[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Wedding Day – Brida Wu

Kris x Soorim x Chanyeol || Romance Angst || T

.

.

Soorim gemetaran di hari pernikahannya.

Wajar kalau orang bilang. Semua pengantin pasti dilanda gugup sebelum berjalan ke altar, untuk mengucap janji suci.

Tapi yang ini berbeda.

Soorim tak lepas menggenggam ponselnya sendiri sejak tadi subuh. Tak peduli saat penata rias dan orang tuanya meminta agar wanita itu melepas sejenak. Ponselnya tak pernah lepas dari genggaman tangan.

“Dahimu terus berkeringat, Soo. Make-up nya jadi rusak,” tegur sang penata rias.

“Maafkan aku. Aku sangat gugup.”

“Santai saja. Kau hanya akan berdiri di altar selama sepuluh menit lalu semuanya akan berakhir.”

Berdiri di altar selama sepuluh menit? Membayangkannya saja Soorim tak mau. Dia tak akan sudi berdiri di sana demi menjadi pengantin Kris Wu.

Pria super ambisius yang menggunakan segala cara untuk menjadikan Soorim sebagai istrinya. Demi tujuh lapis langit, Soorim tak akan pernah sudi menjadi istri lelaki itu kalau bukan karena paksaan orang tua.

Lagipula, Soorim harus segera pergi dari sini karena Chanyeol pasti sedang bersiap menjemputnya.

Tadi malam Chanyeol, kekasihnya, mengatakan bahwa dia bisa membawa pergi Soorim. Kekasihnya itu bilang, dia akan menunggu Soorim di stasiun Yeonsang pukul sepuluh.

Tapi ini sudah pukul sembilan lebih tiga puluh. Chanyeol belum memberi kabar apa pun padahal pernikahan terkutuk ini dimulai sebentar lagi.

“Chanyeolie, kau ada dimana…”

Soorim menggumam. Berjalan ke balkon demi mendapat angin segar dan pemandangan bahwa halaman sudah dipenuhi tamu undangan.

“Ya Tuhan, aku benar-benar tak mau menikah dengan iblis itu.”

Doa Soorim ternyata didengar Tuhan. Tiba-tiba sebuah pesan masuk. Nama Chanyeol ada di layar dan tentu saja, Soorim langsung membukanya.

‘Aku sudah di stasiun. Memakai baju putih dan topi hitam. Aku menunggumu di tiang lampu nomor dua.’

Itu dia! Soorim harus segera melakukan pelarian sesuai rencana. Mulai dari menghindari para penata rias. Wanita itu berkata bahwa dia perlu buang air kecil atau dia akan mengompol di altar.

“Kau mau aku temani, Soo?” Bibi Cho berjalan mendekat dengan senyuman.

Sang pengantin wanita menggeleng sopan, “aku sudah besar, Bibi. Lihat? Aku sudah mau menikah.”

Soorim mengambil pakaian ganti yang telah disembunyikan di laci obat, di atas wastafel. Melepas gaun yang tadi susah payah dikenakan dan mengenakan pakaiannya. Tak ketinggalan kacamata dan masker.

Soorim melakukannya dengan baik. Dia berhasil lepas dari pengawasan siapapun yang berada di hall sampai berhasil keluar ke jalan. Gadis itu buru-buru mencari taksi dan membuang maskernya.

Dia berhasil kabur karena akhirnya, taksi melaju menuju stasiun Yonsang. Tempat dimana Chanyeol sudah menunggu.

.

.

Kris Wu tak bisa percaya. Pengantinnya kabur di hari pernikahan mereka bak drama telenovela. Harga dirinya hancur sudah. Amarah telah menguasai kepalanya, bak api melahap kayu.

“Dia kabur bersama kekasihnya,” gumam Kris mengabaikan rintihan penjaga yang habis dia pukuli.

Langkahnya tak tertahankan lagi. Diambilnya kunci mobil dan ponsel. Pria itu membuka sebuah aplikasi yang berfungsi untuk melacak posisi.

“Stasiun Yonsang.”

