[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Too Late – cinnamon

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Too Late – cinnamon || Kris & Jessica Jung || Sad, hurt || G

Aku melihatnya.
Wajah malaikatnya masih sama seperti dulu, senyumnya juga. Senyum yang berhasil membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya.

“Eoh, Wu Yifan ? Ini kau, kan ? Astaga aku takut sekali kau tidak datang hari ini” wanita bergaun putih panjang di depanku tersenyum jenaka. Oh, tidak. Kenapa hari ini ia berkali-kali lipat lebih cantik dari sebelumnya.

“Ini hari bahagiamu, sunbae. Tidak mungkin aku tidak datang” aku terkekeh pelan sembari menggaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali.

Tuk! Kepalan tangannya mendarat ringan di kepalaku.

“Sudah kubilang. Panggil aku noona saja ! Jessica noona ! Kita sudah lulus lama sekali” Jessica noona mengembungkan pipinya. Kebiasaan lama yang tak pernah berubah dari wanita yang menemaniku selama bertahun-tahun ini. Ah, kendalikan dirimu Yifan !

Aku menganggukkan kepalaku cepat dan tersenyum. “Ne, noona” ujarku. Seketika senyumnya terbit lagi. Oh, astaga ! Senyumnya bisa membuatku gila !

“Ahh, aku hampir lupa, aku ingin mengenalkan suamiku padamu, tunggu disini” Jessica noona sudah ingin berbalik tapi aku menahan tangannya. Sial, aku hampir lupa dengan tujuanku datang kesini.

Aku tahu ini sudah terlambat, tapi akan lebih sakit jika hal yang sama terjadi lagi.

“Aku mencintaimu, noona” aku mengucapkannya dengan bibir yang bergetar. Sementara Jessica noona hanya dapat terperangah melihatku.

“Tapi Yifan, aku…”

“Ya, aku tahu. Harusnya aku mengucapkannya dari dulu, dari Senior High School. Tapi aku terlalu takut mengucapkannya dan…” aku tersenyum pahit “Dan akhirnya aku harus kehilanganmu”.

Ia hanya terdiam mendengarkan pengakuan gilaku. Tanganku yang semula menggenggam tangannya, ia lepaskan perlahan. Matanya sedikit berkaca-kaca. Antara terkejut atau merasa bersalah, mungkin ?

“Tidak. Jangan menangis untukku. Ini hari yang berbahagia, tersenyumlah. Selamat untukmu, noona” ujarku cepat. Sedetik kemudian aku membungkukkan badan dan berjalan pergi meninggalkannya. Namun, sebuah suara lembut memanggilku hingga aku berbalik, melihat wajahnya mungkin untuk yang terakhir kalinya.

“Mian ne” aku melihat bibirnya mengucapkan itu. Aku bingung. Aku bingung harus bereaksi seperti apa. Tapi aku memutuskan untuk tersenyum kembali -kali ini lebih singkat- dan berjalan.. meninggalkannya.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s