[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Promise – Mimu.oppa

43

Chanyeol & OC || Romance, marriage life, comedy, family || G

Aku memandang jengkel ke arah Chanyeol, suamiku, yang sedang terkekeh tanpa dosa. Salah tingkah sangat pekat ia tunjukkan, tak lupa keringat dingin yang menguncur di dahinya.

“Minggu lalu kau sudah janji padaku, untuk tidak pergi ke gunung. Sekarang apa?” tanyaku penuh penekanan dan dengan aura yang mencekam, agar dia tahu bahwa aku sungguh marah sekarang.

“Anu … Soora, aku kan hanya pergi 2 hari.” Elaknya sambil menyimpan ranselnya di bawah, di dekat pintu.

“Istri sedang hamil, kau malah sibuk have fun, huh?” tanyaku lagi sambil mendekatkan diri agar dia benar-benar takut padaku.

“Baiklah, aku minta maaf. Ini bukan kemauanku, ini semua karena ngidam.” Sanggah Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bayiku tidak menginginkan Ayahnya untuk pergi ke gunung.” Tambahku sambil melotot. Tapi belum sempat aku menyudutkannya, Rin anak pertama kami langsung berlari mendekat sambil menyambut kedatangan Ayahnya.

“Ayah!!!” Teriaknya dan Chanyeol langsung saja menggendong putri mereka yang baru berumur 5 tahun itu.

“Ugh, putri Ayah yang paling cantik di dunia!” Balas sang Ayah sambil melarikan diri ke dalam rumah, menghindari istri galaknya.

“Hei, Chanyeol!” Teriakku frustrasi pada tingkahnya. Dasar, bocah!

***

Aku sungguh geram pada kelakukan Chanyeol, dia bukannya bersikap seperti Ayah yang baik, malah tak ada bedanya dengan Rin. Disaat aku butuh dirinya, karena tengah mengandung bayi kedua kami, dengan santainya dia pergi ke gunung tanpa mengatakan apa-apa dulu padaku.

Seharusnya dia bersikap dewasa, kan? Dia sudah mau punya 2 anak!

Sambil membereskan isi ransel milik Chanyeol, aku memperhatikan suami dan anakku dari dapur. Chanyeol sibuk bercerita pada anaknya, tentang betapa menyenangkannya naik gunung. Sedangkan Rin, malah menanggapinya dengan semangat.

Hah~ seharusnya dia bersekongkol denganku. Bukan malah seperti mendukung Ayahnya.

“Rin, mandi dulu. Ini sudah sore.” Ujarku menghampiri mereka.

“Aku mandi dengan Ayah saja, Ibu!” Jawab Rin berteriak, sedangkan Chanyeol melirikku takut-takut.

“Rin mandi sendiri ya? Kan Rin sudah besar …” Sambungku dan Rin hanya merenggut.

“Dengan Ayah~” Rengeknya dan aku hanya bisa menahan kesal.

“Ya sudah, Ayah Rin …” Panggilku masih penuh penekanan.

“Ya?”

“Mandikan juga anakmu sampai bersih, ya? Setelah itu kalian makan.” Ucapku dan mereka hanya mengangguk lalu mulai melaksanakan perintahku.

***

Saat makan malam berlangsung, hanya Rin yang terus mengoceh. Bahkan sampai nasi dalam mulutnya muncrat kemana-mana.

“Rin, makan dulu, baru bercerita ya?” Ujar Chanyeol mengusap mulut anaknya itu. Aku hanya tersenyum sinis, cih, padahal biasanya dia tak ada bedanya dengan Rin. Mereka yang selalu menciptakan keributan di meja makan.

“Kenapa Ayah?” tanya Rin menatap Ayahnya bingung.

“Aura di sini sedang tidak baik, jadi, kita makan dalam ketenangan saja ya.” Bisik Chanyeol mengundang tatapan tajam dariku. Aku langsung saja menginjak kakinya di bawah meja sana.

“Benar itu!” Balasku tersenyum manis pada Rin.

