[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] You’re Mine-MyLoey

31

Chanyeol & OC|| Romance || PG-13

Jika dulu aku pernah bilang, aku mencintaimu. Kalimat itu tidak hanya berlaku hari ini, melainkan kemarin, esok dan selamanya.

⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫

Bagi Chanyeol, Jinri adalah segalanya. Berlebihan memang, tapi itulah kenyataanya. Walaupun terlihat cuek, Chanyeol sebenarnya sangat menyayangi kekasihnya itu.

Walaupun baru 8 bulan menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, mereka berdua tidak pernah berselisih paham, bagi Chanyeol mengalah adalah hal terbaik jika sedang berdebat dengan Jinri.

“Kau mau pesan apa?” Tanya Chanyeol.

“Roti dan susu saja” jawab Jinri.

Setelah itu, Chanyeol pergi untuk memesan makanan. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik paksa tangan Jinri hingga membuat Jinri meringis kesakitan, melihat kejadian itu, Chanyeol langsung mendekat ke arah Jinri. Anak-anak lain sudah berkerumunan datang.

“Ibu?” Chanyeol tampak terkejut.

“Kenapa? Sudah ibu bilang jangan dekat-dekat dengan anak ini, tapi kamu tidak pernah mendengarkan ibu”

Chanyeol merupakan anak dari pemilik perusahaan ternama. Sedangkan Jinri hanya anak dari seorang pelayan di restoran.
Jinri hanya bisa menunduk mendengar ucapan Ibu dari kekasihnya itu.

“Bu, ini di sekolah. Malu” kata Chanyeol berbisik.

“Tante, tolong lepaskan tangan saya. Saya janji akan menjauhi Chanyeol” kali ini Jinri yang angkat bicara.

“Ya sudah, sekarang Chanyeol dan kamu Jinri, ikut saya” kata Ibu Chanyeol.

Tidak mau berdebat lagi, Chanyeol dan Jinri pun langsung meminta surat izin dan pergi dari kantin untuk mengikuti Ibunya.

Di dalam mobil, suasana sangat hening. Tidak ada yang mau membuka suara.

Setelah sampai di sebuah rumah megah, mereka pun turun dari mobil, Chanyeol menggenggam tangan Jinri hangat, tetapi Jinri mengisyaratkan untuk melepasnya.

“Sudah tidak perlu khawatir, kita hadapi ini sama-sama” kata Chanyeol sambil mengusap lembut puncak kepala Jinri.

Sekarang Chanyeol dan Jinri sudah berada di dalam rumah Chanyeol. Chanyeol masih belum melepas genggaman tangannya.

“Saya langsung ke intinya saja” kata Ibu Chanyeol.

“Jadi, Chanyeol kamu akan ibu pindahkan ke London. Tidak ada penolakan, kecuali jika kalian berdua memutuskan hubungan kalian, ibu mungkin akan berubah pikiran” kata Ibu Chanyeol, yang sukses membuat air mata Jinri menetes.

“Bu, apa yang salah sama hubungan kita?” Tanya Chanyeol sambil mencoba meyakinkan Jinri.

“Chan, ibu sudah beberapa kali peringatkan kamu. Status kalian berbeda” kata Mama Chanyeol.

“Lagi-lagi masalah status. Chanyeol lelah, Bu. Apa perlu perusahaan Ibu bangkrut dulu supaya status Chanyeol sama Jinri sama”
Chanyeol tidak bisa menahan emosinya.

“Kamu kalau bicara jangan sembarangan, Chanyeol!” Giliran Ibu Chanyeol yang emosinya memuncak.

“Tante, Chan, sudahlah. Kalau memang itu yang tante inginkan, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Chan, kita sampe disini aja, terimakasih untuk semuanya, terimakasih udah sayang sama aku, dan satu hal yang perlu kamu tau, aku sayang sama kamu” sambil menahan tangisannya, Jinri membungkuk kepada Ibu Chanyeol dan bergegas keluar rumah mewah tersebut dengan tangisan yang ia tahan sedari tadi.

