[KRIS BRITHDAY PROJECT] My Mysterious Husband

[KRIS BRITHDAY PROJECT] My Mysterious Husband – Dekdi_A

Kris Wu, Airin (OC) | Married-life | PG-17

Cover by : Kevin Pratama.

“Saya Kris Wu menerima Byun Airin sebagai satu-satunya istri dari pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan maupun kekurangan, sewaktu sakit dan sehat, untuk dikasihi, diperhatikan serta di hargai seperti Tuhan mengasihi umatnya sampai maut memisahkan.”
Kata-kata itu terekam dalam memori Airin meskipun pernikahannya dengan Kris sudah menginjak tahun kedua.
Siapa yang tidak mengenal Kris Wu? Dia adalah salah satu Billionaire terkaya yang merajai pasar Cina. Semua orang mengatakan Byun Airin adalah wanita paling beruntung, karena bisa bersanding dengan pria panas itu.
Ya, awalnya Airin merasa sangat bahagia karena Kris memilihnya. Dari sekian banyak wanita yang dijodohkan dengan Kris, pria itu malah memilih Byun Airin. Padahal, jika dilihat Airin berada di kalangan berbeda dengan Kris.
Airin hanyalah gadis biasa yang tidak memiliki daya pikat. Wajahnya tirus dengan warna kulit yang cenderung pucat. Tubuhnya pun mungil dengan dada yang nyaris rata. Bisa dibilang, Airin tidak memiliki keistimewaan apapun yang bisa memikat Kris.
Dan benar saja, setelah dua tahun menikah, Kris tidak pernah menoleh ke arahnya. Ia hanya menganggap Airin sebagai bayangan semu.
Kris akan berkutat dengan laptopnya, mengabaikan Airin yang baru saja pulang dari kantor. Ya, Airin adalah salah satu staff marketing di kantor Kris.
“Maaf, aku terlambat. Kau sudah makan?” tanya Airin sembari meletakkan tas nya di walk in closet.
“Sudah,” jawab Kris tanpa melirik kearah Airin.
Wanita itu menghembuskan nafasnya lelah. Kris dengan sikap dinginnya memang melukai hati Airin. Setiap malam, Airin selalu berdoa agar Tuhan membukaan pintu hati Kris untuknya. Ia ingin memiliki pria itu secara defacto maupun secara dejure. Tapi kapan itu akan terjadi? Kris sangat jauh, Airin tidak sanggup menggapainya.
“Kris… mau sampai kapan kita seperti ini? Jujur aku sudah sangat lelah.”
“Kris?”
“Tidur Rin!” Pria itu menutup laptopnya. Matanya menyorot tajam kearah Airin, “berhenti bicara yang tidak-tidak!”
“Ck! Kau selalu seperti ini.” Airin benar-benar tidak mengerti dengan sikap Kris. Setiap ia ingin mempertegas hubungan mereka, Kris selalu menghindar.
“Mau aku buatkan sarapan apa untuk besok?”
“Terserah.”
“Hem, baiklah. Selamat malam.” Airin menarik selimut lalu berbaring di ranjang yang sama dengan Kris.
***
“Airin…” Manager Kim mendekat ke kubikel anak buahnya itu.
“Iya, sir?” Kepala Airin mendongak.
“Bisa tolong antarkan laporan ini ke Tuan Wu?” Manager Kim menatap Airin dengan wajah memelas, “Tolong saya, Rin.” Manager Kim tampak tergesa-gesa, beberapa kali ia melirik jam tangannya.
“Memangnya anda mau kemana, sir?”
“Ada klient yang memajukan jadwal meeting, dan saya sudah terlambat 17 menit. Jadi tolong ya Rin…, kau kan istri Tuan Wu.”
Airin memutar bola matanya, “Hem, baiklah.”
Setelah mengucapkan terimakasih, Manager Kim berlalu begitu saja. Dengan segera, Airin melangkahkan kakinya menuju ruang Kris yang terletak di lantai 39. Sebenarnya ia sedikit malas beranjak dari meja kubikelnya, tapi apa boleh buat sepertinya Manager Kim sangat terburu-buru.
Ting!
Suara lift membuyarkan lamunan Airin. Ia menghela nafasnya lalu berjalan ke ruangan paling ujung.
“Selamat siang, Nyonya.”
Airin tersenyum, “Siang, Ra. Apa Kris ada di dalam?”
Ahra mengangguk ragu, “Ada nyonya… tapi tuan Kris sedang ada tamu.”
“Saya hanya sebentar saja kok.” Airin mengangkat setumpuk laporan yang ada di tangannya, “mau mengantarkan laporan, plus meminta tanda tangan.”
“Tapi nyonya…”
