[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Changed– HP.N

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Changed– HP.N
Chanyeol & OC || Romance, Friendship || G

 

Park Chanyeol menengadahkan kepalanya menatap langit, biru menawan, berhiaskan lentera mentari yang muncul malu-malu. Sesekali membenarkan kacamatanya, Chanyeol tetap berjalan menuju kelas yang terletak di lantai dua. Terkadang ada saja bisikan-bisikan saat ia melewati beberapa temannya. Namun Chanyeol hanya tersenyum, toh ini seperti sudah menjadi bagian hidupnya dipandang aneh oleh beberapa orang.

Chanyeol akui ia tidak tampan. Matanya menggunakan alat bantu kacamata yang tebal, telinganya yang cukup lebar dibandingkan orang lain dan yang paling sering menjadi cemoohan adalah tubuhnya yang tinggi gemuk. Mungkin tidak apa-apa kalau hanya diolok seperti itu. Yang paling Chanyeol benci adalah dirinya yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakak perempuannya yang kebetulan berada 1 tingkat diatasnya. Kakaknya cantik, tinggi dan langsing. Jauh berbeda dengan Chanyeol yang gemuk dan cupu. Hal yang paling menyakitkan adalah terkadang Chanyeol dibilang anak pungut atau anak buangan. Menyedihkan bukan?

Chanyeol mendudukkan dirinya yang bertempat di pojok kanan belakang, mengeluarkan buku untuk materi pelajaran pertama nanti. Namun pandangannya tak lepas dari sosok Kim Soomin yang cantik, rambut panjangnya yang ia biarkan teruari dengan pita pink disisinya semakin membuatnya terlihat manis.

“Yaaa… lihat, seorang Park Chanyeol menatap Kim Soomin tanpa berkedip hahaha” ucapan Lee Jin Wook membuat Chanyeol sadar dan mengalihakan pandangannya.

“Soomin-ah lihat. Si gendut ternyata menyukaimu”

Kim Soomin yang mendengar kemudian menatap Chanyeol dengan wajah tak suka, “Menjijkkan sekali. Hei Park Chanyeol, berhenti menatapku itu menjijikkan. Dasar gendut!”

Tajam sekali. Park Chanyeol seakan mendapatkan tusukan pisau tepat pada hatinya. Sakit, tapi tak berdarah. Haruskah ia menerima kata-kata seperti itu? Apa menjadi gendut itu sangat menjijikkan? Chanyeol hanya diam dan tak memperdulikan teman-temannya yang terus mengoloknya tanpa henti.

.
.
“Kenapa kau menekuk wajahmu seperti itu Yeol?” Sehun menatap Chanyeol dengan heran. Biasanya sahabatnya satu ini akan senang saat waktu makan siang tiba.

Chanyeol menatap Sehun “Hei, apa kau tidak jijik denganku?”

Sehun menghentikan suapan pada mulutnya. Tertawa pelan mendengar ucapan Chanyeol barusan, “Kenapa lagi? Kau diejek temanmu? Sudah kubilang, fisik itu bukan apa-apa. Yang penting hatimu”

“Kau enak hanya tinggal bicara. Bahkan orang yang kusukai jijik padaku. Apa aku semenjijikkan itu?”

“Kau tau Yeol? Mereka mengolokmu berarti mereka mengolok tuhan karena kau juga ciptaannya. Kalau kau risih dengan tubuhmu olahraga dan banyaklah makan sayuran, dan ingat Park Chanyeol, aku sudah mengenalmu sejak kita masih bocah dan aku tak pernah jijik sekalipun”

Chanyeol menghembuskan nafasnya berat lalu kembali menghabiskan makan siangnya dengan tenang, dan saat bel berbunyi ia menuju atap sekolah, ingin membolos sesekali menenangkan diri dan mencari kedamaian. Langit siang sangat terik, namun sejuk dengan semilir angin yang terus menghempaskan diri.

“Hei kau tak ke kelas?”
Chanyeol mencari ke arah sumber suara dan menemukan Kwon Jihyun, si gadis tomboy di kelasnya mendudukkan diri di atas kursi yang terlihat usang, “Kau sendiri?”

Jihyun tertawa, “Kau seperti tak tau saja kalau aku ini si ratu bolos”

Chanyeol balik tertawa seraya mendekati Jihyun dan duduk di sampingnya “Hanya sesekali ingin menenangkan diri”

“Kau masih memikirkan kata-kata Soomin tadi?”

“Kata-kata yang ia lontarkan tadi belum benar-benar hilang, masih menggema rasanya di benakku”

Jihyun menepuk pundak Chanyeol memberi semangat “Soomin itu hanya cantik di luarnya saja. Isi dalamnya benar-benar busuk. Aku heran, bagaimana mungkin gadis seperti dia banyak yang suka”

Chanyeol terkekeh pelan “Karena dia cantik. Dan banyak orang hanya memandang fisik untuk menilai” Chanyeol mengambil batu kemudian melemparkannya dengan keras, “Tidak sepertiku yang gendut dan jelek”

“Kau tidak jelek kok. Lagipula manusia diciptkan dengan berbeda-beda. Ada yang putih ada yang hitam. Ada yang pendek ada yang tinggi. Kau tau? Mereka juga sering memperlakukanku seperti laki-laki karena aku tomboy, padahal aku perempuan asli.”

