[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Mysterious Pyromaniac- dyogami

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Mysterious Pyromaniac- dyogami
Chanyeol & OC (as yourself) || Action, Fantasy, Crack|| G

 

Saat ini sedang ada study tour dari kampus. Aku sedang pergi menghirup udara segar, menghindar dari Chanyeol yang sekarang sedang membangun tendanya.

Tanpa aku sadari sebuah panah hampir saja menancap didadaku kalau saja seseorang tidak mendorongku. Entah siapa yang mendorong, yang jelas sekarang badanku sakit semua.

“Aw! Siapa yang–” aku sudah melihat api yang segera menghanguskan panah tersebut. Dan mendapati Chanyeol sudah berada di depanku.

“Kau tidak apa-apa?” kata pria tiang ini. Entah otakku yang terlalu sering memikirkannya atau dia memang benar-benar…

“Chanyeol?”

Dia tampak terkejut, namun segera menormalkan ekspresinya.

“Kau tahu namaku?”

“Bagaimana mungkin aku tidak mengetahuimu. Aku ini kan sahabatmu,”

“Chanyeol! Apa yang kau lakukan? Aku sedang berburu!” aku melihat seorang pria tinggi lainnya datang menghampiri kami

“Hey! Kau akan memburunya? Kau gila! Cari mangsa yang sepadanlah!” seru Chanyeol marah.

“Ada yang bisa jelaskan sesuatu padaku?

Seseorang yang mengaku bernama sama dengan sahabatku itu menatap pria di sebelahnya.

“Ini Sehun. Saudaraku,”

“Wanita ini siapa? Mengapa pakaiannya sangat aneh?”

Aku menunduk untuk memperhatikan kembali pakaianku. Tidak ada yang aneh. Pakaiannya saja yang seperti penjaga hutan dengan memegang busur dan beberapa anak panah di belakangnya.

“Siapa sebenarnya kalian?” tanyaku mengingat kedua pria itu benar-benar tampan untuk sekedar menjadi penjaga hutan.

“Ayo aku akan mengajakmu berkeliling menemui saudaraku yang lain,” ajak Chanyeol.

“Tapi dia adalah buruanku,” Sehun langsung mendapat tatapan tajam dari Chanyeol.

Chanyeol menunjukkan jalan padaku, sementara Sehun tidak berhenti menatap sinis padaku.

Kami sampai di sebuah hunian yang cukup besar dihutan. Seperti rumah pohon mungkin. Dia mengenalkanku pada saudaranya yang lain. Ada Xiumin, yang tertua. Sisanya ada Suho, Lay, Baekhyun, D.O dan Kai.

Mereka menjamuku dengan baik. Aku disuguhi daging yang rasanya sangat berbeda dari biasanya. Entah apa bumbu yang mereka masukkan.

“Kau mau berjalan-jalan sekitar sini?” tanya Chanyeol setelah kami selesai makan dan aku mengangguk.

Aku sedari tadi menahan rasa keingintahuanku mengenai insiden panah-hangus-seketika tadi.

“Chanyeol, apa kau tahu api yang menghanguskan panah tadi berasal darimana?” Chanyeol terdiam cukup lama sampai jawabannya membuatku sangat terkejut.

“Api itu berasal dariku,”

“Kau pengendali api?” Dan dia menganggukkan kepalanya santai.

“Kami bersembilan adalah pengendali kekuatan di bumi. Kami masih belum mengetahui tugas yang akan diberikan pada kami, jadi kami bisa sedikit santai,”

“Sehun berbicara buruan. Kalian berburu manusia untuk apa? Dan apakah kalian juga manusia?”

Chanyeol menggeleng. “Maaf aku tidak bisa mengatakannya padamu. Ini demi kebaikanmu juga,”

Sambil terus penasaran dengan maksudnya, kami berjalan seperti tak tahu arah. Tanpa kusaradari, Chanyeol membawaku ke sebuah taman.

“Maaf untuk membicarakan ini, tapi kami membutuhkanmu. Kau mau membantu?” tanya pria jakung itu.

Bantuan seperti apa yang diinginkan mereka?

“Kau bilang kau sahabatku kan? Kau harus bisa membantu kami,”

Apa benar dia Chanyeol sahabatku? Aku tidak pernah mengetahui apapun tentang kekuatannya, padahal dia selalu bercerita apapun padaku.

“Menikahlah denganku!”

