[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Hello, Kris – TRIA.SI

[Kris Birthday project]_[Hello,kris]-TRIA.SI|Kris&OC|Romance|PG-15

Salju pertama dibulan november begitu deras bahkan duduk berlindung di bawah pohon tidak dapat melindungiku dari basah.Aku mengamati langit,awannya berwarna putih seakan membawaku mengingat memori 15 tahun lalu saat aku dan dia masih kanak-kanak.Ingatkah kamu saat kita bermain salju di tempat ini?

“hanna,kalau sudah besar nanti aku janji akan menikahimu.!”Ucap pria kecil dengan seragam TK nya.Dia berucap mantap pada seseorang yang tengah asik menangkap salju pertama itu.

“yifan,jangan janji yang tidak pasti!”cetus aku kecil sembari menangkap beberapa butiran salju yang langsung cair saat sampai di permukaan sarung tanganku.”Aku enggak ingin janjimu seperti salju ini.”

“Aku yifan dan aku bukan salju.Aku pasti akan menikahimu..pasti.!”
Dasar keras kepala.

Yifan adalah tetanggaku saat aku pindah TK.Dia itu aneh,Yifan selalu bilang kalau dia akan menikahiku.Manis,tapi sayang romansa itu harus berakhir,saat lulus TK aku harus pindah dan masuk asrama diKanada.Benar-benar tidak ada kontak sama sekali.Sekarang setelah hampir 15 tahun lamanya aku datang kembali.Janjimu itu aku selalu ingat dan entah sejak kapan menjadi sebuah harapan,yah meski aku selalu mencerca diriku yang bodoh mempercayai kata-kata anak TK,memang bodoh kerena tidak bisa tidak percaya padamu.

“Siapa kamu?”

Aku terkejut dengan suara pria tidak ramah yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuhku.Pria itu tinggi,putih dan memiliki hidung mancung.Dia mendekat dengan muka gahar tapi aku ingat wajah itu.

“Yifan?”tanyaku berhati hati.

“Sudah ku bilang jangan ikuti aku terus.Aku benci cewek jelek.”cetusnya singkat sesingkat keberanianku bertemu dengannya lagi selama 15 tahun berpisah.Aku menatap penampilanku,rok retro ku,kaki pendek dan perut yang gendut,rambut ikalku yang membuatku seperti domba.Aku mengalami masa puber yang gagal.Ya,aku baru sadar aku tidak seimut saat aku TK.

“Awas saja kalau terus jadi stalkerku,aku nggak mungkin menikahimu jadi jangan bermimpi,mengerti!”ucapnya.

“Aku terlalu bermimpi ya?maaf,inilah alasan aku begitu benci salju..aku sangat benci salju.”kataku sambil berusaha menahan mataku yang terasa pedih.

“Apa peduliku.Kalau sudah selesai bicara pergilah dari sini,mengganggu saja!”Jawabnya sambil berlalu.Akupun mencoba pergi tanpa rasa kesal yang terus berkecamuk tapi tidak bisa mataku ingin terus melihat dia.Aku sedikit terperanjat ketika tau kemana Yifan pergi.Dia duduk dibangku dibawah pohon,itu adalah tempat favorit kita saat kecil.Kita bermain disana dan ditempat itu dia mengobral janji palsunya.Benar,ini sudah cukup,aku tidak akan menjadi orang bodoh lagi.

Hari sudah sore aku berencana pulang ke Kanada lagi besok.Aku bahkan belum sempat membuka koperku.Tiba-tiba aku ingat,eomma menitip cendramata untuk eomma Yifan,aku benar-benar tidak ingin bertemu Yifan.Bagaimana ini?Aku mengintip keluar jendela dimana rumah yifan terpampang jelas dan taklama seseorang keluar dari sana.Itu bibi Han,dia salah seorang maid dirumah Yifan.Aku bisa menitip ini padanya.Segera aku berlari keteras dan memanggilnya.
“Bibi han!”