Kris Wu menemukan calon pengantinnya.

.

.

Soorim tak mampu menghubungi Chanyeol. Pria itu bak hilang ditelan bumi. Ponselnya juga sudah tidak aktif padahal posisinya sudah berada di stasiun Yonsang.

Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan?

“Ada tabrak lari!”

“Korbannya meninggal di tempat!”

“Astaga, kasihan sekali.”

Orang-orang mulai berbisik satu sama lain. Soorim tak menangkap hal lain selain tragedi tabrak lari yang memakan korban.

“Dia laki-laki, tinggi. Masih muda, ckckck kasihan sekali.”

Mendadak perasaannya buruk. Langkah Soorim dibawa cepat menuju tempat dimana korban terbaring. Orang-orang berkerumun di bawah tiang lampu nomor dua.

Ya Tuhan, tiang lampu nomor dua…

“Chanyeol…”

Benar saja. Tubuh kekasih hati Soorim sudah berlumur darah sampai mengotori kaos putihnya. Terbaring kaku di pinggir jalan dengan wajah yang ditutup dengan kain.

Hancur.

Hatinya hancur berkeping-keping. Soorim bahkan tak mampu menangis karena rasa tak percaya menyumbat air mata.

Oh Tuhan, Chanyeol-nya sudah tiada. Pergi ke surga dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Tabrak lari.

‘Kris Wu…’

Seluruh dunia juga tahu bahwa lelaki itu adalah iblis ambisius gila. Soorim tak bisa diam saja. Bagaimanapun juga, Chanyeol tak pantas mati sendiri.

Seseorang harus membantunya mendayung perahu menuju surga, dan Soorim tahu siapa orang yang tepat.

.

.

“Aku minta maaf. Aku menyesal, Oppa. Aku tak akan lari lagi di pernikahan kita besok, aku janji.”

Soorim merengek di ujung sambungan dengan Kris yang masih mendengarkan. Wanita itu memutuskan untuk menelepon calon suaminya itu untuk minta dijemput.

“Kau ada dimana sekarang?” tanya Kris.

“Aku ada di stasiun Yonsang, Oppa. Aku berdiri di bawah tiang lampu nomor dua. Tolong jemput aku.”

“Oke, jangan kemana-mana. Aku akan segera datang.”

Sambungan terputus dengan senyuman Soorim yang perlahan memudar. Wanita itu duduk di dalam mobil yang baru saja dia sewa. Malam itu juga, setelah kepergian Chanyeol, Soorim melakukannya.

Membalaskan kematian kekasihnya karena kebengisan Kris Wu.

Bagaimana caranya?

Mudah saja. Karena pria bengis itu sudah berdiri di bawah tiang lampu nomor dua, maka inilah saatnya. Soorim menyalakan mobil, menekan gas dalam-dalam. Membidik tubuh tegap Kris sebagai tujuan, lalu menabraknya sampai terpental.

Soorim tak berhenti sampai tubuh itu terpelanting ke samping. Mobil terus dia lajukan dengan cepat.

“Mati saja kau, Kris Wu sialan.”

Senyumnya terkembang puas. Soorim berhenti di pinggir taman demi mengistirahatkan diri.

Wanita itu tak berhenti menggumam tentang betapa puasnya dia.

Kematian Chanyeol sudah terbalaskan. Cintanya yang hancur sudah mendapatkan obatnya. Kris Wu pasti sudah mati dengan wajah penuh darah.

“Kau pantas mendapatkannya.”

Soorim lalu menyalakan radio di mobilnya. Hendak merayakan kesuksesan malam ini dengan satu-dua lagu namun sebuah berita menginterupsi.

“Tersangka tabrak lari berinisial BBH, malam ini menyerahkan diri setelah mengakui perbuatannya. Diketahui pria ini telah melakukan aksi tabrak lari yang memakan satu korban bernama Park Chanyeol di stasiun Yonsang, siang tadi. Sekian kilas berita untuk malam ini. Semoga tidur anda berlangsung nyenyak dan damai.”

.

.

End

One thought on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Wedding Day – Brida Wu”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s