Airin tidak memperdulikan larangan Ahra. Wanita itu melenggang begitu saja memasuki ruangan Kris. Tapi beberapa detik kemudian, laporan yang Airin bawa terlepas dari genggamannya.
Nafas Airin tercekat, ia menatap kosong dua sejoli yang sedang berciuman panas tanpa memperdulikan kehadirannya.
“Kris…”
“Airin!” Kris langsung mendorong perempuan berdress merah yang ada di pangkuannya, “Airin… kau—?”
Airin tertawa lirih, “Tidak apa-apa. Lanjutkan! Aku hanya istrimu secara hukum, tidak ada cinta yang terlibat. Silahkan lanjutkan lagi, Maaf menganggu.”
Airin segera menutup pintu ruangan itu. Hatinya sakit. Ia hancur sehancur-hancurnya. Bisa dikatakan saat ini Airin menyesal telah menikah dengan bajingan seperti Kris. Ia sudah membulatkan tekatnya untuk menceraikan pria itu.
“Rin, wajahmu pucat? Kau kenapa?”
Arin menoleh kearah pria yang kini berdiri disampingnya. Pria itu Oh Sehun, sahabatnya sejak kecil.
Sehun tahu semua permasalahan rumah tangga Airin. Bahkan berkali-kali pria itu menyuruh Airin untuk meninggalkan Kris. Tapi karena alasan Airin hanya ingin menikah sekali seumur hidup, wanita itu tetap pada pendiriannya. Dia tidak akan menceraikan Kris.
Tapi beberbeda dengan sekarang…, hari ini adalah puncak dari kesabarannya.
“Aku akan pergi dari rumah itu, Hun. Kris berciuman dengan wanita lain. Hatiku sakit, harga diriku sebagai perempuan terluka.”
“APA? SI BRENGSEK ITU MELAKUKANNYA?” Tangan Sehun mengepal, “tunggu disini, Rin. Biar aku hajar wajahnya!”
“Sehun…” Mata Airin berkaca-kaca, “Lebih baik kau antarkan aku ke penthaouse, aku ingin mengambil barang-barangku.”
“Aku menginap di apartemenmu ya? Aku tidak ingin melihat wajah Kris.”
Dengan terpaksa Sehun mengiyakan permintaan Airin. Perempuan sebaik Airin memang tidak pantas bersanding dengan Kris.
***
Sudah dua hari Airin menginap di apartemen Sehun, dan seperti biasa pria itu tidak kujung mencarinya. Airin tertawa getir, dari dulu Kris memang tidak pernah peduli.
“Sudah kau kirimkan surat cerainya?” tanya Sehun sembari mendaratkan bokongnya di samping Airin.
Wanita itu mengangguk, “Sudah…”
“Terus?”
“Pengacara keluargaku yang akan mengurusnya.”
Sehun tersenyum, “Itu keputusan yang tepat, Rin. Biar pria brengsek itu tahu bagaimana rasanya kehilangan.”
Airin tertawa getir. Kris tidak mungkin merasa kehilangan, toh selama ini hubungan mereka tidak jelas.
Ting tong! Ting tong!
Sehun mengerjit bingung saat mendengar seseorang menekan bell apartemennya dengan brutal.
“Siapa?” tanya Airin. Ia melirik jam yang ada di nakas, sudah pukul 11 malam.
“Entahlah. Sebentar, aku bukakan dulu pintunya.”
Beberapa detik setelahnya, Airin tersentak kaget saat tangannya ditarik paksa oleh Kris. Pria itu menerobos ke Apartemen Sehun.
“HEI! APA-APAAN INI?” Sehun mendorong tubuh pria itu.
“Jangan ikut campur! Dia milikku.” Rahang Kris mengeras, ia menghempas tangan Sehun lalu menyeret Airin ke luar dari apartemen laki-laki bajingan yang menyentuh miliknya.
“Sehun! Tolong…” Airin membrontak, tapi sia-sia. Tenaga Kris sangat kuat. Pria itu bahkan membanting tubuh Sehun dengan mudah.
Airin hanya bisa menangis. Ia membenci Kris. Arin sudah bertekad kuat, bahwa ia harus terbebas dari pria brengsek itu.
Setelah satu jam menempuh perjalanan ke penthouse, Airin kembali di seret ke kamar mereka. Tubuh mungilnya di banting ke ranjang.
Airin meringis, “Apa yang kau lakukan?”
Rahang Kris semakin mengeras. Ia memandang Airin tajam. Sepertinya kali ini Kris benar-benar marah.
“Kau tidak akan bisa lepas dariku, Rin.” Kris mengambil map merah yang ada di nakas lalu merobeknya. “Tidak ada yang namanya perceraian. Kau akan tetap bersamaku. Selamanya…”
Airin terperangah. Apa yang laki-laki itu katakan?