“Ugh, sakit Soora …” Cicit Chanyeol dengan tatapan memohon padaku. Ya tuhan, kenapa sih aku harus punya suami yang menyebalkan sekaligus menggemaskan ini sih?

“Rin, Ibumu menyeramkan sekali, ya?” Bisikkan Chanyeol yang sampai di telingaku, langsung saja mengundang kaki ini untuk kembali menginjaknya. “Argh! Maaf, aku hanya bercanda!”

***

Jam sudah menunjukkan pukul 21.37. Di kamar, aku sedang sibuk melihat-lihat buku resep makanan, sedangkan Chanyeol bermain dengan Rin di ruang tengah.

Tapi tak berselang lama, Chanyeol sudah masuk ke dalam kamar. Wajahnya masih terlihat takut-takut, aku tak peduli. Kemudian ia mendudukkan dirinya di sampingku, sambil tersenyum paksa.

“Kenapa tidur di sini?” tanyaku dingin dan Chanyeol hanya merengek.

“Kau tega membiarkanku kedinginan?” tanyanya merapatkan badannya padaku. Bersikap manja.

“Di gunung juga lebih dingin.” Balasku ketus, dan Chanyeol jadi bungkam. Rasa kesal setinggi gunung Everest ini masih setia menyelimutiku.

“Aku ke gunung karenamu loh …” Bisik Chanyeol memainkan ujung jarinya, dan aku sedikit tertarik pada ucapannya. “Minggu kemarin setelah aku berjanji, kau malah bilang ingin aku menari sambil memegang bunga.”

“Kau kan bisa menari di rumah, kenapa harus ke gunung?” tanyaku menatapnya jengah.

“Itu … kau kan suka bunga Edelweiss, jadi, aku menari di gunung.” Chanyeol mengeluarkan handphone warna hitamnya dari saku, lalu menunjukkan sebuah video dirinya sendiri tengah menari.

[Aduh … ini bagaimana ya? Hahaha, aku di sini akan menyanyikan lagu Fortune Cookie in Love untuk istriku. Astaga, memalukan sekali] Ucap Chanyeol di sana sambil terkekeh pelan. Pasalnya, di gunung dimana ia berada, semua orang sudah memperhatikannya.

Setelah menjelaskan bahwa dia ingin menuntaskan rasa ngidamku, akhirnya dia menari dengan kaku. Semua orang tertawa, termasuk aku yang entah kenapa ingin mengatainya konyol sekarang.

[Fortune cookie~ emm … lalala~]

Demi aku, dia rela mempermalukan dirinya sendiri. Demi aku, dia rela pergi ke gunung dan melanggar janjinya. Demi aku, dan anak kami.

“Bagus tidak?” tanyanya tersenyum melihat reaksiku yang sudah jauh dari kata kesal.

Aku membuang semua gengsiku, dan mengangguk dengan semangat. Senyuman lebar aku suguhkan untuknya. Chanyeol terkekeh, lalu mencium pipi kiriku dengan lembut.

“Jangan marah …” Ucapnya dan aku hanya mengangguk.

“Aku tak masalah kau mau pergi ke gunung seperti kebiasaanmu dulu, tapi, kalau melanggar janji aku tak suka.” Jelasku mengacungkan tangan di depan wajahnya. Chanyeol dengan lembut menurunkan tanganku dan menciumnya.

Ugh!

“Iya iya, tak akan lagi …” Jawabnya lalu mengusap perut buncitku, kandungan yang menginjak 6 bulan. “Anakku, makanya jangan mau yang aneh-aneh. Ayah dimarahi loh ..”

Aku terkekeh mendengarnya, tak lama Chanyeol mencium perutku.

Begitulah. Sebagaimana pun aku kesal padanya, bahkan murka dan ingin memarahinya, dia selalu bisa membuatku mengurungkan semua itu. Dialah suami idaman para kaum hawa. Dialah orang yang selalu ingin aku untuk bilang …

“I Love You …”

Chanyeol tersenyum lalu mengangguk.

“I Love You Too …”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s