan Baekhyun lebih besar dari dirinya. Ji Hyo bahkan sempat mencuri pandang kelasnya yang gaduh,tidak ada guru. Ah bukan. Dia melihat teman sekelasnya merumpi sambil memegang sebuah ponsel tampak membicarakan suatu hal serius.

“Ya,Byun Baekhyun! Kau ini mau kemana?”

“Ikut sajalah,” jawab lelaki itu cepat.

“Ya setidaknya letakkan dulu tasmu dikelas.”

“Tidak perlu.”

Ji Hyo memutar bola matanya malas,lelaki ini benar-benar minta dihajar. Setidaknya kan jawab dirinya mau dibawa kemana bukannya malah membuat penasaran.

“Terserahmu sajalah.” Putus gadis Bae itu pasrah pada akhirnya-mengikuti tangan Baekhyun yang membawanya entah kemana.

Apa ini artinya mereka berdua membolos?

.

.

.

“Kau tidak bisa mengerjakannya? Padahal saya sudah menjelaskan bab ini.” Guru Park menghelas nafas pada murid di sebelahnya ini karena tidak bisa mengerjakan soal yang satu ini.

“Duduk.” Perintahnya singkat yang langsung dituruti sang siswa. Guru Park menatap semua siswanya yang masih diam mengerjakan soal di buku.

“Ada yang bisa mengerjakan soal ini?”

Dua orang mengacungkan tangan kanannya bersamaan kemudian keduanya saling menatap acuh. Guru Park tersenyum, “Kalian berdua maju. Joo Hyun kerjakan disisi kiri dan Hyungsik disisi kanan.”

Dua siswa pintar itu mengangguk kemudian maju mengerjakan soal yang sama di papan tulis dengan tenang. Kim Joon Myun menatap kosong Hyungsik,pikirannya tampak berkelana ke sembarang arah. Bahkan sesekali lelaki Kim itu menatap sahabatnya sendu,rasanya ada sebersit rasa sedih di hatinya. Kejadian setahun lalu adalah topik pemikirannya saat ini.

Ya kejadian saat Joo Hyun berubah menjadi gadis dingin yang mengerikan. Dirinya sama sekali tidak tau apa permasalahan gadis itu membuatnya merasa bersalah,karena tak pernah bertanya dan lebih peduli pada Joo Hyun.

Drrt drrt drrt drrt.

Di sekelilingnya dapat ia dengar getaran ponsel milik teman-teman sekelasnya. Joon Myun tampak bingung dengan keadaan kelasnya yang tiba-tiba saja gaduh sesaat.

“Apa benar ini dia?”

“Aku tidak tau. Tapi yang jelas gadis ini memang dia.”

“Kau tau tempat ini?”

“Ah,aku kurang tau ini dimana.”

Sebagian besar dari mereka tampak saling berbisik sambil menunjukkan ponselnya. Joon Myun mengedikkan bahunya acuh, “Dasar tukang rumpi.”

“Apa dia tau soal ini?”

“Sepertinya tidak,lihat saja gayanya yang angkuh saat mengerjakan soal didepan sana.”

Dan ucapan yang satu ini berhasil membuat Kim Joon Myun mengalihkan atensinya kembali pada teman sekelasnya. Ia mengernyit bingung, “Kenapa semuanya memandang Joo Hyun seperti itu?”

Klip klip.

Joon Myun memandang ponselnya yang terus berkedip di dalam laci meja. Dengan perlahan,ia mengambil benda itu dan membuka grup kelasnya yang sangat ramai.

In Ah – Aku rasa ini di sebuah restoran

Min Ji – Apa ini masih di Seoul?

Jun – Ternyata dia masih sama seperti setahun yang lalu

Ra Mi – Ah benar juga. Sebenarnya mau dia apa sih? Tinggal bilang dia masih menyukai mantannya susah sekali

Gi Na – Bukankah adiknya berpacaran dengan mantannya?

Min Ji – Ya benar. Tapi setauku akhir-akhir ini dia dekat dengan Ketua kedisiplinan itu.

Joon Myun membelalakkan matanya,ia tidak berniat melanjutkan membaca grup kelasnya. Ia hampir saja memekik ketika melihat sebuah video yang merupakan topik viral kelasnya saat ini. Lelaki Kim itu kembali menatap Joo Hyun yang hampir selesai mengerjakan,buru-buru tangannya mengambil ponsel milik Joo Hyun kemudian menonaktifkannya. Tak lupa juga ia menyembunyikan ponsel sahabatnya di tasnya.

Bae Joo Hyun tak boleh tau soal ini. Gadis itu tidak pantas mengenang kembali apalagi merasakan kejadian setahun lalu. Semua ini pasti gara-gara…

“Saya sudah,Saem.” Ujar Hyungsik datar lalu duduk diikuti Joo Hyun yang juga selesai mengerjakan soal. Keduanya kembali ke bangku dengan tatapan bingung saat semua teman sekelas menatapnya jijik.