K

“Kau tidak berhak mengaturku, Kris. Lagipula, bukahkah lebih baik kita bercerai agar kau bisa terbebas dari pernikahan konyol ini. Kau pasti tidak sabar untuk tidur dengan wanitamu kan?” Airin tertawa miris, “Selama dua tahun ini, kau sama sekali tidak mau menyentuhku. Kau anggap aku ini apa? Aku sudah sangat lelah, Kris. Kita akhiri sa—”
Belum sempat Airin menyelesaikan kata-katanya, Kris langsung mendorong tubuh Airin lalu melumat bibir wanita itu. Tangan Kris merobek dress yang Airin kenakan, lalu menyentuhnya dengan hasrat yang mengebu-gebu.
Airin tidak memiliki kesempatan untuk menolak. Kris merangsangnya dengan sangat hebat. Ia jatuh seutuhnya di tangan Kris.
***
Airin mencengkram selimut yang menutupi tubuh polosnya. Jantungnya berdebar kencang saat menyadari tangan Kris masih mendekap tubuhnya possessive. Airin benar-benar tidak bisa menebak apa yang Kris pikirkan. Pria itu terlalu misterius.
Dulu, Airin pernah mengira Kris mencintainya. Tapi pikiran itu segera ia tapik setelah minggu ketiga pernikahan mereka. Kris berubah, pria itu bahkan membangun benteng tinggi untuk pembatas hubungan meraka.
Tapi, setiap Airin berniat untuk pergi, Kris selalu memberikannya secercah harapan untuk terus disamping pria itu.
Jujur, saat ini Airin bingung. Kris sudah menyentuhnya. Sekarang, apa yang harus Airin lakukan?
“Kris… bisa kau singkirkan tanganmu?”
Airin bisa merasakan pria itu menggeleng, lalu semakin mengeratkan tubuh mereka.
“Kau tidak bisa meninggalkanku. Tidurlah…”
Airin membalikkan tubuhnya menghadap Kris, “Apa maumu sebenarnya, Kris? Apa kau ingin mempermainkanku?”
“Kau berselingkuh dengan wanita lain, dan sekarang kau tidak membiarkanku pergi. Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu.” Airin terisak.
“Aku tidak selingkuh dengan Jessica—”
“Tapi kau berciuman dengannya!”
Kris mengacak rambutnya frustasi, “Dia yang menciumku! Aku tidak tahu apa-apa.”
“Aku tidak peduli!” Airin beranjak, memandang Kris tajam, “Aku tetap pada pedirianku. Kita pisah.”
Rahang Kris kembali mengeras, ia menarik tangan Airin lalu mengunci tubuh wanita itu di bawah kendalinya, “Jangan berani mengucapkan kata-kata sialan itu lagi! Kau tidak bisa lepas dariku, Airin. Bila perlu aku akan mengurungmu di kamar, untuk diriku sendiri. Aku tidak akan membiarkanmu bekerja, tersenyum pada setiap teman laki-lakimu.” Kris membelai wajah Airin, “Kau hanya boleh tersenyum padaku. Hanya aku…”
“Kaβ€”kau! Jangan bertindak seolah-olah kau mencintaiku, Kris!”
Kris menyeringai, “Memang. Bahkan sejak dulu.”

One thought on “[KRIS BRITHDAY PROJECT] My Mysterious Husband”

  1. Wae wae kenapa prince disney begini kurasa untuk oneshoot masih kurang tapi tulis one shoot di ff ini tidak ada apa ini masih berlanjut

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s