Aku mencoba menutupi dengan senyum, namun yang kurasa nyata hanya genangan air mata.
Aku mencoba menutupi dengan tawa, namun yang kurasa hanya luka yang kian nyata.

⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫

1 tahun sudah berlalu, hari-hari Jinri dan Chanyeol terasa hampa. Tak ada yang mencoba untuk menyapa jika bertemu, tak ada yang mencoba membuka percakapan, semua terasa seperti mimpi.

Seperti biasa, hari ini Jinri berangkat kuliah dengan wajah lesu dan tidak bersemangat. Tak ada yang membuat hidupnya bermakna lagi, terlebih setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Rasanya masalah terus saja menghantui kehidupannya.

Setelah sampai di kampusnya, Jinri segera pergi ke kelasnya. Kebetulan hari ini ia mendapat kelas yang sama dengan Chanyeol. Jinri benar-benar belum bisa melupakan lelaki itu.

Dengan langkah lemas, ia masuk ke kelasnya. Belum banyak yang datang, karena kelas baru dimulai sekitar 1 jam lagi.

Karena bosan, Jinri memutuskan untuk pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.

Sesampainya di kantin, Jinri memesan roti dan susu. Kemudian ia mengambil tempat di pojok kantin.

Tiba-tiba ada seorang anak kecil duduk di bangku kosong tepat di depan kursi yang sedang diduduki Jinri, anak kecil itu mengambil susu Jinri dan kemudian berlari menjauhi kantin.

“Hei, tunggu!” Teriak Jinri.

Dengan langkah seadanya Jinri mengikuti arah larinya anak kecil tersebut. Dan setelah lama mengejar, akhirnya Jinri melihat anak kecil itu sedang dipangku oleh seseorang yang tak asing baginya.

Perlahan Jinri mendekat dan benar saja itu lelaki yang selama ini selalu ada di pikirannya. Lelaki yang ia sayangi, Chanyeol.

Kemudian anak kecil yang sedang Chanyeol pangku memberikan sebuah buket bunga yang didalamnya berisi secarik kertas. Jinri membuka kertas tersebut dan membacanya.

‘Masih disini, dengan satu nama dan perasaan yang sama’

Jinri tidak paham dengan semua ini, lalu dengan perlahan Jinri merasakan tubuhnya menghangat. Chanyeol memeluknya. Ini adalah pelukan pertama setelah kejadian menyedihkan itu.

“Hai, masih mengenaliku kan?” Tanya Chanyeol.

Jinri hanya tersenyum singkat, senyum yang menyedihkan.

“Bagaimana bisa aku melupakan orang yang membuatku merasa hidup ini hanya sebuah mimpi” jawab Jinri.

“Maaf, maaf karena telah membuatmu sedih. Maaf karena telah membuatmu menunggu lama” Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya.

“Tapi kita tidak akan bisa bersama, Chan. Kau lupa dengan kejadian itu?” Setelah itu Chanyeol melepas pelukannya.

“Kau tidak perlu khawatir lagi, sekarang tidak ada lagi yang mengganggu hubungan kita” kata Chanyeol, terdengar sedikit sedih.

“Ibuku meninggal, sudah seminggu. Ia terkena serangan jantung” kata Chanyeol yang sukses membuat Jinri terkejut bukan main.

“Chan, maaf. Aku tidak tahu tentang hal itu. Aku turut berduka ya” kata Jinri sembari mengelus punggung Chanyeol.

“Lalu kau tinggal dengan siapa sekarang?” Tanya Jinri untuk mencairkan suasana.

“Aku tinggal dengan Yoora Noona sekarang, di apartemennya. Dan sekarang aku dan Noona yang mengurus perusahaan” jawab Chanyeol yang dibalas anggukan oleh Jinri.

“Sesuatu yang ditakdirkan untuk kau miliki akan kembali meski sejauh mana dia meninggalkanmu, itulah membuatku selalu berpikir untuk bisa bersamamu seperti dulu lagi. Aku sangat berterimakasih kepadsa Tuhan karena telah mengirimkan perempuan sepertimu ke dalam hidupku”

“So, would you be mine?” tanya Chanyeol sembari berlutut di depan Jinri.

“Of course” jawab Jinri terharu.

⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s