“Kenapa mereka menatapku seperti itu? Menyebalkan,” rutuk Joo Hyun begitu duduk di bangkunya.

“Joon Myun,mereka sedang apa sih sewaktu aku mengerjakan soal didepan?” Gadis itu beralih pada sahabatnya yang hanya diam mengangkat bahunya acuh.

“Mo-molla. Tidak usah pikirkan.”

***

“Mau sampai kapan kita piknik di atap?” Ji Hyo berujar asal dengan kekesalannya. Walaupun dia tergolong gadis onar,tidak sekalipun dia berpikir untuk membolos pelajaran seperti ini. Di atap sekolah pula. Ia memerhatikan Baekhyun yang masih membaca sebuah buku sambil mendengarkan lagu melalui earphonenya. Jelas saja lelaki itu diam,telinganya saja disumpal oleh benda seperti itu.

Merasa diacuhkan,gadis itu menarik earphone Baekhyun lantas menatap lelaki itu tajam. “YA! Sebenarnya apa tujuan kita kesini?”

“Menghindari gadis-gadis perumpi?”

“Hah?”

“Sudahlah,sebentar lagi jam istirahat. Tunggu saja.” Balas Baekhyun acuh tanpa mengalihkan pandangannya pada buku yang dibacanya.

“Apanya yang tunggu saja? Daritadi aku sudah menunggumu untuk memberikan kunci atap supaya aku bisa kembali ke kelas,Ketua Byun.”

Buk. Baekhyun menutup bukunya kasar lalu duduk di sebelah Joo Hyun,setelahnya ia menancapkan satu kepala earphonenya pada telinga kanan Ji Hyo dan satunya lagi pada telinganya sendiri. Gadis itu hanya mengernyit malas ketika jemari Baekhyun tampak meng-scroll layar ponselnya cepat.

Sebenarnya lelaki ini mau apa?

Now playing >> Baekhyun – Take You Home

Bae Ji Hyo tersentak kala sebuah melodi mengalun indah di telinganya. Ia langsung melirik Baekhyun sesaat yang tampak menikmati lagu dengan cara tersenyum lembut. Beberapa detik kemudian,gadis itu canggung seketika saat lelaki itu balas menatapnya langsung.

“Ehem,” Ji Hyo mengendalikan ekspresinya lantas menunduk mendengarkan lagu yang sedang diputar dengan hati yang riang.

“Dengarkan saja,kau pasti menyukainya.” Ujar Baekhyun dengan senyum tipisnya yang dibalas tatapan malas oleh Ji Hyo.

Lagu ini adalah perasaanku saat ini,Hyo-ah. Dalami arti lagu ini,maka kau akan menyadarinya.

.

.

.

“Kau mau kemana,Joo Hyun?”

“Ke kantin,aku lapar.”

Tanpa menunggu balasan Joon Myun lagi,gadis itu langsung saja pergi keluar kelas dengan auranya yang tampak mengerikan. Tampaknya mood gadis itu sedang buruk gara-gara tatapan aneh yang ditunjukkan teman sekelasnya. Eh? Bicara soal itu,Joon Myun ingat sesuatu. Bagaimana jika gadis itu tau nanti? Dia memang tidak menyadari hal itu sih,ponselnya hilang saja gadis itu masih tidak sadar.

Ah jika begini,lebih baik Joon Myun menyusulnya daripada hal-hal buruk yang dipikirkannya terjadi. Aduh jangan sampai.

Bae Joo Hyun berjalan acuh mengabaikan setiap pasang mata yang rasanya menelanjangi dirinya. Sejujurnya ia sedikit takut kembali mendapat tatapan seperti itu. Sama seperti dulu. Joo Hyun mengenyahkan pikirannya kemudian berbelok menuju kantin yang sangat ramai.

“Itu dia. Dia mirip sekali dengan yang disini. Aku rasa memang benar dia orangnya.”

“Kau benar. Sangat mirip,sepatunya pun sama persis.”

“Yah walaupun terlalu samar karena hujan,aku yakin dia orangnya.”

“Apa adiknya tau hal ini?”

“Ohya benar,apa adiknya yang selalu membuat masalah tau hal yang satu ini?”

Joo Hyun langsung menghentikan langkahnya-tersendat-begitu Ji Hyo secara tidak langsung disebut. Ia menoleh cepat pada empat gadis di sebelah kanannya. “Apa kalian sedang membicarakan adikku?”

Keempat gadis itu tersentak menyadari Bae Joo Hyun sudah berdiri dihadapannya dengan matanya yang nyalang-selalu mengerikan. Tatapannya dingin tetapi mengintimidasi. Untuk berpaling dari Joo Hyun pun rasanya tak bisa. Gadis-gadis itu seakan-akan tak bisa memalingkan wajah ketakutan mereka.

“YA! JAWAB AKU!”

Seisi kantin langsung mengalihkan pandangan mereka pada Joo Hyun dan empat gadis yang menunduk takut dihadapannya. Tak terkecuali geng orang tampan di ujung sana. Mereka semua terkejut mendengar teriakan Joo Hyun.