“Kau memang seperti laki-laki kalau berambut pendek seperti ini” Jihyun menatap Chanyeol tajam, sedang yang di tatap hanya tertawa kecil.

“Apa bagusnya kalau semua wanita berambut Panjang, feminine, punya tubuh langsing seperti lidi. Coba kau bayangkan jari kita. Kalau semuanya sama panjangnya, pasti aneh kan? Begitu juga manusia, kalau semuanya sama, aku yakin kata indah tidak akan terucap di dunia. Kau harusnya bersyukur masih diberikan nyawa dan kesehatan, serta keluarga yang baik. Jangan mengeluh karena masih banyak yang kurang beruntung di dunia ini”

Chanyeol menatap takjub gadis di sampingnya. Selama ini Chanyeol hanya menyesal, menyesal dan menyesal menjadi gemuk tanpa ada usaha sekalipun. Chanyeol tidap pernah bersyukur, dan gadis di sampingnya ini menyadarkannya.

“Kau tau? Ucapanmu seakan membuka hatiku untuk berubah”

Jihyun tersenyum manis mendengarnya, “Hei. Aku pikir kau akan terlihat tampan kalau kau kurus” ucap Jihyun seraya mentap wajah Chanyeol dengan cermat.

“Aku pikir juga begitu”

Jihyun tertawa keras mendengar ucapan Chanyeol “Kau percaya diri juga rupanya”

“Lihat saja. Saat kita lulus dan reunian nanti, aku pasti akan menjadi yang paling tampan. Aku yakin itu” Park Chanyeol dan kerpercayaan dirinya yang tinggi. Mungkin saja itu akan terjadi. Kalau kita berusaha sekuat mungkin, pasti akan berhasil.
.
.

Waktu akan terus berjalan. Dan tanpa terasa 4 tahun telah berlalu begitu cepat. Park Chanyeol kembali menatap gedung sekolahnya saat ini. Di depannya terpampang spanduk acara Reuni. Dirinya tersenyum, disini dia banyak belajar tentang arti kehidupan hingga membuatnya menjadi diri yang lebih baik.

Chanyeol terus melangkah mengarahkan dirinya menuju aula. Setelan jas hitam dan celana jeans membuatnya terlihat gagah. Chanyeol baru saja pulang ke Korea kemarin setelah menyelesaikan kuliahnya di Amerika. Ada sesuatu yang paling dirindukanya disini. Oh Sehun si sahabat sejak kecil dan sang ‘teman spesial’ Kwon Jihyun, si tomboy dengan senyum manis. Dirinya menatap kesekeliling aula dan melihat beberapa temannya disana bahkan ia melihat seorang Kim Soomin. Chanyeol tersenyum kemudian menghampiri.

“Hai” Ucap Chanyeol saat menghampiri kumpulan temannya tersebut.

Teman-teman Chanyeol mengerutkan kening seperti tak pernah melihat laki-laki itu saat sekolah dulu “Siapa ya?” Soomin berucap dengan senyumnya yang paling manis. Namun sayang Chanyeol tidak suka dia sekarang.

“Park Chanyeol”
Dan seketika semua temannya melihat ke arah Chanyeol semua. Bagaimana tidak. Lihat Chanyeol sekarang. Tinggi menjulang dengan badan proposional. Tidak ada Chanyeol yang gendut sekarang, yang ada hanya laki-laki tampan dengan senyum yang benar-benar menawan.

Chanyeol yang melihat teman-temannya bengong seperti itu hanya terkekeh pelan, kemudian menghampiri Kwon Jihyun yang berdiri tidak jauh darinya. Mengecup pipinya singkat seraya memeluk dirinya erat.

“Merindukanku?”

Jihyun semakin mengeratkan pelukan Chanyeol” Tentu saja bodoh”

Chanyeol kembali tersenyum.

Setelah pertemuan di atap itu mereka menjadi dekat, dan 2 bulan kemudian menjadi sepasang kekasih hingga sekarang. Kwon Jihyun yang tak pernah memandang fisiknya, dari ia gemuk hingga sekarang menjadi super tampan. Chanyeol benar-benar mencintainya. Sangat.

“Hei ucapakanku dulu benar kan? Lihat aku yang paling tampan disini sekarang”

Jihyun tertawa pelan seraya melepas pelukan Chanyeol kemudian menatapnya lembut “Sejak dulu kau itu tampan, kau tau?”

Chanyeol mengecup singkat bibir Jihyun, yang sekarang menjadi tambah manis dengan rambutnya yang mulai sedikit Panjang, sebahu. Yah, itu lebih baik daripada rambut cepaknya saat SMA dulu.

Semua orang bisa berubah kalau punya tekat yang kuat.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s