“ah..omo..nona Hanna?ya ampun,anda sudah besar ya?.”

“benarkah?Bi aku ingin menitip sesuatu untuk eomma Wu pada bibi.”

“kenapa tidak berikan langsung.beliau ada di rumah.?”

“tidak bi.Aku agak sibuk jadi tidak bisa main.”

“sayang sekali padahal tuan muda selalu menunggu anda dibukit dia pasti senang ketika tau anda datang.”

Aku terdiam.Dia menunggu?.
“aku sudah bertemu dengan Yifan tadi pagi bi.”jawabku akhirnya.

“oh.Baiklah nanti bibi sampaikan
titpannya.”

“terimakasih”

Tok-Tok-Tok.
Hampir pukul 1 malam ada seseorang yang mengetuk pintu berkali-kali tanpa henti.Awalnya aku berencana mengacuhkannya tapi ini sangat mengganggu.Akhirnya aku mengintip dari jendela,tampak seorang pria dengan topi dan mantel berdiri didepan rumah,dia meniup tangannya dengan nafasnya yang berasap.Kenapa dia diluar malam-malam begini.Segera aku bergegas membukakan pintu untuknya.

“Yifan kenapa kamu disitu nanti kamu sakit.”teriakku padanya.

“k..kau?”Kagetnya terbata.Aku lupa,dia benci cewek jelek.Harusnya aku sembunyi saja tadi.Pasti bibi Han yang ngadu.Aduh,sekarang aku harus apa?.

“iya..hai lagi..”jawabku kikuk.

Aku mempersilakan yifan masuk dan membuatkannya teh matca.

“Maaf untuk yang tadi.”ucap Yifan tertunduk.

“nggak papa,itu biasa bagiku.Kamu pasti sangat populer jadi banyak stalkernya.Bersikap begitu wajar kok.”

Yifan terus terdiam,aku paham dia pasti kecewa.

“Yifan,bibi han bilang kamu selalu menungguku.Terimakasih.”ucapku yang dibalasnya dengan senyuman singkat.
“besok aku akan pulang ke Kanada lagi jadi kamu tak perlu lagi menungguku.”lanjutku.

“kenapa?”

“urusanku disini sudah selesai jadi aku rasa aku nggak akan balik lagi.”

“aku akan menunggumu.”

“Gak perlu”

“aku akan menunggumu sampai kapanpun.”

Aku tau begitulah sikap Yifan.Mungkin kali ini aku akan menganggap sebagai ramah tamah.

5 tahun berlalu.
Pagi di musim dingin.Sekarang aku sudah menjadi sarjana dan sudah bekerja.Aku bekerja disebuah perusahaan interior sejak 3 bulan yang lalu.Hari ini aku ditugaskan untuk bertemu Presdir perusahaan yang ada di Seoul.Aku benci Seoul tepatnya kenangan disini.Sejak kunjungan terakhirku seakan aku melupakan semua tentang kota ini.Tapi sekarang aku terpaksa harus mengingatnya lagi.

“Nona,kita akan menjemput tuan presdir dulu.Apa anda tidak keberatan?”tanya supir yang diutus untuk menjemputku dibandara.

“tentu saja tidak,aku kemari juga mau bertemu presdir.”

Mobil Sedan mewah yang aku tumpangi berjalan kearah jalan yang aku kenal.Ini jalan menuju bukit.Aku tidak mau kucing kucingan,tapi aku berharap dia duduk dibangku tempatnya menunggu,tapi sayang bangku itu kosong.”haah~”Aku mendesah kecewa hingga tanpa kusadari mobilnya berhenti dan pak supir membukakan pintu untuk seseorang.

“hei.”ucap seseorang itu.

“Yifan.tidak..maksudnya presdir?kenapa kamu ada disini?.”

“aku sedang menunggu seseorang.”

—————-END——————-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s