“Kalian tidak punya telinga? Jawab aku. Apa kalian membicarakan adikku?”

“An-aniyo,sunbae. Jeosonghamnida.” Salah satu dari mereka maju satu langkah kemudian menunduk minta maaf.

“Aniyo? Lalu tadi APA!?!” Teriak Joo Hyun kembali. Ia melihat sekelilingnya,mereka semua menatap dirinya aneh sambil berbisik. Bahkan beberapa ada juga yang tampak bersiap memotret dirinya. Merasa jengah,akhirnya Joo Hyun mengambil ponsel seorang yang hendak memotretnya. Ia menatap layar berniat menghapus gambar yang baru saja diambil. Tetapi alangkah terkejutnya Joo Hyun,melihat sebuah video dirinya berciuman dengan Hyungsik di belakang resto Amerika.

Gadis itu menegang. Kejadian itu kenapa bisa terekam? Siapa yang merekamnya dan siapa yang menyebarkannya?

Joo Hyun memeriksa sebentar video itu,dan ia semakin terkejut mengetahui bahwa video ini sudah tersebar di situs sekolah sejak tadi pagi. Jadi karena ini semua orang menatapnya seperti itu? Jadi karena ini Joon Myun bertingkah aneh tadi?

“Joo Hyun-ah!” Sang empunya nama mengabaikan panggilan sang sahabat. Gadis itu melangkah emosi menuju bangku di ujung sana. Geng orang tampan. Tanpa basa basi,gadis itu menarik bahu Hyungsik agar menatap dirinya.

PRAK. Joo Hyun meletakkan ponsel itu kasar di hadapan mantan pacarnya yang bertingkah santai membaca proposal sekolah. Hyungsik yang tak tau apa-apa hanya terkejut lalu menatap sebal begitu tau siapa yang mengganggunya.

“Apa-apaan kau,Bae Joo Hyun?”

Gadis itu terkekeh, “Jangan sebut namaku,bajingan. Jelaskan saja apa maksud video itu.”

Semua kawan Hyungsik memilih menghindar dari bangku mereka,menyisakan mereka berdua yang saling menatap acuh namun sarat emosi. Sedangkan Joon Myun berhenti di depan pintu kantin menyaksikan sahabatnya itu. Dia tidak akan bisa menghentikan Joo Hyun saat ini.

Park Hyungsik melebarkan matanya super terkejut,ia tak menyangka aksinya saat itu ada yang merekamnya. Lelaki itu tampak mengepalkan tangannya kuat,ia benci jadi pusat perhatian apalagi jika hal ini sampai merusak reputasinya sebagai ketua OSIS.

“Aku tidak tau,nona Bae.” Jawabnya dengan suara yang dibuat setenang mungkin.

“Jangan pura-pura tidak tau,kau pasti tau jika video ini tersebar. Kau yang melakukannya kan?”

“BUKAN AKU!”

Joo Hyun menahan sesak didadanya sebentar, “Yah,memang bukan kau yang melakukannya. Tapi orang itu adalah kau,benar kan?”

Hyungsik diam tak menjawab. Itu memang benar dirinya dan Joo Hyun-berciuman-di belakang-resto Amerika-saat-hujan.

“Kau harus mengakuinya kali ini,aku tidak mau melindungimu seperti dulu.” Hyungsik tersentak. Apa maksud Joo Hyun dengan kalimat ‘melindungimu seperti dulu’ ?

“Karena setahun lalu kaulah yang menciumku.”

Seisi kantin terkejut hebat akan pernyataan Joo Hyun barusan. Dapat mereka rasakan jika ada nada terluka di ucapan gadis Bae itu. Dan sekarang,kejadian yang dulunya sudah mati tenggelam akan kembali mengapung di atas permukaan. Menuntut penjelasan lebih lanjut.

To be continued.

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] From Me to You (Chapter 17)”

  1. wahh..gmn ya reaksi ji hyo tentang video eonni x itu?? trus kpn baekhyun ngungkapin perasaan x ke ji hyo?? jgn lupa di next secepat x ya min klo bsa langsung 2 chapter, udh pnasaran sma kelanjutan x

    Pada tanggal 06/12/17, EXO FanFiction Indonesia

    1. Panjang juga pertanyaanmu tapi aku seneng kalo kamu suka,kalo update sekali dua sih aku usahain. Soalnya buat satu chapter itu sekitar 2-3 hari,tp aku usahain deh buat kamu πŸ˜‚πŸ˜

  2. Next kak, berharap jihyo bakalan peka πŸ™‚
    Trus lagi biarkan mas hyungsik bahagia dengan jodohnya *berharap tibai-tiba ada park boyoung* :’) mba joohyun juga sama junmyun ajah deh yah πŸ˜€

    1. Wkwkwk ada-ada aja. Ntar jadinya strong woman do bong soon dong πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚kalo mereka berdua sahabatan aja sih kayaknyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s