Apa? Aku tak salah dengar kan? Mengapa Chanyeol yang ini lebih menyenangkan dari– aah sudahlah aku tidak mau membahasanya.

Kalau ini mimpi, aku tak ingin bangun ya tuhan….

“Untuk apa aku menikah denganmu? Kita baru saja bertemu,”

“Seperti yang kubilang tadi. Kami membutuhkanmu,”

Hatiku tentu saja menolaknya mengingat dia mengajakku menikah bukan dengan perasaan cinta. Tapi mulutku yang tidak bisa di rem ini malah mengatakan….

“Ya, aku akan membantumu. Kita akan menikah,”

Tak lama setelah aku berkata begitu, saudara-saudaranya yang lain tampak keluar dari berbagai tempat persembunyian dan bersorak bahagia untuk pernikahan kami. Tapi aku merasakan hawa yang tidak enak mengelilingi mereka. Tidak seperti waktu makan siang tadi ketika aku disambut dengan hangat.

Tidak menunggu waktu lama, kami menikah. Pernikahan itu hanya dihadiri oleh saudaranya dan satu sesepuh mereka untuk memandu acara pernikahan.

Saat akan tidur bersama, Chanyeol sudah mempersiapkan kamar yang romantis untuk kami. Namun, terlihat sesuatu mengkilap dibalik tubuhnya.

“Chanyeol, apa yang kau lakukan?” teriakku histeris. Namun, yang aku dapatkan Chanyeol semakin mendekat dengan sesuatu yang mengkilap itu dan menodongnya kearahku.

“Sudah kubilang, aku membutuhkanmu. Lebih tepatnya darahmu! Darah itu harus darah orang yang sudah menikahi seorang pengendali api diantara kami. Dan itu aku,”

“Maafkan aku, tapi ini demi kepentingan kami,” dia mulai menggores lenganku dan keluarlah darah segar dari sana, sementara wajahnya menunjukkan kepuasan yang sangat menakutkan.

Tidak! Pisau yang sedari tadi dia gunakan akan segera merobek leherku! Aku harus keluar dari sini.

Aku mengigit lengan kanannya lalu mengambil pisau dari tangannya. Saat sedang meringis kesakitan, aku langsung keluar dari kamar romantis tersebut.

Tapi sialnya, saat aku akan keluar dari rumah mereka, Sehun dan saudaranya yang lain segera memblok pintu rumah mereka seakan mereka tidak ingin melepaskanku.

“Kau mau kemana?” ujar Sehun sambil mengeluarkan seringai jahatnya.

Mereka cekatan menyerangku. Aku berlari kesana kemari menghindari mereka. Ayolah, sembilan lawan satu? Yang benar saja!

Sehun berhasil berdiri didepanku dan dia segera mengarahkan anak panahnya padaku. Dan seketika aku merasa gelap disekitarku.

Tubuhku terasa bergoyang saat aku menyadari aku tengah berada di hutan tempat kami berkemah.

“Kau kemana saja?! Aku sudah lama mencarimu? Kau tidak tahu aku khawatir padamu, hmm?” ujar seseorang tinggi yang kemudian aku mengenalinya.

“Kau khawatir padaku? Seorang Park Chanyeol? Kenapa?”

Chanyeol menghela napasnya. “Seseorang tadi baru saja melihatmu masuk ke hutan sendirian. Aku sudah coba untuk mengikutimu, tapi kau menghilang dari penglihatanku. Saat aku melihatmu tergeletak di tengah hutan, aku mengira kau sudah mati,”

Lalu dia merangkulku dan membersihkan dedaunan yang melekat di rambutku.

“Berhentilah membuatku khawatir,” ujarnya menatapku.

Kalau begini, siapa yang tahan dengan pesonanya?

“Tapi kenapa? Kenapa kau khawatir padaku?”

Dia terlihat gugup dan menggaruk kepalanya yang aku yakin tidak gatal sama sekali.

“Ya hanya, aku hanya khawatir. Itu saja,”

Aku tersenyum mengejek padanya. “Hentikan itu. Atau aku akan meninggalkanmu disini sendiri,” katanya kemudian dia berlari meninggalkanku.

“Yak! Tunggu aku, Park Chanyeol” aku pun berlari menangkap si bayi besar itu.

“Tapi, apa kau pengendali api?” Chanyeol terlihat menyatukan alisnya lalu menggeleng.

Kalau aku bermimpi tadi, apakah aku sempat mengatakan aku tak ingin bangun?

Untuk mimpi seperti tadi? Bodohnya aku….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s